Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Erma terkejut bukan main ketika Gandara meminta para pengawal untuk memeriksa kamarnya dan menahannya agar jangan lari.
"Lari? kenapa aku harus lari nyonya?" tanya Erma.
Gandara juga tidak yakin, dia sudah mengenal Erma selama puluhan tahun. Seperti Arini, dia adalah orang yang paling Gandara percaya. Makanya saat hartanya hilang, orang pertama yang di curigai oleh Gandara adalah Tari.
Tapi yang namanya manusia, Gandara juga tidak bisa percaya pada Erma seratus persen. Apalagi tentang uang, terkadang saudara bisa menghabisi sesama saudara demi uang. Apalagi hanya seorang pelayan.
Kamar Erma di geledah, semua lemari, kotak kotak penting bahkan di dalam bantal dan kasur di bongkar. Namun para pengawal belum menemukan apapun, hingga Camelia meminta Hani memberitahu salah satu pengawal yang memang orang bayaran mereka untuk membalik ranjang tempat tidur Erma.
Dan, boommm
Semua mata tertuju pada banyaknya yang dan perhiasan yang ada di bawah tempat tidur. Di sebuah kantung yang di jahit dengan karet di bawah tempat tidur. Begitu tempat tidur itu di balik, semua uang dan perhiasan keluar dari kantung itu dan berantakan.
Gandara sampai melotot, dan sangking melototnya dirinya, bola matanya itu hampir lepas dari matanya.
Gandara mendekat untuk memastikan apakah benar, semua perhiasan itu adalah miliknya. Dan betapa kecewanya Gandara, marahnya dia mengetahui kalau salah perhiasan yang terlihat, dan uang yang terjatuh adalah uang yang sudah di beri tanda di pojok yang itu dengan stempel yang hanya di miliki Gandara.
"Erma!" pekik Gandara kesal.
Erma sendiri, masih terkejut, rahangnya nyaris jatuh, matanya juga sudah merah dan basah. Dia tidak tahu bagaimana semua uang itu ada di depannya, tapi karena bukti sudah ada di depan mata. Dan Gandara pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang begitu berat sampai kalau dia berteriak ingin mati pun, Gandara tidak akan mengabulkannya dan akan terus menyiksanya.
Erma cukup tahu apa hukuman yang akan di berikan untuk orang yang telah mencuri harta Gandara. Meskipun dia bukan yang melakukannya, tapi semua uang itu. Dia bahkan tak bisa menjelaskannya.
Erma yang ketakutan dan putus asa, lantas mengambil belati salah satu pengawal dan mengarahkannya ke lehernya sendiri.
Brukkk
Erma terjatuh dengan darahh menggenang dan kelopak mata masih terbuka. Lidahnya juga terjulur ke arah samping.
Semua kembang yang melihat itu sangat terkejut, semuanya saling peluk karena ketakutan.
"Mengerikan"
Itulah yang di ucapkan beberapa kembang. Sedangkan Gandara sendiri, dia benar-benar gemetaran saat ini. Bukan karena dia takut, tapi dia sangat marah, sampai gemetaran seluruh tubuhnya.
"Singkirkan mayat pengkhianat ini, lemparkan dia ke jalan. Biar di makan anjingg jalanan" kata Gandara.
Lihat betapa kejamnya Gandara, bagaimana Erma tidak memilih mengakhiri hidupnya daripada menerima hukuman dari Gandara. Bahkan sudah menjadi mayat pun, Gandara tidak melepaskan orang yang telah mencuri hartanya.
Camelia paham itu, dan dia memanfaatkan kekejaman Gandara dan kesetiaan Erma untuk melakukan semua itu.
Sekarang Gandara sama sekali tidak punya orang kepercayaan lagi. Tidak ada tangan kanan, juga tidak ada tangan kiri.
Gandara masuk ke dalam ruangannya setelah berteriak lantang pada semua penghuni lentera malam, baik itu pada kembang, para pelayan, ataupun pengawal. Bahwa tidak akan ada ampun bagi yang mengkhianati dan mencuri hartanya.
Setelah itu dia membawa hartanya itu ke dalam ruangannya. Di dalam ruangannya. Gandara meletakkan semua hartanya itu di meja. Matanya merah dan basah. Dia sama sekali tidak kasihan pada Erma, tapi dia benci apa yang di lakukan oleh Erma. Kejadian hari ini, membuatnya semakin yakin, kalau tidak ada orang yang benar-benar bisa di percaya.
Sementara itu di kamar Camelia, Hani dan Laila masih membantu Camelia mengobati luka-lukanya.
"Benar-benar mengerikan, sudah mati pun masih di jadikan makanan Anjingg. Dia itu bukan manusia" keluh Hani yang merasa nasib Erma begitu tragis.
"Makanya Erma memilih mengakhiri hidupnya, kalaupun dia tidak melakukan itu. Gandara pasti akan menyiksanya dengan sangat kejam, sampai dia ingin mengharap kematian tapi dia tidak akan mendapatkannya selain siksaan dan rasa sakit" ucap Camelia.
"Semua sudah seperti ini, pasti Gandara akan meningkatkan kewaspadaan. Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Laila.
"Kak Laila jangan khawatir, aku sudah memikirkan semuanya. Aku sudah membuka sebuah rumah makan dengan bantuan tuan Jeky, dia sedang mengelolanya. Kita tidak perlu lagi mencuri uang Gandara" kata Camelia.
Camelia sudah memikirkan hal ini sejak beberapa bulan yang lalu, dia tidak mungkin selamanya mencuri uang Gandara untuk memperbanyak hartanya. Dia minta saran pada tuan Jeky, dan pria itu yang merupakan pemilik banyak rumah makan memberikan satu rumah makannya untuk Camelia. Meski masih atas namanya, tapi semua pemasukan akan di berikan pada Camelia. Itu juga bisa di jadikan alasan Jeky kembali ke rumah tengah malam. Dia akan mengatakan kepada istrinya kalau dia sibuk mengurus beberapa rumah makan itu sampai pulang larut malam.
Seperti yang pernah di ceritakan, Jeky dan istrinya menikah karena cinta. Hanya saja, istri Jeky itu sakit. Dan tidak bisa melayani Jeky. Tapi Jeky begitu mencintai istrinya sampai tidak bisa dan tidak mungkin menceraikannya. Hanya saja, sebagai pria, dia membutuhkan sesuatu yang tidak mungkin dia dapatkan dari sang istri. Karena itu dia begitu menyukai Camelia, karena Camelia memang satu-satunya wanita yang Jeky ajak berhubungan badan tentu saja selain istrinya dulu.
Beberapa hari kemudian, semua berjalan seperti biasa. Tidak ada masa berkabung untuk Erma, semua berjalan seperti biasa.
Bahkan hari ini, beberapa mobil tampak datang di siang hari dan berhenti di depan lentera malam.
Dari salah satu mobil sedan itu, keluar seorang pria tua dengan cerutu besar di tangannya. Itu adalah Cokrodima. Pria itu keluar dan membawa banyak sekali orang yang memakai jas, bahkan ada juga orang asing.
"Silahkan mister, silahkan" kata Cokrodima ketika para bule berjas lengkap itu menghampirinya.
Gandara tampak sangat senang melihat kedatangan kakaknya dengan banyak tamu.
"Selamat datang, silahkan" kata Gandara begitu ramah.
Di kanan dan kirinya, sekarang ada para pengawal yang berbadan kekar, dia belum menemukan pengganti Erma. Tapi itu bukan masalah baginya.
Pengawal minta para kembang berdandan dengan cantik dan segera pergi ke aula. Camelia yang melihat banyak pria bule menghela nafasnya panjang. Seperti dia menghela nafasnya panjang. Dia rasa malam ini akan benar-benar panjang, sebab para pria berambut pirang itu, punya stamina yang kuat dan rudal mereka juga besar dan panjang. Setidaknya butuh libur sehari sampai dia hari baginya setelah melayani para pria bermata biru itu.
***
Bersambung...
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍