NovelToon NovelToon
Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Deg.

Vina terhuyung ke belakang setelah mendengar perkataan Devan barusan.

Tadinya Vina datang berniat memberitahu Devan bahwa dirinya hamil, tapi siapa sangka Vina malah mendengar kabar menyakitkan tentang hubungan mereka.

Tanpa pikir panjang Vina langsung berlari keluar dari apartemen itu dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Vina pergi tanpa memberitahu Devan soal kehamilannya. Toh hubungan mereka tidak bisa lagi di perjuangkan, itu sebabnya Vina memutuskan untuk merawat sendiri bayi yang masih ada di dalam perutnya.

Vina memutuskan pulang ke kampung halamannya meninggalkan semua kenangan yang ada di kota itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Devan berdiri di bawah shower membiarkan air mengalir membasahi seluruh tubuhnya. Pikirannya saat ini sangat kacau jika memikirkan kembali kata-kata Bayu.

Arghh.

Teriak laki-laki itu putus asa.

Devan cepat-cepat menyelesaikan ritual mandinya.

Setelah memakai jubah mandi, Devan berjalan menuju cermin yang ada di dalam kamar mandi itu.

Devan berdiri sambil menatap pantulan wajahnya dalam cermin itu, wajah yang kelihatan sangat kacau dan putus asa.

Sambil menggeleng-gelengkan kepala “Tidak. Aku tidak siap dengan ini.” Ucap Devan berbicara pada dirinya sendiri di depan cermin itu.

Pikirannya mendadak bleng sejak pembicaraannya dengan Bayu tadi.

***

Sementara di tempat lain, Vina dan Naya sedang bersiap-siap untuk tidur.

Dengan penuh kasih sayang Vina memasangkan selimut pada malaikat kecilnya itu.

“Bunda, besok pagi temani Naya sekolah ya sampai selesai.” Rengek gadis kecil itu tiba-tiba.

Vina mengerutkan dahinya bingung, tidak biasanya Naya seperti ini.

“Tapi sayang besok pagi-pagi sekali bunda sudah harus ke warung untuk masak dan harus buka warung juga.” Jelas Vina lembut.

“Bunda, Naya juga ingin seperti teman-teman Naya yang lainnya. Mereka semua di temani oleh ayah atau ibu mereka hingga pulang sekolah, sedangkan Naya selalu sendiri. Naya hanya punya bunda, ayah kan tidak ada. Jadi cuma bunda yang bisa Naya minta untuk ditemani sama seperti teman-teman Naya yang lain.” Polos Naya berbicara.

Vina merasa hatinya seperti diiris-iris mendengar ucapan sang anak. Selama ini Naya akan selalu di antar oleh Adi ataupun Vina ke sekolah dan setelah itu mereka akan kembali pulang. Setiap pulang sekolah pun Naya akan ikut menumpang dengan anak tetangga mereka hingga sampai rumah.

“Naya sayang, bunda tidak bisa menemani karna bunda harus kerja. Semua bunda lakukan untuk Naya nanti biar bisa sekolah sampai sukses.”

“Tapi bunda janji, nanti bunda akan temani anak bunda yang cantik ini selama satu hari full. Tapi bukan besok ya, bunda sudah terlanjur belanja untuk buka warung hari ini. Kalau hari ini bunda tidak buka, kan kasian bahan-bahannya jadi busuk dan tidak bisa di masak lagi.” Ujar Vina memberi pengertian.

“Ya sudah.” Jawab Naya dengan nada kecewa.

Vina yang melihat raut wajah kecewa Naya jadi tidak enak.

Apalagi tadi Naya sempat menyinggung soal ayah. Vina selalu takut jika Naya sudah menyinggung ataupun bertanya mengenai ayah. Itu hal sensitif baginya.

Bukan karna apa, tapi Vina takut tidak bisa menjawab pertanyaan anak itu. Vina juga takut tidak bisa memberi penjelasan yang tepat nanti.

“Ayo tidur.” Ajak Vina sambil berbaring di samping gadis kecil itu.

***

Keesokan harinya.

Devan sedang duduk di dalam ruangannya sambil memegang bingkai foto kecil yang ia jadikan pajangan selama ini di atas mejanya.

Foto dirinya dan wanita yang sangat di cintainya, dulu maupun sekarang.

Hanya Devan yang tau isi hatinya saat ini.

Lamunan Devan buyar seketika saat mendengar ketokan pintu.

“Masuk.” Sahutnya dari dalam.

Devan lalu menaruh kembali bingkai foto itu di tempatnya.

“Pagi pak.” Sapa orang itu yang tak lain adalah Viko, sekertaris Devan.

“Ada apa?” Tanya Devan langsung.

“Sebelumnya maaf pak, saya ingin menyampaikan kalau untuk kunjungan proyek nanti sepertinya saya tidak bisa datang untuk mewakili perusahaan.” Jawab Viko.

“Kenapa?” Tanya Devan seraya mengerutkan dahinya.

“Ibu saya sakit pak jadi saya harus merawat dan menjaganya di rumah sakit.” Jawab Viko lagi.

Mendengar tentang ibu mengingatkan Devan pada sang mama yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Meskipun Santi kadang membuat Devan kesal tapi Santi tetaplah ibu yang telah melahirkannya. Ada rasa bersalah dalam diri laki-laki itu karna tidak ada di saat-saat terakhir sang mama.

“Ya sudah, biar nanti saya sendiri yang ikut bersama mereka mewakili perusahaan. Kamu rawatlah dengan baik ibumu selagi beliau masih ada.” Ucap Devan memutuskan.

Ada raut kelegaan yang dapat Devan lihat dari wajah sekertarisnya itu.

“Apa saya juga boleh cuti pak untuk beberapa hari sampai keadaan ibu saya membaik?” Ragu Viko. Ia takut Devan tak mengijinkan, apalagi tidak ada yang mengurus pekerjaan nanti saat Devan pergi.

Jawaban yang di keluarkan Devan kali ini di luar dugaan Viko.

“Ya.” Singkat padat dan jelas tapi sangat berarti bagi Viko.

“Terima kasih pak, terima kasih.” Ucap Viko kegirangan.

Setelah urusannya selesai, Viko pun pamit kembali ke ruangannya. Sementara Devan, laki-laki itu berusaha fokus pada berkas-berkas yang ada di mejanya.

Laki-laki itu berusaha fokus pada pekerjaannya yang sempat tertunda karna memikirkan Vina.

❤️

Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya🙏

Mau kasih bunga, kopi atau pisau juga boleh😂Lebih-lebih kalau kasih tip😜

Canda ya😅✌️

1
Cheng Nyo
👍👍👍
Erina Munir
akhiiirrrnyaaa😍😍😍😍😍
Erina Munir
algamdulillaaah ...akhirnya sadar juga😍😍😍😍😍😍😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Erina Munir
udh dong thor... jngn lama2 komanyaaa...kesian kan puegeel thooor
Erina Munir
smg vina cpt sadar dri.komanya
Erina Munir
ini mah bner2 k tunda
Erina Munir
tiara gendeng... ga mikir sm usahanya...klo kaya gitu usahanya nnti bisa sepi hadeehh
Erina Munir
nmnya juganudh bucin Vin... suamimu 🤣🤣🤣
Erina Munir
itu klo bangun pgi...suruh pd sholat dong thooor
Erina Munir
bahagiaa teruus yaa.Devan vina Anaya
Erina Munir
😄😄😄😄😍😍😍 othor bikin pembaca baper
Erina Munir
syukur alhamdulillaah...akhirnyaa...😍😍😍😍😍😍
Erina Munir
thor ...jngn samp si wanita ular kadut itu tiba2 muncul n mengacaukan suasana
Erina Munir
cieee...ciee... Devan Vinaa..
Erina Munir
udh klamaan atuh thoor 5 thn gituh looooh
Erina Munir
dasar uler kadut luh Tiara...sebbeellll
Erina Munir
vina...mulai egois niih...kamu ga kesian sm naya...hadeehhh...egooo sja yg d kedepanin....
Erina Munir
hahaa kejutaan yaa
Erina Munir
siìp
Erina Munir
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!