Flow harus rela kehilangan masa mudanya karena Telah mengandung Anak dari Paman Angkatnya.
Dan bagaimana Tanggapan Keren yang telah mengetahui Jika Ponakan angkat yang selama ini dia sayang dan di besarkan seperti anak sendiri Telah hamil Anak dirinya?
Bagaimana kisah cinta keren Dan flow selanjutnya, Dan Bagaimana tanggapan Monik kepada keren yang Telah mencintai Flower.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Satu bulan telah berlalu tapi Flow tidak menemukan Keren, Biasanya Keren yang akan mencari keberadaan dirinya tapi satu bulan belakangan Ini keren tidak nampak di rumah " Sudah satu bulan uncle pergi, Tidak ada pesan atau pun telpon dari Uncle " Gumam Flow yang sedang duduk di balkon Sambil memegang buku
pikiran Flow sudah kemana-mana, Flow takut telah terjadi sesuatu kepada Keren makanya keren tidak kunjung pulang, Tidak biasanya Keren akan pergi bisnis Samapi lebih dari satu bulan.
Dor.. dor..dor..
Monik menggedor Kamar Flow dengan cukup keras " Wanita sialan Buka!!!" Terik Monik diluar pintu kamar Flow
Flow mengerutkan keningnya " Mau apa wanita itu menggedor pintu kamarku dengan cukup keras " keluh Flow, Flow pun langsung masuk ke kamarnya dan membuka pintu kamar
Ceklek
" Ada apa, Tidak bisakah Aunty mengetuk pintu dengan lembut, tidak perlu menggedor pintu kamarku dengan cukup keras " kesal Flow
Monik mendorong Tubuh Flow dan masuk kedalam kamar Flow " Ternyata kamarmu lebih besar dari kamarku " Ucap Monik yang melihat ke sekitar kamar Milik Flow
Ini pertama kalinya, Monik masuk ke dalam kamar Flow, Monik tidak menyangka jika kamar Flow akan lebih luas dan juga lebih bagus dari miliknya
" Mau apa Aunty kesini.?" tanya Flow melipatkan tangannya di dada
Monik masih berjalan dan menulusuri kamar Flow, Namun pandangannya tertuju kearah Box susu ibu hamil " Apa ini.?" Tanya Monik sambil melihat Box itu
Flow kaget karena Monik melihat bok susu miliknya namun sebisa mungkin Flow menjawab dengan tenang " Aunty bisa bacakan, jadi tidak perlu Aunty meminta penjelaskan dariku " Jawab Flow dingin
" Hahaha, Jadi kau hamil, Anak siapa.? apa ini alasanmu jarang keluar kamar karena ingin menyembunyikan ini semua hah!!!" bentak Monik di hadapan Flow
Flow sekuat tenaga untuk menyembunyikan Rasa takutnya " Jika aku hamil memangnya kenapa, ada masalah dengan Aunty.? "
Awalnya Monik datang ke kamar Flow hanya untuk menanyakan Keren karena sudah satu bulan ini Monik tidak mendapatkan kabar dari Keren namun siapa sangka jika Monik malah melihat Box susu ibu hamil.
Plak..
Monik menampar pipi mulus Flow " Kau dengan entengnya bicara seperti itu, kau tidak memikirkan bagaimana Harga diri keluarga kita jika mereka tau kalo kau hamil di usia muda !!" Bentak Monik dengan suara yang menggebu-gebu
Flow memegangi Pipi yang kebas, mata Flow melotot kearah Monik " Apa Aunty lupa, Bukannya aunty sendiri yang bilang kepadaku, kalo aku ini bukanlah salah satu dari keluarga kalian " Ucap Flow " Dan aku pastikan ini tamparan Terakhir yang Aunty berikan kepadaku "
" Beraninya kau!!" Tunjuk Monik " Sekarang juga beresin barang-barangmu dan pergi dari rumah ini " usir Monik sambil mendorong tubuh Flow
Flow tersenyum " Aku di sini karena Uncle, Aku akan pergi jika Uncle sendiri yang mengusirku " balas Flow sambil berjalan untuk duduk di sofa. Bukannya takut Flow malah bersikap biasa saja seolah dirinya tidak takut sama sekali terhadap Monik.
Apa lagi Flow sangat tau betul Jika Monik tidak mungkin akan berani mengusir dirinya tanpa seijin Keren
Monik sudah habis kata-kata " Jika Aunty ingin aku pergi dari sini, maka suruh lah Uncle untuk mengusirku dari sini " ucap Flow yang menantang Monik
Monik menghentakkan kakinya lalu pergi dari kamar Flow ". Dasar wanita aneh " Gumam Flow yang melihat kepergian Monik
Di luar kamar Monik masih kesal kepada Flow yang sudah berani membantah dirinya " Mom " Kesal Monik
" Ada apa.?" Tanya nya sambil duduk di sofa
" Anak kurang ajar itu semakin hari semakin membangkang " Adu Monik " dan mom tau, Ketika Monik datang ke kamarnya, Monik malah melihat Ada box susu ibu hamil mom, dan dia juga Mengakuinya kalo dirinya sedang hamil, bagai mana ini mom " Adu Monik dengan napas yang menggebu-gebu
Mom langsung membulat ketika mendengar Flow hamil " Gawat, ini ancaman untuk kita "
" Maksud mom.?" Monik yang heran
" Kamu bodoh atau pura-pura Bodoh hah" kesal Mom " Jika anak itu hamil, Otomatis kita Tidaka akan mendapatkan Harta dari Mendiang kakak iparmu, apa kau lupa, Wasiat yang di tulis oleh kakak iparmu, Dia akan memberikan harta warisannya kepada anak pertama flow " jelas mom monik
" Gawat mom, kita menyingkirkan Anak Brengsek itu saja sudah susah apa lagi sekarang malah dia hamil, ini ancaman untuk kita " ucap Monik " Lalu kita harus bagaimana.?" Tanya Monik kepada Mom
Mom monik membuang napasnya pelan " Biarkan mom berfikir sejenak " ucap Mom berfikir sambil memejamkan matanya.
" Mom kalo mikir lama " kesel Monik " dari pada aku menunggu mom yang lama berfikir mending aku ketemu Luis " gerutu Monik yang meninggalkan Mom di sofa
Keren yang sedang melihat Pergerakan di rumah, Mengepalkan tangannya ketika melihat Flow yang di tampar oleh Monik " Dasar jala_g beraninya dia Menampar Wanitaku " Geram Keren. Namun Keren melihat gerak gerik Mertua dan juga Monik yang mencurigakan " Apa yang sedang mereka rencanakan " Keren langsung menelpon Max untuk mencari tau apa yang sedang di rencanakan oleh ibu mertuanya dan Juga Monik.
Di balkon Flow sedang memegang gitar dan bersenandung
Ada resah dalam hati
Takut yang tak terkendali
Dunia kita sedang
Tak baik-baik saja
Ini memang tidak mudah
Namun kau tetap berjalan
Aku menunggumu
Untuk segera pulang
Jaga diri, kuatkan hati
Tetap tersenyum
Aku berdoa, terus berdoa
Untuk dirimu
Tuhan, dia sedang berjuang
Jaga dia, lindungi dia
Karena ada yang menunggunya
Untuk pulang
Kita memang sedang berduka
Bukan berarti kita menyerah
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita
Jaga diri, kuatkan hati
Tetap tersenyum
Aku berdoa, terus berdoa
Untuk dirimu
Tuhan, dia sedang berjuang
Jaga dia, lindungi dia
Karena ada yang menunggunya
Untuk pulang
Kita memang sedang berduka
Bukan berarti kita menyerah
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita, ha-a
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita
Tes..
Air mata Flow tiba-tiba menetes, entah kenapa akhir-akhir ini Flo merasa sedih dan gampang menangis " Ada apa dengan diriku ini, kenapa aku cengeng sekali " Ucap Flow kepada dirinya sendiri
" Kamu jangan menangis aku tidak sanggup melihat mu menangis " Ucap Keren yang melihat Flow yang sedang menitihkan air matanya
Keren telah menyuruh Max untuk memasang CCTV di kamar Flow agar Keren bisa memperhatikan Flow dan dan mengawasinya dari jarak jauh
Andai saja jika Keren tidak sedang Mengalami Muntah-muntah mungkin Keren akan pulang saat ini juga untuk menemui wanita pujaannya "sabar jika Muntah-muntah ini telah usai aku janji aku akan segera menemui mu " ucap Keren. Tidak mudah untuk keren bisa Menahan diri, Sekuat tenaga Keren menahan nya agar tidak menemui Flow, satu bulan bukanlah waktu singkat Bagi Keren.
mampir juga ya.../Coffee//Coffee//Coffee/
Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita tuangkan tidak sempurna, karena sejatinya tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan itu hanya milik Allah semata ☺️💙❤️❤️❤️❤️