Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 18
Di London
Jen yang saat itu baru sadar setelah semalaman tidak sadar menatap sekeliling ruangan yang saat ini ia tempati.
Kepalanya terasa pusing hingga membuatnya mendesis kesakitan.
" Sshh"
" Sayang , Kau sudah sadar ?" Derren yang saat itu baru datang setelah menghubungi seseorang segera menolong Jen yang hendak duduk.
" Ini Minum lah dulu " Dengan telaten derren menyibakkan rambut rambut Jen yang tampak menutupi wajah istrinya itu.
" Terima kasih sayang " Jen bersandar pada dada bidang derren, seakan mencari kenyamanan Disana.
" Apa kau sudah merasa lebih baik, hm?" dengan lembut derren memberi sentuhan hangat dengan mengelus kepala istrinya.
" Hm, hanya masih sedikit pusing saja " Jen mendongak menatap wajah lelah suaminya yang mungkin dia kurang istirahat sejak mereka datang kesana.
Apalagi melihat kondisi nya kemarin pastilah membuat derren sangat khawatir.
" Sayang istirahat lah sebentar, kau pasti sangat lelah bukan ?" Jen menatap sayu dan merasa bersalah kepada derren.
" Tidak sayang, melihat kau baik-baik saja rasa lelah ku sudah lenyap begitu saja " Derren tersenyum sambil membalas tatapan istrinya.
Dengan lembut derren mencium kening Jen, menyalurkan rasa nyaman pada diri Jen.
" Berjanjilah, kau akan baik-baik saja ! jangan membuat aku merasa takut lagi "
" Kau tau, saat melihat mu tak berdaya seperti kemarin, hidup ku seakan berhenti di waktu yang sama ! Jadi berjanjilah untuk tetap selalu ada disisi ku" Derren merengkuh tubuh Jen dan menciumi kepala Jen, seakan ia tidak akan siap jika harus kehilangan Jen saat ini.
Jen membalas pelukan suaminya dengan erat, " Maaf sayang telah membuat mu khawatir " balas Jen tanpa terasa air mata nya menetes, tentu ia merasa terharu juga bahagia, di usia mereka yang tidak lagi muda, tapi cinta mereka tidak pernah pudar termakan waktu. bahkan setiap harinya derren mencintainya lebih lebih dan lebih lagi.
" Apa kau sudah memberi kabar anak-anak sayang? mereka pasti sangat khawatir " tanya Jen yang baru mengingat ini sudah hari ke 5 mereka pergi dan memberi kabar pada anak-anak mereka.
" Astaga !! Sebentar, aku melupakannya sayang " Derren meraih ponselnya dan hendak segera menghubungi anak-anak nya.
Namun segera di cegah oleh Jen.
" Tunggu sayang " ucap Jen membuat derren bertanya-tanya.
" Ada apa ?"
" Bagaimana jika mereka ingin melakukan Video call ? dan mengetahui kondisi seperti ini pasti mereka akan bertambah khawatir " Ucap Jen kemudian.
" Ya, kau benar ! kita akan menghubungi mereka setelah kau keluar dari rumah sakit " Derren meletakkan kembali ponselnya, mengurungkan niat untuk menghubungi Varo dan Jihan.
***
Hari ini Varo dan Vino tampak bersiap mengantar Rara dan juga Jihan ke sekolah.
Karena mereka ada pekerjaan dan tidak masuk sekolah, sebenarnya tidak perlu lagi Varo sekolah karena niat awal dia hendakati Rara namun karena saat ini Rara sudah tidak marah padanya, jadi ia rasa tidak penting untuk sekarang baginya kesekolah.
Namun untuk keluar, dia belum bisa memutuskan itu, karena dia masih ingin disana untuk menjaga Jihan dan Rara.
Walau Varo sudah menyiapkan penjagaan yang ketat saat ini namun ia masih tetap khawatir.
" Abang , Ayo !!" ucap Jihan pada Varo yang sudah menunggunya di ruang tamu sambil mengobrol bersama Vino.
" Astaga ! Jihan, Tidak ada kah baju yang lebih kecil dari itu ?" Sindir Varo saat melihat seragam sekolah yang Jihan kenakan.
Jihan melihat penampilan sendiri saat mendapat kritikan dari Varo. Sedangkan Vino hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena melihat Jihan yang tampak lucu.
" Ini sudah kecil bang ! Jika aku memakai yang lebih kecil apa bedanya dengan tidak memakai baju " gerutu Jihan pura-pura bodoh seolah tidak tau apa yang Varo maksud.
" Itu kau tau !" saut Varo sambil mendengus kesal.
Jihan menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat melihat Varo kesal.
" Cepat ganti baju mu, atau Abang isolasi semua barang antik mu " Acaman yang sangat sangat ampuh untuk Jihan .
Sambil menghentakkan kakinya dan menggerutu kesal Jihan kembali ke kamar nya untuk mengganti seragam sekolah nya.
Varo hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan adik kesayangannya itu.
Tak berapa lama Jihan turun dengan seragam yang lebih pantas dari tadi, mereka segera menjemput Rara dan berangkat ke sekolah.
" Bang kamu gak masuk ?" tanya Rara saat melihat Varo tidak mengenakan seragam sekolah.
" Tidak queen, aku ada sedikit pekerjaan yang tidak bisa ditunda " Jawab Varo sambil sambil menatap jalanan.
Tanpa menjawab Rara menganggukan kepalanya, walau ia tidak tahu apa tetapi semenjak derren dan juga Jen pergi Varo lah yang mengurus semuanya bersama Vino.
Setelah mengantar Jihan dan juga Rara , Varo dan Vino segera menuju Markas Black Devils, sebelum itu dia sudah menghubungi Varrel lebih dulu agar mereka bertemu disana.
Sesampainya di lokasi, ternyata Varrel sudah tampak Disana lebih dulu.
" Apa Ruangannya sudah siap paman ?" tanya Varo pada Sam.
" Sudah Tuan muda " Jawab Sam sambil meminta Varo untuk melihat apa yang ia suruh siapkan tadi.
" Terima kasih paman"
Varo, Varrel juga Vino dan Sam masuk kedalam ruangan yang biasa Jen gunakan untuk merakit Senjata atau membuat senjata baru.
Vino yang pertama kali kesana tentu sangat di buat takjub dengan apa yang terpajang Disana.
Berbagai jenis senjata rahasia yang unik dan menarik hasil tangan Jen dan juga derren tertata apik di ruangan itu.
" Paman, Tolong siapkan anggota A dan B untuk menyiapkan diri mereka, Lusa kita akan melakukan penyerangan Ke markas Musuh yang ada di kota B, Selama itu kami akan menyiapkan senjata senjata dan juga strategi untuk bisa menembus keamanan mereka " Ucap Varrel pada Syam.
" Baik tuan , Namun kita harus tetap berhati-hati. karena di Markas inti yang ada di London masih kacau saat ini, Bahkan anggota banyak.yang menjadi korban karena hal ini " Jelas Sam.
" Iya paman, Kita akan mempersiapkan nya dengan matang, Dan perketat penjagaan buat Jihan dan Rara juga keluarga lainnya "Ucap Varo menanggapi Perkataan Sam
" Baik tuan muda, akan Segera dilaksanakan " setelah berkata seperti itu Sam undur diri dari ruangan itu .
Varrel, Varo dan Juga Vino bekerja sama untuk membuat strategi penyerangan
markas lawan. Jika mendesak Mereka akan menghubungi Kenzo untuk mengerahkan anggotanya yang juga ada di berbagai negara.
Karena lawan kali ini cukup gesit, Mereka harus hati-hati dan tidak gegabah.
Varo tentu tidak akan tinggal diam saat orang tuanya menghadapi masalah besar seperti ini.
Apalagi jika ia mendengar bahwa Jen terluka karena hal ini, mungkin saat ini dia sudah tak Disana dan segera membantai tanpa ampun pihak musuh.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hai hai hai semua ... Jangan lupa untuk like komen n Vote jika kalian suka dengan ceritanya yes.
Happy Reading n see you
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......