Richard Alexander, anak pertama pasangan Rayyan Alexander dan Nabila Ihnaz.
Dengan segala kerumitan kisah cintanya.
Tidak seperti apa yang dulu pernah dilakukan oleh Rayyan. Meski profesi mereka berdua sama, ialah seorang photographer. Tapi sifat dan perilaku mereka berdua jauh berbeda.
Jika dulu Rayyan dikenal sebagai mantan playboy, tapi tidak dengan Rich. Lelaki itu justru terkesan dingin dan anti perempuan.
Akan tetapi, disaat Rich merasakan jatuh cinta, tidak pada perempuan yang tepat. Karena perempuan yang Rich sukai sudah memiliki calon suami.
Demi kebaikan bersama, terpaksa Nabila memaksa putranya agar mau dia jodohkan dengan putri salah satu sahabatnya.
Bagaimana perjalanan selanjutnya kisah percintaan seorang Richard Alexander , juga kisah asmara kedua adiknya yang tak lain adalah Zayn dan Zoey Alexander ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Hari ini Nabila tidak ikut Rayyan pergi ke kantornya karena Nabila sudah ada janji akan bertemu dengan teman nya. Pada awalnya Qila, yang tak lain adalah teman Nabila sewaktu tinggal di rumah sewa menelepon akan main ke rumah . Akan tetapi Nabila mengusulkan agar mereka bertemu di luar saja. Sekalian ingin menghabiskan waktu berdua bersama Qila dengan makan siang bersama.
Nabila hanya ingin menyegarkan mata dengan pergi keluar bareng teman nya. Dan Bukan karena Nabila tidak suka jika ada teman nya yang datang ke rumah. Bahkan dia senang jika ada teman yang mau mengunjungi nya di rumah. Rumah minimalis yang dibeli Rayyan untuk keluarga kecilnya. Sejak Nabila hamil beberapa bulan, Rayyan telah memboyong Nabila ke rumah mereka. Bahkan Rayyan mengatakan pada nya jika rumah ini adalah hadiah pernikahan mereka. Dan rumah ini juga merupakan hasil kerja keras Rayyan selama ini. Sungguh Nabila terharu mendengarnya.
Di rumah ini pada awalnya Nabila hanya tinggal berdua bersama Rayyan. Sesekali mama Silvya juga akan datang bahkan terkadang juga menginap. Dan saat Nabila hamil besar, Rayyan kembali memboyong Nabila untuk tinggal sementara di rumah mama Silvya. Untuk menghadapi proses persalinan yang memang Nabila sangat membutuhkan perhatian dan bantuan mama mertuanya.
Barulah satu bulan lalu Rayyan membawa Nabila dan iyad kembali ke rumah mereka. Dengan dibantu satu orang ART untuk membantu Nabila mengurus rumah juga menjaga baby Iyad. Sebenarnya Rayyan sudah akan mengambil babysitter untuk Richard Alexander , putra pertama mereka. Aka tetapi Nabila memilih menolaknya. Nabila takut bosan berada di rumah jika semua pekerjaan aka dihandel oleh orang lain, sementara dirinya juga hanya seorang pengangguran yang punya banyak waktu luang untuk berada di dalam rumah.
Baby iyad yang berada di dalam gendongan nya sudah tertidur. Dengan pelan Nabila meletak kan bayinya ke dalam box bayi. Beberapa menit yang lalu Qila mengirim chat padanya jika sudah on the way ke tempat dimana mereka mengadakan janji temu. Tadi pun Nabila sudah meminta izin pada Rayyan jika dia akan keluar sebentar menemui Qila. Rayyan tidak keberatan justru suaminya tadi sempat menawarkan diri untuk membawa bayi iyad ke kantor agar Nabila bisa leluasa bercengkrama dengan Qila.
Tapi Nabila rasa dia juga tidak akan lama bertemu dengan Qila. Jam makan siang Qila hanya satu jam. Jadi Nabila pun tak akan lama pergi nya. Lebih memilih menitipkan iyad kada ART di rumah.
****
Sebuah kawasan pertokoan yang berjajar aneka ragam jenis Restaurant, karena keberadaan nya di tengah kota sehingga selalu saja terlihat ramai. Apalagi tidak jauh dari tempat itu terdapat pusat perbelanjaan yang cukup besar dan terkenal. Rayyan sedang menemui salah satu klien nya di salah satu Resto khas jepang. Untuk kesekian kali Rayyan mengambil job pemotretan sebuah acara pernikahan. Tak tanggung - tanggung karena ini adalah acara pernikahan anak salah seorang pejabat tinggi negara ini.
Karena waktu nya bertepatan saat lunch, kedua calon mempelai pengantin yang tak lain adalah klien nya mengajak nya sekalian makan siang di tempat ini. Untung saja tadi Nabila tidak mengijinkan nya membawa iyad. Jika tidak mungkin Rayyan harus menitipkan iyad pada salah seorang karyawan nya.
" Jadi sudah fix ya Mas Ray untuk tema pernikahan ku nanti. Aku ingin semua perfect seperti pernikahan di negeri dongeng." ucap wanita cantik bak barbie yang duduk di hadapan Rayyan.
" Kamu tak perlu meragukan kemampuan nya sayang. Rayyan pasti selalu bisa diandalkan. " timpal sang pria yang duduk di samping si wanita.
Rayyan tersenyum mendengar ucapan mereka." Aku pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk kalian."
" Thanks, Mas Ray. "
" Kalau seperti itu, aku harus pergi sekarang. Maaf karena aku harus segera kembali ke studio. Ada jadwal pemotretan." pamit Rayyan pada kedua nya.
Sebelum pergi meninggalkan mereka berdua, Rayyan menyempatkan diri berjabat tangan dengan keduanya.
Dengan tergesa Rayyan berjalan keluar Resto menuju dimana mobil nya berada. Satu jam lagi dia ada jadwal pemotretan. Jika tidak karena klien lelaki tadi adalah teman Rayyan, sudah pasti Rayyan akan lebih memilih meeting di kantornya daripada harus menghabiskan waktu untuk meeting diluar. Selain karena akan menghabiskan waktu berada di jalanan, juga cuaca saat ini yang tak bisa dikondisikan. Kadang kala sangat panas akan tetapi dalam sekejab akan turun hujan. Dan satu lagi yang membuat Rayyan malas keluar di saat siang , yaitu macet. Hampir semua orang berbondong-bondong memadati jalan demi menghabiskan jam makan siang bagi para pegawai kantoran , dan di jam makan siang juga bertepatan dengan jam pulang sekolah .
" Rayyan ...!"
Baru saja Rayyan membuka pintu mobil nya, saat dengan tiba- tiba Firza menarik lengan nya. Rayyan terkesiap dengan perlakuan Firza barusan. tentu saja Rayyan kaget , bagaimana mungkin dia bisa bertemu wanita itu di tempat ini.
" Firza...! Ngapain kamu disini?" tanya Rayyan tidak suka karena pertemuan tak di sengaja nya kali ini.
" Ray, kita harus bicara." pinta Firza dengan nada manja dan merajuk berharap dia bisa kembali merayu lelaki yang masih ia harapkan ini.
" Bicara apa lagi, Fir. Aku sibuk harus segera kembali ke kantor." Rayyan dengan sinis nya berusaha menghindar dari Firza karena dia tak ingin lagi terlibat permasalahan apapun dengan mantan kekasih nya itu.
Rayyan sudah berniat masuk mobil tapi sekali lagi Firza menahan nya.
" Ray, dengerin aku dulu. Kamu kenapa sih? Sebenarnya apa hebatnya Nabila dibanding aku? Aku bisa memberikan apapun yang kau minta Ray. Kenapa tega sekali kamu memperlakukan ku seperti ini." Lagi , perempuan itu sekarang dengan seenak nya justru menyangkut pautkan Nabila membuat Rayyan murka . Rayyan tidak suka jika Firza selau saja menyalahkan Nabila karena keputusan nya menikah denagn sahabat wanita yang ada di hadapan nya ini.
Rayyan sudah geram dengan tingkah laku Firza. Bahkan ini sudah satu tahun usia pernikahan nya dengan Nabila. Tapi Firza tetap saja mencari cara untuk memisahkan nya dengan Nabila. Tak hanya satu kali dua kali Firza menjelek - jelekkan Nabila di hadapan nya dan memohon kepada nya agar meninggalkan Nabila.
" Dasar perempuan tak tahu malu." begitulah batin Rayyan tiap kali Firza datang memohon dan merayu kepadanya.
" Fir .. lepaskan tangan mu. Dan sudah berapa kali kubilang jangan ganggu aku atau Nabila."
" Tapi Ray...."
Rayyan sudah menepis tangan Firza dan dengan gerakan cepat masuk ke dalam mobil nya.
Firza berusaha mengetuk kaca mobil tapi Rayyan tak merespon nya dan justru menjalankan mobil nya keluar dari pelataran parkir Resto.
tau g rasanya ??????
yg jomblo minggir dulu
koq gk up.. up..😔