PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 Terjatuh
"Aku terlambat".
Aku melihat pintu gerbang sekolah sudah tutup.
Aku berjalan ke pagar halaman belakang sekolah.
"Sepertinya hanya ini caranya supaya aku bisa ikut pelajaran".
Aku melempar tasku dan menaiki tembok.
"Akhirnya aku berhasil naik ke atas".
Aku melihat ke arah bawah tembok ada seorang pria muda yang tertidur dan buku yang menutup wajahnya.
"Tinggi sekali temboknya".
Aku berusaha turun dari tembok tetapi kakiku tergelincir dan akhirnya aku jatuh ke bawah.
"Bisakah anda bangun?".
Aku melihat ke bawah dan ternyata aku jatuh tepat di atas tubuhnya.
"Maafkan aku".
Aku berdiri dengan rasa malu.
"Aku harap anda tidak melakukan kecerobohan itu lagi di depanku".
Pria itu berjalan meninggalkanku.
"Aku juga berharap tidak bertemu dengan pria angkuh sepertimu".
Aku berteriak kesal setelah mendengar perkataannnya lalu berjalan dengan penuh amarah menuju ke ruangan kelas.
"Kamu sudah pulang".
"Aku sangat merindukanmu".
Kami bertiga saling berpelukan.
"Aku juga sangat merindukan kalian".
"Bagaimana dengan keadaan Ayahmu?".
"Dia sehat dan masih terlihat muda".
Dosen memasuki ruangan.
Kami kembali duduk di tempat masing-masing.
Waktu istirahat!.
"Ayo kita ke kantin.Hari ini aku akan mentraktir kalian".
"Begitu dong...?"
Kami tiba di kantin.
Kami memesan berbagai macam makanan dan minuman.
"Bagaimana kalau kita duduk di sana?".
"Boleh".
Aku dan Evelly menyetujui.
Kami sedang bermain permainan kejujuran.
Putaran botol pertama aku yang kalah.
Evelly memberi pertanyaan kepadaku.
"Siapakah cinta pertamamu?.Harus jawab jujur karena ini permainan kejujuran.
"Cinta pertamaku adalah Heinry".
"Sekarang gantian aku yang akan memberikan pertanyaan".
"Aku akan menjawab sebisaku".
"Ceritakan kejadian kemarin yang ingin kamu ceritakan kepada kami".
Aku tersenyum malu.
"Ayolah ceritakan kepada kami".
"Kamu pasti sudah tahu dari Essen".
"Aku tidak tahu".
Evelly menghindari perkataanku.
"Kamu juga jangan menghindar dariku".
Violet melipat tangannya menunggu aku menceritakan kepadanya.
Aku menceritakan semua kepadanya.
"Jadi Heinry mengatakan cinta kepadamu dan kamu menerimanya.Tidak hanya itu saja.Kalian juga berciuman?".
Aku menutup mulut Violet.
"Jangan terlalu kencang mengatakannya.Semua orang mendengar".
"Maaf?".
"Aku sudah mengatakan hal yang sebenarnya kepada kalian".
"Baiklah.Sekarang kita mulai lagi permainannya".
Violet memutarkan botol ke dua dan botol itu berhenti tepat di depan Evelly.
"Sekarang aku yang akan memberikan pelayanan kepadamu?".
"Berilah pertanyaan yang mudah buatku".
"Aku ingin bertanya kepadamu.Apa kamu dan Essen yang membuat rencana pertemuanku dan Heinry?".
Evelly menatapku dengan ragu.
"Aku meminta bantuan kepada Essen untuk membuatmu dan Heinry agar kalian bersatu dan soal pertemuan kalian itu aku benar-benar tidak mengetahuinya.Semua adalah rencana dari Essen".
Aku tidak menyangka temanku sangat memperhatikanku.
Aku tersenyum kepada Evelly.
"Terimakasih sahabatku".
Evelly memeluk tubuhku.
"Sekarang gantian aku yang memberi pertanyaan kepada Evelly".
"Baiklah.Sebisa mungkin aku akan menjawabnya".
"Sejauh mana hubunganmu dengan Essen?".
Evelly gugup dan tidak menjawab.
"Kamu tidak boleh menghindari pertanyaan dariku".
"Aku akan menceritakan kepada kalian tetapi aku harap kalian tidak menceritakan hal ini kepada Essen ataupun Heinry".
Evelly menyebutkan nama Heinry dan memandang wajahku.
"Kamu tidak perlu takut.Aku tidak akan cerita kepada Heinry dan Essen".
"Aku kenal Essen saat aku berumur delapan belas tahun.Kami telah menjalani hubungan selama lima tahun".
"Apakah Essen sudah memperkenalkan kamu kepada orang tuanya".
Evelly mengangguk kepala.
"Bagaimana dengan orang tua Essen?".
"Mereka tidak menyetujui hubungan kami".
"Bagaimana dengan Essen?".
"Essen kabur dari rumah dan membuka usaha sendiri setelah mengetahui orang tuanya tidak menyetujui hubungan kami.Dia juga berjanji kepadaku untuk selalu bersamaku dan tidak akan pernah meninggalkanku".
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter