Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis desa yang sangat sederhana. Dia berjuang untuk bisa mengangkat derajat orang tuanya dengan bersekolah hingga lulus kuliah. Suatu ketika, dalam sebuah kegiatan bakti sosial Gadis ini dipertemukan dengan sosok ketua pemuda yang bijaksana. Karena pisau dapur ibu si gadis hilang saat bakti sosial, dari situlah awal mula kisah cinta mereka bermula.
Semoga kisah ini menginspirasi kita anak muda dalam menyikapi jaman yang semakin menggila.
baarokallahufik
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fitrah
Maryam yang malam itu mendapat pesan singkat dari Amar, ketua pemuda yang begitu baik ramah dan bertanggungjawab, tiba-tiba darah dalam jantungnya berdesir deras, hingga berasa sesak. Dia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, belum pernah sekalipun dirinya merasakan perasaan seperti ini.
"Yaa Allah, jika dia jodohku, dekatkanlah kami dengan caraMu. Namun, jika dia bukan jodohku, aku mohon jagalah hati ini agar tetap kuat menerima takdir dariMu." Do'a Maryam malam itu.
"Ku titipkan dia padaMu yaa Allah, jagalah hatinya dan hatiku, agar kami tetap menjalani perasaan ini sesuai syari'atMu."
"Aku percaya ya Allah, setiap insan pasti akan merasakan jatuh cinta, dan itu pasti muncul. Dan agamaMulah yang mengajari bagaimana kami menyikapi rasa ini. Aku yakin ya Allah, ini adalah fitrah. Kuatkanlah hamba untuk bisa menahan semua ini hingga waktunya tiba." rintih Maryam di dalam do'a sholat malamnya. Malam itu dia teringat betul saat masa SD SMP. Dia sangat mendambakan seorang laki-laki yang mencintai dirinya, dan menyatakan perasaan padanya. Seperti halnya teman-teman Maryam yang beberapa ternyata sudah tidak prawan, bahkan waktu Maryam kelas 2 Aliyah, ada temannya yang justru sudah hamil, lalu menikah dengan pacarnya. Keinginan Maryam tak seperti itu, dia hanya ingin merasakan dicintai, itu saja waktu itu. Tetapi semua pupus, karena dia menyadari siapa dirinya. Dia hanya seorang gadis desa dari keluarga kurang mampu, dan Maryam adalah gadis polos, yang tak menenal Fashion, dan shoping-shoping. Gadis itu sejak kecil hanya suka menyibukkan dirinya di ladang, membantu nenek dan bapaknya serta menggembala kambing di ladang. Sedangkan waktu yang lain dia habiskan untuk mengaji dan bersilaturahmi dengan kawan-kawannya di masjid swadaya masyarakat.
"Astaghfirullahal'adzim." ucap Maryam saat merasa kini semua telah berubah, dia kini tampak menjadi kembang desa yang cantik, dan menawan. Banyak teman laki-lakinya yang juga naksir dengan Maryam, tetapi kini sejak Maryam tau ilmu batasan-batasan wanita dan laki-laki, dia mulai membatasi diri. Dulu Maryam yang tak berhijab, sangat menginginkan hal seperti temannya yang juga ditembak sama laki-laki, tetapi semua itu tidak dia dapatkan kala itu. Justru, disaat dia sudah berubah, banyak laki-laki yang dulu pernah dia sukai, kini mendekat dan ingin menjadikannya pacar. Gadis itu sekarang memiliki pesona yang terpancar dari hatinya.
"Belum tidur, nduk?" tanya bu Lami.
"Eh, ibu. Belum bu."
"Lagi mikirin apa to Nduk?"
"Ndak mikir apa-apa kok bu."
"Masih berkabar sama mas ketua pemuda yang dulu pernah main ke sini?" tanya ibu tiba-tiba membuat Maryam cukup terkejut. Maryam menatap wajah ibunya lekat, ada maksud apa gerangan.
"Sudah lama kami tidak berkomunikasi bu. Baru aja ini tadi kami saling berkabar." jawab Maryam.
Dengan tersenyum bu Lami mengelus kepala putrinya, dia tau, pasti putrinya belum bisa tidur.
"Nduk, memang berat menjadi seorang muslimah ketika sudah tiba saatnya untuk jatuh cinta. Kalau ibu dan Mbakmu dulu, kami masih awam Nduk, masih mau-mau aja diajak pacaran. Kini ibu tau, rasanya jadi kamu, berat ya Nduk? Tapi inshaaAllah, semua ini akan ada hikmahnya. Akan indah pada waktunya." kata ibu seolah tau isi hati Maryam yang lagi gundah.
"Iya bu."
"Nduk, Sebenarnya, ada salah seorang teman ibu, dia ingin sekali menjodohkan kamu sama anaknya. Tapi, ibu tidak berani menjawab, karena bagi ibu, pilihanmu itu lebih tepat. Ibu tidak ingin anak ibu terbebani dengan sebuah perjodohan." kata ibu Lami.
"Siapa bu?"
"Bu RW."
"Mas Tino maksud ibu?" tebak Maryam. Mas Tino adalah teman Maryam sejak mengenal Masjid swadaya masyarakat. Laki-laki itu juga sangat rajin ke masjid, dia juga berhati baik. Semenjak Tino lulus kuliah, dia bekerja di luar jawa, akhir-akhir ini dia sering menghubungi Maryam, meski sekedar menanyakan kabar, lalu menanyakan kabar TPQ dan kabar anak-anak yatim piatu yang mereka bina. Maryam beserta teman-teman LAZIS di masjid swadaya, memang sudah membina beberapa anak yatim.
"Iya Nduk. Maksud ibu, kalau kamu sudah tidak berkabar sama ketua pemuda itu, ibu ingin juga menjodohkanmu sama Tino." Kata ibu.
"Sepertinya, Maryam harus istikharoh dulu bu." kata Maryam.
"Ya sudah, sudah malam, istirahatlah Nduk, besok kamu harus kerja, dan lanjut kuliah to?"
"Njih bu."
Malam itu semakin larut, dan mengantarkan Maryam dalam mimpi indahnya. Tak terasa, Gadis desa itu tidur dengan penuh kedamaian, setelah dia mengucapkan do'a sebelum tidur dan berdzikir.
buat author semngt💪💪💪 teruslah berkarya
semangattt berkarya 💪🥰🥰
- My Teacher Is Mine-
next
- My Teacher Is Mine-
semangattt next 💪💪
My Teacher Is Mine selalu mendukungmu 🥰
next💪💪
- My Teacher Is Mine-
yuk mampir di karya aku yang berjudul " My Teacher Is Mine" menceritakan kisah cinta murid dan gurunya.
tinggalkan jejak ya kk🥰🥰💙💙💙
pasti aku feedback 😇😇😇