Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang lugu dan polos bernama Ellena Putri Anggara. Kini di usianya yang masih 18 tahun, Ia terpaksa harus menikah muda karena di jodohkan oleh orang tuanya. Yang beralasan demi mengikat tali persahabatan kedua orang tuanya dengan calon mertuanya sekarang akan lebih kuat.
Namun, ternyata Ellena akan menikah dengan laki-laki matang berusia 25 tahun yang memiliki seorang kekasih yang sangat Ia cintai. Dari kisah ini Ellena terus berjuang untuk mendapatkan cinta dari suaminya. Akankah Ellena bisa mendapatkan cinta dari suaminya? Ataukah Ellena akan mendapatkan kebencian dari suaminya? Dan apakah pernikahan mereka akan bertahan? Atau sebaliknya?
~Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari di simak dan di baca ya, semoga suka😄
~HAPPY READING~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risma ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Ketika Ellena ingin berbicara kepada orang tuanya bahwa Wisnu selalu jahat kepadanya dan Ia juga ingin berbicara bahwa Wisnu lah yang telah membuat dirinya seperti ini. Namun, Ellena gagal untuk membicarakan itu. Ketika Ellena ingin berbicara Wisnu sudah memotong nya.
"K-kak wis.....," Ellena gugup karena sedari tadi Wisnu menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Ucapan Ellena pun terputus.
"Ah Bunda, mungkin Ellena sedang sakit dan merasa lelah. Jadi dia aneh kayak gitu," ucap Wisnu, "Mungkin Ellena butuh istirahat."
Drrtt-drrtt!!
Terdengar suara panggilan masuk dari handphone Ayahnya Ellena. Ia bergegas pergi ke luar ruangan untuk mengangkat teleponnya itu.
"Maaf semuanya, saya permisi dulu."
Mereka mempersilakan pak Dimas untuk mengangkat telfonnya. Pak Dimas pun pergi menuju keluar ruangan. Sedangkan di dalam ruangan mertua dan bundanya Ellena sangat khawatir dan terus menanyakan keadaan Ellena.
"Nak, kamu benar-benar tidak apa-apa?" tanya Bunda Ica.
Ellena tersenyum, "Iyah Bunda, Ell tidak apa-apa kok."
"Sayang, kamu bener-bener baik-baik saja?" tanya mama Rina.
"Iyah Tante aku baik-baik saja," jawab Ellena tersenyum.
"Lah, kok manggilnya Tante sih? Panggil Mama dong, kamu kan sekarang anak Mama juga," ujar mama Rina.
"Hehehe, maaf Ma aku lupa" Ellena menyengir, "Aku tidak terbiasa, jadi aku tidak enak memanggilnya."
"Iyah gapapa. Mulai sekarang kamu harus sering terbiasa yah sayang," ucap mama Rina.
"Iyah Tan, eh Mama," Ellena memanggilnya dengan sebutan Tante lagi. Ia langsung menyengir malu.
Mama Rina tersenyum, "Eh sayang, Mama mau tanya sama kamu. Boleh?" tanya Mama Rina kepada Ellena.
"Selagi Ellena bisa menjawab akan Ellena jawab dengan jujur."
"Apakah selama kamu menikah dengan Wisnu, kamu bahagia? Ataukah sebaliknya?" tanya Mama, "Kalau Wisnu jahat kepada kamu berbicaralah. Biar Mama yang kasih pelajaran buat dia."
Seketika Ellena terdiam mematung. Sesekali dia melihat ke arah Wisnu yang sedari tadi diam saja, ia sedang berduduk di samping ranjang Ellena.
Mama, Papa, dan Bundanya merasa aneh dengan perubahan Ellena yang tadinya biasa saja, tetapi sekarang terdiam mematung. Sedangkan Wisnu dia terus menatap wajah Ellena.
"Ellena, kamu kenapa? Apakah Wisnu selalu jahatin kamu?" tanya Papanya Wisnu yang tak lain adalah pak Dedi. Ia tiba-tiba membuka suaranya.
Ellena masih saja mematung, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari mereka. Pak Dedi menatap tajam ke arah Wisnu. Dan tiba-tiba pak Dimas pun datang mengajak istrinya untuk pamit pulang, karena ada urusan yang harus dia selesai. Mereka pun pamit untuk pulang.
"Ellena, Bunda sama Ayah pamit pulang dulu yah. Gapapa kan?"
"Iyah gapapa, Bunda."
"Ya udah Bunda sama Ayah pamit pulang," ucap Bunda, "Cepet sembuh yah Nak, maaf Bunda tidak bisa merawat dan menjaga kamu ketika kamu sedang seperti ini," ucap Bunda Ica dan menciumi kedua pipi Ellena dengan lembut.
"Jaga diri kamu baik-baik yah, Nak."
Bunda Ica melirik ke arah Wisnu, "Nak Wisnu, tolong rawat dan jagain Ellena sampai dia sembuh," ucap Bunda Ica menyampaikan pesan kepada Wisnu.
"Iyah Bunda. Ini sudah tanggung jawab Wisnu untuk menjaga Ellena dan merawatnya dengan baik," jawab Wisnu sambil tersenyum.
"Ellena, Ayah sama Bunda pamit dulu yah. Nanti Pasti Ayah akan ke sini lagi bersama Bunda."
"Iyah Ayah, Hati-hati di jalan."
"Wisnu, Ayah titip Ellena dan kamu harus memperlakukannya dengan baik. Jangan sampai kamu jahatin dia," pesan Ayah Ellena.
"Baiklah Ayah! Aku akan memperlakukan Ellena dengan baik, dan aku janji akan merawat dan menjaga dia sampai dia sembuh."
"Ya udah kalau gitu kita permisi dulu. Ded, Rin, kita pamit dulu," pamit pak Dimas dan istrinya.
Setelah kepergian orang tua Ellena, Mama dan Papa Wisnu pun ikut pamit. Mereka merasa bosan dan mereka juga tidak khawatir karena masih ada Wisnu di sana untuk ngejagain Ellena. Mama Wisnu berpesan juga, dia menyuruh Wisnu untuk tidak sakitin hati Ellena dan tidak jahat lagi kepada Ellena.
*****
Setelah semuanya pergi, hanya tersisa Wisnu dan Ellena di ruang rawat inap itu. Hanya ada keheningan diantara mereka. Tak lama kemudian Wisnu pun membuka suaranya.
"Ellena," panggil Wisnu, tetapi Ellena tidak meresponnya, "Kamu jangan pernah memberitahu masalah kita kepada orang tua kamu, maupun orang tuaku."
"Kita selesaikan masalah ini dengan cara baik-baik. Jangan memberitahu kepada orang lain, itu akan membuat masalah kita semakin panjang," ucap Wisnu menatap Ellena, tetapi Ellena masih tetap membuang mukanya dari Wisnu.
"Serah!" tukas Ellena.
"Kamu masih marah sama aku?" tanya Wisnu.
"Hhmm, pikir aja sendiri!!" Ellena masih memalingkan wajahnya.
"Terserah kamu deh," ucap Wisnu pasrah, "Yaudah sekarang kamu makan dulu, kamu harus banyak makan biar cepet sembuh dan setelah itu kamu harus minum obat," Wisnu mengambil bubur yang sudah di siapkan oleh perawat di sana.
"Ayo cepet makan," ucap Wisnu yang mau menyuapi Ellena. Namun, Ellena menolaknya.
"Enggak mau! Aku gak mau makan!!" bantah Ellena.
"Huft!" Wisnu menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Ellena, kalau kamu tidak makan sakit kamu makin parah. Dan kalau kamu sampe mati gimana?" Wisnu menakut-nakuti.
"Biarin lebih baik aku mati saja, daripada hidup tidak berguna juga!" umpat Ellena.
"Kamu jangan berkata seperti itu, pokoknya kamu harus makan!" ucap Wisnu yang mulai menaikkan suaranya, "Ayok cepet makan," Wisnu akan menyuapi Ellena. Namun, Ellena menepisnya dan membuat mangkuk yang di pegang Wisnu jatuh dan pecah.
Wisnu yang sudah berbuat baik kepada Ellena, tetapi Ellena malah membalasnya seperti ini. Emosi Wisnu semakin memuncak dan sangat-sangat kesal dengan Ellena. Dan tak lama Wisnu pun membentak Ellena dan membuat Ellena ketakutan dan sakit di dalam hatinya.
"Mau kamu apa sih?!" tanya Wisnu dengan suara yang tinggi dan wajah yang terlihat seram.
Wisnu melihat Ellena tidak menjawab dan hanya menundukkan wajahnya ketakutan.
"Jawab! Kurang baik apa gue sama Lo? Gue berniat baik sama Lo, gue ingin Lo cepet-cepet sembuh dan gue enggak mau lihat Lo sakit kayak gini. Gue itu kasihan sama Lo. Tapi Lo malah kayak gini, mau Lo itu apa? Hah?!" Wisnu tidak bisa menahan emosinya, sampai-sampai dia berbicara kepada Ellena dengan kata gue, Lo.
Wisnu tidak bisa menahan amarahnya. Sampe-sampe dia lupa kalau dirinya sedang berbicara dengan orang yang sedang lemas tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Dan Wisnu juga lupa kalau dia sudah berjanji tidak akan menyakiti Ellena. Tapi nyatanya apa?
Ellena masih menunduk ketakutan sambil terus meneteskan air matanya. Ellena sangat trauma dan dia sangat takut karena Wisnu membentak nya, sakit di dadanya membuat dirinya terasa sesak untuk bernafas. Perasaan sedih, kecewa, takut, bercampur aduk di dalam hati Ellena.
>Bersambung.........
~HAPPY READING~
Maaf ya teman-teman aku lama up nya, karena aku habis selesai ujian. Dan maaf juga kalau di cerita ini banyak typo nya dan ada kata-kata yang tidak nyambung 🙏
Dan terimakasih karena udah setia menunggu kelanjutan cerita ini😘
LIKE, KOMEN, RATE 5, VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA DAN JANGAN LUPA FAV BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN KALAU AKU UP😅
Salam hangat dari author
Follow:@risma_ayu315🤗
See you guys ❤️❤️