Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 19
pertemuan....
laras meminta ijin untuk bertemu teman kerja nya di sebuah kafe
dan dion mengiyakan permintaan sang istri namun dion tak dapat menemani dirinya
di karenakan dion harus mengurus beberapa urusan
"mas aku bawa mobil sendiri boleh??"
"sayang kan ada pak supir...kamu sama pak supir saja ya"dion mendekat pada sang istri
"ya udah" laras manyun
"jangan cemberut gitu, cantiknya ilang lho "dion memeluk sang istri dari belakang dan menyentuh hidung laras dengan menjepit hidungnya di sela sela jari tangan nya
"biarin"
cupppp...
dion mencium pipi laras dan membalik kan tubuh sang istri hingga saat ini mereka saling berhadapan...
" iya kamu boleh bawa mobil sendiri...tapi ingat hati hati...satu lagi jangan ke klub malam...mengerti!!"
" makasih mas...aku janji setelah bertemu teman aku langsung pulang" laras mencium pipi dion dan berlarian kecil dengan menggenggam kunci mobil di tangan nya
dion menggeleng kepala melihat tingkah imut sang istri membuatnya tak ingin jauh jauh dari dirinya
namun saat ini dia banyak sekali urusan yang harus dia selesaikan
dion melanjutkan pekerjaan nya
laras...
dia melaju ke sebuah kafe baru di kota tersebut
sesampainya di kafe laras clingak clinguk mencari sang teman yang ingin dia temui
"ras di sini" panggil salah seorang lelaki yang tak lain adalah teman laras (martin)
"heyyy...gua kira blom dateng lo" laras menonyor pelan kepala martin
martin terkekeh melihat laras yang kelakuannya tidak berubah masih seperti laras yang pertama kali dia temukan menangis di klub malam...
"gimana...bisa lo jadi seorang istri??"martin menggoda laras dengan menyunggingkan senyum
"sehari dua hari agak kaku sih...tapi lama lama udah biasa...dan lagi suami gua baik banget" laras dengan sombongnya membanggakan sang suami
"beda kaya si brengsek itu ya ras"
tawa laras seketika sirna
"jangan bahas dia saat mood gua lagi bagus" tasya cemberut
ctak...
martin menjitak kepala laras
" lebay lo...eh di minum udah gua pesenin tuh"
laras pun meminum nya dan mereka ngobrol banyak
namun tanpa laras sadari ada sepasang mata yang menatap kearahnya
dia adalah sang pemilik kafe tersebut
"ras denger denger yang punya ni kafe cool banget tau"martin berkata dengan gemasnya
"masa sih...kalo gua belum nikah udah gua jadiin pacar tu orang...hehehe" laras tertawa lepas
" sayang nya sekarang lo udah punya suami...wkwkwk" martin tertawa melihat wajah manyun laras
" permisi nona...ada paket untuk anda"
seketika laras menoleh dia menerima paket itu dengan menatap martin penuh keheranan
"siapa pengirimnya??"
"seorang lelaki yang duduk di sana" dengan menunjuk meja yang tak berpenghuni
laras mimicingkan mata saat mendapati meja yang di tunjuk tak berpenghuni
" maaf nona, tadi tuan itu duduk di sana...saya mohon undur diri"
laras pun mengangguk
dia membolak balik kan paket yang lumayan besar
"ras...mungkin dari suami lo kali, dia kan super romantis...hehe"martin terkekeh
" bisa jadi ...gua buka ya..." laras pun membuka bingkisan itu
laras mendapati boneka kelinci dengan wortel di tangan boneka itu juga ada sebuah kelopak bunga mawar menambah aroma wangi boneka itu
"ya tuhan sweet bangat...bisa gua contoh nih buat calon pacar gua nanti" martin menatap kagum dengan hadiah yang laras terima
"aneh...mengapa tak ada tanda pengenal di dalam sini" laras kebingungan mencari kartu yang mungkin bisa jadi petunjuk baginya
sebastian...
melihat laras yang sepertinya suka dengan hadiah nya
dia tersenyum bahagia dan hanya mampu melihat nya dari kejauhan ..
senyum laras membuat hatinya nyaman dan tenang meski sekarang dia tak dapat menyentuh laras apa lagi memiliki nya..
namun tekat nya tuk memiliki masih menggelora dalam hati nya.
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya