NovelToon NovelToon
My Beloved Wife

My Beloved Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Indigo / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 5
Nama Author: intanpermata

Mencintai dan dicintai, memang menjadi harapan bagi setiap orang. Namun, bagi seorang Alexander Matthew harus selalu bisa dengan bijak untuk menyikapinya.

Hal yang paling sulit bagi Alex dalam mencintai yaitu memulainya. Terutama untuk membuka kembali hatinya setelah membereskan yang lama.

Pada akhirnya, hanya tiga hal yang berarti dalam hidup Alex yaitu seberapa banyak dia mencintai, seberapa lembut dia menjalani hidup, dan seberapa ikhlas dia melepaskan sesuatu yang tidak dimaksudkan untuknya.

Kini hati Alex pun berakhir pada satu wanita yang mampu membuat dia hanya ingin hidup bersamanya untuk selamanya.

"Meski banyak wanita di luar sana yang lebih baik, lebih cantik mungkin, atau lebih sexy, aku tidak peduli! Bagiku, hanya kamu wanita satu-satunya yang terbaik dari semua wanita di luar sana, dan hanya denganmu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku!"

"Dasar gombal! Sejak kapan Tuan Muda sepertimu bisa berkata semanis ini?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBW #18

Alex memeluk Amanda dengan erat dan terus menicuamnya mengimbangi ciuman menggebu dari Amanda. Alex pun membuat Amanda segera menuntuskan hasrat yang semakin bergejolak dalam dirinya tanpa harus merusaknya.

Amanda semakin terbuai dan tak henti mendesah saat Alex semakin mempercepat permainan jarinya dibawah miliknya. Tubuhnya menegang dan ia mengeratkan pelukannya pada Alex sambil memejamkan matanya ketika ia telah sampai pada puncaknya yang baru pertama kali ia rasakan seumur hidupnya.

Tubuh Amanda kembali melemas. Pelukannya melonggar dan tubuhnya sedikit gemetar.

Alex mengecup kening Amanda penuh kasih sayang kemudian ia mengangkatnya dan kembali memasukkannya kedalam bathtub. Amanda memejamkan matanya dan ia tertidur.

Alex segera memandikan Amanda. Ia tidak mungkin memanggil Bi Salma untuk memandikannya setelah apa yang baru saja ia lakukan kepada Amanda.

Selesai mandikan Amanda dan memakaikan handuk kimono kepadanya, Alex membaringkan tubuh mungil Amanda di ranjangnya kembali dan menyelimutinya.

"Aku berjanji akan selalu menjagamu!" Ucap Alex dengan suara pelan sambil mengusap kepala Amanda dan mengecup keningnya. Kamudian ia beranjak keluar dan menuju kamar lain yang ada didekat kamarnya untuk mandi air dingin.

***

Keesokan harinya. Amanda terbangun dan ia membuka matanya. Ia kembali terkejut kemudian bangkit dan duduk sambil memperhatikan sekeliling kamar Alex. Ia kemudian meraba tubuhnya yang sudah berganti dengan handuk kimono. Ia melihat kedalam tubuhnya dibalik handuk kimono yang ia pakai dan ia sangat terkejut.

"Oh ya ampun! Apa yang udah aku lakukan?" Pekiknya sambil mengingat-ingat kejadian semalam.

"Egy, dia..ya, semalam aku kenalan sama dia dan seteleh itu..aku nggak ingat apa-apa lagi. Kenapa aku bisa ada disini dan ini.."

'Ceklek'

Mendengar suara pintu terbuka, Amanda langsung terdiam dan memperhatikan kearah pintu.

"Selamat pagi Non!" Seru Bi Salma dengan tersenyum sambil membawa nampan berisi sarapan.

"Bibi, membawakan sarapan untukmu. Ayo cepat dimakan dulu!" Lanjut Bi Salma melangkah kesofa depan TV dan meletakkan nampannya diatas meja.

"Pagi juga Bi! O ya, kenapa aku bisa ada disini lagi?" Tanya Amanda sambil menghampiri Bi Salma.

"Bibi juga tidak tau Non. Mungkin semalam Bibi sudah tidur. Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, Tuan Muda hanya menyuruh Bibi mengantar sarapan untukmu." Jawab Bi Salma dengan tersenyum.

Amanda hanya diam dan masih terus mengingat-ingat apa yang telah terjadi semalam namun ia tetap tidak bisa mengingatnya.

"Ayo cepat sarapan dulu!" Bi Salma menarik Amanda dan menyuruhnya duduk untuk sarapan.

"Iya Bi, tapi kenapa Bibi repot-repot membawakan sarapan kesini? Kau bisa turun kebawah kan?" Ucap Amanda sambil duduk.

"Itu karena Tuan Muda yang menyuruh Bibi tadi. Bibi juga sama sekali tidak merasa direpotkan." Jawab Bi Salma.

"Ya sudah, kamu makan dulu ya! Bibi turun dulu!" Lanjut Bi Salma kemudian segera keluar dari kamar dan turun kebawah.

Amanda meraih sandwich yang dibawakan Bi Salma dan memakannya sambil melamun. Pikirannya terus melayang berusaha mengingat-ingat sesuatu yang telah terjadi pada dirinya tapi tetap saja masih tidak ingat.

Nanti aku akan coba bertanya pada Tuan Alex! Ucap Amanda dalam hati kemudian segera menghabiskan sandwich dan segelas susu.

Ia ingin mandi dan segera pergi mencari pekerjaan baru. Saat beranjak dari sofa, ia melihat sebuah paper bag diatas meja samping cermin besar. Amanda ingin melihatnya dan ia melihat ada kertas kecil dengan tulisan tangan "Untukmu, semoga pas ditubuhmu."

"Apa Tuan Alex yang memeberikan ini?" Tanya Amanda pada diri sendiri kemudian melihat isi dalam paper bag tersebut.

"Oh ya ampun!" Seketika Amanda melebarkan kedua tangannya saat melihat isi dalam paper bag tersebut.

Alex memesankan pakaian untuk Amanda lengkap dengan ********** membuat Amanda terkejut karena ukurannya sama dengan miliknya.

"Kenapa Tuan Alex bisa tau ukuranku?"

"Oh astaga! Jangan-jangan semalam..?" Amanda kambali terkejut sambil membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.

Pikirannya terus berputar, dan ia berpikiran kalau yang menggantikan pakaiannya adalah Alex dan parahnya ia hanya memakai handuk kimono saja.

"Apa yang telah terjadi semalam? Kenapa aku nggak ingat sih?" Amanda merasa frustasi sambil meremas rambutnya sendiri.

***

Siang harinya di perusahaan Matthew, Alex baru selesai meeting dengan kliennya. Ia berdiri didepan pintu lift dan terlihat seperti sedang mengirim pesan.

"Lex, kamu mau makan siang dikantor apa diluar?" Tanya Devan saat menghampiri Alex.

"Diluar." Jawabnya singkat kemudian masuk kedalam lift diikuti Devan.

"Kalau gitu kita makan bareng ya?" Ucap Devan dengan tersenyum.

"Hmm." Jawab Alex sambil membaca balasan pesan dari ponselnya.

Devan yang merasa penasaran ia sedikit menjulurkan lehernya kearah Alex dan melirik layar ponselnya. Seketika Alex memasukkan ponselnya kembali kedalam saku jasnya dan mengikut perut Devan.

"Aduh awh!" Pekik Devan sambil membungkuk, meringis kesakitan.

"Gila kamu Lex! Sakit tau!"

"Itu akibat dari orang yang ingin tau urusan orang lain!" Jawab Alex dengan tersenyum sinis.

'Ting!'

Pintu lift terbuka dan Alex segera melangkah keluar. Devan mengikutinya dari belakang.

"Kita mau makan diKafe biasa atau di restoran milikmu?" Tanya Devan saat berjalan menuju mobil Alex.

"Restoran milikku!" Jawab Alex sambil masuk kedalam mobilnya dan Devan masuk disisi lain.

Alex segera melajukan mobilnya menuju restoran miliknya. Tak butuh waktu lama untuk sampai di dan karena jarak antara perusahaan Matthew dengan restoran miliknya tidak jauh hanya kurang lebih sepuluh menitan saja.

Sesampainya direstoran, Alex segera turun disusul oleh Devan. "Gila, pengunjung restoranmu selalu saja ramai!" Ucap Devan dengan kagum.

Restoran milik Alex memang terlihat mewah. Selain semua menunya yang lengkap dan sangat enak karena Alex mempekerjakan chef handal, harganya juga bersahabat.

"Maaf mbak, disini sedang tidak ada lowongan pekerjaan!" Ucap resepsionis dengan ramah.

Alex yang mendengarnya, ia menoleh dan memperhatikan siapa yang sedang meminta pekerjaan di restorannya ini.

"Mbak, saya mohon! Saya bisa jadi pelayan atau tukang cuci piring atau apapun itu asal saya bisa dapat pekerjaan dan digaji berapapun itu saya terima!" Pinta seorang gadis dengan memohon.

Alex mengernyit karena ternyata gadis itu tidak asing lagi baginya. "Lex, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya?" Ucap Devan yang ikut memperhatikan sambil mengingat-ingat wajah gadis itu.

Alex tidak menghiruakan ucapan Devan dan langsung menghampiri gadis itu. "Ada apa ini?" Tanya Alex dengan menatap karyawan wanitanya dibagian resepsionis.

"Tuan Alex!" Sapanya dengan hormat.

"Tu-Tuan..Tuan Alex!" Amanda langsung menoleh dengan wajah terkejut menatap Alex.

Ah, aku ingat sekarang! Dia gadis ya g waktu itu aku lihat dirumah sakit!

Ucap Devan dalam hati yang berdiri disamping Alex.

"Tuan Alex, mbak ini memaksa minta pekerjaan disini. Saya sudah memberi taunya kalau sedang tidak ada lowongan pekerjaan disini." Ucap Resepsionis tersebut membaritau Alex dengan sopan.

"Ikut aku!" Alex langsung menarik tangan Amanda dan membawanya kedalam menuju ruangannya.

Devan dan karyawan resepsionis dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan Alex barusan.

"Apa aku tidak salah lihat barusan?" Tanya Devan masih menatap lurus kearah langkah Alex dan Amanda yang sudah menghilang.

"Sepertinya tidak Taun Dev!" Jawab resepsionis tersebut juga terus menatap kearah yang sama dengan melebarkan kedua bola matanya.

...*****...

1
asterchamomile
Oalah pantesan Amanda nggak pernah diganggu lagi waktu dikamar sendirian wkwkwk
asterchamomile
Luar biasa
asterchamomile
Robert udah pulang duluan ya?
asterchamomile
kok selama ini bik Salma nggak pernah diganggu?
asterchamomile
*Tuan typo kk 😭😭
ree
terbaik..
ree
terbaik.,
ree
semangat..
menarik, terus semangat!
Reva Azriyanty
visualnya ngak cocok thor.
Ana Rela
lnjuttttt thor upx🙏❤
Febriy Febriy
ha-ha-ha benar marah blh bodoh jangan di pelihara Amanda
Febriy Febriy
emg bodoh amanda
Desi Listidiyah
sepertinya iya..
tania_
penulisannya masih berantakan...
Maulai7
Luar biasa
Rahma
ceritanya bagus sekali
Agustina Dwi sintia_3PPB
alur ceritanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Ummi Nza
duh amanda sering banget jatuh nyaa .. kalo kata orang sunda mah letoy hihihi
Ummi Nza
knp ngga ngelawan saat d fitnah sih manda mlah lngsung kabur. jd orng lain nyangka ny klian memang selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!