Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Begitu Disayangi.
Pagi Hari.
Pagi hari Adam sudah bangun terlebih dahulu sedangkan Ailin masih tidur di atas ranjang. Ailin membuka matanya dan melihat kearah suaminya yang sudah memakai baju dengan rapi. Adam tersenyum pada istrinya yang baru membuka matanya itu sembari berkata.
"Pagi sayang," ucap Adam sembari tersenyum manis.
"Mas Adam, mau pergi kemana? Mau meninggalkan aku sendiri," Ailin bicara sembari mendudukkan tubuhnya dari posisi tidur kemudian mengerucutkan bibirnya kesal.
Adam yang baru selesai menyisir rambutnya terkekeh melihat wajah istrinya yang marah seperti sekarang ini. Pria itu segera mendudukkan tubuhnya di samping istrinya sembari mencubit kedua pipinya dengan begitu gemasnya.
"Kau ini lucu sekali sayang, aku baru melihat sikapmu yang manja seperti sekarang ini, membuat aku semakin tidak bisa jauh darimu," Adam memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat.
"Kau mau kemana Mas?" tanya Ailin lagi sembari membenamkan wajahnya di dada bidang Suaminya.
"Apa kau lupa sayang, semalam kau sendiri yang ingin bangun pagi dan menghirup udara segar di kota Seoul ini," jelas Adam sembari mengecup puncak kepala istrinya beberapa kali.
"Aku lupa Mas, tunggu sebentar saja aku akan mandi dulu ya," ucap Ailin sembari mendaratkan satu kecupan mesra di pipi suaminya itu. Adam terkekeh melihat sikap istrinya ini.
Selang beberapa waktu Ailin keluar dari kamar mandi dengan sudah mengunakan baju tipis. Ailin melihat Adam yang sedang berselonjor di tempat tidur dengan memainkan ponselnya.
Mata Ailin menyapu seluruh ruangan yang kelihatan bersih bahkan tempat tidur yang tadinya kelihatan begitu berantakan saat ini sudah berubah menjadi rapi lagi seperti awal dia masuk kedalam kamar ini tadi malam. Ailin berdiri di tengah ruangan itu sembari menatap kearah suaminya yang juga menatapnya dengan seulas senyum manis.
"Mas, apakah tadi ada perkerja hotel yang datang membersihkan tempat ini?" tanya Ailin sembari mengerutkan keningnya penuh tanda tanya.
"Tidak," jawab Adam singkat dengan kembali menatap ke layar ponselnya.
"Lalu siapa yang membersihkan tempat ini?" tanya Ailin lagi dengan masih penasaran.
"Tentu saja aku yang membersihkannya sayang," tutur Adam sembari menatap istrinya dengan tersenyum manis.
Aneh sekali dia pria kaya raya tapi bagaimana mungkin mau melakukan tugas seperti ini, bahkan dia merapikan tempat tidurnya dengan begitu rapi. Aku merasa malu padanya. Gumam Ailin dalam hati sembari mendudukkan tubuhnya di sudut ranjang dan tangannya sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil yang berwarna putih karena dia baru saja selesai keramas.
"Lain kali jangan lakukan hal ini Mas, aku adalah Istrimu dan sudah kewajiban ku untuk menyiapkan segala kebutuhanmu dan juga membersihkan kamar," tutur Ailin dengan menatap kearah Adam yang juga masih menatapnya.
Menaruh ponsel yang sempat dia pegang tadi di atas nakas dan beranjak berdiri dari posisi duduknya kemudian berjalan menuju meja rias. Pria itu mengambil sisir rambut yang berwarna pink milik istrinya kemudian mendudukkan tubuhnya perlahan di ruang kosong samping istrinya itu.
"Ingatlah satu hal! Aku menikahi mu, untukku jadikan istri dan juga ratu yang akan aku manjakan setiap waktu. Dan aku menikahi mu bukan untuk ku jadikan seorang pelayan." Pria itu bicara dengan wajah datar seolah menunjukkan apa yang dia ucapkan barusan adalah benar-benar tulus dari hatinya.
"Tapi aku tidak pernah merasa menjadi seorang pelayan jika aku menyiapkan semua kebutuhanmu sayang," jawab Ailin lagi sembari menatap bola mata Suaminya yang memancarkan kasih sayang ketika menatapnya.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan, tapi jangan pernah melarang aku jika ikut membantu mu seperti yang aku lakukan tadi," tutur Adam dengan mulai menyisir rambut istrinya itu dengan lembut.
"Mas, biar aku saja yang melakukannya sendiri," ucap Ailin sembari hendak mengambil sisir di tangan suaminya tapi laki-laki itu menjauhkan tangannya.
"Sudah diam," ucap Adam lembut.
*Ya tuhan terimakasih karena kau telah memberikan aku suami yang baik dan juga menyayangi aku seperti Mas Adam. Aku tidak pernah di perlakukan seperti ini di masa laluku yang kelam dulu*. Ailin tak hentinya mengucapkan rasa syukur dalam hatinya karena memiliki suami sebaik Adam.
Dan tanpa Ailin ketahui diam-diam Adam juga tidak berhenti mengucapkan rasa syukur pada yang kuasa sebab menjodohkannya dengan wanita baik dan juga penuh perhatian seperti Ailin. Kedua orang ini benar-benar sedang berbahagia bahkan mereka berdua juga melupakan kesedihan di masa lalu ya dulu.
pukul 06.00
Ailin dan juga Adam sudah siap jalan-jalan menghirup udara pagi kota Seoul yang sedang dalam cuaca yang dingin ini. Adam sudah keluar dari kamarnya dengan mengandeng tangan Ailin pria itu melihat kearah istrinya yang sudah menggunakan mantel tebal berwarna hitam, warna yang senada seperti yang Adam kenakan.
"Kau tidak membawah syal?" tanya Adam dengan mengerutkan keningnya menatap leher istrinya yang polos tanpa balutan apapun melingkar di leher jenjang wanita itu.
Meraba lehernya, "Mas, aku lupa tunggulah sebentar di sini aku akan mengambilnya," tutur Ailin sembari memutar tubuhnya hendak melangkah kembali ke kamarnya lagi.
Dengan Cepat meraih tangan istrinya itu, kemudian mengajak wanita itu duduk di sofa berwarna maroon yang ada di tengah-tengah lobby hotel ini tanpa mengucapkan satu katapun.
"Duduklah di sini saja, aku yang akan mengambilkan syal di kamar untukmu dan ingat jangan sampai pergi kemanapun selama aku belum datang. Dan ingat satu hal lagi, bermain ponsel saja jangan angkat pandanganmu," ujar Adam dengan penuh peringatan.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh mengangkat wajah Mas, apakah aku jelek sampai kau malu," ucap Ailin dengan wajah kelihatan begitu bersedih.
mengusap kepala istrinya lembut, "Karena kau begitu cantik mangkanya aku tidak mau sampai ada pria lain yang sampai memandangi mu," tutur Adam sembari mendaratkan satu kecupan sayang di puncak kepala istrinya itu.
"Siap Sayang," sahut Ailin dengan hormat pada suaminya sekilas sebelum akhirnya menundukkan kepalanya sembari memainkan game di dalam ponselnya.
"Ya, bagus seperti itu," ujar Adam sembari berjalan meninggalkan istrinya dan berjalan menuju kamarnya.
20 menit kemudian.
Adam belum juga datang menghampirinya, Ailin masih menundukkan kepalanya menuruti apa yang suaminya katakan tadi. Sedangkan di luar hotel butiran-butiran salju mulai berjatuhan dari langit. Ailin mengangkat wajahnya sekilas melihat salju yang turun dari dinding hotel yang terbuat dari kaca transparan.
Ailin menundukkan kepalanya lagi karena mengikuti ucapan suaminya, Sebenarnya wanita itu begitu ingin segera keluar dari hotel dan melihat salju yang selama ini hanya bisa dia lihat dari dalam film Korea yang begitu di gemari ya saja.
Namun sebisa mungkin Ailin tetap menahan hasratnya itu untuk menyentuh butiran-butiran salju yang berjatuhan dari langit. Dan tetap menunggu sampai Suaminya datang.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....