Menjadi duda di usia muda membuat hati sang CEO menjadi dingin, apalagi trauma masa lalu mengenai rumah tangga membuatnya menutup diri untuk yang namanya Cinta.
Simak kelanjutan kisahnya, tapi disarankan sebelum membaca ini agar terlebih dahulu membaca karya Lepaskan Aku, agar bisa semakin faham jalan ceritanya, karena karya ini adalah lanjutan dari kisah penuh lika liku rumah tangga dari cerita tersebut.
Jadi, tunggu apalagi. Yuk cap cus, baca dan nikmati kisah nano nano yang ada di cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💘 Nayla Ais 💘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Dia
Pagi-pagi buta Ara sudah heboh memanggil Bibi, belakangan ini Ia memang selalu rajin bangun pagi.
" Bi..... Bibi, bajuku yang kemarin mana. "
Nayla yang berada di dapur terkejut dan juga geleng-geleng kepala, ada- ada saja tingkah Putrinya itu.
" Bibi, selesaikan ini saja. Biar aku yang melihatnya keatas. "
Nayla berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamar Ara.
" Ada apa sih sayang, kok teriak- teriak. Itu suaranya sampai terdengar kedapur Nak, apa nggak malu kalau sampai terdengar tetangga sebelah. "
Ara merengek pada Ibunya, karena sejak tadi dirinya sudah mondar-mandir membuka lemari namun tidak menemukan baju yang Ia inginkan.
" Ara lagi nyari baju yang di beli Mas Alwi kemarin, hari ini kita mau copelan pakai baju itu, tapi Ara nyari bajunya nggak ketemu. "
Mendengar aduan Putrinya, Nayla pun mendekat ke lemari pakaian dan mengambil salah satu baju yang sudah tersusun rapi.
" Yang ini bukan sayang. " Nayla menyerahkan sepasang baju pada Ara.
Ara yang melihat itu langsung cengengesan, sambil menggaruk- garuk kepalanya sendiri.
" Makanya kalau nyari sesuatu itu yang sabar Nak, jangan langsung ribut apalagi sampai menggemparkan seisi rumah. "
" Iya deh Ma, maaf. Makasih ya Ma. "
Nayla mengelus kepala Putrinya perlahan sebelum keluar, namun saat keluar Ia teringat sesuatu.
" Sayang, nanti pulang sekolah Ara ada acara nggak. " Tanya Nayla.
Ara mengingat agendanya hari ini, ternyata sepulang sekolah dirinya ada janji bersama teman-temannya.
" Ma, nanti sore Ara ada janji sama yang lainnya mau kerumah Sintia. Katanya ada acara penting dirumahnya, memangnya ada apa Ma. "
Nayla menggeleng dan mengatakan tidak ada apa-apa.
Tepat jam sebelas, Nayla pamit pada Bibi. Ia ingin ke supermarket karena stock bulanan sudah mulai menipis.
" Mang Lana. " Panggil Nayla pada supir pribadinya.
Maulana, supir keluarga Asrul segera berlari ketika mendengar namanya di panggil. Tadinya beliau sedang nongki di pos satpam sambil minum kopi kesukaannya.
" Kemana Nyonya besar. " Tanya Lana.
Semenjak kepergian Rossa tujuh tahun yang lalu karena sakit, dirinya kemudian di panggil Nyonya besar menggantikan Nyonya besar sebelumnya.
" Ke supermarket Mang, belanja bulanan karena sudah banyak stock yang habis. "
Mendengar itu tanpa diminta lagi, Maulana langsung mengemudikan mobilnya menuju tempat yang di maksud majikannya.
Mobil melaju tanpa pembicaraan dari supir dan juga majikan itu, hinga tiba di tempat yang dituju.
"Mang Lana tunggu disini saja, nanti kalau sudah selesai aku panggil lagi ya. "
Apalah daya dirinya hanya seorang supir, jadi apapun yang di katakan majikan itulah yang Ia kerjakan.
Maulana menunggu di mobil sedangkan Nayla masuk kedalam, Ia mulai memilah milih barang apa saja yang ingin Ia beli.
Ketika sedang berkeliling, samar- samar Nayla mendengar sebuah suara yang seperti nya tidak asing baginya.
" Ya sayang, Bunda akan belikan. Kebetulan Bunda sekarang ada di supermarket, apa ada yang lain sayang. "
Nayla mulai berputar kesebelah mencari seseorang yang kemungkinan Dia kenal.
" Aneh, kok nggak adanya sih. Padahal tadi aku dengar dengan jelas, tapi siapa ya tadi. " Gumam Nayla.
Karena yang dicari tidak ada, akhirnya Nayla kembali melanjutkan perburuan nya. Ia memutari banyak tempat dan membeli banyak macam keperluan rumah tangga.
Setelah cukup Ia kembali ke kasir, namun lagi-lagi pandangannya menangkap sesuatu yang mengingatkannya pada seseorang.
" Siapa Dia, hei- Hei tunggu. " Seru Nayla.
Ia mengejar seorang wanita namun sayang Nayla kehilangan jejak, karena wanita itu sudah menghilang bersama mobil mewahnya.
" Nyonya, kenapa Nyonya ada di luar. Mana barang belanjaan Nyonya. " Tanya Maulana yang terkejut melihat Nyonya nya keluar dengan tangan kosong.
Nayla nampak seperti orang kebingungan, Ia yakin kalau dirinya pernah melihat seseorang tersebut namun untuk lebih jelasnya Ia lupa.
" Ah, semua belanjaannya ada didalam Mang. " Jawab Nayla.
Mang Lana membantu Nayla membawa semua barang belanjaan Nayla menggunakan troli, Pria itu langsung memasukkan nya kedalam mobil.
" Nyonya, sekarang kita mau kemana lagi. Langsung pulang atau mau mampir ketempat lain. "
Nayla memilih pulang karena pikiran nya saat ini sedang tidak fokus.
Di tempat lain, Alwi semakin kagum dengan kinerja Luna. Meskipun gadis itu tidak seharian berada di dekatnya, namun semua pekerjaan yang di minta oleh Alwi selalu selesai tepat waktu dan hasilnya selalu di luar dugaan.
Hal itu semakin membuat Alwi penasaran mengenai siapa sebenarnya gadis unik itu dan dari mana asal usulnya sebenarnya.
***
Abi sedang sibuk memeriksa beberapa file penting ketika sebuah ketukan membuyarkan konsentrasi nya.
" Masuk. "
Seorang Pria dengan tubuh tegap menghampiri Abi, Abi menghentikan aktivitasnya.
" Ada apa Alex. " Tanya Abi.
" Saya datang memberikan apa yang diminta Pak Abi kemarin. "
Abi manggut-manggut, Ia sudah tidak sabar ingin mendengar laporan dari orang kepercayaan nya.
" Apa yang kamu dapatkan untukku. " Tanya Abi lagi.
Alex mulai membacakan semua yang Ia tahu dan semua hasil penyelidikan nya Ia catat pada sebuah kertas.
" Nona Luna bersekolah di kampus UNINDRA, selama disini Ia tidak pernah terlihat dekat dengan seorang laki-laki. Sempat melamar pekerjaan di perusahan Berkah Jaya Bersama namun.....
" Apa....! BJB. Kok bisa Luna mencari pekerjaan disana. "
Abi mengetuk- ketuk meja, ada rasa tidak nyaman dihatinya mendengar laporan yang dibawa orang suruhannya.
" Lalu, bagaimana. Apa sekarang Luna bekerja dengan Pria itu. " Tanya Abi lagi.
Pria itu nampak bingung, ragu namun Ia harus tetap memberikan jawaban.
" Sepertinya tidak Pak, karena Nona Luna nampak sibuk dengan kuliahnya dan setiap hari Nona hanya keluar nongkrong bersama teman-teman wanitanya yang juga kuliah di tempat yang sama. "
Abi akhirnya bisa bernafas lega setelah tadinya sempat khawatir dengan kabar mengenai wanita yang Ia cintai itu.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu