NovelToon NovelToon
Jangan Panggil Aku Janda

Jangan Panggil Aku Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:195.2k
Nilai: 5
Nama Author: Duajempol

Pikiran Nara masih saja penuh dengan ajakan menikah dari direktur gilanya itu, Nara jadi tidak begitu konsen dalam bekerja.
Kenapa aku bisa sesial ini pergi ke perjodohan malah ketemu sama bos sendiri?!

Masalahnya Nara hanya wanita yang menyamar sebagai sahabatnya.

Akankah perjalanan cinta Nara dengan statusnya sebagai janda berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duajempol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta atau Pekerjaan?!

Tepat pukul lima sore, Bastian berdiri tegap dengan senyum lebar dan mata berbinar di depan sebuah gedung perkantoran. Global Enterprise, Bastian sedikit berharap cemas menanti wanita yang dia cari.

"Jika bukan karena pekerjaan aku tidak akan ada alasan khusus untuk menemui nona Natha meski sangat ingin. Terimakasih direktur." Gumam Bastian tersenyum sambil mengusap pelan hidungnya.

Tak lama kemudian seperti dugaan Bastian, jam pulang kantor telah tiba, beberapa karyawan berhambur keluar. Ada yang langsung tergesa menuju halte bus, beberapa melanjutkan malam itu untuk menongkrong di tempat makan dan ada juga yang masih mengobrol santai sambil merokok di sekitar gedung kantor.

"Aah itu dia nona Natha!" Mata berbinar Bastian menangkap sosok Nathania yang sedang berjalan menuju mobilnya.

Alis Bastian bertaut saat Natha memasuki mobil milik wanita itu, "Menurut informasi dia jarang dan hampir tidak pernah membawa mobil ke kantor." Gumam Bastian dan berubah menjadi sedikit panik saat mobil Natha melesat pergi dan tanpa dia ingin sekarang dia seperti menguntit Natha.

Mobil Bastian terus membuntutti mobil Natha, Bastian bisa mengimbangi kecepatan mobil Natha tanpa harus ketahuan. "Arah jalan ini sepertinya familiar." Bastian terus mengikuti mobil Natha dari belakang. "Bagaimana tidak familiar? Ini kan... kantorku." Bastian ikut menepikan mobilnya ketika mobil Natha berhenti tepat di depan Gior Group.

Tidak butuh waktu lama, muncullah sesosok wanita berkaca mata hitam dan tersenyum lebar lalu masuk ke dalam mobil Natha. Dan mobil itu kembali melesat, mau tak mau Bastian kembali mengikuti mobil Natha. Dia terus mengikuti mobil Natha tanpa ketahuan, sampai mobil Natha lagi lagi berhenti di sebuah Bakery. "AA Bakery" Gumam Bastian membaca papan nama bakery itu, dan dia tetap menunggu karena kali ini Natha masuk bersama wanita misterius berkaca mata hitam itu kedalam bakery.

"Natha, terimakasih sudah mengantar Nara pulang. Dia sudah tidak apa apa bibi rasa, kamu jangan repot repot lagi untuk mengantar jemput dia." Sesosok wanita versi tua dari Nara keluar menyambut mereka yang tak lain adalah mama dari Nara.

"Tidak masalah bibi, aku sungguh tidak merasa repot. Baiklah aku akan langsung pulang yah." Natha pamit kepada orang tua Nara dan juga Andra. "Nara, aku pulang yah!" Natha menyapa Nara yang baru saja keluar dari dapur.

"Ini ada roti yang baru saja di panggang." Nara menyerahkan sebuah kantong kertas pada Natha. "Bawalah sebagai rasa terimakasih."

Natha berdecak dan tersenyum, "Baiklah jika kamu memaksa. Yasudah aku pulang byee!"

Natha keluar dari bakery dan bersenandung kecil, dia mengintip ke dalam kantong dan mencium aroma manis hangat dari roti. Rencananya dia akan bersantai nonton drama korea dan makan roti malam ini, dia membuka kunci mobilnya.

"Nona Natha." Suara di belakang Natha mengejutkan wanita itu dan reflek menoleh cepat kearah sumber suara.

"Tu.. tuan Bastian???!" Natha shock melihat Bastian tepat di hadapannya, dia senang tentu saja bahagiaaaaa melihat pria pujaannya namun dia juga shock karena ini tepat di depan bakery milik keluarga Nara. Dia tidak melihat Nara kan yah tadi?! Panik Natha.

"Hmm anu.. maaf aku, ada yang ingin saya bica.." Bastian terlihat ragu.

"Kita jangam berbicara disini! Sebaiknya kita ke taman saja!" Spontan Natha memotong pembicaraan agar mereka cepat pergi dari sini, melihat wajah terkejut Bastian membuat Natha semakin gugup. "I.. ini kan depan toko orang, tidak mungkin kita parkir terlalu lama disini." Natha tertawa canggung. "Kita ke taman saja, aku.. punya roti untuk dimakan." Natha mengangkat kantong rotinya.

Bastian tersenyum manis membuat Natha semakin menggila seketika, "Baiklah, kita pakai satu mobil saja." Bastian mempersilahkan Natha masuk kedalam mobilnya yang tidak mungkin juga akan di tolak oleh wanita itu.

Mereka duduk berdua di bangku taman, Bastian juga menyempatkan tadi membeli dua botol minuman sebagai teman makan roti mereka. Jantung Natha berdegup kencang karena rasa gugupnya, dia berusaha untuk tetap terlihat menawan lalu Natha tersadar, "Ah iya, kenapa tuan Bastian bisa berada di bakery tadi?"

Bastian reflek menoleh kearah Natha dan gugup seolah ketahuan mencuri. "Aa.. itu.. aku.."

Natha mengernyitkan alisnya, "Tuan Bastian membuntutti saya??"

"A.. aku tadi ke kantor kamu, tapi tiba tiba mobil kamu melesat pergi dan tanpa sadar aku.."

Natha tersenyum canggung, "Ah.. hehe memangnya ada keperluan apa tuan Bastian ingin menemui aku?" Natha menengak minumannya agar tidak terlalu gugup.

"Saya ingin berbicara."

"Tentang?"

"Pekerja sambilan perjodohan dengan direktur."

'Brusssshhhh!' Begitu mendengar ucapan Bastian reflek Natha menyemburkan minuman yang baru dia tenggak sebelumnya dan terbatuk batuk.

"Ka.. kamu tidak apa apa??" Bastian panik dan menepuk nepuk pelan punggung Natha.

"Aku tidak apa apa, aku hanya tersedak." Sudut mata Natha sampai basah dan masih terbatuk kecil.

"Me.. memangnya kenapa lagi? Bukankah aku sudah mempertemukannya dengan pak direktur?" Natha semakin cemas. Dia membuntuti aku, apa dia juga melihat Nara??!!

"Aku tidak tau, kamu sudah tau apa belum tapi pekerja sambilan itu mendadak seminggu ini tidak bisa di hubungi." Ujar Bastian.

"Pak direktur sangat khawatir, jadi apa boleh kamu menghubunginya sekali lagi?" Pinta Bastian dengan tatapan mata agak memelas membuat Natha membuang pandangannya agar tidak terpengaruh tatapan maut itu.

"Maa. Maaf aku tidak mau lagi." Jawab Natha gugup.

Syukurlah sepertinya tidak ketahuan. Natha merasa sedikit lega.

"Begitu ya.."

"Aaah ini rotinya baru selesai di panggang tadi, silahkan makan sebelum dingin. Roti di bakery ini sangat enak dan terkenal loh." Natha menyerahkan kantong roti pada Bastian agar pikiran pria itu teralihkan.

Bastian menerima roti dan Natha dan menggitnya, "Lalu apa aku boleh bertanya satu hal lagi?"

"Apa?" Natha tersenyum sambil memakan roti juga.

"Wanita yang berpisah dengan kamu di toko roti tadi, dia pekerja sambilan itu kan? Postur tubuhnya mirip sekali."

Natha membelakkan matanya, kali ini dia berusaha untuk tidak tersedak kedua kalinya sampai sampai dia merasa kesulitan untuk menelan rotinya.

Natha tertawa canggung dibuat buat, "Hahaha mana mungkin, kan banyak orang di dunia ini dengan postur tubuh yang sama. Lalu teman saya itu kan punya usaha bakery, dia sangat suka memanggang roti, hidupnya hanya di dedikasikan untuk berdiri di depan oven dan memanggang roti seumur hidup." Natha masih tertawa gugup.

Bastian terdiam melihat Natha dan mendekatkan wajahnya, "Aku bertanya sekali lagi, apa wanita itu juga bekerja di kantor saya?"

Natha dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Tidak, tentu tidak. Haha mana mungkin, itu tidak benar haha!"

Bastian tersenyum, "Ternyata kamu tidak pandai berbohong yah."

Natha membatu lalu menghela nafas kasar. "Kelihatan sekali yah?"

"Sangat." Bastian tertawa dan menggaruk tengkuknya, lalu pria dia mendesah. "Ternyata pak direktur mengikuti perjodohan dengan karyawannya sendiri yah?"

"I.. itu terjadi begitu saja." Jawab Natha canggung.

Nara maafkan aku kali ini. Natha memijat kepalanya yang berdenyut pusing karena terlalu banyak hantaman mengejutkan dan shock malam ini.

Bastian terdiam memikirkan banyak hal.

Jika direktur tau pasti nona itu tidak akan bisa selamat dari amarah direktur, dia tidak akan tinggal diam. Padahal direktur sangat ingin menikah dengan nona Narnia.

"Baiklah, pertama saya harus melapor..."

"Tuan Bastian!!!!" Natha menarik tangan Bastian tiba tiba dan menggenggamnya erat dan menarik mendekat dengan wajahnya. "Saya mohon tolong rahasiakan apa yang kamu lihat pada malam ini!!"

Bastian sedikit bersingut mundur karena wajah mereka hanya berjarak 10 centi dan itu membuat wajah Bastian merona gugup. "No.. nona Natha.."

"Semua ini salahku, kami benar benar tidak tau kenapa bisa sampai serumit ini." Natha memasang wajah cemberut dan mengusap sudut matanya yang tidak basah. Ya Natha hanya berakting sedih.

Namun beda dengam Bastian, pria itu menjadi sedikit panik melihat Natha sedih. "Kenapa menjadi salah nona Natha?"

"Temanku, dia benar benar hanya inging membantu untuk menggantikan aku ke perjodohan yang sangat aku benci. Teman saya pun juga sangat kesusahan."

"Maaf jika menanyakan ini, tapi apa teman kamu mempunyai maksud tertentu mendekati direktur??"

Natha menggeleng kepalanya, "Tidak, aku berani menjamin itu. Dia juga baru tau orang yang akan di jodohkan olehku adalah direkturnya setelah mereka bertemu."

Bastian mengangguk mengerti, "Hmmm.. lalu kenapa sekarang teman kamu tiba tiba tidak bisa di hubungi??"

"Aah.. anu.." Natha tertawa hambar, "Itu,, ada sedikit kecelakaan."

"Kecelakaan????" Bastian terkejut.

"Iya dia... itu.. bagian wajahnya.." Lalu Natha memceritakan dengan detail bagaimana Nara bisa mendapat lebam cukup parah di bagian matanya dan tidak bisa bertemu dengan Rey. "Sampaikan saja pada direkturmu, nanti temanku juga akan menghubunginya setelah matanya sembuh."

Natha menjeda. "Jadi aku mohon yah tuan Bastian, tolong jangan di.la.por.kan ❤" Natha tersenyum manis mencoba merayu dan itu sedikit berhasil larena wajah Bastian kembali merona.

"Ta.. tapi nanti direktur, saya tetap tidak bisa.."

Bastian mencoba bertahan sekuat hati sari hujanan cinta itu.

"Kalau semua ketahuan nanti persahabatan kami akan berakhir!" Natha mendramatisir kesedihannya,

Natha kembali mengamit tangan Bastian. "Sebelumnya karena saya tergoda oleh tuan Bastian saya sudah menghianatinya dengan mengatur pertemuan di restoran. Jika kali ini terjadi lagi pasti dia akan langsung memusihi saya! Huhuhu

Ter.. tergoda??? Dia tidak sedang merayuku kan??! Apa dia jatuh cinta padaku??

Bastian seolah mendapat critical hit dalam hatinya.

Aku harus memilihi diantara cinta atau pekerjaan.

"Ba.. baiklah aku akan coba untuk merahasi... hwaaaaaa!!" Bastian terkejut bukan main karena belum selesai dia berbicara Natha sudah memeluk dirinya.

"Terimakasih tuan Bastian, aku tidak akan melupakan kebaikan kamu dan akan aku ingat seumur hidup!!"

Bastian merutuk dalam hatinya dengan wajah yang merah merona.

Maafkan aku pak direktur!!

****

Rey memasang wajah kesal sedari pagi, setelah semalam mengutus Bastian untuk pergi menemui Natha malah hingga saat ini Bastian tidak memberi kabar. Bahkan saat Rey menelpon Bastian tidak mengangkatnya dan berkata sedang ada rapat diluar kantor. Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, Rey tidak tahan dan menghubungi Bastian kembali, akhirnya Bwastian mengangkat teleponny.

"Yah pak direktur, maaf tadi saya sedang rapat dengan perusahaan Neo." Ucap Bastian dengan kegugupan yang di sembunyikan.

Rey terdiam sesaat, "Bagaimana laporan hasil kerjamu kemarin?" Tanyanya tanpa basa basi.

"Anu.. itu.. aku.."

"Apa sekarang kamu sedang berdalih bahwa kamu tidak berhasil menyelesaikan tugas dariku??? Aku sudah bilang jika kamu gagal menemukan nona Narnia maka kamu yang akan menggantikan aku pergi memancing di air tawar dengan pak presdir!" Ucap Rey berapi api.

Bastian langsung bergidik ngeri membayangkan pergi memancing dengan pak presdir. "Tolong beri saya kesempatan lagi pak direktur!! Aku akan...."

Bagaimana ini??! Bastian termenung mengingat janjinya semalam dengam Natha.

"Bas?? Bastian?! Basssstian!" Rey sampai memanggil beberapa kali untuk menyadarkan Bastian dari lamunannya.

"Ah ia pak direktur! A.. aku.."

"Waaah sekarang bahkan kamu berani memikirkan hal lain saat berbicara denganku. Kamu benar benar sudah berubah Bastian! Sepertinya kamu sudah tidak takut untuk memancing di air tawar yah.."

"Maafkan saya!" Panik Bastian.

"Jika kamu tidak bisa menemukan nona Narnia maka aku akan membawa nona Nathania Wan pada presdir!" Ancam Rey.

"Maa. Mana bisa begitu.." Kali ini Bastian sangat panik.

"Makanya jika tidak mau cepat temukan nona Narnia! Dan satu lagi..." Rey mengernyitkan alisnya melihat sosok mencurigakan di ujung lorong kantor, dia tidak melepaskan tatapan matanya yang tajam.

"Tolong telepon manajer Wulan, katakan aku ingin bertemu." Rey langsung mematikan teleponnya.

1
Sisca Audriantie
😍😍😍
Dimas Pradipta
thor maaf ini jiplak dari film proposal ya
Puspa Ayundari
hahhahaha astagaa..kok lucu banget kalo dibayangkan
Binti Rofikoh
modus itu buat deketin nara
Binti Rofikoh
bagus tor,
Rina Asih
bagus banget
dementor
tampaknya kita semua korban k-pop ya?? author pun kayaknya korean wave juga.. 🤭🤭🤭🤭
Maria Aufa
seruu!!
endang sari
ok
Fauziz Juliadri
blom baca sih kayak ny kisah nya Sama ya sama komik yg prh aku baca,?
Erni Nofiyanti
nara kamu ko lucu bget yah
Erni Nofiyanti
bastiar bisa oon jga y
Erni Nofiyanti
aku baru tau kalau ada jantung yg sensitif.
Erni Nofiyanti
dasar Nara somplak
Erni Nofiyanti
asli KK lucu bget.
aku baca bab ini pas lagi makan Ampe keselek,gara2 Nara baca UUD.
Erni Nofiyanti
aku mampir KK
KK jgn sampe Nara dan Natha musuhan karna cowo.
hitamanis
kok q jadi kngen film narnia ya😂😂
sinta patricia
flo sdh sy baca..sngat bgus critanya.. setelah flower sy mampir di crita nara in..smua kisah kereen endingnya.sy sukaaaa..👍👍🙏🙏tq
sinta patricia
😀😀modusnya kereeen direktur..
momy ida
kata nya punya harga diri.... tapi tetep y ujung ujung nya nanyain duit"Kamu berani bayar aku berapa"🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!