Kisah seorang wanita yang di sia-siakan oleh lelaki yang paling di cintai nya.
"Tega sekali kamu Andra, aku sudah berkorban banyak sekali untuk mu, aku meninggalkan Ayah dan Ibu ku demi kamu, bahkan Ibu ku hampir bunuh diri demi kamu bisa di terima oleh Ayah ku, tapi apa balasan kamu, kamu menyakiti aku"
Indah Paramita.
"Aku tidak pernah meminta mu untuk berkorban untuk ku, Aku tidak pernah memaksa mu untuk meninggalkan orang tua mu demi aku dan aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Jadi jangan kau anggap kau hebat atas pengorbananmu, ingat! aku tidak pernah memintanya.
Andra wirawan
Lalu bagai manakah kisah selanjutnya?
Akankah Indah akan tetap mempertahankan cinta yang lama yang kini mulai menyakitinya.
Ataukah Indah lebih memilih pergi dengan mencari cinta yang baru dan meninggalkan kenangan lama yang awalnya bahagia tapi akhirnya hampa.
Ataukah Indah akan pergi namun tidak lagi percaya dengan laki-laki karena Indah sudah sangat benci dengan laki-laki karena Ia menganggap lelaki semua penghianat!
Inilah kisahnya
TALAK TIGA (Perjalanan Cinta Indah)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Sudah dua hari berlalu kini kebahagian Indah semakin bertambah, karna usaha Restaurant yang mereka kelola kini semakin berkembang, bahkan kini mereka kembali membuka cabang di luar kota. Pundi-pundi rupiah semakin mengalir ke Rekening Andra karena pendapatan mereka yang semakin tinggi.
Kini keduanya sedang duduk, sambil menonton televisi karna hari ini hari minggu maka mereka bersantai saja di rumah.
"Andra"kata Indah.
"Apa yang"jawab Andra matanya hanya fokus menonton bola yang sedang di siarkan live di televisi.
"Andra"panggil Indah lagi.
"Emm"jawab Andra cuek.
"Kamu tu ya kalau udah nonton bola gini udah lupa sama Istri"kata Indah karena ia mulai jengkel pada Suaminya itu.
"Engga lah"kata Andra fokus menonton bola.
"Kamu sayang enggasih sama aku" kata Indah.
"Iya"jawab andra.
"Kamu cinta engga si sama aku"tanya Indah semakin bersemangat.
"Iya" jawan Andra.
"Apanya yang Iya-Iya, dari tadi iya-iya apa?" tanya Indah semakin bahagia.
"Iya iya iya iya goooaaalllll " teriak Andra sambil loncat-loncat.
Bruk!.Indah melempar remot televisi ke kepala Andra karna ia pikir dari tadi jawaban Iya kalau Andra benar sayang dan cinta sama Indah tapi ternyata dia fokus pada televisi.
"Auww!..Andra meringis kepalanya terasa sakit karna Indah melepar remot itu begitu kencang Andra merasa sakit.
"Sakit Ndah"kata Andra.
"Hati aku lebih sakit" kata Indah.
Andra bingung dengan ucapan Indah, karna dari tadi dia tidak mendengar Istrinya berbicara apa-apa lalu tiba-tiba dia di lempar remot tv.
"Emang aku salah apa sama kamu" kata Andra tampa dosa.
"Udah lah aku lagi malas ngomong sama kamu" kata Indah dengan emosi.
Andra bingung dengan tingkah Istrinya, yang gampang sekali emosi entah di mana Indah yang berhati selembut sutra dulu.
"Aku ke rumah Ayah dulu" kata Indah.
"Ayo kita ke sana" kata Andra.
"Siapa yang ngajak kamu aku pergi sendiri saja" ketus Indah.
Andra bingung dengan tingkah Istrinya, ini seperti bukan Istrinya. Indah adalah wanita yang lembah lembut ini kenapa Indah jadi berubah galak, kalau marah serasa yang di depan matanya, akan ia telan hidup-hidup.
Andra hanya geleng-geleng melihat tingkah Istrinya itu, Andra hanya bengong sementara Indah sudah siap hendak berangkat kerumah Ibunya.
"Ndra kmu kenapa bengong, ayo" kata Indah tiba-tiba menjadi lembut kembali.
"Kemana?" tanya Andra bingung.
"Tadi kamu bilang mau antar aku ke rumah Ayah" kata Indah dengan suara meninggi karena Indah merasa Suaminya sudah hilang ingatan.
"Tadi baru bicara mau ke rumah Ayah sekarang bertanya lagi" batin indah.
Andra menarik napasnya, ia bingung dengan sipat Istrinya menjadi dua wanita sekaligus dalam waktu yang sama Indah bisa lembut dan kasar dalam waktu bersamaan.
"Andra" teriak Indah.
"Apa" jawab Andra.
"Ya ampun, kamu dari tadi bengong kenapa" tanya Indah.
"Ya udah ayo" Andra berjalan di depan Indah.
"Andra" teriak Indah
"Apa lagi" Andra bingung dengan sikap Istrinya.
"Hiks hiks hiks" Indah menangis tiba-tiba Andra benar-benar bingung di buat Indah.
"Kamu nangis" tanya Andra.
"Engga aku ketawa, nih liat, hiks hiks hiks" Indah terus menangis.
"Aa- em- ud- aahh" Andra bingung harus apa ia menggaruk kepalanya, menghadapi Indah, seperti menghadapi anak kecil butuh kesabaran ekstra.
"Terus aku harus apa" tanya Andra.
"Kamu engga bisa apa-apa" kata indah.
"Whahahhahaha" Indah tertawa.
"Kamu kenapa sekarang tertawa" kata Andra semakin bertambah bingung, dengan tingkah Istrinya.
"Kamu engga ingat tadi kita ngomong seperti iklan di tv" kata Indahsambil tertawa terbahak-bahak.
***
"Ibu" teriak Indah melihat Fatimah sedang duduk di taman belakang, bersama Ayah yang membaca koran.
"Kamu kalau masuk, salam dulu gitu, jangan main nyelonong aja"kata Fatimah, karna anaknya tiba-tiba berubah sedikit bar-bar.
"Ayah," Indah mencium tangan Ayah dan Ibunya.
"Bu kita bikin Ayam goreng yuk, sama sambal pete " kata Indah.
"Sejak kapan kamu suka makan pete?"tanya Fatimah karna setaunya Indah paling tidak suka makan Jengkol atau juga Pete.
"Lagi pengen aja Bu" jawab Indah.
"Ya udah ayo" kata Fatimah lalu keduanya bejalan menuju dapur.
Setelah Fatimah dan Indah ke dapur tinggal, Andra dan Abdullah duduk sambil meminum teh yang di suguhkan Art di rumah itu.
"Gimana bisnis kamu"tanya Ayah membuka pembicaraan.
"Alhamdullih lancar Yah" jawab Andra.
"Oh sukurlah, " jawab Abdullah mengaguk.
"Ayah" seorang wanita memanggil Abdullah. Abdullah kenal suara itu.
"Dinda" kata Abdullah.
"Ya Yah, oh ya Dinda bawa oleh-oleh buat Ayah" kata Dinda lalu memberi paparbag pada Abdullah.
"Wah makasih, gimana liburan kamu, menyenangkan?" tanya Abdullah karna Adinda baru pulang dari luar negri.
"Iya Yahh mantap pokok nya" jawab Dinda.
Dinda merasa dirinya ada yang menatap dan benar ternyata Andra ada di sana juga, Dinda merasa bingung.
"apa mereka sudah berdamai" batin dinda.
"Andra, kamu di sini juga" tanya Dinda yang merasa terkejut lalu matanya memandang Abdlulllah seolah bertanya, Abdullah tersenyum.
"Wah sepertinya aku melewat kan sesuatu" batin dinda.
"Dinda" tiba-tiba muncul Indah dari dapur dengan membawa Ayam goreng di dalam piring, ia duduk di kursi di samping Abdullah.
"Waw kamu di sini juga Ndah" kata Dinda lalu memeluk Indah dengan bahagia.
"Iya" jawab Indah mengangguk kan kepalanya setelah Dinda melepas pelukannya.
"Ya ampun aku senang sekali, ahirnya kita bisa kumpul begini lagi" kata Dinda bahagia.
"Ya dong Din, kita kan keluarga jadi harus selalu sama-sama" Fatimah tiba-tiba muncul dari dapur.
"Ibu" Dinda mendekat dan memeluk Fatimah, begitu juga Fatimah.
"Aku juga ikut, aku juga kan mau di peluk" kata Indah lalu berlari dan mereka bertiga berpelukan.
"Wahahhahahhaa" semua tertawa melihat kelakuan aneh Indah, mereka terus saja bercanda dan tertawa bahagia seolah saling mengungkap kan rasa hati mereka yang saling memendam kerinduan.
"Sepertinya akibat liburan ku kemarin, aku melewatkan sesuatu, sehingga mereka bisa tertawa bahagia. Ah silahkan nikmati saat ini karena mungkin setelah ini kalian akan berjalan di atas duri dan kalau kemarin kalin menangis dengan air mata, maka setelah ini aku pastikan kalian menangis darah" batin di Dinda sambil melihat Indah sedang tertawa lepas karna pembicaraan mereka.
Hari sudah semakin sore, mereka sudah melakukan banyak hal, mulai dari memasak bersama, makan bersama, lalu berbelanja dan ke salon bersama, hari ini ketiga wanita itu benar-benar bahagia.
Sementara Andra dan Abdullah mereka hanya di rumah bermain catur, karena mereka malas jika harus mengikuti ketiga wanita itu jalan-jalan.