Sekuel pertama dari novel WANITA CANTIK TUAN MUDA DINGIN~
_____
Terlihat jembatan gantung yang cukup besar, di sana seseorang yang tak lain Mira berjalan perlahan menyusuri jembatan tersebut.
Langit malam menampakkan hujan akan turun dan guntur mulai terdengar, angin malam menusuk kulit tubuh Mira. Dengan rasa bersalah Mira kini berada di pinggir jembatan, arus sungai cukup besar. Namun, ia tak pernah takut dengan tekadnya.
Mira kini berlinang air mata, wajah sendunya yang mulai pucat. Akan tetapi kecantikannya tetap masih sama seperti dulu. Hanya dirinya seorang diri di sana.
"Aku juga mencintaimu, Raka. Tapi, aku tak pantas untukmu. Semoga di kehidupan selanjutnya aku dan kamu bisa bertemu lagi. Aku sangat mencintaimu, Raka. Tapi, aku tak bisa lagi, aku tak bisa lagi melukai hatimu. Hiks," isak Mira histeris.
Tak di sangka, dugaan Raka benar, dia melihat Mira sedang berdiri di pinggir jembatan. Raka segera melangkah cepat untuk menghentikan Mira.
Namun, Mira melihatnya. Bukan menghentikan aksinya, Mira malah tersenyum manis kepada Raka tanpa ketakutan di matanya disertai linangan air mata.
"Raka. Maafkan aku dan selamat tinggal," lirih Mira terdengar kecil dan menjatuhkan dirinya.
Byurrrss!
"Tidaaakk!" teriak Raka terkejut melihat Mira terjatuh terbawa arus. Sesak di dadanya mulai kembali, kenyataan yang dia lihat mengingatkannya pada Gabby, ini kedua kalinya melihat seseorang mati di hadapannya.
"Tidak! Mira! Jangan tinggalkan aku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Menyebalkan
...[Beri like dan komen]...
Terlihat kini Gabby berlari menyusuri lorong-lorong sekolah. Tentu ia selalu dihantui bayang-bayangan Salsa yang meninggal akibat perbuatan dirinya.
"Tidak ... tidak ... aku tidak membunuhnya. Dia memang sudah sekarat dan aku tidak membunuhnya." racau Gabby berlari sambil mengacak-acak rambutnya.
"Gabby! Kamu mau kemana! Jam pelajaran akan di mulai!" teriak Angelin yang nampak berlari mengejar Gabby.
Memang kemarin malam telah terjadi sesuatu pada Salsa dan cuma Gabby yang tahu serta Mira.
Kemarin malam di mana Salsa menerima pesan masuk dari Gabby, namun pesan itu bukanlah dari Gabby melainkan dari Mira yang sudah menyadap nomor mereka.
"Gabby berhenti!" teriak Angelin masih berlari.
"Tidak ... hiks ... aku tidak membunuhmu, bukan aku pelakunya." racau Gabby seperti dihantui oleh bayang-bayangan Salsa.
Seketika tanpa ia sadari, Gabby malah berlari ke arah jalan di depannya. Sontak ia berhenti ketika sebuah mobil truk melaju dengan cepat ke arahnya. Dengan rasa terkejut, Gabby berteriak ditempat.
"AAAAAA!!"
"Gabby!" teriak Angelin terkejut melihatnya. Namun, mobil itu langsung berhenti dan hampir saja tak menabrak tubuhnya.
"Hai, Dek! Kamu cari mati ya!" bentak sang supir mencondongkan kepalanya merasa kesal melihat Gabby berdiri dijalanan.
"Hiks ... jangan bunuh aku. Aku tidak membunuhmu, jangan ganggu aku." isak Gabby menunduk dan berjongkok di depan mobil itu lalu pingsan tak sadarkan diri.
Sontak sang supir dan Angelin kaget melihatnya. Angelin segera berlari mengahampiri Gabby.
"Gabby! Kamu kenapa, Gabby bangun!" pekik Angelin mengguncang-guncang tubuh Gabby. Dan seketika semua murid yang berada di sana langsung berkumpul menghampiri Angelin.
"Bawa ke rumah sakit," ucap salah satu diantara mereka. Pak supir pun turun dari mobilnya lalu melihat Gabby.
"Loh, ini kenapa malah pingsan. Aku kan tidak menabraknya," ucap Pak supir heran.
"Pak, tolongin tuh. Mungkin dia syok." ucap salah satu dari mereka lagi.
"Tidak usah! Aku yang akan membawanya." tolak Angelin memapah Gabby lalu membawanya ke mobil miliknya lalu menuju rumah sakit.
Para murid di sana cuma mendecak melihat sifat jengkel Angelin begitupun Pak supir. Pak supir kemudian naik ke mobilnya lalu kembali melaju mobilnya.
Seketika bel akhirnya berbunyi, menandakan jam pelajaran pertama telah dimulai.
Terlihat Raka segera membangunkan Mira, sontak Mira langsung terbangun ketika Raka menunjuk keras pipinya.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan padaku?!" tanya Mira menyentuh pipinya.
"Aku cuma membangunkanmu, tidak lebih dari itu," jawab Raka tersenyum.
"Oh," ucap Mira lalu pandangannya tertuju pada dua bangku kosong.
"Hm," Mira cuma mendehem melihat Angelin dan Gabby tak ada.
"Kenapa?" tanya Raka.
"Tidak ada apa-apa," jawab Mira datar.
Beberapa menit saja, Bu Guru telah masuk dan memberikan pelajaran pertama. Ketika ia ingin mengabsen muridnya. Tiba-tiba saja pengumuman terdengar membuat semua murid tersentak terkejut.
Tentu saja pengumuman itu adalah kabar dari Salsa yang meninggal secara tiba-tiba. Semua murid histeris mendengarnya. Berita ini bagaikan kutukan untuk sekolahnya.
"Iiih ... aku jadi tak ingin sekolah di sini. Setiap hari pasti ada yang meninggal di sekolah kita, apalagi itu berasal dari kelas kita."
Para murid ketakutan dan saling bertukar pendapat. Bu Guru pun mencoba untuk menenangkan muridnya.
"Tenang! Semuanya harap tenang!" ucap Bu Guru sambil memukul papan tulis.
Beberapa saat kemudian, kelas itu pun kini kembali tenang. Guru pun melanjutkan mengabsen para siswa.
"Wendy." ucap Bu Guru mulai mengabsen.
"Hadir, Bu."
"Syirla."
"Hadir, Bu."
"Reyhan."
"Hadir." ucap seorang cowok yang tak jauh dari tempat Angelin. Kini giliran Angelin.
"Angelin." ucap Bu Guru melihat absennya. Karena tak ada yang menjawabnya, Bu Guru pun melihat ke bangku yang kosong.
"Lho, teman kalian Angelin, kemana?" tanya Bu Guru kepda semua para murid. Namun tak ada yang menjawabnya, dan akhirnya seorang murid mengangkat tangan.
"Maaf, Bu. Tadi saya lihat dia pergi membawa Gabby yang tadi pingsan di jalan. Mungkin dia lagi ada di rumah sakit. Tapi, dia nggak izin sama kita." ucapnya menjeleskan keberadaan Angelin.
"Baiklah, kalau begitu kalian tetap belajar hari ini. Soal teman kalian si Siska. Kalian bisa hadir ke acara pemakamannya nanti di waktu istirahat." ucap Bu Guru mengerti Angelin tak masuk kali ini. Ia beranggapan jika Gabby pingsan karena berita ini. Apalagi ia tahu bagaimana kedeketan ketiga gadis muda itu. Pelajaran pun di mulai.
Raka yang juga mendengar kematian Salsa, ia malah heran. Karena waktu dekat ini, pasti ada yang meninggal dari kelasnya.
Apa yang terjadi pada mereka? Aneh, aku baru kali ini pindah dan sudah disuguhi berita-berita kematian seseorang dan itu malah terjadi disekolah baru yang aku masuki ini.
Dan juga, tadi itu aku melihat Gabby nampak ketakutan, apa yang terjadi padanya? Dan jika aku tak salah mendengarnya, aku mendengar jika ia tak sengaja membubuhnya. Tapi siapa yang dia maksud? Apa mungkin ini ada sangkut pautnya dengan kematian Salsa? Tapi mereka berteman baik, mana mungkin seperti itu.
"Ah! Sudahlah, mungkin yang dia maksud tak sengaja membunuh kecoa di rumahnya. Lagian juga, kematian seseorang sudah ditentukan oleh takdir mereka masing-masing."
Itulah yang dipikirkan Raka. Ia mencoba menemukan sebuah celah dalam kejadian hari ini. Tapi ia kini tak peduli. Raka melihat sebentar Mira yang cuma menunduk terus-menerus.
Ketika ia ingin menepuk bahunya. Mira malah tiba-tiba menyandarkan kepalanya ke meja. Ternyata gadis muda cantik itu malah tertidur dalam jam pelajaran lagi. Itulah kebiasaan Mira. Ia memang tak serius dalam menjalankan hidupnya. Yang penting ia masih bisa menghirup udara dan melakukan hal-hal yang menurutnya menyenangkan.
Raka perlahan menyelipkan rambut Mira ke telinganya yang tadi menutupi wajahnya. Raka ingin membangunkannya, tapi tiba-tiba Mira bergerak dan malah berbalik membelakanginya.
"Hm, dia itu sebenarnya niat sekolah nggak sih. Kok dia tidur mulu." desis Raka kini mengabaikan Mira, ia tak mau mengganggunya, dan kini ia mulai serius mendengarkan pelajaran kali ini. Tapi, kejadian malam di mana Mira menciumnya malah membuat pikirannya kacau.
"Aish ... dia mengambil ciuman pertamaku." desis Raka agak kesal sambil menyentuh mulutnya.
"Tapi, bibirnya itu terasa seperti marsmellow yang lembut dan kenyal."
"Bantar, kenapa otakku mulai mesum gini! Hadeh ... aku harus fokus nih ...."
"Aissh ... tapi, rasanya aku tak bisa melupakan kejadian kemarin malam. Sungguh menyebalkan!" cetus Raka dalam hati sambil mencoret-coret kertas dengan perasaan tak karuan.
Pria muda tampan itu kini menghembuskan nafasnya sebentar lalu menghirup banyak-banyak udara lalu membuangnya agar ia bisa tenang dan fokus dalam pelajaran kali ini. Raka pun mulai berusaha fokus dan tak peduli pada Mira yang mendengkur dengan suara kecil. Gadis muda itu nampak menikmati tidurnya kali ini.
_____
Bersambung ....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
moga aja dia melepas mira utk raka
kelakuan mereka kejam masih kecil lagi yg kayak gitu harus dimusnahkan wkwkwk
kenapa gk bilang ke ortu nya karena gk mau bikin khawatir orang2 tercinta
dia bukan sikopat ,lebih tepat nya sosiopat
yg g suka tentang kehidupan sosial lebih parah dari antisosial,namun ke orang² terdekat dia hangat,dan ke orang yg mengganggunya/keluarganya dia gk bakal diam