" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Juleha dan Zainal ( Part. 18 )
Juleha dan Zainab melangkah dari satu lantai ke lantai yang lain, tiba di kounter underwear, keduanya memilah milih mana yang terkesan berani dan sexy.
" Jul, lu pakai yang beginian ? " Zainab menunjuk underwear dengan model yang bagian belakang cuma segede pita, nah untuk yang di depan seperti segitiga siku-siku.
" Ogah, apa yang mau ditutupi, mending gak usah pakai sekalian " Juleha terkikik kikik.
Zainab cuma mencebik
" Kirain lu pakai ini, jadi aku pengen ikut "
" Yang berenda aja, kelihatan lucu lucu imut, ngegemesin kaya' bayi "
Zainab melongo.
" Jul, setelah nikah, otak lu korslet ya ? "
Zainab meletakkan punggung tangannya ke dahi Juleha.
" Sembarangan, ponsel itu digunakan untuk melihat lihat yang bermanfaat Nab, apa apa yang menyenangkan untuk suami.
Kalau hanya pinter masak, warung makan banyak, pesan pakai aplikasi sudah menjamur.
Pinter beberes, tinggal pencet aplikasi Maxam, datang noh petugasnya.
Servise suami ? itu tugas istri, jangan sampai pelakor yang mempunyai keahlian servise menservis mengambil alih "
Tangan Zainab masih memilah milah warna underwear yang terkesan berani dan misterius, merah dan hitam.
" Eh Jul, lu baru juga jadi bini selama tiga Minggu, tapi pengetahuan melayani suami, lu seperti sudah ahlinya "
" Enggak, aku cuma belajar dari cerita cerita yang berseliweran di beranda akun efbi-ku, kebanyakan cerita pasti yang berhubungan dengan pelakor, aku kan kudu ati ati "
" Jul, kita samaan aja model dan warnanya ya ! "
Zainab mengambil underwear yang model dan warnanya sama persis seperti yang sudah Juleha masukkan ke dalam keranjang bawaannya.
" Eh, jangan, pilih selera lu sendiri, kalau punya kita sama keduanya, pas di jemur, tetiba hari hujan, bang Zai dan bang Jali bantuin ngangkatin jemuran, berabe kalau ketahuan "
" Berabe kenapa ? "
Zainab bertanya lugu.
" Takutnya baik bang Jali maupun bang Zai, membayangkan yang aneh aneh, lu tahu sendiri otak laki laki itu daya khayalnya melawati gugusan bintang bintang di langit "
" Hem, iya juga ya "
Zainab meletakkan kembali Underwear yang sama yang sudah dipilihnya, menggantinya dengan selera dan pilihannya sendiri.
Setelah selesai memilih di pakaian dalam, Juleha dan Zainab bergeser ke sebelah.
Deretan lingerie yang terlihat sexy dan bagus bagus menyapu penglihatan Zainab dan Juleha.
Juleha ingat pesan Zainal tadi pagi agar memakai lingerie untuk nanti malam.
Tangannya menggapai lingerie berwarna merah dan hitam, warna yang sama dengan underwear yang Juleha pilih tadi.
Ah tidak apa apa warnanya sama, biar makin beragam, kalau memilih warna yang ini, kulit semakin kelihatan terang.
Juleha bergumam sendiri, membayangkan dia memakai lingerie itu nanti malam, selanjutnya....
Wajah Juleha memerah.
Ekhem
Zainab berdehem pelan.
" Hayoooo....Lu pasti sedang ngebayangin pakai ini didepan bang Zai ya ? Lalu .... panas, panas, panas badan ini, pusing pusing pusing..."
Zainab malah menyanyikan sebait lagi grup band GIGI.
" Ah Nab, kau tahu aja, udah kaya' peramal, bang Zai yang minta supaya aku membeli baju saringan tahu ini "
Jawab Juleha malu malu.
Uhuk uhuk uhuk.
Zainab dan Juleha menoleh, melihat siapa yang sedang terbatuk batuk.
" Perlu pakaian kaya' gitu ya untuk menambah keseksian ? Berarti gak montok dong " Cibir Mira sembari membusungkan sedikit dadanya dan menggoyang goyangkan pinggulnya seperti goyangkan tik tik yang lagunya aku masih ting ting.
Untuk yang satu itu, Juleha tidak bisa menjawab, karena memang untuk ukuran yang menjadi kebanggaan kaum hawa itu, punya Juleha hanya ukuran standar, tidak seperti Mira yang muka belakang serba menonjol.
Juleha hanya diam, lagi pula dia sedang puasa, sedang tidak mood membalas penghinaan yang dilontarkan oleh Mira.
" Sayang, Abang gak perlu yang ukuran jumbo, punya kamu semua selera Abang, sangat menggemaskan "
rengkuh Zainal pada bahu Juleha sembari mencium puncak kepala Juleha yang tertutup kerudung.
Saat mengatakan itu, ada kilatan kemarahan di mata Zainal yang diarahkan pada Mira
" Abang kok bisa menyusul kemari " Juleha melirik ke arah Zainab yang ternyata Rojali juga ikut menjemput calon istrinya.
" Abang kuatir kamu diganggu oleh lalat yang membuat membuat telingamu sakit, dek "
Juleha menjulurkan lidahnya pada Mira.
" Ayo kita ke kasir, nanti malam kamu pakai apa yang kamu beli ini ya dek "
Zainal sengaja sedikit mengeraskan suaranya agar Mira ikut mendengar, dia tidak menyangka jika Mira terus mengganggu Istrinya.
" Mir Mir, kok bisa bisanya kamu membully istrinya Zai, jangan sampai dia menyesal pernah menjadi pacarmu "
Ujar Rojali sembari mengajak Zainab menuju ke kasir mengikuti langkah kaki Zainal yang sudah mendahului.
Mira terdiam dengan wajah pucat.
" Kau sih Mir "
Luci ikut menyalahkan.
" Mana aku tahu kalau Zainal menyusul Istrinya kesini "
...******...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
..
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻