Humaira sejak kecil hidupnya dihabiskan di pesantren mencari ilmu, ia juga tidak pernah jatuh cinta hingga suatu saat ayahnya sakit ia harus kembali pulang menunggu ayahnya yang sedang koma.
Setelah ayahnya sadar ia harus dijodohkan dengan anak yang telah membantu biaya penyembuhan ayahnya harus menikahi seorang duda beranak.
Setelah melangsungkan pernikahan Raka membuat kontrak perjanjian selama satu tahun pernikahan setelah itu mereka akan bercerai.
Namun dengan seiringnya waktu Aira mulai jatuh cinta kepadanya tetapi Raka sangat membencinya, dan sering menyakiti Aira. Akankah cinta Aira terbalaskan atau sebaliknya yang membuatnya semakin terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.Wanita ular
Aira baru saja turun dari taxi, ia segera menuju ke dalam kelasnya. Tiba-tiba pundaknya di tepuk oleh seseorang. Aira menoleh kebelakang untuk melihat siapa gerangan itu.
"Kamu?" kata Aira dengan melotot.
"Hai cantik, makin cantik saja kamu," ucap Daniel.
"Kenapa sich kamu selalu menguntit diriku?" tanya Aira dengan berjalan menuju kelasnya.
"Karena saya ingin dekat dengan wanita cantik sepertimu," gombal Daniel.
"Kalau mau gombal jangan sama saya, ngak mempan tahu," jawab Aira ke tempat duduknya.
"Aira, pangeran kampus kok bisa sama elo, kenali dong Aira, saya sudah lama banget fans sama dia," rengek Nia.
"Kamu ngefans sama cowok tukang gombal kayak dia?" tanya Aira dengan menautkan alisnya.
"Dia itu cuwek, dingin, tampan semua wanita pasti mengejar-ngejar ingin mendapatkannya, dia itu juga belum punya cewek Aira, jadi tidak mungkin dia itu suka gombali cewek-cewek seperti yang kamu maksud," jawab Nia tidak terima jika sang idola di sebut tukang gombal.
"Boleh duduk disini sebentar? Jadi kamu anak jurusan desainer produk, tapi saya kok baru lihat satu mingguan ini saja," ucap Daniel.
"Boleh ..., boleh ..., silahkan kak," jawab Nia dengan senyum mengembang bisa melihat sang idola dari dekat.
"Kamu ngapai duduk di situ, ini kan bukan kelasmu," ketus Aira.
"Sayakan belum puasa kenalan sama kamu, nanti siang pulang dari kampus makan siang di cafe sebrang ya, kamukan belum saya maafkan?" kata Daniel.
"Maaf buat apa? Saya merasa tidak bersalah? Seharusnya tuan yang minta maaf kesaya atas kejadian kemarin siang," kata Aira.
Nia binggung dengan arah pembicaraan mereka kenapa dari perkataan mereka cukup saling mengenal, tapi kenapa Aira tidak cerita masalah ini dengannya, Nia hanya mendengarkan mereka yang saling berdebat.
"Kamukan sudah mengotori bajuku saat di cafe kemarin lusa, hingga penampilan di atas panggung saat itu tidak memuaskan penampilan saya," ucap Daniel mencari alasan agar Aira mau makan bersama dan lebih dekat dengannya.
"Waktu itu saya sudah minta maaf, sudah keluar sana dosennya sudah datang itu," tegas Aira melihat pak Davian masuk kedalam kelas.
"Jangan lupa nanti cantik," ucap Daniel berdiri lalu pergi.
Aira tidak menjawab ucapan Daniel, ia fokus dengan tangannya yang memegang pensil menyelesaikan sketsa desainnya.
"Aira kamu mau saja, nanti saya temeni," kata Nia membujuk Aira agar mau dengan tawaran Daniel.
"Kalau kamu mau pergi saya sendiri sama dia," jawab Aira.
"Kalau kamu ngak mau, saya juga ngak mau yang kenal kan kamu, nanti jalan-jalan ya ke mall lihat pelelangan pulang dari kampus," kata Nia.
"Ok."
****
Perusahaan
Siska baru saja tiba diperusahaan RWD milik sang kekasih, ia segera masuk menuju ke ruangan Raka menaik lift khusus Ceo dan para petinggi. Semua karyawan sudah mengetahui tentang jalinan hubungan sang ceo, karena Siska sudah sering datang ke perusahaan sejak almarhum istri Raka meninggal dunia.
Siska masuk ke dalam ruangan Raka tanpa mengetuk pintu, melihat sang kekasih tidak ada di ruangannya, ia segera menghubunginya namun tidak ada jawaban sama sekali.
Kemana dia pergi sich, di telephone ngak di angkat, kalau ngak gara-gara berlian pengeluaran terbaru hari ini gue ngak mau pura-pura cinta sama dia mending gue sama Alex saja yang bisa membuat gue melayang menikmati hidup tapi sayang Alex ngak setajir Raka batin Siska.
Siska keluar menanyakan ke sekertaris Raka dimana keberadaan sang kekasih.
"Ceo kamu kemana?" tanya Siska ke sekertaris Lia.
"Maaf nyonya, tuan Raka sedang rapat," jawab Lia.
"Masih lama ngak?"
"Maaf nyonya saya kurang paham, tadi mulainya sudah tiga jam yang lalu, nyonya tunggu saya di ruangan tuan," ucap Lia.
"Buatkan saya minuman blue butterfly flower tea latte, sama bawakan saya camilan sekarang," perintah Siska.
"Baik nyonya," jawab Lia. Wanita ular masih saja di peliharan, kapan tuan Raka tahu kalau hanya di manfaatin sama si ular kayak dia batin Lia.
Lia pun terpaksa turun kedapur membuatkan jus untuk wanita ular, kapan tuan Raka dapat wanita yang baik tidak seperti dia, Kenapa nyonya Dinda begitu cepat di panggil sang pencipta dia begitu baik sama karyawan tidak seperti wanita ular yang gila harta gerutu Lia.
"Nyonya ini minumannya serta camilannya," kata Lia meletakan minum butterfly flower tea latte, di meja.
"Letakkan saja disana! Sudah cepat sana keluar!" bentak Siska.
Lia pun keluar tanpa membalas ucapan Siska, kalau tidak ada tuan Raka pasti kamu itu tidak bakal jadi model go internasional seperti ini wajah juga pas-pasan batin Lia.
Raka yang baru saja keluar dari ruang rapat, segera menuju keruangannya untuk beristirahat, ia mendorong pintunya untuk lekas masuk ingin segera menyadarkan punggungnya yang lelah karena berdiri selama lima jam.
"Sayang, lama sekali sich kamu," kata Siska menghampiri Raka yang baru saja masuk ruangannya.
"Saya lagi rapat penting tadi," kata Raka mencium kening Siska.
"Sayang kita jalan-jalan ke mall yuk, kita lama ngak jalan bareng," ajak Siska bergelayut manja di lengan Raka.
"Saya lelah Sis, pasti kamu ada maunya kak," ucap Raka mencubit hidung Siska.
"Cyank ayo lah, ada lelang berlian di mall," kata Siska merajuk.
"Sayang ..., saya ingin berlian itu," kata Siska masih membujuk Raka.
Raka yang merasa risih dengan sikap Siska, jika tidak cepat di turuti ia masih merajuk tak ingin pulang masih menggangu ia bekerja.
"Sudah ayo cepat berangkat," tegas Raka mengajak Siska agar ia tidak menggangunya kerja.
"Terimakasih ya sayang," kata Siska mencium Raka sekilas.
Di mall tempat pelelangan Raka dan Siska mendapatkan tempat duduk paling depan VIP. Kini mereka menunggu acara pelelangan di mulai.
****
Sedangkan di tempat lain Aira, Haikal, Ema juga Nia baru saja tiba diparkiran mall, kini mereka menaiki lift menuju lantai atas untuk kepo melihat lelang berlian, saat pintu lift terbuka Daniel sudah menyambut kedatangan Aira dengan sekawannya.
flashback
Saat jam pulang kampus Daniel menunggu Aira di depan kelasnya menunggu Aira untuk makan siang bersama di cafe yang telah ia bilang tadi pagi, tapi Aira bersama tiga sahabatnya malah menaiki mobil hingga membuat Daniel mengikuti mobil mereka hingga sampai di mall milik sang papanya.
"Kak Daniel," kata Nia.
"Hai, boleh gabung bersama kalian," tanya Daniel.
"Boleh dong kak," jawab Nia.
"Kamu Nia!" ucap Ema bersamaan dengan Haikal.
"Sudah jangan pada debat, ayo kita cari tempat duduk," ajak Aira.
Setelah mereka memasuki ruangan lelang Aira bersama teman-temannya duduk di deretan paling belakang karena mereka bukan para penjabat yang banyak uang.
"Lihat itu, pengusaha muda, tuan muda Raka membelikan berlian pengeluaran terbaru buat sang kekasih, saya kapan seperti itu," ucap Ema melirik Haikal.
"Nanti Ema, kalau Haikal sudah jadi pengusahaan," kata Aira.
Sepertinya saya mengenal sosok laki-laki di depan sana, tapi tidak mungkinlah diakan sudah menikah denganku, tidak mungkin jika ia memiliki kekasih pasti dia sudah menikah dengan kekasihnya batin Aira menghilangkan pikiran negatif dalam otaknya.
"Kamu kok melamun cantik," kata Daniel membuyarkan lamunan Aira.
"Ngak kok, ayo pulang, sudah mau sore," ajak Aira.
"Ayo, saya juga bosan lihat kayak nginian, beli juga ngak, kita makan-makan yuk, tapi ...," kata Nia.
"Saya yang traktir kalian," sahut Daniel.
"Maaf, saya harus pulang duluan, nanti anak saya mencari saya," kata Aira.
"Anak dari mana, nikah saya kamu juga belum?" tanya Nia menautkan alisnya.
Mendengar ucapan Aira jika dia memiliki anak, ia menganggap hanya lelucon agar ia tidak mengejar-ngejarnya atau mendekatinya dalam pikiran Daniel.
"Sudah saya pamit dulu ya," kata Aira meninggalkan para sahabatnya.
Daniel pun ikut berdiri setelah Aira berjalan agak jauh dari tempat duduk mereka, kini Daniel mencoba mengikuti Aira, ia merasa penasaran dengan perkataan Aira.
***
jangan lupa like ya kak...
juga comen kasih saran atau kritik
smg kalian ngak bosan bacanya... dan suka dg ceritanya trmksh sudah bersedia membaca ....🙏🙏🙏