NovelToon NovelToon
Patah Hatinya Perempuan

Patah Hatinya Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Menikah dengan Musuhku / Diam-Diam Cinta
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yunita tri maryadi Ramadhan

Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.

Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.

Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19 : Nggak Penting !!

Sesampainya di parkiran sekolah, Aaron segera membuka safetybelt nya, lalu meraih tas ransel dan tas bekal milik nya di kursi belakang, namun saat hendak turun, Zianca menghentikannya.

"A..aaron.." ujarnya gugup.

"Hmm.. ada apa?" sahutnya santai.

Zianca tampak membuka resleting tasnya, ia terlihat merogoh ke dalam isi tasnya, lalu mengeluarkan sebuah amplop putih.

"I..ini.." sodornya pada Aaron yang tampak bingung.

"Apa ini?" wajah Aaron tampak kebingungan.

"Ini untuk ganti uang kamu yang di pakai Fina kemarin.." imbuhnya dengan nada hati-hati.

Aaron tampak terkekeh pelan, ia lalu mendorong amplop itu menjauh darinya.

"Kamu apa-apaan sih? Ngapain di ganti? aku ikhlas kok traktirin mereka.."

"Ta..tapi.. itu kan nggak murah.. aku bener-bener ngerasa nggak enak sama kamu.."

"Ya ampun.. biasa aja kali.. udah simpan aja.. aku justru nggak enak kalau terima duit ini dari kamu.." gelengnya segera mengambil amplop di tangan Zianca lalu ia menyimpannya kembali ke dalam tas Zianca.

"Kamu gunain aja uang itu untuk keperluan kamu.."

Zianca tertegun. "Aku nggak bisa terima gitu aja.. aku ngerasa terbeban.."

"Yaudah gini aja.. sebagai gantinya.. kamu pergi ikut liburan sekolah ya.. biar kita bisa liburan bareng.." idenya mencuat.

"Liburan itu juga di sponsorin sama ayah kamu kan?" gumam Zianca lirih.

"Daddy aku emang selalu kayak gitu.. selalu suka ngelakuin semua seenaknya sendiri.. suka semaunya.."

"Persis banget kayak kamu.." batin Zianca berdiam diri.

"Kamu.. ikutan ya.." bujuk Aaron.

"Aku belum tau bisa ikut apa nggak, belum minta izin sama papa dan mama.."

"Nanti pasti di izinin kok.. tenang aja.." ujarnya yakin segera membuka pintu mobilnya.

"Kamu nggak tau aja gimana mama aku.." batinnya lagi, segera turun menyusul Louis.

Setelah turun Aaron lagi-lagi menyodorkan tas bekalnya pada Zianca.

"Jangan lupa di habisin ya.." ujarnya lagi segera berlalu, meninggalkan langkah kecil Zianca.

Zianca merasa semakin terbebani, Aaron selalu memberinya banyak hal, tapi tak ada satu halpun yang bisa ia berikan pada Aaron untuk membalas kebaikannya.

Tiba di dalam kelas, saat hendak menyimpan kotak bekal sarapan pemberian Aaron, ia mendengar suara aneh dari dalam kotak bekal itu. Karena penasaran, ia segera membukanya, ia melihat ada sekotak suplemen vitamin dan sebuah note kecil tertempel disana.

"Jangan lupa di minum vitaminnya, biar kamu selalu semangat.." tulis Aaron.

Zianca tersenyum kecil.

"Wah.. another gift ya Zi??" timpal Fina yang baru tiba di kelasnya.

Zianca hanya mengangkat kedua bahunya dengan gusar.

"Ehh ini kan suplemen yang baru itu? Di tv banyak banget iklannya muncul, harganya juga mahal loh.." seru Fina lagi setelah memperhatikan dengan seksama kotak vitamin itu.

Zianca segera menyimpannya ke dalam tas, mengabaikan ucapan julid Fina.

"Lo masih marah sama gue?" gerutu Fina lirih.

"Gue malu banget sama Aaron.." jawabnya pelan.

"Gue udah minta maaf kok sama dia.. liat nih.. udah gue chat dia kemarin buat minta maaf.." ujar Fina memperlihatkan isi pesan singkat antara dirinya dan Aaron.

"Aaron.. ini gue Fina.. gue mau minta maaf ya.. sorry gue udah maksa dan minta lo buat bayarin makanan gue yang harganya selangit.."

"It's ok !"

"Lain kali boleh traktir lagi kan?"

"Sure !" balasnya singkat.

Zianca lalu menoleh sinis membaca pesan mereka.

"Gue pikir lo bakal berubah.. nggak taunya malah minta traktir lagi.." omelnya ketus.

"Lagian lo sewot amat sih? dia aja santai kok.. lo aja yang sensi amat.."

Zianca hanya menatap sinis dan memanyunkan bibirnya.

***

Saat jam istirahat, Zianca memutuskan segera makan bekal dari Aaron, tak butuh waktu lama, dia segera bergegas ingin menemui wali kelasnya, perihal beasiswa keluar negeri miliknya.

Namun, baru saja keluar kelas, langkah Zianca terhenti saat seorang gadis cantik berdiri tepat di hadapannya.

"Permisi.. gue buru-buru.." ujar Zianca sopan.

"Sorry.. tapi gue mau bicara sama lo.." tukas Wulan sinis.

"Aduh.. lo mau bicara apaan sih? Gue buru-buru.."

"Tapi apa yang mau gue sampein itu lebih penting dari urusan lo !!" Bentaknya keras, sontak membuat banyak mata menoleh ke arah mereka.

Zianca yang kesal dengan perilaku Wulan segera menarik pergelangan tangannya menuju belakang perpustakaan sekolah yang tak jauh dari kelasnya.

"Sepenting apa pembicaraan dari lo??" Seru Zianca sinis.

"Ada hubungan apa lo dengan Aaron?"

"Huh?! Ini yang lo bilang penting? Norak lo !!" Gerutu Zianca sinis.

"Lo yang norak ! Lo bicara seolah-olah lo itu ga suka sama Aaron, tapi nyatanya lo justru bertingkah seperti lo lagi pacaran sama dia.." seru Wulan.

"Ehh bocah.. mending lo fokus sama sekolah lo aja deh.. jangan ngurusin hidup gue !! Gue udah ribet sama masalah gue sendiri.. jadi tolong jangan lo tambah dengan masalah konyol kayak gini.." gusar Zianca marah.

"Bacot lo !" Celetuk Wulan keras.

"Lo yang bacot !!" Bentak Zianca tak mau kalah.

"Eh.. denger ya.. gue udah lama ngincer Aaron.. jadi jangan lo pikir.. lo bisa ngerebut Aaron dari gue !!" Kecam Wulan dengan nada mengancam.

"Kalau lo pengen dapetin Aaron? Silahkan ambil !! Gue nggak peduli !! Lo mau ngapain juga.. gue nggak peduli.. yang gue mau.. lo berhenti gangguin gue cuma gara-gara masalah Aaron !! Nggak penting banget tau nggak !! Dan asal lo tau, gue yakin Aaron juga nggak bakal mau sama perempuan kegatelan kayak lo !! Murahan tau nggak !!" Amuk Zianca segera pergi meninggalkan Wulan yang tercengang, dia seakan-akan kehabisan kata-kata.

Dengan kesal dan penuh amarah Zianca segera melangkah cepat, berusaha mengatur nafasnya, lalu menuju ke ruang guru. Disana ia langsung di sambut ramah dan baik oleh Pak Cahya.

"Kamu kenapa Zi?" Tanyanya heran melihat ekspresi wajah Zianca yang tampak merah padam.

"Nggak kenapa-kenapa kok pak.."

"Ohh.. yaudah.. silahkan duduk.. saya ambil form pendaftaran tes toefl nya dulu ya.." ujarnya segera bangkit dari kursinya.

"Baik pak.." angguk Zianca kembali mengatur nafasnya.

Setelah mengisi berbagai macam form berkas pengajuan beasiswa dan berbagai form tes, akhirnya Zianca merasa lebih tenang, karena satu persatu urusannya selesai.

"Kapan bisa saya bayar biaya tes toefl-nya Pak?"

"Setelah ujian sudah bisa di bayarkan ya.."

"Berapa biayanya Pak?"

"Kamu siapkan saja dulu sekitar 5 jutaan.. saya yakin itu nanti pasti berlebih.. karena kamu juga harus urus passport dan lain-lain juga kan.."

"Iya pak.."

"Setelah ujian minggu depan kamu temui saya lagi ya.." jelas Pak Cahya ramah.

"Baik Pak.. terima kasih banyak bantuannya pak.."

"Sekarang kamu fokus saja dengan ujian kamu.. yang lain-lain nanti pasti saya bantu.."

"Baik Pak.. saya permisi dulu ya pak.. terima kasih pak.."

"Oke..oke silahkan.." angguk Pak Cahya cepat.

1
Erna Sutiyana
sebelum di usir adik Lo udah pergi duluan
Kaka gak ada akhlak
tatata13: bikin emosi emang kk..
total 1 replies
Erna Sutiyana
bukan nya si Aaron ibunya meninggal ya pas lahiran dia
Erna Sutiyana
knp takut keramaian
tatata13: Sebenarnya Aaron dan Zianca itu introvert kak.. tapi mereka harus memaksakan diri buat bergaul.. tapi pas dirumah atau lg sendiri.. mereka bener2 cuma di kamar ndak kadang nggak ngelakuin apa-apa sama sekali..
total 1 replies
Erna Sutiyana
yg nyebelin gini nnti nya yg bakalan bikin kamu kangen zi hehhee
tatata13: coba tebak kak endingnya mereka gimana?? 🤭
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir memberi like. 3 bab dulu ya...
Lina Zascia Amandia
Hai... Kak sy nyicil dua bab dulu ya...
tatata13: kembali lagi ya kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Sy mampir lagi memberi like, semangat, dan Fav.... ayo semangat Kak.... feedback balik ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!