NovelToon NovelToon
Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.4k
Nilai: 5
Nama Author: Najwa Camelia

Bermodal paras cantik dan tubuh yang indah. Gendhis, bukan nama aslinya. Bertahan hidup dengan bekerja sebagai koki di sebuah hotel bintang lima. Namun, sesuatu hal yang tak terduga terjadi padanya, hingga Gendhis bertekad untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai "teman kencan semalam" tamu-tamu VIP hotel Pacifik.


Narendra Arjuna Guinandra, pengusaha di bidang perhotelan dan pariwisata yang terobsesi untuk menyewa jasa Gendhis. Berapa pun budget yang dia keluarkan, dia tidak perduli. Asalkan gadis itu tetap berada dalam genggaman dan menuruti segala perintahnya.


Sebuah fakta terungkap, membuat Narendra terperosok semakin jauh ke dalam dendam dan kebencian atas kejadian yang tidak pernah dilakukan oleh Gendhis. Hingga gadis itu harus berjuang untuk sebuah kepercayaan yang menyakinkan hati seorang Narendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Happy reading..

Tubuh Gendhis merosot ke lantai, punggungnya beradu dengan pintu berbahan kayu mahal yang terasa dingin hingga menembus tulang. Gendhis tidak pernah membayangkan kembali dalam hidupnya terkurung di dalam kamar sendirian. Semua itu membuat memori masa kecilnya otomatis terputar dengan sendirinya dalam otaknya. Gendhis merasa mengalami dejavu.

Selama bertahun-tahun dengan siksaan dari wanita selingkuhan ayahnya. Seorang pria yang begitu tega meninggalkan wanita yang melahirkan kedua buah hati dari pernikahan mereka dan membawa pergi kedua buah hatinya, menjauhkan dari kasih sayang seorang ibu kandungnya.

Gendhis duduk meringkuk dengan memeluk kedua lutut dan menundukkan kepala sambil menutup telinga. Lambat laun indera pendengaran Gendhis seolah mendengar kembali gelegar suara wanita yang memiliki berat badan 60kg dengan tinggi sekitar 160 cm itu, seolah datang kembali. Semakin lama, semakin nyaring terdengar dengan kekehan dan sorot mata yang menyeramkan bagi Gendhis yang masih berusia lima belas tahun, kala itu. Lalu,

Cetas!

Sabetan ikat pinggang berbahan kulit beradu dengan lantai mulai terdengar. Tubuh kecil Gendhis semakin bergetar dengan rasa ketakutan yang luar biasa. Air mata yang terus menetes saat mendengar langkah wanita itu semakin mendekat padanya.

Cetas..

Cetas..

Cetas..

"Ampun, jangan pukul aku.. Ayah tolong, Naya. Ibu selamatkan, Naya," lirih Gendhis kecil.

Suara isakan bercampur rintihan dan permohonan ampun, tidak sedikit pun digubris oleh wanita itu. Melainkan semakin keras suara tangisan yang dikeluarkan oleh Gendhis kecil, semakin membuat wanita itu lebih keras lagi menyiksa tubuh kecil Gendhis.

"Diam kamu! Bisanya cuma nangis! Menyusahkan hidupku, lebih baik kamu mati!" bentak wanita itu.

Spontan membuat teriakan Gendhis kecil untuk meminta pertolongan pada sang Ibu kandung.

"Ibu.. Tolong Naya!" jerit pilu Gendhis kecil.

Gendhis kecil menjerit histeris, dia merasakan kembali wanita itu semakin gencar memecutnya dengan ikat pinggang. Rasa panas yang membakar kulit dan rasa takut kian mendera Gendhis kecil.

Hingga semua itu terasa nyata seperti dulu.

Kembali ke realita Gendhis yang terkurung di dalam sebuah kamar mewah milik Narendra.

Dengan posisi masih terduduk di lantai dan tangan yang semakin mencengkram rambut hitamnya. Semakin lama, getaran tubuhnya semakin hebat.

Nampak jelas di wajah ayu milik Gendhis seperti menggigil ketakutan. Deru nafas yang semakin cepat, berganti menjadi isakan yang menyayat hati. Dari isak tangis yang semula lirih, hingga kini terdengar semakin keras.

Tiba-tiba tubuh Gendhis beranjak dari posisi duduk nya. Dan kini, dia semakin histeris. Tubuhnya bergerak ke kanan ke kiri seperti sedang menangkis pecutan ikat pinggang yang mendarat di tubuhnya.

Semakin cepat Gendhis menggerakkan tubuhnya, deru nafasnya terdengar tersengal-sengal, hingga semakin lama, jeritan Gendhis semakin melemah. Hingga akhirnya..

Bugh.

Tubuh Gendhis jatuh ke lantai tidak sadarkan diri dengan tubuh yang dipenuhi peluh keringat basah membanjiri seluruh tubuhnya dan juga wajahnya basah oleh air mata yang sedari tadi merembes di pipinya.

Dua pria berseragam hitam yang berdiri di depan kamar Gendhis, kini tidak lagi mendengarkan suara gedoran pintu dari dalam. Membuat keduanya saling menatap ke arah pintu bercat warna coklat itu penuh selidik.

"Apa Nona Naya sudah capek berteriak-teriak dari tadi?" tanya satu bodyguard yang berkulit gelap pada temannya.

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut temannya itu, hanya gerakan dari pundaknya sebagai jawaban nya. Tidak tahu!.

"Buka saja kalau begitu, jangan-jangan terjadi sesuatu pada Nona Naya, bisa mati kita nanti!" ucap bodyguard berkulit hitam itu, lagi.

Dengan perlahan dan penuh kewaspadaan kedua bodyguard itu membuka pintu kamar tersebut, lantas bodyguard yang bertubuh gempal melangkahkan kakinya masuk, namun ketika mendorong daun pintunya sedikit lagi agar terbuka lebih lebar. Pria bertubuh gempal itu merasakan ada sesuatu yang menghalangi pintu dari dalam.

"Kenapa pintunya susah sekali dibuka, seperti ada yang mengganjal dari dalam," ujarnya.

"Hati-hati, tetap waspada kita," timpal teman satunya.

Ketika berhasil masuk, bola mata bodyguard itu, membulat melihat tubuh perempuan yang terkulai lemas tak berdaya di atas lantai dingin.

"Nona Naya, pingsan," seru bodyguard yang berhasil masuk ke dalam kamar.

"Periksa dulu, kali aja itu trik Nona Naya untuk mengelabuhi kita, biar bisa kabur dari sini," sahut bodyguard yang berdiri di ambang pintu.

Sambil berjongkok dan memeriksa keadaan Gendhis. Tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh perempuan yang tergeletak di lantai itu.

"Cepat lihat ke sini, Nona Naya benar-benar pingsan. Tidak ada respon dari tubuhnya."

Untuk menjawab rasa penasarannya. Bodyguard yang berkulit gelap itu, akhirnya menyeret langkah nya ke dalam kamar dan ikutan berjongkok untuk memeriksa kondisi Gendhis.

Lantas, pria itu menyibak rambut hitam Gendhis yang menutupi wajah pucatnya dengan kedua mata yang tertutup rapat juga bibir yang memutih.

"Segera panggil Tuan Narendra, aku akan memindahkan Nona Naya ke atas ranjang," ucap salah satu bodyguard itu dan saling berbagi tugas.

Pria itu mengatur nafasnya, ketika berhenti di depan pintu ruang kerja pribadi milik Narendra, lalu mengetuknya.

Tok..

Tok..

Tok..

Tiga kali pria itu mengayunkan kepalan tangannya untuk mengetuk pintu berbahan kayu di depannya.

"Masuk," suara bariton Narendra terdengar di telinga pria yang terburu-buru itu.

Pria itu menekan gagang pintu dan mendorong pintu kayu.

Pria itu berjalan tergesa-gesa ke arah Narendra yang sedang duduk di kursi kebesaran nya sibuk dengan komputer lipat di depannya.

"Tuan Narendra, Nona Naya pingsan," Pria itu langsung to the point pada Tuannya tentang tujuannya.

"Pingsan bagaimana?" bentak Narendra.

"Ping--san tergeletak di lantai, Tuan," jawab Bodyguard itu dengan tergagap, rasa takut tengah menyelimuti jiwanya.

Narendra mendengkus. Ia memberikan tatapan tajam pada bawahannya itu. "Cepat hubungi Dokter Sadewa!" titahnya sambil berjalan keluar ruangan menuju kamar Gendhis.

Berselang beberapa waktu kemudian, Dokter Sadewa salah satu dokter pribadi Narendra telah selesai memeriksa keadaan Gendhis.

"Apa yang terjadi padanya?" tanya Narendra pada Sadewa.

"Apa kau menyiksanya, Ndra?" selidik Sadewa pada Narendra. Mereka adalah sahabat, sudah saling mengenal lama dan mengetahui semua sifat masing-masing.

"Pertanyaan konyol!" hardik Narendra tak terima dengan tuduhan yang dilontarkan oleh Sadewa padanya.

Sadewa melakukan tugasnya sebagai dokter untuk memeriksa denyut nadi dan tekanan darah Gendhis.

"Kenapa bisa tekanan darah perempuan ini rendah dan dia juga mengalami demam?" tatapan menyelidik Sadewa ke arah Narendra.

Narendra mengangkat kedua bahunya. "Mana ku tahu!"

"Siapa dia?" tanya Sadewa semakin penasaran.

"Kamu tidak perlu tahu siapa dia! Cukup lakukan tugasmu sebagai dokter, setelah itu kamu boleh pergi dari sini!" sungut Narendra tidak ingin Sadewa mengorek lebih dalam tentang siapa Gendhis.

"Siapkan air untuk mengompres perempuan ini, demamnya cukup tinggi," perintah Sadewa pada Bodyguard yang berdiri di dekat pintu.

"Aku akan memeriksanya kembali esok pagi. Sekarang, biarkan dia beristirahat dahulu. Jika nanti dia siuman, tolong berikan obat ini saja untuk diminum," ujar Sadewa pada Narendra.

"Oke, silakan meninggalkan kamar ini. Tugasmu telah selesai," ucap Narendra pada Sadewa agar segera keluar dari kamar Gendhis.

Sadewa hanya terkekeh melihat kebiasaan temannya itu. Sebelum berbalik, Sadewa membisikkan sesuatu pada Narendra dengan senyum tipisnya. "Agar dia tidur lebih nyaman, gantikan pakaiannya dengan yang lebih tipis. Biar tidak terasa panas suhu tubuhnya," kekeh Sadewa.

Dengan tatapan tajam Narendra membalas ucapan sahabatnya itu. "Masih ingat pintu keluarnya kan!" sinis Narendra dengan merentangkan satu tangannya ke arah pintu.

"Siap Komandan," seru Sadewa dengan memberikan hormat pada Narendra.

"Gajimu sudah aku transfer ke rekening mu," ucap Narendra.

🍁🍁🍁🍁

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕾wᷤαͧηᷠ¢ᖱ'D⃤ ̐🍒⃞⃟🦅
bagus critanya
s7
Lanyap hehehe Bu Tri 🤭😁
NJ♥️🔒
Keren kontraknya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
di kasih tau masih perawan tapi ga percaya juga nah tau kan sekarang ghendis masih perawan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
keknya bukan balas dendam deh Narendra sama ghendis tapi itu mah murni suka sama ghendis cuma pake topeng balas dendam aja padahal mah 🤭🤭🤭awiiieeeeww
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
kenapa harus marah liat ghendis sama laki laki lain kan g ada hubungan juga,,🤭🤭 alamat hukuman ghendis tambah panjang ini mah
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
cieee yg lagi nyaman memeluk seorang ghendis ,,awas ah nanti keterusan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
wah bisa bahaya tu naya,pas datang telat tuannya lagi marah pula aduh apa yg akan terjadi sama Naya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
waw kontrak 2M gimana ngitung nya tuh 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hah ko bisa 🤔🤔🤔dari mana masuknya kek jelangkung aja 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hadeuhh dasar buaya ada aja alasan untuk mengelak dari tuduhan 😔
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
sebenernya itu pertolongan dari othor untuk kamu supaya kamu terjaga keasliannya hingga othor datangkan langsung yg pantas oven buat sosisnya c heru😂🤣🤣🤣
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
duh itu ukuran sosisnya,bikin traveloka 🤭🤭🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
sehat sehat ibunya nayaka ....
dan semoga nayaka berbahagia dengan ...... tuan gapian . yesss 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
semangat dan salut buat perempuan perempuan yang sedang berjuang dalam kerasnya hidup tanpa harus merendaahkan diri
ganbatte, nay 💪💪💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ehhh jangan salah, nay ....
di novel aja ada judulnya tuh
CINTA DAN DENDAM
atau
CINTA DI ANTARA DENDAM
atau
MENIKAH KARENA DENDAM

awalnya mah dendam, nay.... eehhhh ujung ujung nya duit ...ehhh salah 😅
ujung ujungnya cinta lahhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ga ada yang ga mungkin dalam cinta , nay ....
kaya miskin
cantik jelek
....... bukanlah suatu patokan akan hadirnya cinta dan kemana cinta akan bermuara .

jadi .... jangan pesimis, nay ..... 💪😁
🤍: 😂😂🙈 walaupun terlambat datangna cinta ntuu akak sus 🏃🏃
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!