Raina Andriana seorang gadis yatim piatu, yang ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan pesawat, Dia memiliki satu orang Adik, yang bernama Rania Andriani, mereka di asuh oleh nenek nya yang bernama nenek irma.
Karena neneknya yang sakit-sakitan, Raina menjadi tulang punggung keluarganya, dahulu kehidupan mereka sangat berkecukupan, namun saat orang tua mereka meninggal, jadilah Raina yang harus membiayai kebutuhan mereka.
Sampai tiba dimana dia harus menjadi istri pura-pura dari pengusaha muda yang bernama Rasya Samudera, Keluarga Rasya selalu menuntut Rasya untuk segera menikah mengingat umur Rasya yang sudah tidak muda lagi, namun Rasya selalu saja menolak dengan alasan belum siap, Rasya memang mempunyai kekasih namun kekasih nya masih mengejar kariernya dan tidak mau di ajak menikah dulu, karena terus di tuntut Rasya pun terpaksa mencari wanita untuk MENJADI ISTRI PURA-PURA, sampai pada akhirnya mempertemukan Rasya dengan Raina..
Bagaimana kisah selanjut nya..???
Jangan lupa ikutin terus dan dukung novel ke 4 Author terimakasih.
Salam manis..
Author
Adriana Niandra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adriana Niandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
"Sedang apa disitu?" ucap Rasya melihat Ryn yang masih menggenakan Handuk tipis nya sambil mengobrak-abrik baju di dalam lemari.
"Eh Pak.. Aw.." memegang kepalanya yang terpentok pintu lemari karena terkejut mendengar suara Rasya.
"Kenapa masih belum pakai baju?" tanya Rasya sambil matanya masih memandang ke arah Ryn.
"Bapak lihat apa" menutupi tubuh nya dengan tangan nya
"ekhmm.. Enggak, cepat pakai baju mu" ucap Rasya mengatur intonasi suaranya.
"Iya pak ini aku sendang mencari baju" ucap Ryn membalikkan kembali tubuhnya
"Masih belum ketemu?" Rasya sudah selesai berpakaian di sana ada ruang ganti yang tertutup gordeng bulat untuk memakai pakaian.
"Belum pak, baju tidur nya terbuka semua" ucap Ryn menutupi tubuhnya dengan selimut tebal
"Minggir, biar saya cari" ucap Rasya
Rasya mencoba mencarikan baju
"Kenapa bajunya terbuka semua, ini pasti ulah Mami" gumam Rasya.
"Yang ini saja, pakai baju apa saja , lagi pula aku tidak akan tertarik pada anak-anak, kalau sudah selesai turun kebawah kita makan bersama" ucap Rasya.
"Saya cuma tidak nyaman saja pak" ucap Rasya mengambil baju yang di beri Rasya dan pergi ke tempat ganti baju.
"Kenapa aku bicara seperti itu tadi? ya Sudahlah" ucap Rasya pergi meninggalkan looking closet.
Setelah berganti baju Ryn langsung turun, untuk bergabung di meja makan bersama Rasya.
"Silahkan Nona duduk" ucap pelayan perempuan disana yang usianya hampir sama dengan Ryn. Dan langsung pergi kembali ke dapur
Setelah itu terlihat mbok Sumi menyendok kan nasi dan lauk untuk Rasya, selesai Rasya mbok Sumi berjlan kearah Ryn.
"Non mau mbok ambilkan nasinya?" ucap mbok Sumi
"Tidak apa Mbok Ryn bisa sendiri" ucap Ryn mengambil makanannya sendiri.
Saat Ryn akan menyendok kan nasinya, dia melirik ke arah samping, terlihat mbok Sumi sedang menunggunya disana. Karena seperti biasa jika Rasya sedang berada di rumah utama dan makan di meja makan mbok Sumi akan setia menemani nya, karena Rasya hanya ingin di layani oleh mbok Sumi, Rasya sudah sering meminta mbok Sumi duduk bersama namun mbok Sumi selalu menolak dengan alasan tidak sopan.
"Mbok ko berdiri disitu, ayo sini duduk" ucap Ryn berdiri merangkul mbok Sumi
"Tidak usah non, saya disini saja" ucap mbok sumi
"Engga apa-apa Mbok, kita makan masa mbok berdiri aja, ayo sini" memapah mbok Sumi untuk duduk di sebelah nya.
"Mbok mau makan apa, Ryn ambilin" mengambilkan nasi dan lauk untuk mbok Sumi
"Mbok ambil sendiri aja non" ucap mbok Sumi
"Udah engga apa-apa ini, makan ya mbok" ucap Ryn , lalu Ryn memakan kembali makanannya.
Terlihat Rasya melirik ke arah Ryn beberpa kali
"gadis yang baik" batin Rasya sambil terus mengunyah makanannya.
"Terimakasih ya non, non anak yang baik pantas saja Aden dan Nyonya sangat menyukai non, semoga rumah tangga non dan Aden bahagia selalu yak, bibi menantikan mengurus anak kalian" ucap mbok Sumi.
Uhuukkk-uhukk (Ryn tersedak makanan mendengar kata-kata dari mbok Sumi)
"Non-non engga apa-apa" memberi segelas air untuk Ryn minum.
"Masuk terlalu jauh untuk memiliki anak, kami masih ingin menikmati masa pacaran kami setelah menikah" melihat ke arah Ryn membuat Ryn salah tingkah
"Mbok mengerti tapi mbok dan nyonya sudah tidak muda lagi, kami ingin sekali merasakan dapat mengurus anak Aden dan non" ucap Mbok
"Tidak apa mbok, tidak perlu buru-buru" ucap Ryn gugup.
Bersambung.
Haii.. Semuanya makasih yak.. untuk like, komen dan vote nya, ceritanya mau di bawa kemana? tunggu terus ya kelanjutannya.😘