Varel dan Vera tinggal di ibu kota Jakarta , rumah mereka satu komplek yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter, Varel dan Vera sering bermain bersama dari umur 3 tahun , karena tetanggaan, so pasti kedua orang tua mereka saling kenal satu sama lain.
Papa Vera adalah seorang pengusaha garmen yang cukup besar , dan juga punya banyak butiq di Jakarta ,Bandung dan kota kainnya, dan papi Varel bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti sebagai Direktur utama.
Varel dan Vera bersekolah di Taman kanak-kanak yang sama dan juga di SD yang sama, di sekolahpun mereka juga bermain bersama bak seperti anak kembar atau seperti lem sama kertas yang tak terpisahkan , saling menjaga dan saling melindungi, begitulah Varel sama Vera baik di rumah,maupun di sekolah sampai mereka kelas 5 SD ,mereka masih tetap bersahabat.
Suatu hari papi Varel di pindah kerja kan ke Surabaya saat Varel dan Vera kelas 5 SD semester pertama, dan otomatis Varel dan Vera pun terpaksa berpisah., karena perpisahan tersebut, watak Varel dan Vera berubah djngin dan tidak pernah tersenyum sampai mereka remaja
Bagaimana kisah persahabatan Varel dan Vera selanjutnya ? apakah mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti ?
Yuk Readers ,,,ikuti kisahnya selanjutnya ,,
jangan lupa Komentar dan like nya ya , untuk penyemangat author biar bisa lebih maju lagi kedepannya
Wassalam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda waty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Merindukan Vera
Hari ini adalah Batas waktu tugas yang di kerjakan para arsitek di lantai 15
Mobil Rosa dan Monica secara bersamaan masuk ke pintu gerbang kantor, merekapun beriringan menuju lapangan parkir mobil pegawai, dan bersamaan turun dari mobil masing- masing
" Hai Rosa , selamat pagi " sapa Monica
" Hai , selamat pagi juga Monica " balas Rosa
Mereka pun berjalan berdampingan menuju lobby kantor , karena masih ada waktu , mereka berdua pun duduk sebentar di sana sambil sambil main handphone.
Tidak jauh dari mereka duduk tampak dua orang laki- laki tampan berjas dan berdasi berjalan tegap memasuki lobby kantor, semua Kariawan yang ada di lobby menundukkan kepala tidak berani menatap dua laki-laki yang lewat di depan mereka, ternyata laki- laki tersebut adalah pak Levi direktur utama pimpinan mereka dan Marhcel asisten pribadinya, saat pak Levi dan Marshcel itu lewat di depan Monica dan Rosa, Levi melirik ke arah Rosa yang lagi asyik main handphone, dan berlalu dari sana menuju lift khusus petinggi kantor, dan mereka masuk lift menuju lantai 20.
Monica dan Rosa tidak menyadari kalau pimpinan mereka barusan lewat di depan mereka.
Tidak berapa menit kemudian Monica dan Rosa pun jalan menuju lift Kariawan dan naik menuju lantai 15
Di lantai 20 di ruang direktur utama tampak Levi lagi berdiri di pintu kaca besar di sudut ruangannya , Levi melayangkan pandangannya ke luar , memandang ke sekeliling
' Vera dimanakah keberadaan mu saat ini, apa kamu masih ingat pada kak Varel , kak Varel rindu sama kamu Vera ,pasti kamu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik saat ini, ya Allah pertemukan lah hambamu ini dengan Vera Rosalina Putri ' rintihan batin Varel Palevi Prasetyo
Saat Varel atau Levi lagi melamun terdengar ketukan pintu dari luar ,, tok tok tok
" Masuk" jawab Levi sambil berjalan menuju ke kursi kebesarannya
Stella pun masuk berjalan menuju meja kerja Levi
" pak Levi, ini jadwal kerja bapak hari ini , nanti jam 9:45 sampai jam 11:00 siang bapak ada meeting dengan perusahaan elang perkasa dan Jam dua bapak survei ke lapangan proyek pembangunan mall yang di Tanggerang " kata Stella membacakan jadwal kerja Levi hari ini
" Baiklah , itu saja kan" tanya Levi sambil membuka laptop iPhone nya
" Iya pak , di samping itu juga ada berkas berkas yang harus pak Levi tanda tangani " jawab Stella sekretarisnya
" Baiklah , tinggalkan saja dulu berkas-berkas untuk saya tanda tangani di sini " kata Levi bicara tanpa menoleh dan tetap melihat ke laptop nya
" Baiklah pak " jawab Stella lagi
" Ohya Stella , bagaimana dengan rancangan gambar rumah sakit mewah itu, sudah siapkah " tanya Levi lagi
" Saya rasa sudah pak, karena saya kasih waktu dua hari sama mereka " jawab sekretaris Levi
" Kalau begitu cepat urus hari ini juga, setelah gambarnya siap taruh di atas meja saya "
" Baiklah pak Levi, saya akan hubungi kepala workshop lantai 15 dulu, saya permisi kemeja saya dulu pak " jawab Stella lagi.
" Baik silahkan " jawab Levi singkat
Stella pun langsung keluar dari ruangan Direktur Utama dan berjalan menuju meja kerjanya yang ada di depan pintu ruangan Direktur Utama,
Setelah duduk di kursinya, Stella langsung menelpon kepala workshop Bu Marisa di lantai 15
" Hello Bu Marisa , selamat siang, tugas yang saya kasih kemaren sudah kelar apa belum " tanya Stella di telpon
" Sudah Bu Stella , ini barusan siap saya kumpulkan dari mereka " jawab Marisa di sebrang sana
" Kalau begitu, saya minta tolong pada Bu Marisa untuk mengantarnya langsung ke lantai 20 * perintah Stella pada Marisa
" Baiklah Bu Stella , saya segera naik keatas " jawab Marisa
" Cepat ya ,saya tunggu " jawab Stella lagi
"Ya Bu Stella " jawab Marissa singkat dan sambungan telpon pun berhenti
Tak lama kemudian Marisa pun sampai ke lantai 20 dan langsung menyerahkan rancangan- rancangan gambar pada Stella
" Ini Bu stella , jika ada kekurangan atau ada yang mau di tambahi pada gambar, hubungi saya lagi ya " kata Bu Marisa
" Baik Bu Marisa , terima kasih " jawab Stella sambil membuka map berisikan rancangan gambar yang di minta
Setelah menyerahkan berkas-berkas gambar tersebut , Marisa pun langsung pergi , masuk ke lift menuju workshop nya di lantai 15
Setelah Marisa pergi , Stella pun langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu mengetuk pintu Direktur Utama
Tok tok tok Stella mengetuk pintu
" Masuk " terdengar suara Levi dari dalam
Stella pun mendorong pintu tersebut , lalu langsung masuk berjalan menuju meja Levi
" Ini berkas- berkas gambar yang bapak minta tadi " kata Stella sambil menyerahkan berkas gambar tersebut
" Baik , terimakasih, sekarang silahkan keluar dulu, biar saya periksa dulu, nanti kalau sudah ada rancangan gambar yang pas dan sesuai dengan permintaan, saya akan panggil kamu lagi " jawab Levi masih dalam mode fokus ke leptopnya
Begitulah Levi atau Varel ,
semenjak berpisah dari Vera, tidak pernah mau bertatapan langsung dengan yang namanya wanita, kecuali maminya , Varel selalu dingin pada wanita dan tidak pernah mau menatap wanita, karena Varel takut tidak bisa menepati janjinya pada Vera, yaitu akan kembali pada Vera dan akan selalu bersama-sama selamanya
Mendengar perkataan Levi,Stella pun langsung keluar dari ruangan bos nya untuk kembali lagi ke mejanya mengerjakan tugas lain.
Setelah Stella keluar, Levi pun memeriksa rancangan gambar tersebut, di sana ada beberapa rancangan gambar , Levi memperhatikan satu persatu gambar tersebut berulang-ulang, diantara gambar-gambar itu, hanya satu yang menarik hati Levi , sebuah rancangan gambar yang unik, berkharisma, dan sangat berbeda dari yang lain, di samping rancangan itu juga ada rincian dan perhitungan secara mendeteil yang terkait dengan rancangan gambar tersebut , sungguh rancangan gambar yang drafter nya sangat kompleks,
di bawah pojok sebelah kanan rancangan gambar tersebut ada inisial VRP
Levi pun sudah menjatuhkan pilihannya pada gambar berinisial VRP itu dan memasukkan berkas gambar itu ke dalam laci mejanya, biar tidak tercampur lagi dengan gambar yang lain
Setelah itu Levi menandatangani berkas - berkas yang juga sudah di periksanya, setelah siap dia melihat jam tangan mahalnya, yang ternyata meeting akan segera di mulai 15 menit lagi
Levi memencet no telpon untuk memanggil Stella,
Stella pun langsung berdiri dan mengetuk pintu ruangan Direktur Utama, setelah ada seruan masuk, Stella langsung masuk berjalan menuju meja atasannya
" ini berkasnya sudah saya tangani, dan bagaimana persiapan meeting sebentar lagi , apa berkasnya sudah siap " tanya Levi pada Stella dengan wajah dinginnya
" Sudah pak " jawab Stella singkat sambil mengambil berkas yang sudah di tanda tangani
"Kalau begitu baiklah,silahkan keluar, saya akan bersiap-siap dulu" kata Levi
" Baiklah pak Levi " jawab Stella penuh rasa hormat sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Direktur Utama menuju meja kerjanya
semangat bund 💪💪