Masih Dalam Revisi ,🙏🙏🙏
Jika ada yang membaca ulang mungkin berbeda cerita. Untuk memperbaiki alur cerita.
Safira harus terlibat masalah dengan Presiden direktur di Perusahaannya. Semakin Safira berusaha menghindar, Sang Presiden semakin menindasnya.
Masalah demi masalah harus Safira hadapi, demi masa depan yang harus ia lewati.
Keteguhan hati Safira, bisakah membuat sang Presdir melunak dan mempermudah hidupnya ??
Cek segera Di tiap episodenya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19 Bertemu kembali 2
" Aku juga sangat senang bisa bertemu kembali denganmu Ellena. " ucap Ryder memandang punggung keduanya yang sudah mulai menjauh.
" Terima kasih sudah berbesar hati untuk menyemangati mengejar kekasihmu Tuan Devan, jadi mulai sekarang aku juga tidak akan sungkan lagi. " tambah Ryder dengan tersenyum jahat.
Dua hari berlalu semenjak pertemuan dengan Ryder, Safira mulai merasa tidak nyaman. Apalagi semenjak Safira mengenalkan dirinya sebagai kekasih Devan di hadapan Ryder, kini Devan sudah menganggap serius ucapan nya. Devan memperlakukan Safira layaknya kekasihnya sungguhan tanpa menanyakan lagi pada Safira tentang ucapannya yang serius atau tidak. Sudah dua hari ini, Devan menjemput ke rumah Safira. Sedang Safira sendiri kini semakin bimbang, semenjak bertemu kembali dengan Ryder, Safira semakin takut jika Ryder nekat menemui Devan dan memberitahukan masa lalunya pada Devan.
Sampai di restoran, Safira langsung masuk ke ruangan kantor nya. Mira bilang ada tamu yang sedang menunggu dirinya untuk mengajak kerja sama. Safira membuka pintu ruangan nya kemudian menutup kembali sebelum melihat siapa gerangan tamu nya pagi ini.
" Selamat Pagi Tuan. Perkenalkan saya Safira. " ucap Safira membuka percakapan ketika Pria tinggi besar berdiri membelakanginya, menatap sebuah lukisan pemandangan alam.
" Selamat Pagi Nona Ellena. Senang bisa bertemu dengan mu kembali. " sapa Ryder mengulurkan tangan nya mendekati Safira
" Ryder........ " gumam Safira terkejut.
Safira takut jika Ryder mencari Devan, tapi ternyata Ryder justru mendatangi dirinya. Safira melangkah mundur ketika Ryder mengulurkan tangan nya dan maju mendekati Safira.
" Untuk apa kamu mencari ku?? " sentak Safira, tanpa ada niat untuk membalas uluran tangan dari Ryder
" Sudah aku bilang, aku mencari anak ku. Dimana kamu sembunyikan anak ku? " jawab Ryder kemudian duduk di kursi
" Aku tidak tahu dimana anakmu, lagi pula dari mana kamu tahu anakmu bersamaku, kenapa kamu menuduhku, aku bisa memenjarakan mu, dengan tuduhan pencemaran nama baik. " balas Safira
" Apa kamu lupa Nona Ellena, kita pernah bercinta dengan saling memberi dan menerima. Aku nyakin kamu hamil anak ku--------"
" Berhenti bicara sembarangan!!!" ucap Safira dengan membungkam mulut Ryder, agar tidak terdengar dari luar ruangan, aib yang sengaja Safira tutup rapat rapat.
Ryder tersenyum dan menatap Safira dari dekat, sampai Safira menyadari jika Ryder sedang menatap dirinya. Safira segera melepaskan bungkaman nya.
" Jangan bicara sembarangan Tuan Ryder. Antara kita tidak pernah terjadi apapun. Anda salah mengenali orang. " ucap Safira menetralisir keadaan. Safira segera berdiri, karena semula posisi Safira sedikit membungkuk, karena Ryder dalam posisi duduk. Ryder segera menarik Safira, dan dengan mudahnya Safira terjatuh di pangkuan Ryder.
" Jadi menurutmu, Kalung ini bukan milikmu? " tanya Ryder memperlihatkan sebuah kalung beserta liontin dengan abjad"S". Semula Safira terkejut, karena kalung itu memang sudah lama ia cari. Itu adalah kalung yang sangat berharga untuk Safira, karena kalung itu adalah hadiah dari Bapaknya. Bukan karena kalung itu terlalu mahal, namun karena pengorbanan Bapaknya ketika membelikan kalung sangatlah mendrama. Bapaknya harus menabung dalam kurun waktu yang lama. Dan Bapaknya pun harus berebut dengan pelanggan lain, sehingga harga nya naik dari harga biasanya.
Safira segera menyadarkan dirinya, dan berpura pura tidak mengenali kalung itu.
" Aku tidak pernah punya kalung seperti itu. Anda keliru mengenali pemiliknya Tuan Ryder. " jawab Safira
" Benarkah?? Lalu kenapa kamu kabur menghilang begitu saja. Apa Anda tidak takut aku menjadikan mu sebagai DPO, karena membawa kabur uang senilai seratus juta??" jawab Ryder mencecar Safira
" Itu.... itu karena....."
" Karena ???? " timpal Ryder
" Itu karena Anda sering melecehkan aku. Lagi pula uang itu tidak aku gunakan. Aku kembalikan uangmu seratus juta beserta bunganya, berapa bunga yang Anda inginkan??" tantang Safira
" Hoho...ooo. Hebat sekali nona Safira Ellena. Aku mau bunga seratus persen. Sekarang serahkan uangku,berikut bunganya. seratus juta kali seratus juta dalam kurun waktu dua tahun, yaitu dua puluh empat bulan. Bagaimana?? " tanya Ryder
" Cash atau Tranfer?? " tanya Ryder mendekatkan wajahnya di samping wajah Safira yang memerah, karena Safira marah juga malu terjebak ucapan nya.
" Mana ada bunga seratus persen. " Safira mengelak dan mencoba berdiri
" Itu hak saya meminta bunga berapa pun. Aku sudah memberi kompensasi waktu dua tahun hlo. Karena aku berbaik hati uang itu akan aku turunkan menjadi satu triliun saja bagaimana?? " jawab Ryder dengan berdiri
" Dasar licik." jawab Safira marah
" Aku licik?? lalu bagaimana denganmu?? bukankah aku belajar dari kelicikan mu juga. Membawa kabur uangku, untuk modal usahamu? " jawab Ryder membalas
" Aku akan mencicilnya. " sanggah Safira
" Tiga hari. Aku beri waktu tiga hari uang itu harus ada di sini. Jika tidak?? bagaimana jika kamu menjadi wanitaku? " tawar Ryder mendekatkan wajahnya ke wajah Safira
" Satu milyar? Aku akan mengembalikan satu milyar " jawab Safira
" Anggap saja aku bersedekah pada orang miskin akhlak sepertimu. " jawab Safira sadis menatap Ryder. Kini Safira sama sekali tidak takut seperti dulu.
" Kamu sedang mencoba mengajukan penawaran dengan ku?? " kata Ryder masih santai
" Bisa.. Tapi bagaimana jika kamu menjadi selimut tidurku malam ini? " kata Ryder pelan di telinga Safira
Plakkkk....
" Kamu pikir aku wanita seperti apa?? satu triliun ya satu triliun. Sekarang pergi dari hadapanku. " kata Safira tanpa takut dengan mendorong tubuh Ryder agar bisa keluar dari ruangan nya
Ryder menyentuh pipi nya yang memerah bekas tamparan. Dengan tersenyum ia menatap Safira yang sudah menatapnya penuh dengan amarah.
" Kamu tahu Ellena, kamu adalah wanita pertama yang berani menamparku. Oh tidak... orang pertama yang berani menamparku, melemparku dengan buah, memukulku. Dan Itu semua ada bayaran nya Nona Ellena. Kamu harus membayar mahal atas apa yang kamu lakukan untuk ku. " jawab Ryder masih dengan santai
" Ingat Nona Ellena, kamu harus membayar sangat mahal atas ini. " jawab Ryder dengan mengedipkan satu matanya kemudian pergi meninggalkan Safira.
Didalam ruangan Safira memijat kepalanya. Ia tidak menyangka jika ia harus berurusan dengan orang licik seperti Ryder. Safira yang semula ingin lepas dari jerat Ryder dengan berbohong bukan dirinya wanita satu malam itu, tapi pada kenyataan nya ia justru terjerumus semakin dalam dengan masalah bersama Ryder.
" Oh tidak.... dari mana aku dapat uang sebanyak itu. " gumam Safira sendirian. Safira bingung harus bercerita dengan siapa. Ia juga tidak mungkin memberitahukan pada keluarganya, jika dirinya sudah membawa kabur uang seratus juta sebelumnya. Namun jika ia mengakui jika wanita pada malam itu adalah dirinya, bukankah itu sama saja jika ia adalah wanita murahan. Safira masih memikirkan cara untuk mendapatkan uang satu triliun dalam tiga hari, tanpa menaruh curiga dari keluarganya
Bersambung......
lanjut ah
luv you thor....💕💕💕