NovelToon NovelToon
Secret Wife

Secret Wife

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reinata Ramadani

Ashilla tidak pernah menyangka jika di hari itu ia harus merelakan masa lajangnya, menikah dengan sosok yang tidak pernah ia kenal sebelumnya hanya karena ancaman dari sang paman yang akan menghentikan pengobatan adiknya yang tengah berjuang dalam masa kritisnya.

Hidupnya hancur, semakin hancur ketika ia mengetahui fakta sebenarnya mengenai alasan mengapa laki-laki itu memilih menikahinya.

Mampukah Ashilla menjalani biduk rumah tangga yang jelas-jelas tidak ada kata cinta didalamnya?

IG : reinata_ramadani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Perlu Repot ke Jakarta

°°°~Happy Reading~°°°

"Non Shilla sedang hamil. Karena itu, perasaannya jadi lebih sensitif. Tolong anda lebih bersabar lagi, tuan. Bagaimanapun non Shilla masih terlalu muda untuk mengandung, ini pasti tidak mudah untuk non Shilla," saran bi Asih yang tak sengaja mendengar pertengkaran kecil itu.

"Saya hanya memberikannya peringatan, Bi. Saya khawatir, kecerobohannya nanti akan berimbas pada calon anak saya," bela Damian.

"Saya paham, Tuan. Tapi, bukankah perasaan non Shilla jauh lebih penting? Ibu hamil yang stress dan banyak pikiran bisa menyebabkan kondisi janin yang dikandungnya lebih beresiko. Anda harus lebih berhati-hati dalam bersikap."

"Heummm, baiklah."

"Non Shilla masih di taman belakang. Anda cobalah ajak bicara. Sepertinya non Shilla masih sedih atas perkataan tuan tadi pagi," saran bi Asih.

Damian memang bukan sosok yang peka akan situasi sekitar. Bahkan bicaranya pun tak pernah ia pikirkan. Hanya asal bicara, menurut isi pikirannya. Jika dibiarkan begitu saja, bi Asih takut, Ashilla akan semakin terluka. Hati perempuan itu terlalu lembut dan mudah terluka. Ashilla masih terlalu muda untuk memahami sikap keras Damian.

Langkah kaki itu mengalun ragu mendekati sosok yang tengah duduk di sebuah taman dengan tatapan kosongnya.

Tanpa permisi laki-laki itu memilih duduk di sebelah Ashilla yang tampak melamun tak menyadari kehadirannya.

"Masih marah?"

Membuat Shilla sontak menoleh.

"Mas disini?" Perempuan itu bukan tipikal yang akan menunjukkan kemarahannya. Shilla hanya memendamnya, perempuan itu bahkan masih berbicara lembut pada suaminya.

"Kata bi Asih kamu disini. Jadi saya menyusul."

"Masih marah?"

Shilla menggeleng. "Tidak. Shilla memang salah karena tidak memikirkan janin yang Shilla kandung."

"Saya bukan bermaksud begitu. Saya hanya takut bayinya kenapa-napa. Saya minta maaf."

Shilla mengukir senyum, entah mengapa hatinya menghangat. Sikap lembut Damian nyatanya membuat hatinya merekah bahagia. Marahnya bahkan kini menguap begitu saja.

"Kamu suka duduk di sini?"

"Iya mas. Di sini hawanya sejuk, Shilla juga bisa lihat perkebunan teh dari sini. Shilla suka, pemandangannya bagus."

"Itu bagus. Jadi setelah saya membawa anak saya kembali ke Jakarta, kamu bisa menikmati tinggal disini."

Shilla menunduk, kepedulian itu terasa begitu menyesakkan. Sungguh Shilla tak ingin saat-saat itu hadir dalam hidupnya. Kehilangan keluarga kecilnya yang begitu berharga. Shilla tak rela.

"Nanti, setelah adek mas bawa ke Jakarta. Apa Shilla boleh berkunjung, saat Shilla kangen?"

"Nanti saya akan ke sini sesekali. Kamu tidak perlu repot-repot ke Jakarta."

Jawaban itu, penolakan itu, Shilla benar-benar tak berdaya. Jika suaminya saja sudah berkata tidak, maka ia pun tak dapat berbuat apa-apa.

"Sebaiknya kita ke dalam. Cuacanya semakin panas."

Shilla mendongak. Ya, panas matahari semakin terik. Namun, meski matahari tengah berada di titik tertingginya, tapi udara kala itu masih terasa sejuk karena villa yang kini ditempatinya berada di ketinggian.

Villa itu benar-benar cocok untuk dirinya. Namun, sedikitpun Shilla tak ingin tinggal jika tanpa adanya sosok sang suami juga buah hatinya.

Tak apa jika ia hidup di rumah reyot sekalipun, Shilla tak masalah. Yang terpenting, ia hidup di tengah kasih sayang keluarga kecilnya, harta paling berharga dalam hidupnya.

Keduanya kemudian bangkit dari duduknya. Damian lantas menuntun Shilla untuk di ajaknya menyantap makan siang bersama.

"Biar Shilla sendiri, mas." Perempuan itu menolak suapan Damian, dan lebih memilih menyantap makanan seorang diri.

Makan siang kala itu, hanya keheningan yang tercipta. Shilla yang tengah merasakan pahit getir kehidupan, hanya bisa menunduk sembari sesekali menghela nafas, berusaha menahan isak yang menuntut untuk diluruhkan.

🍁🍁🍁

Annyeong Chingu

Happy Reading

Saranghaja 💕💕💕

1
Anonim
❤️❤️
Anonim
❤️❤️❤️
Rut Lamrorejeki
😑
Rut Lamrorejeki
aku baca sampai akhir, tapi ga dapat apa-apa😑
sugiarti dra
/Smile/
Alexa Juliana
Usia Danish tepat menginjak 2 tahun dan sekarang ulang tahun pertamanya, bingung Thor...
Alexa Juliana
Kenapa juga Shila lagi yg hrs mengalami mual² knp g Damien aja sih biar dia merasakan betapa menyiksanya morning sickness itu
Alexa Juliana
Kirain Danish msh 5 bulanan ternyata sdh mau 9 bulan...
Alexa Juliana
Danish tantrum krn mau punya adik
Alexa Juliana
Shila sakit krn sedang menampung kecebong yg kau tumpahkan di rahimnya Damien..
Alexa Juliana
Semoga Shilla hamil lagi
Alexa Juliana
Horeeee ternyata diam² papa Marteen sdh tau klo Shilla adalah menantunya, papa emng baik, gercep ga seperti anakmu yg ogeb itu menerima laporan org suruhannya secara sepihak tanpa croscheck lagi
Alexa Juliana
Klo bisa pengen banget getok kepalanya si Damien..bukannya mencari info yg benar, malah ttp memupuk kebencian dan kecewa pd Shila pdhl Shila g spt yg dia tuduhkan
Alexa Juliana
Coba kalau Shila paka cadar jd Damien g akan melihat wajahnya..Duh takutnya Shila diusir oleh Damian
Alexa Juliana
Harusnya kau tdk mendengar laporan dr org yg kau suruh memantau Shila Damien, tp tanyakan juga kpd dokter yg merawatnya knp Shila menghentikan pengobatan pd adiknya..
Alexa Juliana
Alhamdulillah..Shilla diketemukan oleh ibu mertuanya...
Alexa Juliana
Semoga kedua orang tua Damien org yg baik, shg mrk nantinya yg akan membawa Shila ke mansion utama sbg menantu di klrg itu.
Alexa Juliana
Semoga nanti bayinya g mau minum sufor krn alergi dgn berbagai macam sufor biar s Damien tau rasa..
Alexa Juliana
Si bayi sdh punya rasa klo dia sebentar lagi akan dipisahkan dr ibunya makanya nangis kejer, mungkin sbg protes klo dia ga mau berpisah..
Alexa Juliana
Dasar ga punya hati kau Damian memisahkan anak dr ibunya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!