NovelToon NovelToon
JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cece Virgo

JONES, gelar yang cocok untuk Melani dan Assisten Raffa, dipaksa untuk saling jatuh cinta oleh pasutri jahil. memaksakan kehendak hati sang pemilik raga untuk saling mencintai.

Bagaimana bisa begitu? sedangkan hati tidak bisa dipaksakan. walaupun berusaha, namun akal dan hati terkadang tidak sejalan.

Hingga saat itu tiba, cinta mulai tumbuh. namun ada lika liku perjalanan cinta yang harus ditempuh. Raffa harus merasakan perihnya hati saat perempuan barbar itu berhasil menaklukkan hatinya dan sayangnya ia tengah dekat dengan pria lain.

**
Cerita ini adalah sekuel dari novel 'Selir, Gairah Pria Kesepian'
boleh baca lebih dulu, boleh juga tidak 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah Yang Familiar

🌴🌴🌴

"Kemana saja kau!"

"Maaf, Tuan, saya baru ke toko kue Melani."

"Alasan! kamu terlambat dari perintah saya."

"Mana mungkin lima menit, Tuan, paling sepuluh menit." cibirnya

"Yang, benar kata Mas Raffa, mana mungkin menempuh perjalanan lima menit. sudahlah--jangan marah lagi sama dia. bukannya dia ke toko Melan? malah itu kabar bagus." bisik Chika, melerai perdebatan itu untuk menurunkan tingkat emosi suaminya

"Hmmm, yasudah, aku berangkat ya." pamitnya, nasihat sang istri memang mampu meluluhkan hatinya. sang istri pun mengangguk lalu menyalimi tangan suaminya.

Raffa menatap interaksi sepasang suami istri itu dengan tatapan hangat, tiba-tiba ia ingin sekali memiliki istri yang selalu melayani suaminya disaat akan berangkat sekalipun. Raffa bergegas membukakan pintu untuk Tuannya tatkala pria itu mulai melangkah menuju mobil.

Suasana di dalam mobil pun terasa hening, Assisten Raffa sesekali mengintip boss nya dari balik pantulan spion, tampak sedang memeriksa sesuatu di dalam ponselnya. entah apa itu, mungkin saja sesuatu hal yang penting.

Disisi lain, Melani mulai berkutat pada dunia dapur setelah pria itu pergi meninggalkannya. membuat whipcream dengan memberikannya beberapa warna agar terlihat lebih menarik. tidak butuh waktu lama, hanya beberapa menit saja telah selesai dengan sempurna. kemudian ia memasukkan whipcream tersebut kedalam plastik segitiga, ujung plastiknya disumpal pula oleh spuit yang memiliki beberapa macam bentuk untuk terlihat semakin menarik lagi. dengan cekatannya perempuan itu menghiasi cupcake dengan whipcream, ada yang berbentuk mawar, bintang, dan masih banyak lagi. tak lupa pula dengan ditaburi topping agar semakin terkesan manis.

"Alhamdulillah, selesai juga." Melani akhirnya bisa bernafas dengan lega, senyum manis terukir jelas diwajahnya setelah menyelesaikan tugas akhirnya dalam menyiapkan pesanan seseorang. Ratih yang sedang melayani pembeli pun turut tersenyum senang mendengarnya.

"Alhamdulillah, Nak ... sekarang tinggal kita packing aja lagi." sahut Mama Sarah yang turut membantunya. anak dan ibu itu pun mulai menyusun cupcake kedalam box persegi yang menopang muatan dua belas cupcake didalamnya.

**

"Permisi, apa pesanan saya sudah selesai?" seorang pria mengenakan jas navy menyapa dua gadis yang sedang duduk santai sembari mengobrol

Melani dan Ratih berdiri bersamaan.

"Ah, sudah, Tuan." sahut Ratih, wanita itu menoleh kepada Melani.

"Dia orangnya, Kak." bisik Ratih

"Berapa semuanya, Mbak?" tanyanya

Melani pun memberikan nota pembayaran kepada pria tersebut, menunjukkan senyum manis nan ramahnya kepada pelanggan tampan ini. diliriknya Ratih, perempuan itu menatap lekat pria tampan yang sedang merogoh dompetnya untuk mengambil beberapa lembar uang.

Melani menggeleng-gelengkan kepala menatapnya. "Awas liurmu netes." bisiknya, ia tergelak setelah meledek pegawainya. kemudian Melani mengangkut beberapa box untuk ia bawa ke dalam mobil pria itu

"Is, apaan sih, Kak!" gerutunya, hingga perhatiannya teralihkan pada pria ini yang ingin melakukan pembayaran.

"Pas! terima kasih ya, Tuan. semoga suka dengan cake dari toko kami." ucap Ratih sembari mengatupkan kedua tangannya

"Orang tua saya suka banget, karna pernah beli disini. kebetulan dua jam lagi acaranya." ujar pria tersebut

"Mau dibawa kemana ini, Tuan?" sela Melani

"Ke mobil saya saja. mari sini, saya bantu." ia mengambil box dari tangan Melani, Melani memberikannya dengan hati-hati. setelahnya ia mengambil box yang lain dengan dibantu oleh Ratih.

"Bisa kamu ikut? takutnya nanti malah berantakan saat dijalan." pria itu bermohon kepada Melani

"Bisa, tapi sebelumnya maaf ya ... karna nggak ada tali untuk mengikat boxnya."

"Tidak masalah, asal kamu bisa ikut." pintanya, Melani mengangguk dengan senang hati. lagi pula sebenarnya sudah tugas ia juga untuk mengantar pesanan hingga ke tempat tujuan.

Melani dan pria asing itu pun masuk ke dalam mobil, Melani mendudukkan tubuhnya di bangku jok belakang sembari menjaga delapan box disisi kanan dan dipangkuannya. setelah mesin mobil menyala, pria itu bergegas menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang.

Disisi lain, ternyata ada salah satu sosok yang sempat memperhatikan Melani, masuk ke dalam mobil pria asing.

"Hei, matamu kemana!" ternyata Andrew memperhatikan arah mata Assistennya yang menatap keluar. padahal ia tengah menyetir dan hampir melupakan hal itu karena sosok Melani yang berhasil mencuri perhatiannya.

"Ng-enggak, Tuan." ia menggeleng, kembali pada jalan raya yang cukup padat kala tengah hari itu

"Kalau ingin mengakhiri hidup, jangan ajak saya!"

"Ck! siapa juga yang ingin melakukan hal itu." gumamnya

Melani menatap jalanan yang dirasa cukup jauh mereka tempuh, tanpa ia sadari pria didepannya tengah memperhatikannya dengan lekat walaupun hanya sesekali. entah kenapa, menatap wanita itu ada daya tarik tersendiri yang ia rasakan. hingga pandangannya pun terbalaskan, Melani tanpa sengaja juga menatap ke arah spion dan sedikit terkejut karena pria itu mencoba untuk menatapnya.

"Hmmm, maaf, kalau membuat dirimu kurang nyaman." ucapnya, mungkin ia sadar karena tatapannya membuat Melani sedikit risih

"Tidak masalah, Tuan."

"By the way, kita belum kenalan, saya Alex, kamu sendiri?"

"Melani."

"Nama yang bagus. tapi--wajahmu sedikit familiar, makanya saya sedikit memperhatikan kamu." ungkapnya dengan jujur

"Mungkin Tuan pernah melihat saya di suatu tempat."

"Hmm, ya, saya rasa begitu." ucapnya

"Oh iya, maaf ya, karna perjalanannya sedikit jauh."

"Tidak masalah."

Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa Melani telah tiba di sebuah perumahan elite. berhenti tepat di depan rumah yang cukup mewah, tapi tidak semewah milik sahabatnya. pria itu pun membunyikan klakson, alih-alih memanggil penjaga kediamannya.

"Ada apa, Tuan?"

"Bawakan box cake di belakang saya." titahnya, penjaga itu mengangguk lalu membuka pintu jok belakang. Melani pun turut turun, mengangkut empat box yang berada dipangkuannya.

"Wah, terima kasih, ya, Nak."

"Sama-sama, Nyonya."

"Kebetulan sudah siang, kamu disini dulu ya ..."

🌴🌴🌴

1
Intan Arista
Lumayan
Intan Arista
Biasa
Andriyani Al Ibtisam
bagus
Fenty Dhani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Fenty Dhani
ish dasar modus...11 12 sama bosnya🤭
Fenty Dhani
pasti si ulat bulu yang datang...siapa itu??lupa deh...audi kah??😔😏
Fenty Dhani
geli banget ngebayangin nya🤭😂😂😂
Fenty Dhani
😂😂😂😂
Fenty Dhani
😂😂😂dasar somplak
Fenty Dhani
🤦🤦🤦kok sampah sih???lihat yang bener donk...garis dua tuh😁
Fenty Dhani
😂😂😂kasian Raffa d PHP...prank🤭😆😆
Fenty Dhani
semoga setelah Raffa pulang...Melani sudah garis 2...untuk kejutan😁
Fenty Dhani
semoga garis dua y Mel☺️
Fenty Dhani
♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹
Fenty Dhani
😂😂😂😂
Fenty Dhani
ya...ya...semoga kau mendapat jodoh yang kau harapkan Jen☺️
Fenty Dhani
😆😆😆
Fenty Dhani
gass poll terus🤭😂😂
Fenty Dhani
hadiah pernikan dari Andrew y??
Fenty Dhani
gass poll dah😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!