NovelToon NovelToon
Queen Mafia

Queen Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:359.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: TyaRara

Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.

Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.

Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.

Rahasia?

⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.18

"Van pulang" Ucap Syeira yang ke-seribu kalinya--mungkin.

"Syei lo pulang besok aja oke?" ucap Devan se-sabar mungkin,walaupun kini telinganya terasa panas akibat mendengar perkataan yang sama dari Syeira.

"Lo gak pulang?" tanya Syeira."Gak.Gua disini aja,gua tau kalau gua pulang pasti lo mau kabur kan?" tebak Devan membuat Syeira bungkam.

'Tau aja lo Van'.Batin Syeira.

"Gak lah,buat apa gua kabur!" elak Syeira,walaupun kenyataan dia memang ingin kabur dari tempat yang menurutnya sangat membosankan.

"Emang besok lo gak sekolah?" tanya Syeira lagi.

"Gak.Besok sekolah libur" jawab Devan.

"Oh ya,lo laper gak?" tanya Devan.Syeira mengangguk,dia memang sangat lapar,dia hanya makan pada siang tadi,dan ini sudah waktunya jam makan malam.

"Yaudah gua mau beli nasi goreng di depan" Devan segera beranjak dari sofa lalu segera keluar dari ruang rawat.

Syeira mulai tersenyum penuh arti.Yap dia memiliki kesempatan untuk kabur dari rumah sakit sialan ini.

Dia mulai mengubah posisinya menjadi duduk menyandar di sandaran ranjang.Dia mengambil handphonenya yang terletak di atas nakas,untuk menghubungi salah satu anak buahnya.

"Permisi"

Niat Syeira terhenti,Syeira memutar kepalanya dan menatap ke arah pintu.Dia mendapati dua orang perawat perempuan dan tiga orang perawat laki-laki.

"Kami ditugaskan Tuan Devan untuk menjaga anda" ucap salah satu perawat perempuan dengan sopan.

'Sial!.Batin Syeira geram.

"Terus?"

"Kami berdua akan menunggu di dalam,sementara tiga orang laki-laki ini akan menunggu di luar" jelas satu perawat perempuan.

"Hm,serah" ucap Syeira pasrah.Dia kembali meletakkan handphonenya di atas nakas dengan lesu.

Syeira kembali menatap ke arah perawat tadi.Dua perawat perempuan sedang berjalan menuju sofa sedangkan tiga perawat laki-laki sudah keluar.

Syeira menatap dua perawat perempuan yang tengah duduk di sofa dengan tatapan tajam,sedangkan yang ditatap hanya mampu menundukkan kepalanya,tak bisa dipungkiri kalau mereka memang sangat takut dengan tatapan tajam Syeira.

"No-nona--

"Diam!" cela Syeira dengan nada dingin.Dia menghela napas panjang lalu segera mengambil handphonenya yang sempat dia letakkan di atas nakas.Ya,dia ingin bermain game guna mengusir rasa bosan.

"Kalian gak keluar?" tanya Syeira tanpa mengalihkan pandangannya dari game."Kami menunggu Tuan Muda Devan datang" jawab perawat.

"Memangnya Devan memiliki posisi apa di rumah sakit ini?,sehingga kalian dengan mudah menuruti perintahnya?" tanya Syeira lagi,dia kini sedang menatap kedua perawat itu dengan tatapan penuh selidik."Tuan Devan adalah pemegang saham terbesar di rumah sakit ini Nona"

'Astaga.Ini yang dinamakan pemilik rumah sakit kalah dengan pemegang saham'.Batin Syeira sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Anda kenapa nona?" tanya Sang Perawat saat menyadari Syeira menggelengkan kepalanya.

"Gpp" jawab Syeira cuek.

Syeira kembali menundukkan kepala untuk menatap ponselnya yang sedang menampilkan game yang sedang dia mainkan.

Beberapa saat kemudian pintu ruangan terbuka dan menampilkan Devan yang datang dengan kantong kresek di tangannya.

"Kalian boleh keluar!" perintah Devan pada dua perawat tadi.

"Baik Tuan" ucap kedua perawat tersebut lalu segera keluar dari ruangan yang penuh dengan aura mencekam.

"Huft...Akhirnya" ucap salah satu perawat setelah menutup pintu."Serem" perawat satunya tadi pun juga ikut bernapas lega.

"Kenapa?" tanya perawat laki-laki yang memakai kacamata.

"Di dalem susananya mencekam banget,kita sampai tegang"

"Iya tuh,tatapannya nona Syeira tajem banget kayak duri mawar"

"Pergi!" ucap Devan dengan tegas.Dia memang sempat mendengar obrolan kelima perawat itu,dan sekarang dia sedang berada di depan pintu untuk menegur kelima perawat itu.

"Ma-maaf Tuan" ucap mereka berlima dengan kompak.

"Pergi!" perintah Devan lagi dan kali ini kelima perawat itu langsung pergi dari hadapan Devan.

Devan menatap punggung kelima perawat itu sebelum akhirnya dia kembali masuk ke dalam ruangan.

"Gak dimakan?" tanya Devan saat melihat Syeira mengaduk nasi goreng tanpa berniat memakannya

"Gak,gua gak napsu" jawab Syeira,walaupun perutnya kini sudah lapar.

"Sini gua suapi" Devan pun merebut kotak makan dari tangan Syeira.

"Ayo cepet,gua ngantuk" ujar Devan."Gua gak napsu makan Devan,rasanya hambar" elak Syeira lagi.

"Udahlah cepet buka!" Gertak Devan sekali lagi.Dan kali ini Syeira mencoba membuka mulutnya dan menerima suapan dari Devan,walaupun terasa sangat hambar.

"Gimana?" tanya Devan sambil menatap Syeira yang sedang mengunyah makanan."Hambar" jawab Syeira setelah menelan nasi goreng yang ada di mulutnya.

"Nih lagi sampai habis" Devan pun mengarahkan satu sendok nasi goreng ke depan mulut Syeira,dia sudah tidak memikirkan Syeira yang merasakan hambar.Yang ada di pikirannya saat ini adalah Syeira harus makan dan perutnya harus terisi.

Sedangkan Syeira gadis itu sedang mengunyah makanan yang menurutnya sangat hambar.Dia terpaksa menerima suapan dari Devan.

"Van,kenapa lo mau dekat sama gua?,bahkan lo rela nginep di rumah sakit demi gua" Ucap Syeira mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini mengganjal di hatinya.

"Gua cuma mau lo sembuh,itu aja"

"Tapi gua ngerasa aneh.Lo kan orangnya gak mudah dekat sama orang baru"

"Iya gua emang gak mudah dekat sama orang baru.Tapi menurut gua lo itu bukan orang baru.Gua udah kenal lo lama,dan dulu kita juga sering main bareng kan?"

"Tapi waktu itu kan kita masih kecil.Dan gua rasa selama beberapa tahun belakangan ini kita juga jarang komunikasi.

Terus sekarang lo tiba-tiba dekat sama gua.Lo pasti ada maksud lain kan?"

"Makanannya udah habis,sekarang lo tidur dan besok baru pulang" ucap Devan mengalihkan pembicaraan.

Devan segera keluar dari ruang rawat dan pergi entah kemana.Dan sekarang tinggallah Syeira sendiri di dalam ruang rawat,dia masih memikirkan alasan Devan yang tidak masuk akal.

Tentang Devan yang tiba-tiba saja peduli padanya dan tentang dia yang dengan mudahnya menerima Devan.

Dia memang sedikit senang jika Devan mau membantunya untuk sembuh,mungkin saja dia memiliki rasa kepada Devan.Mungkin saja.

1
Sharon
Gk yakin anak angkat aku rasa ada modus
Bagus Al Genta
Luar biasa
Deana
save
Grizelle
Kalo ujungnya membela sisi,, nggak usah nanya gitu. Kesannya tetep aja menuduh Syeira
Grizelle
Si goblok si goblok
Grizelle
Sebenarnya sadar juga Diana, tapi kenapa seolah menutup mata
Grizelle
Mantap nih sindirannya
Nurhalimah Al Dwii Pratama
nexttt lanjuty
lla
lanjut thor semangat
Big Bos
lanjutttt thorrr
lla
ayo thor up lagi semangat
Eka Putri
lanjut
Eka Putri
lanjut,,Jang lama"
mesa fadila: baca cerita aku yuk, judulnya Larissa. butuh support.
total 1 replies
Mariam Nezma Albady
jangan lama² thor saya lupa alurnya ke gmnh
Mariam Nezma Albady
lanjut
Dewi R
kka kok lama si udah d tnguin ni
Eka Putri
lanjut thor
Diah Ani
lanjut semangat
Dewi R
kka di tngguh ni
~tiny24_PHEONIX~
lanjut Thor semangat 💪
ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!