happy reading ☺️
Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Nadira Winta gadis yang baru saja lulus dari SMAnya. Nadira dan teman-temannya pun merayakan hari kelulusan nya dengan berlibur. Tak di sangka waktu perjalanan pulang mereka kendaraan yang mereka tumpangi rusak, akhirnya Mereka memutuskan kan untuk mencari bantuan tapi nihil tidak ada seorang pun yang lewat di jalan sepi itu. Kevin yang merupakan kakak Nadira Winata mengingat bahwa di dekat situ ada rumah tuannya tanpa ragu-ragu Kevin pun memberikan Kunci rumah itu Dengan syarat jangan memasuki kamar tuan saya jelas Kevin pada Bu ladi guru Nadira.
Tapi Nadira yang terlena akan keindahan ruangan itu Mulai melangkah kan kakinya masuk ke kamar itu akibat kecerobohan nya Nadira malah terjebak dengan pria pemilik ruangan itu.
Akankah Nadira bisa terlepas dari jebakan pria itu?
Dan siapa sebenarnya pria itu.
Buat yang penasaran baca langsung ya cerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devii💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Kevin
Rossa tak mengerti rencana gila apa yang akan dilakukan Kevin kepadanya dan suaminya. tapi ia tidak punya pilihan rasa takut masih saja menghantui dirinya dia takut suatu saat Alex membuangnya.
Jadi ia masih memiliki Kevin mungkin begitulah pikirnya pria yang menjadi kekasih gelapnya selama ini.
"Pak ada seorang wanita ingin bertemu dengan bapak"
"Siapa?"
"Rossa pak" ucap wanita itu sopan
"Suruh dia masuk"
"Ada apa sayang? bagaimana malam pertamanya menyenangkan?."
"Kami tidak melakukannya"
Kevin menggeleng seperti ingin bertanya kenapa tapi niat itu diurungkannya karena sudah menemukan alasannya.
"Apa Alex tidak mau menyentuhmu?" gelak Kevin berjalan mendekati wanitanya itu.
"Bukan tidak mau, hanya saja aku beralasan sedang datang bulan"
"Dia percaya?"
"Sepertinya begitu, kemarin dia mulai curiga aku suruh dia mengeceknya tapi ia tidak mau, sebenarnya aku tahu kalau dia takut darah. Tapi aku takut berapa lama ini semua akan berakhir."
Hah, pengecut ternyata dia masih saja takut sama darah membatin
"Lakukan saja apa yang kamu bisa sayang, masalah itu tidak usah terlalu dipikirkan."
Rossa hanya menghembuskan nafasnya kasar
Kevin tersenyum ia menjadi terpikir suatu ide yang cemerlang untuk menghancurkan Alexander Lemos. ia menatap Rossa lekat membuat wanita itu merasa risih.
Ini saatnya Aku memanfaatkannya gumam tersenyum sinis
"Aku butuh bantuan mu sayang, perusahaan ku sedang bermasalah jadi aku membutuhkan uang 10 miliar."
Sukses membuat Rossa diam terpaku.
" Jangan gila Kevin, aku tidak memiliki uang sebanyak itu dan jangan pernah kau menyuruhku meminjamnya ke Alex." tegasnya.
Kevin menaikkan alisnya "aku tidak ada niatan ingin meminjam uangnya hanya saja"... perkata Kevin terhenti
"Hanya apa? " telak Rossa penasaran
"Yang ku butuhkan hanya dokumen-dokumen penting milik suamimu" timpalnya dingin.
Rossa belum mengerti maksud tentang dokumen, ada apa dengan dokumen batinnya engan bertanya.
melihat ekspresi bingung kekasihnya itu Kevin langsung menjelaskan.
"Kau hanya perlu membantuku mengambil dokumennya"
"Apa yang akan kau lakukan dengan dokumen itu? "
"Aku hanya ingin mempelajari bagaimana trik suamimu itu mengelola perusahaan bisa sehebat sekarang, kau tak mau kan kita nanti hidup dalam kemiskinan."
Rossa menatap Kevin lekat dengan perasaan penuh curiga
"Kau tak perlu khawatir itu kan hanya dokumen saja tidak akan membuat perusahaannya bermasalah percaya padaku"
membelai helaian rambut Rossa yang berhasil menutupi wajahnya dengan gerakan lembut.
Membuat sang empu sembari menggeliat merasakan sensasi nikmat.
"Nanti aku cari" walaupun merasa enggan melakukannya
" Terima kasih sayang " tersenyum lalu mengecup kedua pipi wanita itu dengan manja.
Selesai dengan obrolan yang mereka lakukan Rossa beranjak untuk pergi.
"Aku mau pulang,takut Alex udah pulang lebih awal"
"Hati-hati sayang jangan lupa dokumennya" mengingatkan
*Dirumah...
Dugaan Rossa tepat sekali Alex sudah berada di rumah ia sedikit gugup melihat Alex menatapnya seperti itu.
"Dari mana saja kamu? bukannya siapin makanan untuk suami malah berkeliaran" umpatnya datar
"Tadi ada urusan"
"Urusan dengan pria lain? " sambar sinis
Rossa terkejut mendengarnya dia tahu dari mana batinnya.
sementara Alex hanya menebak saja
" Beneran kamu bertemu pria lain?"
Rossa semakin gugup "sudahlah mas aku capek" meninggalkan Alex sedang menatapnya tajam.
Rossa duduk di tepi ranjang sambil memijat pelipisnya yang terasa semakin berat pikirannya melayang pada ucapan Kevin. apa tidak apa aku mengambilnya? batinnya bertanya tanya.
Disisi lain Kevin sedang bermain dengan wanita-wanita malamnya
"Ayo bermain gadis manis puaskan aku malam ini" tawanya memenuhi ruangan yang bergema itu.
Semenjak kematian kedua orang tuanya Kevin berubah drastis ia menjadi pencinta dunia malam menghabiskan waktu lebih banyak di club malam tanpa sepengetahuan Nadira adiknya.
di tunggu up selanjutnya