Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akrab
Mereka kembali duduk dan makan dalam satu meja. Terlihat Resya yang masih memperhatikan mereka berdua. Keduanya menyantap hidangan mereka dengan begitu lahap.
"Wah, enak sekali," ucap Dean sambil terus memakan baksonya.
"Memang enak, aku saja sudah makan dua kali."
"Pantas saja. Lihat pipimu semakin tebal," ucap Dean yang langsung membuat Tiara berhenti makan. Dia pun berkaca pada benda pipih yang adalah ponselnya.
"Tidak, aku tidak gemuk. Aku masih kurus!"
"Ya, begitulah, wanita memang paling kesal kalau menyinggung soal tubuhnya."
"Hahaha, kau seperti sudah berpengalaman saja. Atau, jangan-jangan kau sering membuat Resya marah, ya," goda Tiara sambil menyikut lengan Dean.
Resya yang mendengar namanya disebut langsung menatap mereka dengan tatapan dingin.
"Eh, maaf, maaf." Tiara berusaha meminta maaf karena melihat Resya yang sepertinya tidak senang dengan perkataannya.
"Tidak perlu minta maaf, aku tidak marah." Seketika Resya langsung mengubah ekspresi wajahnya dan tersenyum ramah.
"Jangan diambil ke hati, ya, Resya. Tiara memang suka bicara ceplas-ceplos dan tidak disaring. Awas saja, ya, Tiara. Di kantor aku akan memarahimu jika kau tidak melakukan pekerjaan dengan benar."
'Mengapa kau minta maaf padaku atas namanya? Oh, jadi sekarang kalian ingin menunjukkan keakraban kalian, ya?' batin Resya dengan tatapan curiga.
Mereka lanjut menikmati acara, hingga saatnya, acara dansa kembali digelar dan kini para tamu juga ikut berdansa.
"Hei, kenapa kalian tidak ikut berdansa saja? Aku akan merekamnya dari sini," ucap Tiara sambil memegang ponselnya.
"Ak...."
"Hahaha, aku ingin saja, tapi, Resya jarang sekali mau diajak berdansa. Katanya itu melelahkan dan dia sedikit pemalu, iya, kan, Sayang?" ucap Dean sambil melihat Resya yang sebenarnya ingin menjawab, namun sudah dipotong olehnya.
"Emmm, iya, benar, aku kurang suka berdansa di tempat yang ramai." Resya hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Padahal, tadi dia ingin sekali mengatakan jika dirinya bersedia berdansa dengan Dean. Entah mengapa dia merasa malam ini adalah kesempatan bagus untuk memperbaiki hubungannya dengan Dean. Mungkin sedikit lebih dekat dan mereka akan bicara dari hati ke hati.
"Ah, sayang sekali. Padahal Aku sangat senang jika mengabadikan momen orang berdansa di depanku."
"Mengapa tidak kau saja yang berdansa?" tanya Dean yang langsung membuat Tiara langsung menggelengkan kepalanya.
"Dengan siapa aku berdansa? Tidak mungkin denganmu, kan? Hahahaha." Tiara tertawa lebar sambil menepuk pundak Dean.
"Tidak masalah," ucap Dean yang langsung membuat Resya terkejut.
"Hah? Yang benar? Apa boleh, Resya?" tanya Tiara dengan tatapan penasaran.
"Tentu saja boleh. Kita kan sahabat, bahkan sudah seperti saudara. Iya, kan, Sayang?" Dean menyenggol lengan Resya dan tersenyum kecil.
'Ayo, larang aku. Tunjukkan jika kau cemburu,' batin Dean yang ternyata mengharapkan Resya cemburu dan melarangnya berdansa dengan Tiara.
"Iya, Sayang. Tidak apa-apa, berdansa lah," ucap Resya dengan hati yang sangat berat. Tidak enak rasanya jika dia melarang permintaan Dean karena tak ingin membuat Tiara merasa tidak enak.
"Ya sudah, ayo, Tiara. Lagunya sangat cocok untuk kita melompat-lompat," ucap Dean ketika mendengar lagu yang sangat meriah. Bukan lagu melow yang mengharuskan mereka beromantis ria.
Tiara pun menerima uluran tangan Dean. Mereka pergi ke tengah-tengah dan bergabung dengan orang-orang. Menggoyangkan badannya untuk berdansa dengan begitu riangnya. Lagu yang diputar membuat mereka semakin bersemangat. Benar kata Dean, kini mereka menari dengan begitu lincah, dan penuh semangat.
Resya tak mempermasalahkannya karena tidak ada kontak fisik. Akan tetapi, tiba-tiba saja, lagi itu berganti menjadi lagu romantis dan melow. Dean dan Tiara yang ada di tengah kerumunan tidak memiliki celah untuk keluar. Dan dengan terpaksa, mereka ikut berdansa bersama mereka sambil mencari kesempatan agar bisa keluar dari kerumunan orang-orang. Mengherankan sekali karena jalan keluar seperti terblokir dan membuat mereka terjebak di tengah-tengah.
"Ayo, Dean, Tiara, berdansalah," ucap Satria yang berada tak jauh dari mereka. Dia sedang berdansa bersama Olivia dengan begitu mesra.
Resya melihat mereka dengan tatapan mata berkaca-kaca. Ya, dia merasa cemburu. Tak seharusnya mereka ada di sana dengan gaya dansa yang sangat romantis.
Hingga tiba-tiba.....
"Hai, kau Resya, kan?"
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg