ini karya pertama author. selamat membaca..
aya daniati janda kembang desa yang lelah telah menolak berkali kali lelaki didesanya memutuskan pelarian ke kota..
berharap ini langkah yang tepat..
harus bersanding dengan keenan duren sawit..
duda yang dingin dan berfikir bahwa aya wanita penggila harta serta murahan.
bagaimana kisah kelanjutanya jangan lupa like and favoritkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon macil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ALASAN
makan malampun tiba di meja makan terdapat tuan dan nyonya wijaya ken,aya serta ketiga sahabat dan jangan lupakan siska yang ikut makan malam..siska sengaja tidak mengikuti acara ijab kobulnya hatinya tak setegar senyumanya..
keluarga aya ibu,paman serta andi memutuskan pulang setelah acara selesai siang tadi..andi memutuskan pulang karna masih canggung dengan ayah sambungnya. dia berdalih senin akan sekolah..
tidak ada drama buka sleting susah tidak ada drama malu malu canggung ketika masuk kamar penganting kendati malu aya dan ken cenderung bodo amat terlebih status mereka yang sudah berpengalaman.
semua sudah berkumpul..ketika nyonya wijaya melayani suaminya tidak tahu malunya siska menawarkan diri untuk melayani ken.ck ck ck tidak tau saja aya bukan wanita selemah lembut tampilanya.
"ken mau makan lauk apa.."siska berdiri dan mengambil piring ken.
perbuatan siska sukses membuat semua menoleh kearahnya semua kompak mengerut alis heran dengan sikap siska,..terlebih nyonya nani wijaya sudah mengepalkan tanganya di bawah meja..mulutnya siap menyemburkan suara petasanya..sebelum mengucapkan kata katanya nani di kejutkan dengan sikap tenang aya..
hap.
piring yang di pegang siska sukses aya ambil alih.
"tidak perlu nona..bos anda sudah memiliki istri yang sudah berkewajiban melayaninya..bukan begitu mas.."ujar aya lembut..sambil menoleh kearah ken memandang lekat lekat mata sang suami.
blus..
"hemm.."ken yang di pandang seperti itu pun malu dia mengangguk patuh.
"ohh maaf saya lupa."siska dongkol.
"tidak apa apa nona..pada dasarnya sekertaris itu membantu pekerjaan bosnya bukan melayani kebutuhanya.."aya berbicara sambil mengambil makanan untuk ken.
"terimakasih ya nona slama ini sudah membantu pekerjaan suami saya."lanjutnya sambil tersenyum.
siska mengepalkan tanganya di bawah meja. sungguh dia di buat malu di hadapan semua orang di meja makan. tetapi siska tak pantang menyerah.
"makan lah mas."ken pun menerima dengan kikuk.dan mulai memakan makanya di ikuti lainya..
"iya nyonya muda.. itu sudah menjadi pekerjaan saya sebagai sekertaris profesional tuan ken."
"anda begitu telaten melayani tuan ken..mungkin karna pekerjaan anda yang sebelumnya sebagai pembantu.."siska tersenyum puas.
"tentu nona anda jangan risau karna saya sudah berpengalaman untuk melayani suami saya di meja makan."
"terlebih saya sudah amat sangat berpengalaman untuk memanjakan suami saya di ranjang.."aya berujar dengan nada manis nan lembut sambil tanganya menyentuh paha ken
uhuk uhuk uhuk.
sontak saja perkataan dan tindakan aya membuat ken langsung tersedak.
"pelan pelan maz.."aya memberi ken minum sambil mengelus punggung ken dengan lembut.
blus...
ken sudah di buat kikuk dan malu oleh istri nakalnya ini..harusnya dia yang membuat malu istrinya kenpa ini kebalikanya.
nyonya wijaya tersenyum puas pasalnya menanyunya bukan lah wanita lemah.
"wah ken bener bener lo dapet durian runtuh nih.."roy menggoda.
"bukan lagi roy lapis legit..manis..."ivan menimpali.dan sukses mendapat cubitan di pinggangnya dari istrinya.
"izzz mas."ella istri ivan.
"aaa aw sakit sayang."ivan berucap manja.
"hahaha bang ke lo."sean pun tergelak di ikuti roy serta papah ken..
"bilang van..kurang kebawah sayang hahhaha" roy pun tak kalah..semua yang ada di situ tersenyum..tidak untuk siska yang dongkol dan ken yang sudah kadung malu..
"wah wah wah kalo itu papah juga mau mah."
ujar papah ken dan malah di berikan kepalan tangan oleh istrinya.
"nih."
hahahahahha
"dek nanti pura pura pasrah dulu masa malam pertama ken yang pasrah hahahha"sean berujar kepada aya.
"ok kak pura pura malu gitu yah."aya mangguk mangguk.
"iya kan mas."aya melihat ken dengan mata berbinar berkedip kedip.
blus..
lagi dan lagi ken si buat tak berkutik oleh istrinya.
"ekhem..jangan dengarkan bisikan syetan." ucap ken melanjutkan makanya.
siska yang sudah tak kuat memlih permisi pulang kerumah..
"maaf semuanya aku pamit pulang dulu." siska berdiri.
"oohh baguslah.. pulang sekarang kamu perempuan tidak baik pulang larut."nyonya wijaya menimpali.
"iya nona apalagi pekerjaan sebagai sekertaris besok menunggu."aya tersenyum. siska pun keluar dari ruang makan memilih langsung pulang ke apartemenya.
"huh lega ga ada tuh ulet bulu."ivan kegirangan.
"jangan dengarkan omonganya dek."sean berujar lembut."
"omonganya sih masih di level satu kak standar lah ya...beda sama omongan tetangga di kampung beehh level 10 nylekit sampe tembus ke hati."
"ngeri dong yah."roy berfikir.
"he eh.."aya manggut manggut.
mereka memutuskan kebelakang duduk du gazebo sambil melihat anak anak main di awasi oleh pengasuh mereka.. nyonya dan tuan wijaya memilih kekamar nyolong star pengantin baru.
"gimana kalo kita main game aja."roy mengusulkan.
"pa an bontot."cletuk ivan
"itu loh permainan anak muda.turt or dare kalo ga salah.."
"ooohh yang jawab jujur atau tantangan gitu yah.
"nah betul asistenya bos ken."
"hayuh lah."
setelah menemukan botol kaca bekas mereka pun melingkar..ken,aya,sean,ella,ivan,roy.
putaran pertama mendarat di ivan.
"naahh asbos pilih apa jajur apa tantangan."
"jajur aja dah.."
"kenapa lo benci banget sama siska.."ken yang dari tadi diam pun menggunakan kesempatan ini..
semua manggut manggut pasalnya bukan rahasia umum lagi bahwa ivan sangat membenci siska.
"he eh apa jangan jangan siska mantan lo."
roy pun berkomentar.
plak
"najis..eh bontot jangan sebar fitnah lo bisa bisa ga dapet jatah malam."ivan pun protes
"terus.."
"huft..ok gue jujur tapi lo jangan marah ken."
"maksudnya."ken bingung.
"kita tau lah ya siska suka sama lo sejak masih kuliah dan sebenarnya siska sudah berulang kali berusaha merusak rumah tangga lo sebelumnya bersama clara."
"gue udah sebisa mungkin mencegah.tetapi sayangnya clara percaya dengan tipu muslihat siska dan malah clara main api sama asistenya."ken tertegun dengan ucapan ivan.
"ken tapi kita tau kan akhirnya mantan istri lo tuh ga setia sama lu jadi kejujuran gue ini ga akan ganggu rumah tangga lo sekarang kan." ivan berujar pasalnya di jadi tidak enak dengan aya..melihat ken diam saja.
"emm cukup sekarang putar lagi botolnya." sean mencairkan suasana.
dan putaran kedua jatuh ke arah ken.
"nah mantan duda pilih mana.jajur aja lah yah."
roy berseru.
"hemm."
"apa loh punya perasaan ke siska atau clara." sean memberi pertanyaan.
"ga dua duanya."jawab ken mantap.
"ok..lanjut.."
dan putaran ketiga berhenti tepat ke arah aya.
"nah ini yang di tunggu tunggu..aku mau tanya."
roy semangat.
"enak aja..gue juga mau."sean pun tak mau kalah.
"ekhem...begini aya kasih kalian satu pertanyaan dan aya jawab jujur semua." akhirnya aya memberi pilihan.
"ok..gue dulu.."ivan berseru.
"kamu tau siska suka ken udah lama sebelum kita ngumpul di sini"
"tau.."
"sekarang giliran aku..bagai mana jika clara datang dan meminta rujuk atas nama keisha." roy tak mau kalah.
"bukan hanya clara seluruh wanita jika mereka menggoda suamiku dan mas ken tergoda maka aku akan memberikanya kepada mereka."
hah..
semua yang mendengarpun kaget.
"tetapi jika mas ken tetap pada pendirianya untuk setia..maka mereka berhadapan langsung dengan macan betina ini."jawab aya sambil memainkan alisnya.
"huft syukurlah..sekarang giliran kakak..kakak tau di antara kamu maupun ken belum ada cinta lalu bagaimana kamu menghadapi rumah tangga kamu..apakah suatu saat kamu akan minta cerai."pertanyaan sean sukses membuat ken menoleh kearahnya.
"emmm jika belum ada cinta ya tetep jalani kak sebagai mana mestinya tugasku sebagai seorang istri dan ibu.."
"tidak ada kata cerai selagi tidak ada penghianatan dari mas ken."
"kalo dari aku..sesuatu yang tidak akan pernah aku lakukan adalah menghianati suamiku. bagaimanapun dia bagaimanapun keadaanya."
"emm lalu bagaimana dengan keisha."ella tak mau kalah.
"tidak peduli keisha di kandung dan di lahirkan oleh siapapun pada saat mas ken sudah mengucapkan ijab kobul atas namaku maka detik itu juga keisha putriku."
"lalu apa alasanmu menikah dengan ku." ken yang sedari tadi gatal ingin menanyakan nya pun terucap juga.
"karna uang."jawab cepat aya.
sontak saja jawaban aya mengundang ekspresi terkejut untuk semua orang.
"sudah kuduga."sinis ken. dan memilih berlalu pergi.ia berharap aya menyangkalnya dan memberikan jawaban yang bisa ken mengerti bukan mengecewakan seperti ini.
"eh lo mau keman ken."roy berseru.
"tidur cape."
"bener alasanya itu dek."sean masih belum percaya..
"memang iya."
roy pun memilih pergi setelah melihat ken berlalu..sekarang tiggalah aya ella ivan dan sean.
"pasti ada alasan lain dek.."
"emmm lebih tepatnya terpaksa karna andi."
"dan di paksa sama mamah."
hah "maksudny."
"jadi gini.."aya menceritakan tentang andi kecelakaan dan bantuan mamah ken sert paksaanya.
"ken tau."ella penasaran.dan di jawab gelengan dari aya.
"kenapa ga bilang ke ken dek jadi ken ga salah paham."sean frustasi.
"apa perlu kita yang bicara padanya."ivan pun tak kalah frustasi
"ga perlu kak.mas dan mb ella."
"aya pengin rumah tangga yang sedikit bewarna."jawab aya pongah.
"dek dek koh ya punya pikiran gitu." sean geleng geleng heran sambil mengelus kepala aya yang di balut hijabnya.
"hehehhe"
"ya sudah kita pulang juga ya dek." pamit sean dan di ikuti oleh pasutri muda di sebelahnya.
sekali lagi sean mengelua pucuk kepala aya.
"dah..."
"hati hati mas,mb dan kak sean."
"iya..."
sikap manis sean ternyata tertangkap oleh pandangan ken yang sedang berdiri di balkon kamarnya.
netranya memancarkan amarah mungkin karna alasan aya menikahinya karna uang atau karna sikap manis sean kepada aya.
95℅ hanya kt ustaz/zah begono ... tanpa meresapi bhw islam itu rahmat bg sluruh alam
trims thor😂👍🙏
kalau perlu sekalian aja patahkan tangannya..
muhrim : orang yang memakai baju ihrom
numpang duduk ya thor