Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.
Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.
Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.
Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 - KEJUJURAN NIFA
Malam hari, jam sudah menunjukan pukul 20.00. Nifa memikirkan apa yang dilakukan untuk menghidupi kehidupanya. Jika dia bekerja, tentu akan menganggu aktivitas kuliahnya dan aktivitas di rumahnya. Nifa saat itu mencoba mencari referensi pekerjaan di internet. Hingga 15 menit kemudian, Nifa menemukan ide ingin berjualan makanan.
"Apa aku jualan makanan saja ya? aku bisa menjualnya di kantin kampus dan bisa delivery," ucap Nifa
Berjualan makanan, bagi Nifa adalah solusi terbaiknya mengatasi keadaanya sekarang. Tanpa berpikir panjang, Nifa mencari referensi makanan apa yang akan dijualnya.
Setelah menemukan ide, Nifa langsung berniat mengawalinya usahanya mulai besok.
"Sepertinya aku bisa mulai berjualan besok, mungkin aku coba buat brownis saja ya, sekarang aku akan mulai membuat untuk besok," ucap Nifa
Nifa saat itu beranjak dari kamarnya lalu beranjak ke dapur untuk membuat brownis. Sejak kecil, Nifa sudah terbiasa membuat beragam jenis masakan. Namun untuk jualan besok, Nifa ingin membuat brownies lumer.
-------------
Esok hari, Nifa membawa 10 cup brownis untuk dijual di kantin. Pagi pagi sekali setelah menyiapkan sarapan, pada pukul 06.30 WIB Nifa berangkat kuliah. Padahal sebenarnya jadwal kuliah Nifa dimulai pukul 09.00 WIB. Nifa memang sengaja berangkat pagi karena dirinya tidak ingin banyak orang tahu kalau dirinya memulai berjualan. Apalagi, Nifa sadar dengan dirinya yang sering di bully akan berdampak buruk pada usahanya ini.
Sesampainya di kampus, Nifa langsung berjalan menemui ibu kantin yang bernama Bu Hamidah. Bu Hamidah adalah ibu kantin yang terkenal pengertian sama mahasiswanya.
"Buk, ini saya bawa 10 brownis lumer. apakah boleh saya nitip jualan di tempat ibu?" tanya Nifa
"Gak apa apa Nak, keliatanya enak. kamu jual berapa?" tanya Bu Hamidah
"9000 saja Bu, ibu jual 10.000 saja nanti lebihnya untuk ibu," jawab Nifa
"Oalah iya Nak, semoga laku ya," saut Bu Hamidah
"Iya Bu, terima kasih banyak," ucap Nifa
"Iya, sama sama," jawab Bu Hamidah
Setelah menyerahkan jualan di kantin kampus, Nifa pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan waktunya sebelum kuliah dimulai. Namun sesampainya di perpustakaan, Nifa melihat Ardian sedang fokus dengan laptopnya. Ingin sekali Nifa menyapanya, tetapi Nifa takut menganggu karena menurutnya Ardian sibuk mengerjakan skripsinya.
Nifa mencoba menghindar tak menampakan dirinya pada Ardian. Namun baru saja menghindar Ardian justru memanggilnyam
"Eh ***, sok nggak kenal ya ceritanya?" tanya Ardian
Nifa saat itu menoleh kemudian merespon ucapan Ardian.
"Maaf Mas, Mas sekarang lagi sibuk. jadi Nifa takut ganggu," jawab Nifa
"Oh iya? sini aku mau mengatakan sesuatu padamu," ucap Ardian
Nifa menghampiri Ardian kemudian duduk di samping Ardian tetapi agak menjauh. Ardian yang melihat Nifa duduk menjauhinya hanya tersenyum sinis dan malah mengejek Nifa.
"Hei ***, kamu mau sok cantik? sok jual mahal gak mau dekatan sama aku? lagian kamu itu masih jauh dari tipeku," sindir Ardian
"Maaf Mas, Nifa tidak ada maksud seperti itu. hanya saja Nifa tidak ingin Mas merasa terganggu saat dekat sama Nifa," jawab Nifa
"Baguslah, setidaknya kamu bersyukur masih ada laki laki sepertiku yang mau menjadikan kamu pacar yah walaupun cuma kontrak karena kekalahan taruhanku. anggap saja kamu beruntung," saut Ardian
"Iya, dari apa kekurangan yang aku miliki. entah itu gendut, pendek, gak cantik dalam hidup ini, aku selalu belajar menerima dan bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih untuku. Dan Mas benar, aku beruntung bisa kenal Mas Ardian. Mas Ardian itu udah gagah, tampan, sehingga banyak wanita yang kagum sama Mas," jawab Nifa
"Jadi kamu menyukaiku?" tanta Ardian
"Maaf ya Mas, kalau aku bikin Mas risih dan marah karena diam diam aku juga mengagumi Mas Ardian. Tapi jangan dipikirin Mas, aku gak ingin apa apa dari Mas. aku hanya ingin menyelesaikan perjanjian ini saja sama Mas. Setelah itu aku janji akan pergi dan gak akan ganggu Mas Ardian," jawab Nifa
Ardian saat itu terdiam mendapat telak dari jawaban Nifa. Setiap Ardian mengejek Nifa, Nifa tak pernah marah dan bahkan selalu menjawab ejekanya dengan pujian untuk orang yang mengejeknya dan menyadari kekuranganya. Hal itu tentu saja membuat Ardian belakangan ini tidak ingin terus menghina Nifa.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏