Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Puas Bersamamu
🍒 Happy Reading 🍒
Hari ini semua anggota keluarga berkumpul ditaman dekat Villa. Nairi sudah mengisi tas bekal keperluan putri kecilnya.
Namun, saat semua sudah mulai duduk di taman dekat Villa, Nairi pamit akan keluar membeli sesuatu. Namun sudah 1 jam berlalu tapi Nairi belum juga kembali.
"Aska!" Panggil Mama.
"Ada apa ma!'' Tanya Aska.
''Itu Nak, kok Istrimu pergi dari tadi, belum juga kembali. Coba Nairi di telepon dulu. Kok dari tadi belum kembali, katanya pamit sebentar.'' Kata Mama Cemas.
"Iya Ma bentar, lalu Aska mencoba menelpon ponsel Nairi. Dan tak lana kemudian ponselnya tersambung, namun malah di luar jangkauan.
Aska terus mencoba hingga akhir nya ....
"Halo dengan siapa ini,? Tanya orang yang mengangkat ponsel Nairi.
''Looo, kok suaranya bukan Nairi.'' Guman Aska.
''Maaf mbak nya siapa ya, dan dimana pemilik ponsel ini?'' Tanya Aska.
''Maaf Tuan, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan. Dan sekarang sedang ditangani dokter,'' Ucap orang itu.
Seketika ponsel Aska jatuh dan Aska pun menangis seketika. Kemudian Aska mengambil ponselnya kembali, dan bertanya rumah sakit mana istrinya dibawa.'' Tanya Aska.
Setelah mendapat kabar tentang Nairi. Aska pun bergegas memanggil Mamanya.
"Ma, Mama tolong jaga Kayla sebentar ya Ma, Aska harus pergi dulu.'' Pamit Aska.
"Kamu mau kemana Nak? Istrimu saja belum kembali, dan kamu malah mau pergi lagi.'' Ucap Mama Renata.
''Aku akan ke Rumah sakit Ma, Tadi Aska sudah mendapatkan kabar Nairi Ma. Nairi mengalami kecelakaan.'' Ucap Aska dengan mata yang sudah memerah. Lalu ia pun segera bergegas melajukan mobilnya menuju Rumah sakit.
''Apa, Nairi kecelakaan. Pah!'' Papa! ayo ke Rumah sakit, menantu kita kecelakaan.'' Ucap Mama Aska, air matanya sudah tak mampu ia tahan lagi.
''Apa!'' Bagaimana bisa terjadi? bukankah Nairi hanya pergi ke sebrang jalan?, Ma' kalau kita pergi, lalu bagaimana dengan Kayla. Kita tunggu dulu saja kabar dari Aska ya Ma. Berdoa dulu saja, semoga menantu kita tidak kenapa-kenapa.'' Ucap Tuan Aditama.
''Tapi Pa! Mama khawatir, karena dari kemaren perasaan Mama tidak enak'' Ucap Mama Renata.
Kemudian Mama Renata pun bergegas meghampiri cucunya, karena dia dari tadi sedang menemani cucunya bermain.
Sedangkan Aska, dia benar-benar merasa terpuruk. Dalam hati dia selalu berdoa supaya Istrinya baik-baik saja.
''Belum puas aku bersamamu sayang, kini apa lagi yang terjadi sekarang. Semoga kamu baik-baik saja.'' Batin Aska.
Semua bayang-bayang tentang Nairi pun, seakan berputar seperti kaset vidio. Kebahagiaan yang baru ia kecap beberapa bulan ini, seakan melebur bersama air matanya. Setelah sekian tahun berpisah karna kebodohannya, kini ia bisa berkumpul kembali bersama Istri dan Anak tercintanya.
Namun mengapa Tuhan belum juga merestui kebahagiaan yang abadi. Padahal ia sudah merangkai berbagai mimpi yang ingin dia wujudkan bersama Istri tercintanya, belahan jiwanya itu.
Tapi kini, apa yang terjadi. Semua hancur tiada berkeping. Bahkan air mata pun tak mampu ia bendung lagi.
Kini Aska tengah menangis meraung-raung, memanggil nama Istri tercintanya. Bahkan Dokter dan Suster tak mampu berbuat apa-apa.
Beberapa waktu sebelumnya.....
"Kini Aska tengah berlari dilorong Rumah sakit, Setelah mendapat kabar, bahwa Nairi mengalami kecelakaan. Ia seperti orang gila yang. berlari terburu-buru bahkan tak sedikit ia menabraki orang yang sedang berlalu lalang di Rumah sakit.
BRAK!!!!
Pintu ruangan terbuka, secara paksa oleh Aska. Semua yang ada diruangan tersebut pun terkejut.
Tapi yang lebih mengejutkan bagi Aska adalah, saat ia melihat seseorang yang sangat ia cintai berlumuran darah. Kini Aska tengah berdiri disisi seorang perempuan yang sudah terbujur kaku.
Dengan segala daya tenaga yang masih tersisa Aska pun berusaha untuk tetap berdiri, di samping Istrinya.
''Apa yang terjadi Dokter? apa yang kalian lakukan pada Istriku! kenapa Istriku diam saja!'' Aska tak dapat mengendalikan emosinya.
Kemudia sang Dokter pun menjelaskan semuanya. Dan memberikan sebuah surat untuk Aska. Surat yang ditulis oleh Nairi, sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Aska pun luruh kelantai, air matanya tiada terbendung lagi. Saat ia membaca kata demi kata, yang di tulis oleh Nairi dengan susah payah. bahkan terdapat noda darah dan air mata Nairi.
"Untuk Kak Aska, Suamiku tercinta. Terima kasih untuk semuanya. Untuk semua yang sudah kau berikan dalam kehidupanku. Terima kasih untuk selalu ada, disaat aku membutuhkanmu. Walau kita pernah berjarak untuk sekian lama, Tapi Tuhan masih mempersatukan cinta kita. Aku minta maaf, jika selama menjadi istrimu, aku belum bisa menjadi istri yang baik dan sempurna. Aku bahagia dan sangat bahagia. Engkau hadir di dalam kisahku. Aku sangat mencintaimu. Tolong jagakan harta yang paling berharga bagiku, ya sayang. Jagalah Kayla, sayangi anak kita dengan sepenuh hatimu. Dan iklaskan lah diriku. Semoga engkau, mendapatkan kebahagiaan yang selamanya. Salam sayang dari istrimu tercinta. Aku sangat menyayangimu, dan akan selalu menyayangimu meski kita tak lagi bersama.
Aska meraung-raung memanggil nama Nairi.
"Tidak sayang, kumohon jangan tinggalkan aku Nai. Kita baru berkumpul, aku sudah banyak menyusun rencana yang akan kita lakukan bersama Nai! kumohon bangun sayang! bangun!" Teriak Aska.
"Kemudian, datanglah Mama dan Papa Aska, dan juga Ayah Ibu Nairi dan Lina. Sedangkan Dika adik Nairi, tidak ikut. Ia diminta menjaga Kayla dirumah.
Semua menangis, terlebih Lina, sahabat yang slama ini bersama, dalam susah maupun senang. Lina benar-benar tak dapat berbicara apa-apa lagi. Saat ia melihat kini sahabat tercintanya tengah terbujur kaku.
''Nai, Apa-apaan kamu Nai! ini tidak lucu. Baru kemaren kamu datang di pernikahan ku Nai! aku belum menceritakan semua kebahagiaanku Nai! Bangun Nai, bangun!'' Ucap Lina, yang menangis kehilangan sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri.
Mama Papa Aska, mencoba menenangkan putranya dan berusaha memberikan kekuatan untuk putranya yang kini menangis, meraung-raung seperti orang gila. Sedangkan Ayah Ibu Nairi tak dapat membendung air matanya.
Ibu Nairi benar-benar tidak menyangka, kini putrinya, yang ia besarkan selama ini, tengah terbujur kaku. Ayah Ibu Nairi berpelukan saling memberikan kekuatan.
Reagan menenangkan Lina yang sedang ia peluk. Reagan yang berusaha memberi semangat untuk istri yang baru 2 bulan ini ia nikahi.
Semua orang merasa kehilangan, apa yang akan Aska jelaskan pada putrinya nanti. Pasti Kayla akan sangat sedih dan terpukul. Walau bagaimana pun, Kayla masih sangat membutuhkan Ibunya.
Seminggu setelah kepergian Nairi, Kini Aska sering mengurung diri di kamar. Sedangkan Kayla, anak kecil itu pun selalu menangis, menanyakan Ibunya.
Setelah kepergian Ibunya, Kayla menjadi bocah yang pendiam. ia sering melamun. Kadang tiba-tiba menangis sendiri. Semua yang menyaksikannya pun menjadi ikut sedih. Apa lagi Aska, dia harus bangkit demi anaknya, demi Nairi istri tercintanya.
Saat mengingat pesan yang sudah Nairi tulis untuk dirinya. Aska harus kuat, harus tegar. Masih ada putrinya yang harus ia jaga dan bahagiakan.
.........
Terima Kasih Untuk teman-teman pembaca Setia karya Mala rasanya saat menulis bab ini malah ikutan menangis Entah kenapa seakan semua kisah ini benar-benar tertuang dalam tulisan Mala semoga kalian suka jangan lupa tinggalkan jejak ya rate like comment dan vote nya.
Salam sayang Dari Nairi💝💝💝💝💝
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"