Nada dan Alva di haruskan menjadi teman satu kamar di asrama karena ada sebuah kejadian yang tak diduga duga.
Selama menjadi teman satu kamar Alva selalu merasakan hal yang aneh pada dirinya yang menurutnya tak normal. Suatu hari Alva pergi ke dokter untuk memeriksaan kondisinya yang aneh selama ini.
"Apa keluhanmu?" Tanya sang dokter.
"Begini dok, akhir akhir ini jantungku selalu berdetak tak sewajarnya! Terkadang jantungku sakit, terkadang jantungku berdetak dengan kencangnya! Seperti itu yang kurasakan!" Jelas Alfa.
Sang dokter mengerutkan keningnya.
"Apa ini bereaksi setiap saat atau hanya saat saat tertentu? Atau mungkin bereaksi terhadap sesuatu?"
"Jantungku akan bereaksi seperti ini hanya pada seseorang saja dok!"
"Sepertinya anda punya masalah serius dengan jantung anda."
"Yang benar dok?"
Puk..
"Sakit kak!"
"Kau itu hanya pintar dalam akademi, tapi bodoh masalah cinta. Kau itu sedang jatuh cinta bodoh!!!"
Penasaran? langsung cek ceritanya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 17
Saat ini Nada sedang menatap orang yang berada didepannya dengan tatapan bertanya tanya. Sedangkan orang yang ditatap menunduk lesu seperti maling yang tertangkap basah.
"Jadi?" Tanya Nada.
"Maafkan aku tak mengatakan pada kalian sebelumnya. Sebenarnya kami sudah berpacaran sejak SMP, dan kami tak ingin mempublikasi ya karena kau tahulah di negara ini belum dilegalkan atau memang tak akan dilegalkan mungkin tentang hubungan semacam ini. Jadi ya begitulah, panjang ceritanya." Kata Vanio seperti sudah pasrah itu.
Alfa hanya duduk diam dengan ekspresi seperti biasa yaitu datar dengan stay cool nya. Fatih juga diam saja, ia tak tahu akan mengatakan apa saat ini.
"Jadi selama ini kau membohongi kami Fatih?" Kata Alfa buka suara.
"Maafkan aku, tapi sekarang kau juga sama sepertiku!" Kata Fatih tak mau kalah.
"Ya, kau benar. Tapi aku seperti ini sejak aku bertemu dengan kekasihku ini dan hanya dengan Nada seorang aku rela belok tidak dengan yang lainnya." Kata Alfa mutlak.
"Aku pun begitu!" Kata Fatih yang tak mau kalah.
"Hei hei! Kenapa kalian malah jadi saingan gitu sih!" Kata Nada pusing.
Nada tak lagi takut pada Fatih sejak Vanio mengatakan yang sesungguhnya. Nada masih tak percaya dengan apa yang Vanio ungkapkan.
Pada akhirnya mereka makan siang bersama dan berkencan bersama. Mereka pergi ke taman bermain untuk menghabiskan waktu sore mereka. Saat sedang membeli tiket masuk, ternyata ada di duo cabe yang kebetulan akan kesana juga.
"Wah wah wah... Kebetulan atau apa nih? Kok bisa barengan gitu?" Kata Willie.
" Eh, ngapain lu di sini? Gak ada temen lu?" Tanya Vio yang mengarah pada Fatih.
"Apa sih lu, sirik banget lah!" Kata Fatih.
Vanio menggenggam tangan Fatih erat dan itu ditangkap oleh penglihatan Willie. Sebelum Willie bicara Vanio lebih dulu angkat bicara dan menjelaskannya pada si duo cabe.
Willie dan Vio jelas terkejut tapi setelah itu mereka mau memakluminya. Willie dan Vio juga awalnya terkejut saat Alfa mengumumkan jika dia berpacaran dengan Nada.
Awalnya mereka tak setuju dengan jika Nada dan Alfa berpacaran tapi setelah Nada menjelaskan dan memohon pengertian dari kedua sahabatnya itu pada akhirnya Mereka mau mengakui hubungan Nada dengan musuh mereka itu.
Dan pada akhirnya mereka semua menghabiskan waktu bersama sama. Fatih juga mulai mengakrabkan diri dengan teman teman Vanio yang merupakan musuhnya itu.
"Oh... Rupanya dia juga penghianat? Siapa lagi yang akan menjadi penghianat? Kita lihat saja apa yang akan kulakukan pada penghianat penghianat itu!" Kata Reno yang kebetulan lewat sana dan melihat Nada dan kawan kawan sedang nongkrong di misbaran.
Reno langsung tancap gas pergi dari sana dengan mobil sport miliknya.
...****************...
Alfa dan Nada sudah kembali ke asrama dan sekarang ini Nada sedang membereskan tempat tidur sedangkan Alfa sedang mandi.
Ceklek...
Nada yang sedang berada di dapur menoleh ke arah Alfa yang baru keluar dari kamar mandi. Tapi nada langsung menutup matanya karena sekarang ini Alfa hanya memakan handuk di pinggangnya.
"Kenapa kau menutup matamu?" Tanya Alfa menggoda.
Nada langsung menggelengkan kepalanya dengan pipi yang sudah merah merona. Alfa mendekati Nada dan langseng memeluknya dari belakang.
Cepat ganti bajumu sana! Nanti masuk angin loh!" Kata Nada masih dengan mata terpejam.
"Aku kegerahan Na! Entah kenapa jadi panas sekali di sini!" Kata Alfa tepat di sebelah telinga Nada.
"Aku akan nyalakan AC nya!" Kata Nada.
"Jangan! Nanti kamu bisa sakit jika pakai AC!" Larang Alfa.
"Na, aku lapar." Kata Alfa dengan suara yang terdengar berat membuat Nada jadi merinding.
"Kalau begitu biar aku panaskan makanan untukmu!"
"Aku tidak mau, aku ingin makan kamu saja!" Goda Alfa, Nada membelalakan matanya.
Nada langsung mencoba melepaskan pelukan Alfa, tapi karena Nada terus bergerak membuat adik Alfa kesenggol dan mulai ter@ngsang.
"Diam lah Na! Jangan bergerak nanti adikku bangun!" Kata Alfa dengan suara yang begitu berat. Mendengar itu Nada langsung berhenti dan meneguk ludahnya kasar karena ada sesuatu yang keras di belahan pant*tnya.
"Tuh kan, aku bilang juga apa!" Kata Alfa pura pura kesal.
"Kau harus tanggung jawab Na!"
Alfa langsung mengangkat Nada seperti karung beras menuju lantai atas. Alfa menidurkan Nada di atas kasurnya. Alfa menatap Nada penuh akan nafsu birahinya.
Wajah Nada pucat dan tubuhnya bergetar ketakutan, ia masih trauma dengan apa yang pernah Reno lakukan padanya. Alfa yang sudah tertutup kabut nafsu malah melancarkan aksinya dimulai dengan mencium bibir Nada dan turun ke lehernya.
Tangan Nada berusaha mendorong Alfa Namun tetap tak di gubris Alfa yang sibuk membuat tanda di pundak Nada. Hingga suara tangis Nada menyadarkan Alfa akan tindakannya.
"Maafkan aku Na! Apa aku membuatmu takut? Apa kau teringat akan kejadian yang kau alami dulu? Apa aku melewati batas?" Tanya Alfa merasa bersalah, Nada masih menangis dengan tubuh bergetar.
Alfa menarik bangun Nada hingga terduduk dan memeluknya dengan membisikkan kata maaf berkali kali. Jujur saja Nada masih trauma kan kejadian lalu yang masih terngiang ngiang di kepalanya dan selalu merasa bersalah pada Alfa juga.
"Ya sudah kamu tidur ya! Maafkan aku Na! Sekarang tutup matamu dan tidur ya!" Alfa membaringkan tubuh Nada kembali ke kasur dan ia hendak memakai baju tapi tangannya di tahan oleh Nada.
"Ada apa? Aku mau pakai baju dulu." Nada menggelengkan kepalanya.
"Lakukan! Ayo lakukan!" Kata Nada lirih.
"Tidak Na, aku tidak ingin melukaimu!" Tolak Alfa.
"Ayo lakukan Al! Aku... Aku hanya ingin kau yang melakukannya padaku! Bersihkan tubuhku dari orang orang itu! hiks... Ayo Al! Jika kau tak ingin melakukannya maka aku akan selalu merasa bersalah pada diriku sendiri! hiks..." Kata Nada.
"Tapi Na.."
Cup...
Nada mencium Alfa lebih dulu dengan beringasnya seperti orang sedang kelaparan. Sedangkan Alfa diam terkejut dengan apa yang Nada lakukan.
"Balas ciumanku! Aku mohon!" Lirih Nada.
Dengan terpaksa Alfa membalas ciuman Nada dan mulai ikut permainan Nada. Nada tersenyum senang karena Alfa mulai menjamah tubuhnya yang penuh bisa masa lalu.
Dan malam itu Nada menyerahkan diri sepenuhnya kepada sang kekasih. Walau Alfa sedikit terpaksa tapi ia menikmatinya sama seperti Nada, walau di hantui rasa takut ia menikmati sensasi yang di berikan Alfa padanya.
"I love you.." Bisik Alfa di akhir setelah melepaskan benih sepenuhnya di dalam Nada.
"I love you too.." Nada meneteskan air matanya tanpa sepengetahuan Alfa. Ia menangis bahagia karena rasa bersalahnya berkurang sekarang.
Dan mereka tertidur setelah melakukan pelepasan nikmat surgawi yang penuh dosa.
...#...
...#...
...#...
...To be continue...
...Mianhae Yo.....
...Jeongmal Mianhae😣🙏...
...Baru bisa up setelah sekian lama....
...Happy reading guys....