Terlahir Kembali Sosok Pendekar Iblis dengan Hati yang bersih dan bijak sana,Berusaha menjadi Raja demi kedamaian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sana Situ Gaming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 17. Rintangan
Rupanya Shirey sudah bisa menekan auranya.
''Bagus nak kau bisa dengan cepat melakukan nya.'' Ucap Hisame.
Mereka bertiga segera menuju ke goa yang dimaksud, sembari berjalan Tobari mengingat kembali jalan menuju goa itu.
Akhirnya mereka bertiga sampai di goa tersebut, Shirey yang sangat semangat sekali segera memasuki goa tersebut, namun Tobari melarang nya.
''Nak, tahan dulu, kita tidak tahu apa yang ada di dalam, lebih baik kita liat sekitar dulu sebelum memasuki goa.'' Ucap Tobari menahan Shirey agar tidak langsung masuk ke dalam goa.
''Sebentar, aku akan mengecek nya terlebih dahulu.'' Ucap Tobari.
*WHUS*
Tobari melemparkan tombak nya ke dalam goa, ternyata benar, goa tersebut sudah di pasang perangkap oleh orang orang jaman dahulu.
Tombak Tobari yang melaju ke dalam goa di serang oleh perangkap busur yang sudah di pasang oleh orang jaman dahulu.
''Untung saja, aku tidak langsung masuk, bisa bisa tubuh ku dipenuhi oleh busur busur itu.'' Ucap Shirey yang melihat tombak Tobari di serang.
''Baiklah seperti nya sudah agak aman, kita mulai berjalan pelan pelan memasuki goa ini.'' Ucap Tobari sembari memanggil tombak nya kembali.
Mereka bertiga segera berjalan memasuki goa, perlahan lahan mereka menyusuri jalan yang ada di dalam goa.
''Sangat gelap sekali senior di dalam sini.'' Ucap Shirey terus berjalan sambil meraba dinding goa tersebut.
*KREK*
Nampak nya Shirey yang meraba raba dinding saat berjalan, tidak sengaja menekan sesuatu yang membuat lampu api di dalam goa menyala.
Mereka bertiga kaget karena tiba tiba lampu api menyala di sepanjang goa.
''Apa yang kau lakukan nak.?'' Tanya Hisame melihat ke arah Shirey yang sedang menekan batu di dinding goa.
''Aku tidak tahu juga senior, tiba tiba batu ini tertekan saat aku sentuh.'' Jawab Shirey.
''Yasudah, berkat dirimu kita bisa berjalan dengan tenang sekarang.'' Saut Tobari.
Setelah itu mereka bertiga melanjutkan perjalanan nya di dalam goa tersebut.
Mereka bertiga terus berjalan sampai tiba di jalan buntung.
''Bagaimana ini kapten, tidak ada jalan lagi.'' Ucap Shirey yang berjalan paling depan.
''Apakah tidak ada yang bisa di sentuh agar bisa masuk jalan buntung tersebut, seperti barusan kau menyentuh batu kemudian lampu api menyala.!'' Ucap Hisame di belakang sambil mencari sesuatu yang bisa di tekan agar muncul jalan baru.
Mereka bertiga terus mencari sesuatu yang bisa di tekan agar bisa berjalan terus untuk mendapatkan benda sakti yang di maksud.
Setelah sekian lama mereka mencari, namun semua batu yang berada di dinding tidak ada yang bisa di tekan.
Shirey pun mulai prustasi. ''Apakah tidak ada jalan lagi, bagaimana kita bisa lewat kalau begini.''
Karena tidak juga menemukan sesuatu yang bisa di tekan, Shirey mulai emosi dan memukul mukul bagian tembok jalan buntung tersebut.
Setelah memukul dengan asal asalan, nampak nya jalan buntung tersebut mulai terbuka sedikit demi sedikit.
Rupanya Shirey berhasil menemukan tombol yang berada di jalan buntung tersebut.
Pintu pun terbuka lalu mereka bertiga segera melanjutkan perjalanan.
Setelah mereka melangkahkan kaki nya, tidak lama kemudian mereka mendengar ada suara orang ber zirah besi seperti menuju ke arah mereka sambil menyeret pedang.
*SREEEEEEENG*
Suara pedang yang diseret semakin jelas, mereka bertiga segera mengeluarkan senjatanya masing masing.
Rupanya benar, ada seseorang yang mulai mendekat dengan menyeret Pedang, Seseorang tersebut sangat tinggi dan besar, mungkin dua kalinya orang normal biasa.
Seseorang itu terus mendekati mereka bertiga.
''Siapa kau, kami tidak ada niatan jahat datang kesini, kami hanya ingin mengambil benda sakti yang berada di goa ini. Ucap Shirey meneriaki seseorang yang misterius itu.
Seseorang yang misterius itu tidak berkata apapun, ia malah segera menyerang setelah mendengar perkataan Shirey.
*BWEES*
Pedang besar yang dimiliki seseorang misterius itu mengarah kepada mereka bertiga.
Shirey, Hisame dan Tobari segera menghindar dari serangan tersebut, mereka berpencar untuk menghindari serangan langsung pedang besar yang di miliki oleh orang misterius itu.
''Serang dia sekarang.!'' Ucap Hisame menyuruh kepada Shirey dan Tobari untuk melakukan serangan secara bersamaan.
*TRANK*
Nampaknya serangan mereka bertiga tidak berpengaruh, karena terhalang oleh zirah besi seseorang misterius itu.
''Aku menyerang ke arah bagian dada nya akan tetapi saat aku mencoba melihat wajah nya ia tampak bukan seperti orang.'' Ucap Shirey setelah menyabetkan pedangnya ke arah dada seorang misterius tersebut.
''Dia bukan manusia, dia adalah arwah arwah pendekar pedang yang mencoba melindungi benda sakti yang sedang kita cari, hati hati semua, kita tidak mengetahui kekuatan dari arwah tersebut.'' Ucap Hisame kepada Shirey dan Tobari.
Arwah yang memakai Jirah itu mulai menyerang mereka lagi, sabetan sabetan pedang terus di arahkan kepada mereka.
Hisame dan Tobari terus menghindar dan sesekali menyerang arwah tersebut menggunakan tombak dan samurai yang sudah mengeluarkan api.
Namun serangan Tobari dan Hisame tidak mempan sama sekali terhadap arwah tersebut.
Serangan mereka selalu tertahan zirah besi yang sangat kuat.
Tobari yang merasa serangan nya tidak mempan, segera mengeluarkan jurus nya.
*Putaran Tombak Api*
Tombak Tobari yang di selimuti api di lemparkan langsung ke arah arwah tersebut sembari berputar.
*BRENTRANK*
Arwah tersebut akhirnya lumpuh, Zirah besi mulai berjatuhan karena jurus dari Tobari.
Namun setelah tombak Tobari kembali ke tangannya tiba tiba Zirah besi yang di berisi arwah tersebut bangun kembali.
''Apa, jurus ku tidak mempan, apakah dia abadi sehingga bisa bangun lagi setelah menahan jurus ku.?'' Ucap Tobari kaget melihat arwah tersebut bangkit kembali dengan Zirah nya.
Hisame yang melihat itu, sama sama kaget karena serangan dari Tobari tidak membuat arwah itu hancur melainkan hanya membuat arwah itu lumpuh sesaat.
Hisame pun ingin mengeluarkan jurus nya dia bersiap siap dengan samurai nya.
''Jangan senior, biarkan aku saja yang menyerang, mulai dari tadi aku mengumpulkan tenaga dalam dari sekitar untuk di salurkan ke dalam pedangku.'' Ucap Shirey menahan Hisame agar tidak menyerang.
Shirey yang sudah dari tadi memusatkan tenaga alam sekitar kedalam pedang nya, siap untuk menyerang.
''Rasakan ini arwah jelek.''
*WHUSSSSS*
Sabetan beraura hitam tebal keluar dari pedang Shirey menuju ke arah arwah ber zirah tersebut dengan cepat.
Nampak nya sabetan dari pedang Shirey berhasil memotong zirah besi.
Sedikit demi sedikit zirah besi arwah tersebut mulai hancur dan menghilang karena serangan Shirey.
Tidak lama kemudian arwah tersebut benar benar menghilang.
Tobari dan Hisame terkejut melihat jurus Shirey yang sangat kuat.
''Hebat sekali kau nak.'' Ucap Hisame melihat ke arah Shirey.
''HeHe ini bukan apa apa.'' Saut Shirey melihat ke arah Hisame sembari tersipu malu.
Setelah arwah Zirah besi benar benar menghilang, mereka pun melanjutkan perjalanan.
Setalah mereka terus berjalan menyusuri goa tersebut akhirnya mereka menemukan pintu yang sangat besar.
Saya akan berusaha memperbaiki nya segera.
Jangan bosen bosen untuk like comen dan vote nya terima kasih 🤗
kan saayang karya bagus di biarkan thor...