Hani tidak menyangka dia akan menikah di saat karirnya sedang bagus-bagusnya dengan Alex — seorang CEO yang tanpa sengaja dia temui di Paris.
Pertemuan mereka awalnya tidak bermakna, tetapi anehnya Alex melamarnya begitu sampai di Indonesia.
Awalnya Hani menolak tetapi karena umurnya sudah menginjak 27 tahun, kedua orangtuanya menyetujui lamaran Alex Dan dimulailah kehidupan pernikahan yang penuh keanehan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissTheolland_Reihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PH | 19
Sekitar 45 menit berkendara, Hani dan Alex sampai di restoran mewah di pusat kota yang sering Hani lewati saat pergi bekerja. Dia tidak pernah berpikiran untuk pergi ke restoran itu karena dia tahu restoran itu hanya dikunjungi oleh orang-orang berada yang pastinya harus menghamburkan banyak uang untuk memesan satu meja saja.
Hani spontan menggandeng Alex saat tatapan beberapa orang menatapnya tanpa alasan. Alex hanya tersenyum kecil melihat sikap manja Hani yang menurutnya sangat lucu itu.
"Aku takut, Alex," cicit Hani menghentikan langkahnya.
"Kenapa, Sayang?" tanya Alex lembut.
Hani mengatur napasnya, "Aku takut orang tuamu tidak menyukaiku," jawabnya ragu.
Alex menggeleng kecil lalu mengusap rambut Hani pelan, "Tidak, Sayang. Aku yakin mereka akan menyukaimu," ucapnya berusaha menenangkan Hani yang mulai terlihat pucat, "Apa pun yang terjadi, aku pasti bersamamu."
Mendengar ucapan Alex membuat Hani merasa tenang. Dia mengangguk kecil. Mereka kembali melangkah menuju tempat yang sudah direncakan Alex.
Hani menatap Alex heran saat pria itu menghela napas panjang begitu mereka memasuki ruangan VIP itu. Sepertinya orang tua Alex belum sampai dan itu bagus karena kesannya akan tidak sopan jika orang tua Alex lebih dulu sampai. Namun Hani bisa melihat seorang perempuan cantik—yang terasa tidak asing di mata Hani— sedang duduk di salah satu kursi.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Alex dingin. Untuk pertama kalinya Hani mendengar suara dingin pria itu. Dia merasa atmosfer di ruangan itu sangat mencekam.
Perempuan itu tersenyum lebar seraya menatap Hani tajam, "Apa ini kekasihmu itu, Alex?" dia tertawa meremehkan.
"Jawab aku, Chelsa! Kenapa kau di sini? Kau tidak ada urusan di sini!" ucap Alex penuh penekanan.
"Aku ini calon istrimu, Alex," jawabnya.
Hani terdiam. Calon istri? Bukankah dia lah calon istri Alex, bukan perempuan bernama Chelsa itu? Hani sungguh tidak mengerti apa yang terjadi saat ini. Dia terus menatap Alex yang terlihat marah, berharap pria itu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Chelsa berdiri dari duduknya, mendekat pada Hani dan Alex. Hani yang ketakutan hanya mempererat gandengannya di lengan Alex. Chelsa tersenyum miring seraya melirik tubuh Hani dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Apakah ini jalang yang ingin kau nikahi, Alex?" ucap Chelsa seraya mengusap pipi Hani.
Dengan cepat Alex menghempaskan tangan Chelsa menjauh dari wajah Hani. Dia menggeram marah, "Kau yang jalang, Chelsa! Pergi kau!" teriaknya marah.
Tidak merasa takut, Chelsa hanya tertawa terpingkal-pingkal lalu kembali duduk di kursi sebelumnya.
"Seperti tidak sopan berdebat di depan orang tua, Alex. Jaga sopan santunmu," senyumnya.
Alex dan Hani spontan menoleh saat mendengar pintu terbuka. Ayah dan Ibu Alex tiba. Dengan cepat Hani membungkukkan tubuhnya.
"Perkenalkan Om, Tante, nama saya Hani Dharmasari," ucap Hani lembut dengan suara sedikit bergetar.
Tidak ada respon dari Ayah dan Ibu Alex. Hani merasa takut saat ini, dia menatap wajah datar orang tua Alex itu dengan ragu-ragu.
Ayah dan Ibu Alex berlalu dan duduk. Hani mematung sembari berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang. Alex mendecak kesal, "Yah, Bu, apakah kalian tidak bisa sekedar menyapa Hani, bukannya hanya diam seperti itu?"
Hani meraih tangan Alex, takut pria itu akan tersulut emosi. Alex yang mengerti langsung menarik Hani untuk duduk.
"Kita makan malam dulu, baru membicarakan ini semua," ujar Ayah Alex tegas dan berwibawa membuat rasa segan dengan mudah dirasakan Hani.
Alex menatapnya lekat, seolah berkata semuanya akan baik-baik saja.
lanjut...
selamatkan alex... jangan biarkan bersama ulat bulu... kasian hani