NovelToon NovelToon
MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:70.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Maryam Zamany

ini sebuah cerita fiksi, menceritakan perjuangan seorang muslimah yang berusaha mencari arti cinta yang sesungguhnya.

"Saya minta maaf atas kekecewaan kamu Cha, ini semua sudah menjadi qodarulloh, saya harap kamu selalu berharap kepada Alloh, dan tidak mengharapkan saya dengan lebih, tiga minggu lagi mungkin pernikahan saya dan Raysa, saya harap kamu ikhlas." kata Rafan.

Deg!

kata kata Ustadz Rayis mengenai ke dalam hati Acha, Acha hanya memejamkan mata menarik nafas dalam dalam dan membuangnya perlahan, dan kemudian memberanikan diri menonggak kan pandangan nya ke arah Ustadz Rayis.

"In syaa Alloh saya sudah ikhlas Ustadz, soal surat itu saya hanya mengungkapkan, dan tidak mengharapkan balasan." kata Acha berusaha tersenyum.






vote and like adalah semangat Author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maryam Zamany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 18

Pov Rizki

Aku yang berjalan mundur tak sengaja menginjak sepatu Liani.

"Lu yaa Ki jalan nya gimana sih." rengek Liani kesal sembari membersihkan sepatunya.

"Eh sorry sorry Gw gak liat ada orang dari tadi." ejek Ku.

Aku pun yang langsung berlari.

"Ihh Lu yaa parah, emang nya Gw makhluk ghaib apa." kata Liani yang kemudian mengejar Ku, dan membuat Ku berlari lebih cepat.

......................

"Huft huft, udah udah cukup tar gak ada tenaga buat senamnya." kata Ku menyerah mengangkat kedua tangan.

"Huft iya iya Gw juga cape." Liani mengatur nafas.

Kami pun memasuki barisan senam dan mengikuti gerakan.

...****************...

Pov acha

*Aku yang sedang tertawa melihat Iki dan Liani, dan akan duduk dulu sebentar, saat berbalik..

brughh...

Aku bertabrakan dengan seseorang karena Aku tak menyadari ada seseorang dibelakang Ku yang baru saja datang*.

"Aduh." rintih Ku, karena kening Ku terbentur ke dadanya.

"Kalo lari tuh liat liat dong." kesal Ku sembari mengusap usap kening Ku yang sakit.

"Aduh aseef jiddan ya dek, Saya gak sengaja, lagian adek juga gak liat liat, jadi Kita sama sama salah dong." katanya.

"Ihh..." kata Ku yang terpotong karena, Aku langsung menunjuk dan melihat ke arah wajah nya.

Pandangan Kami saling bertemu, mata kami sedikit membesar karena kaget satu sama lain.

"Kak Muzaa!" kata Ku kaget dan langsung menurun kan telunjuk Ku.

"Acha!" kaget Kak Muza.

"Kamu ngapain di sini sendirian?" tanya Kak Muza.

"Nggak sendirian kok Kak, sama Mereka tuh." kata ku mengarah ke Iki dan Liani yang sedang senam.

"Owh kirain sendiri, baru aja mau nanya in Liani dimana." kata Kak Muza senyum terlihat gigi.

Entah kenapa senyum itu membuat diri ini melayang melihat manisnya sebuah senyuman yang terlukis di bibirnya dengan lesung pipi.

"Cha? Acha." kata Kak Muza melambai lambaikan tangannya di depan wajah Ku.

"Hah." kata Ku tersadar yang dari tadi memandang wajah tampan nya.

"Malu maluin banget Cha, masa Lu ngelamun di depan Kak Muza, haduh Cha kenapa sih lu, sadar sadar Cha, sadar." batin Ku.

"Kamu gak papa kan?." kata Kak Muza sedikit khawatir.

"I iyaa Kak gak papa hehe." kata Ku.

"Yaudah Kakak ke sana dulu ya, Kamu mau ikut senam juga?." kata Kak Muza.

"Nggak Kak duluan aja hehe." kataku.

"Yaudah duluan yaa." kata Kak Muza yang menuju ke kelompok senam.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum manis.

......................

Setelah Kak Muza pergi.

"Haa yaa Allah ya Allah ya Allah, mimpi apa semalam." kata Ku bahagia.

Aku pun langsung ke tempat duduk, dan langsung menjatuh kan tubuh Ku ke kursi umum itu, dan Aku tersenyum senyum mengingat kejadian tadi.

"Dasar Gw, ada apa ini kok wajahnya melekat di ingetan Gw, apaa Gw..." gumam ku.

"Gak mungkin.. Gw masih trauma." teriak Ku.

"Cha?" kata seorang pria yang suaranya sangat Aku kenal.

"Haa." kaget Ku tersadar karena ada wajah seseorang yang melihat Ku dengan aneh, dan wajah itu pun ikutan kaget.

"Astaghfirullah Ikii! Lu yaa ngagetin Gw aja." rengek Ku kesal.

"Dihh.. malahan Gw yang kaget liat Lu teriak, kirain Gw Lu kesambet, Lu kesambet apaan? Lu sehat kan?" kata Iki yang memeriksa suhu tubuh Ku.

"Yee apaan sih Gw baik baik aja." kata Ku yang menyingkirkan tangan Iki dikening Ku.

"Takutnya kan." kata Iki.

1
Anna Susiana
Ayo.... semangat Cha maju terus pantang takut buat jalan ke depannya
Neti Jalia
nyicil like lagi
Susi Opik
semangat
Susi Opik
semangatt
Susi Opik
nice kak,, semangat terus dlm berkarya
Ana Yulia
Hadir thor, salam Rafa & Ara.
Ayo Thor lanjut terus.. semangat semangat semangat 💪💪💪
Ana Yulia
hadir, semangat up 💪 lanjut lagi
yutantia 10
next
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
panjang bgt penjelasannya😁
TK
next up
zien
semoga sukses selalu💐💐💗💗
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
acha cemburu ni
R.F
cemungut
Neti Jalia
nyicil boom like lagi👍🙏
Andropist
semangat kak
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
udah pas tuh jadi pasutri😊
Andropist
lanjut kak
Ana Yulia
Next thor semangat 💪
yutantia 10
semangat up
Pink Panther
lanjut 2 like👍
kutunggu kelanjutan bomlike kk di novelku Who is He ya😄💕

Tetap saling dukung yuk✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!