Mempunyai otak yang pintar sungguh keberuntungan bagi Ayna, Bea siswa yang ia dapat menjadikan kesempatan baginya untuk mencari keberadaan sang Ayah yang telah tega menelantarkan dia dan ibunya.
Bertemu dengan bocil bernama Abishek, pria keturunan india , membuat hidupnya lebih berwarna.
Apalagi Abi yang selalu mengganggu kehidupannya.
Membuat ia jatuh cinta secara perlahan pada lelaki tersebut.
Namun ada dinding tertinggi yang susah ditembus untuk cinta mereka.
Ibunda Abishek menghalalkan segala cara untuk memisahkan keduanya.
Akankah perjuangan Ayna dan Abhisek akan berbuah manis......ikuti kisahnya.
" Aku akan memperjuangkanmu...karena kamu adalah cinta pertamaku, I LOVE YOU". ucap Abishek.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Happy Reading 😘
***
Pak Hasan mematung begitu melihat wanita yang dulu sangat dicintainya itu ada di hadapannya.
Dia lah ibu Anna , ibu yang sudah melahirkan Ayna.
" Paaa !".
panggilan dari Mama Lina membuat pak Hasan kembali kesadarannya.
Sebelum Ibu Anna bertemu dengan Pak Hasan , Ayna sudah menceritakan semuanya , dari awal bagaimana perjumpaan Ayna dengan ayah kandungnya itu.
Tentu saja Riko yang sudah menyuruh orang untuk menjemput sang ibu dari kekasihnya itu.
Setelah bertemu dengan Pak Hasan dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup Ayna , ia langsung mencari tau keluarga Ayna yang di kampung .
Tidak mungkin kan Riko menikahi Ayna tanpa memberi tau pada sang calon ibu mertua .
Riko bergerak begitu cepat , sudah pasti karena dia juga ingin pernikahannya segera terlaksana.
" Maafkan aku An ".
Ucap Papa Hasan tiba - tiba , air matanya pun ikut mengalir dari kedua matanya.
" Maafkan aku juga dek Anna ".
Mama Lina ikut meminta maaf.
Ibu Anna memandangi dua orang di depannya ini , lalu ia tersenyum lembut ke arah keduanya.
" Saya sudah memaafkan kamu Mas , dan anda ...mbak Lina , saya sudah melepasnya sejak lama , ada dua cahaya yang bisa membuatku berdiri tegak dan menjalani semuanya dengan ikhlas selama ini ".
Menghembuskan nafasnya pelan lalu ibu Anna melanjutkan lagi ucapannya.
" Karena setelah saya mengiklaskan semua yang terjadi pada hidup saya , saya bisa menjalani kehidupan bersama - sama dengan kedua anak saya dengan begitu ringan, meski kami tidak bergelimang harta , saya percaya semuanya sudah digariskan sama yang diatas ".
" Kami bahagia karena saling melengkapi, apalagi dengan prestasi anak - anakku yang begitu membanggakan meski mereka tidak mempunyai orang tua yang lengkap ".
Penjelasan ibu Anna membuat rasa bersalah Pak Hasan makin kian membesar.
" Kamu wanita hebat An , aku memang tak pantas untuk mu ".
" Semua sudah lewat Mas , kami bahagia , jadi berbahagialah Mas !".
Ibu Anna begitu tegar , tak satupun air mata mengalir dari matanya , mungkin air mata itu sudah kering sejak ia ditinggikan suaminya.
" Aku juga mengikhlaskan jika Mas Hasan ingin kembali ke keluarganya dek Anna, sejak ingatannya kembali ...ia tidak bisa menjalani kehidupannya dengan baik , rasa bersalah terus menghantuinya dek ". Mama Lina juga tidak ingin egois , sudah cukup ia menerima pengorbanan Pak Hasan.
" Tidak Mbak , jangan seperti itu...saya sudah tidak berminat lagi untuk berumah tangga, saya hanya ingin fokus untuk masa depan kedua anakku ". balas ibu Anna....untuk apa dikembalikan lagi Mas Hasan padaku, sudah tidak ada pengaruhnya...kenapa gak dari dulu saja , pikir bu Anna...karena terlambat, perasaannya pada Pak Hasan sudah mati kali ini.
Sejak tadi Ibu Anna selalu berucap kedua anakku, apakah dia sudah pernah menikah lagi dan mempunyai seorang anak , itu yang dari tadi jadi pertanyaan Pak Hasan.
" Kedua anak ?"
Pak Hasan akhirnya bertanya .
Lagi - lagi bu Anna tersenyum.
" Ya Mas, anakku ada dua ".
" Apakah...." tanya Pak Hasan ragu , takut menyinggung perasaan bu Anna.
Seperti tau apa yang di pikiran Pak Hasan bu Anna pun menjelaskannya.
" Aku tidak pernah menikah lagi Mas , waktu kamu pergi , aku dalam keadaan mengandung ".
" Jadi ???".
" Ya Mas , dia putra mu , putra kita ".
" Zid....masuklah nak !".
panggil Ibu Anna.
Masuklah seorang anak laki - laki berusia 14 tahun.
Pak Hasan berusaha berdiri, Mama Lina membantu suaminya, ia ikut terhanyut dalam suasana bahagia pak Hasan , meski itu bukan anaknya.
Pak Hasan merentangkan kedua tangannya..
" Bolehkah...".
Zidni melihat ke arah ibunya , bu Anna mengangguk, sudah saatnya Zidni tau Ayah kandungnya.
Zidni berjalan pelan, lalu masuk ke dalam pelukan pak Hasan.
Pak Hasan tergugu....ia menangis sesenggukan...dadanya merasa sesak , mengingat ia telah menelantarkan kedua buah hatinya.
" Maafkan Ayah nak , maafkan Ayah...".
kata itu terus meluncur dari bibir pak Hasan.
Zidni hanya diam , ia tak tau harus mengatakan apa.
Setelah tenang , Pak Hasan melerai pelukannya ke Zidni.
Ia menatap lekat ke wajah Zidni yang begitu mirip dengannya.
" Siapa namamu nak ?".
" Zidni.....Ayah ".
" Ucapkan sekali lagi nak !".
" Ayah ".
Pak Hasan kembali memeluk Zidni.
" Maafkan Ayah , salah Ayah begitu banyak....lihatlah ....mungkin ini hukuman karena Ayah telah menelantarkan kamu dan kakakmu ".
" Tidak Ayah , aku , Mbak Ayna dan juga ibu tidak pernah menyimpan dendam pada Ayah...".
Pak Hasan bangga , mantan istrinya itu begitu hebat dalam mendidik anak - anaknya.
" Lihatlah Ma , aku semakin malu pada diriku sendiri...melihat mereka yang telah aku tinggalkan malah menjadi anak - anak hebat ".
" Tebuslah Mas , aku tidak keberatan, Ayna dan Zidni masih menjadi tanggung jawabmu!".
punya Mama Lina.
Setelah saling memaafkan , Ibu Anna pun menerima jika Pak Hasan akan memberikan nafkahnya untuk Ayna dan Zidni.
" Kamu senang Ay ?".
Riko dan Ayna sedang duduk berdua di depan rumah Reyhan.
" Iya.. tentu saja , meski Ayah tidak kembali bersama ibu , setidaknya kami tau bahwa beliau masih hidup ".
" He emm....pulang sono , calon pengantin dilarang berduaan !" usir Reyhan.
" Kamu gak asik Rey , aku masih rindu dengan Ayna ".
" Heleh...mulai besok juga akan tiap hari bertemu , bobo bareng lagi ".
oh ya Tuhan , muka Ayna jadi memerah , kenapa kak Reyhan mulutnya jadi lemes kayak gini sih , padahal setau Ayna Reyhan itu pendiam.
Reyhan sendiri bingung pada dirinya, kenapa akhir - akhir ini ia suka sekali menggoda Riko , mulutnya terasa gatal kalo tidak bisa membuat Riko marah.
Apa karena insting seorang kakak yang ingin melindungi adiknya...mungkin.
" Tentu saja aku akan tidur bersama istriku, besok kami sudah sah , kamu iri ya Rey?".
" Sah itu kalo kamu lancar baca ijab qobulnya , kalo diulang sampai tiga kali kamu dianggap gagal ". ejek Reyhan.
" Iri....sorry ya , gak ada di kamusku iri sama orang sepertimu , aku pastikan akan segera menyusul ".
ucap Reyhan.
" Oke....kita lihat saja nanti , aku tunggu undangan darimu ".
" Siappp , sudah sono pulang !".
usirnya untuk yang kedua kali.
" Ay...kakakmu menyebalkan ".
Ayna terkekeh.
*
*
Pagi ini hari yang begitu membahagiakan bagi kedua insan, Ayna dan terutama bagi Riko.
Senyum tak pernah luntur dari bibirnya
Kali ini Riko hanya di dampingi asistennya dan beberapa teman dosen nya.
" SAHHH ".
lega sudah, Riko begitu kepikiran akan ucapan Reyhan kemarin, ia takut gagal mengucapkan ijab qobulnya.
Ayna digiring keluar untuk menemui suaminya .
ke empat temannya selalu mendampinginya ditambah Rinda dan Rosa.
" Istriku cantik sekali ".
bisik Riko ketika Ayna telah duduk disampingnya.
" Mesra- mesraan nya dilanjut entar ....sekarang sungkem dulu sama orang tua !".
Reyhan tiba- tiba sudah ada di belakang Ayna dan Riko.
Riko berharap acara ini cepat selesai, ia sudah tidak sabar untuk bisa berdua dengan istrinya.
Nunggu malam lamaaaaaa sekali sih...batin Riko.
Bersambung
***
lagian Pak Amar gimana sih ngurus kelakuan istri aja gak becus tuh istrinya bikin ulah masukin orang gila kerumah anakmu
yg satunya lagi cs nya Ay jaman sekolah gimana kabarnya?? yg ini belom nikah dong