Di dunia ini, kenapa selalu wanita yang di anggap mandul jika tak kunjung memiliki anak. Apakah laki-laki tak bisa mandul?
" Cantik saja tak cukup kalau tidak bisa memberikan keturunan!"
" Percuma cantik kalau kenyataannya Mandul!"
Begitu banyak Makian yang sering Ayyara Nisaka terima hanya karena ia tak kunjung hamil di usia pernikahannya yang menginjak empat tahun. Usia pernikahan yang tak terbilang lama atau sebentar.
Selama empat tahun menikah, begitu banyak luka yang Ayyara dapatkan, tetapi Ia selalu berusaha untuk mempertahankannya. Ayyara juga terus berusaha melakukan banyak cara agar bisa hamil. Namun, ketika berhasil hamil ia justru mengalami keguguran akibat pertengkaran bersama suaminya.
Bagaimana kisah kehidupan pernikahan Ayyara Nisaka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 : Sakitnya di abaikan
Selama perjalanan, Argi lebih banyak diam dan seakan mencoba untuk tak memperdulikan keberadaan Bila di sampingnya. Sementara Bila justru berusaha untuk menarik perhatian pria itu.
" Mas," panggil Bila yang tak lagi memanggil dengan panggilan formal.
" Jaga sikap!" balas Argi ketus.
"Ya... Kita 'kan tidak sedang di kantor, masak masih harus pakai panggilan formal," protes Bila seraya mencoba menggandeng lengan Argi. Namun, siapa sangka jika Argi langsung melepaskan tangan Bila.
" Abila, sudah saya katakan berkali-kali untuk bersikap sopan, oke! Jangan sampai buat saya memarahi kamu di depan umum! "ancam Argi yang langsung membuat nyali Bila menciut.
Enthlah, gadis itu seakan sangat merindukan sikap Argi yang hangat padanya. Tidak seperti akhir-akhir ini yang begitu dingin, ketus dan terkesan menjauh. Sebenarnya apa salahnya sampai membuat sikap Argi berubah total seperti ini. Apa dia melakukan sebuah kesalah? Atau memanglah begini sikap Argi pada wanita yang telah berhasil ia dapatkan? habis manis sepah di buang.
Tak berselang lama, pengumuman bahwa pesawat akan lepas landas sudah terdengar memenuhi ruangan di dalam pesawat.
Guna menghilangkan rasa penat gara-gara sikap dingin Argi padanya, Bila lebih memilih untuk memandangi pemandangan kota Jakarta lewat jendela.
Setelah pesawat benar-benar mendarat dengan sempurna, Argi dan Bila segera bergegas keluar dari pesawat menuju gerbang kedatangan.
Sesaat setelah teleponnya diaktifkan, langsung ada sebuah panggilam masuk dari seorang supir yang akan menjemput mereka.
" Halo, Pak," sapa Bila pada seseorang di ujung telepon.
" Halo, Bu. Apa anda sudah turun dari pesawat?" tanya sang supir itu.
" Ya, saya sekarang sedang berjalan menuju pintu keluar," papar Bila.
Dan, akhirnya Bila melihat seseorang yang tengah memegangi sebuah papan nama Argi dan juga dirinya.
" Selamat datang di Jakarta, "sambut sang supir ramah seraya membantu membawa barang bawaan Argi dan juga Bila. Setelahnya, mereka berdua berjalan menuju mobil yang akan mengantar ke hotel.
Ketika sudah berada di dalam mobil, Argi terlihat sibuk menelpon seseorang. Setelah dering ketiga, barulah panggilannya di angkata.
" Halo sayang," sapa Argi pada seseorang di ujung telepon.
" Ada apa?" jawab Ayyara yang masih terdengar dingin.
" Kok gitu sih jawabnya, kamu lagi apa?" tanya Argi yang terdengar seakan perhatian pada istrinya. Bahkan, Ia langsung menelpon Ayyara layaknya sedang melaporkan bahwa ia sudah sampai di Jakarta dengan selamat.
" Baru selesai menyapu rumah, memangnya ada apa? "
" Nggak ada, cuman mau ngasi kabar kalau aku sudah sampai di Jakarta."
Semalam, Argi memang sempat mengatakan pada Ayyara kalau ia akan pergi Dinas selama beberapa hari ke Jakarta. Argi berpamitan agar Ayyara tak berpikir bahwa ia menghilang begitu saja setelah mengajak berbaikan. Kali ini Argi memang benar-benar bertekad untuk membuktikan pada Ayyara bahwa masih ada cinta di dalam dirinya.
Pudarnya rasa cinta memang sudah terbiasa terjadi dalam sebuah hubungan, tapi berpisah bukanlah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah itu. Karena masih banyak solusi lain, seperti halnya kembali memupuk rasa cinta itu, atau kembali memikirkan apa tujuan mereka menikah dulu. Intinya, badai dalam sebuah rumah tangga itu pasti ada, tinggal bagaimana caranya kita melewatinya.
Berjuang menyelesaikan masalah atau pergi tanpa mencoba untuk menyelesaikannya terlebih dahulu. Toh lagipula, setiap manusia pasti punya rasa khilaf hingga mengakibatkan sebuah kesalahan.
" Oh ..."
Mendengar Ayyara begitu cuek padanya seakan tak mau tahu ia pergi bersama siapa, di sana ngapain aja, entah kenapa hal itu membuat hati Argi sakit. Sakit karena tak lagi mendapatkan perhatian dari istrinya.
" Jadi, apa seperti ini rasanya di cueki dan diabaikan?" gumam Argi yang seakan bisa merasakan bagaimana perasaan Ayyara ketika dia memberikan sebuah perhatian serta cinta yang tulus. Namun,. Justru di abaikan begitu saja layaknya seseorang yang tak penting atau tak pernah ada.
" Oh, ya. Kalau gak ada yang penting aku matikan ya. Soalnya, mau ke belakang bantu-bantuin Mak," kata Ayyara yang terdengar ingin sekali cepat-cepat mematikan panggilannya.
" Yaudah, kalau begitu kamu jangan capek-capek ya. Tunggu Mas pulang, nanti kita pergi jalan-jalan, "ucap Argi sebelum akhirnya mematikan panggilan.
Mendengar Argi yang bersikap begitu perhatian, lembut serta romantis pada istrinya membuat Bila merasa cemburu dan sakit hati. Entah kenapa ia seakan tidak rela jika sikap Argi lebih manis pada istrinya, sementara dengannya begitu dingin.
" Awas saja, selama di sini kamu akan kembali menjadi milikku, Mas!" tandas Bila dengan seringai licik layaknya sedang merencanakan sesuatu yang buruk.
...****************...