NovelToon NovelToon
My Sexy Lady

My Sexy Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:470.9k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.

"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.

DOR!

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.

Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sempurna

Ele mengangguk pelan, wajahnya memerah malu. Nero cuma senyum, lalu langsung memeluknya erat. “Kenapa tidak jujur sih?” tanya Nero pelan.

“Eh, kau juga tidak jujur sama aku!” balas Ele, tidak mau kalah.

Nero terkekeh dengar Ele kesal. Tapi di dalam hati, dia menyesal sekali sama dirinya sendiri. Selama ini dia berusaha melupakan Ele, buang jauh-jauh rasa cinta itu, karena berpikir 'gadis itu kelemahannya'. Tapi sekarang, dia sadar—justru dia harus jaga Ele dengan segenap jiwa raganya. Karena, gadis itu adalah semangat hidupnya.

Rasanya enam tahun ini berusaha keras menjauhi Ele terbayar impas.

Nero tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia kembali meneguk madu dari tubuh Ele yang sudah menjadi candunya.

*

"Sial!" umpat Nick sangat kesal, karena tindakan gegabahnya di klub malam membuat rencananya yang sudah tersusun rapi berantakan. Sekarang, pasti Nero semakin waspada.

"Ini akan sangat percuma, Tuan. Rencana baru yang baru kita susun ini tidak akan mudah membuat Tuan Nero tumbang. Pria itu sangat kuat, dan sangat berpengaruh di Kota ini," kata salah satu anak buahnya.

"Kau benar," jawab Nick sambil mengangguk beberapa kali. "Sekarang berikan aku masukan untuk menghancurkan pria iblis itu!"

"Ele, gadis itu adalah kelemahannya 'kan?" tanya anak buahnya sambil menjentikkan jempol tangan dan jari telunjuk hingga menimbulkan bunyi yang khas. "Bagaimana kalau Anda berusaha mendekati Nona Ele lagi dan katakan padanya kalau sebenarnya Tuan Nero adalah seorang mafia dan iblis berdarah dingin. Aku rasa hal itu cukup membuat Tuan Nero hancur."

Nick bertepuk tangan, setuju dengan rencananya anak buahnya ini, "tapi membuatnya hancur saja tidaklah cukup. Nyawa harus di bayar nyawa karena dia telah membunuh kedua orang tuaku dengan kejam!" desis Nick penuh kebencian dan dendam.

*

*

Botak menatap wajah boss-nya yang tampak berseri tak seperti biasanya pada pagi itu.

"Wah, sepertinya Italia akan ada hujan badai," seloroh Botak seraya menyiapkan sarapan untuk tuannya.

Nero menoleh, memicingkan mata pada Botak. "Kau sedang meledekku?!"

"He he he." Botak tertawa menanggapinya. "Karena tidak biasanya Anda terlihat berseri seperti ini," lanjut Botak, penasaran.

Nero tersenyum menanggapinya lalu berkata, "kerja yang benar! Jangan mencampuri urusan boss-mu!" balas Nero sangat tegas seraya menyantap sarapannya.

"Iya, Tuan, maaf." Botak nyengir lebar. "Tapi, aku masih penasaran kenapa Anda terlihat bahagia sekali pagi ini," imbuhnya dengan segala rasa penasarannya.

"Jadi menurutmu selama ini aku tidak bahagia, begitu?" Nero memicingkan mata, menatap tajam Botak.

"Maksudku bukan begitu Tuan." Botak panik dan ketakutan saat di tatap seperti itu oleh Nero.

"Ck! Kau membuat selera makanku hilang! Aku jadi malas berangkat ke kantor!" Nero beranjak dari duduknya, lalu kembali ke kamar.

"Loh?" Botak terperangah melihat tuannya tidak jadi berangkat kerja, padahal pria itu sudah rapi dengan setelan jas warna hitam yang melekat di tubuh atletisnya. "Apa hubungannya? Tuan!" panggil Botak tapi pria itu tidak menghiraukannya. Tidak seperti biasanya Nero seperti ini.

Tak berselang lama Pedro tiba, menggantikan posisi istrinya untuk sementara waktu.

"Kau pulang saja, Tuan Nero tidak berangkat ke kantor," usir Botak pada pria itu yang baru tiba.

"Hah? Serius? Aku tidak bermimpi?"

"Kau saja heran apa lagi aku. Biasanya Tuan kita itu akan tetap berangkat kerja meski ada hujan badai sekalipun," ucap Botak pada Pedro yang keheranan, sama seperti dirinya.

*

Sementara itu, Nero kembali merebahkan diri di samping Ele yang masih terlelap karena kelelahan.

"Karena dirimu aku jadi malas kerja." Nero masuk ke dalam selimut, lalu memeluk Ele dengan erat. "Nyaman sekali. Tapi, seperti ada kurang." Nero beralih meraih dua gunung kembar milik Ele, lalu menyesap pucuknya secara bergantian. "ini baru sempurna," batin Nero, puas.

1
Hanima
👍😍
Ainal Fitri
ih mau bicara ap sich klo manmelamar Berta udh telat dan klo pun mau menasehati Berta untuk pilih pilih terhadap pasangan hisupnyentu saja ad Elle dan Nero yg akn berdiri d garda terdepan untuk melindungi Berta ap bila cammora binuat jahat terhadap Berta.
jd ap yg paman botak inginkan 🤔🤔
Yuliana Purnomo
menyesal kah paman botak??
Maharani Rani
lanjuttt
LANY SUSANA
yahhh botak km telat ni🤣🤣🤣
berta udah mo nikah lo dgn camorra
km. sii sok jaim🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
isni afif
waahhh botak nyesellll toe...
Mimi Yoh
jangan sampe buta ya bear
Mimi Yoh
waduhh mulai bucin nih
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘩 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵😁
Mimi Yoh
dikiranya nggak bakal ada saingan ya botak ya...hahahahah
Mimi Yoh
kan kamu terlalu mahal 🤗🤗
Mimi Yoh
heeemm 👍👍👍
Mimi Yoh
elle 😄😄😄 ngeledek secara nggak langsung🤗🤗
Mimi Yoh
😯😯😂😂😂😂
Mimi Yoh
biar botak cepet denger beritanya ya le...
Mimi Yoh
waaauw gercep juga nih cammora....botaaaak kamu kalah cepet 😁😁😁
Neni
paman botak klah start🤣🤣🤣
XTeeN
gerah ya bot
XTeeN
cie cie cie ga rela ga rela ni yeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!