NovelToon NovelToon
ZORA'S SCANDAL - Skandal Seorang Istri

ZORA'S SCANDAL - Skandal Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:284.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Otom

Di tengah kegalauannya karena belum dikaruniai anak, Zora melakukan yang seharusnya tidak dilakukannya.

Akhirnya Zora melahirkan Agni, ada beberapa versi cerita beredar di sekitar mereka tentang identitas Agni, tidak ada satupun yang pasti tahu siapa ayah dari Agni, hanya Zora yang tahu. Namun Zora mengalami musibah dan rahasia itu hampir tidak akan mungkin terungkap.

Agni tumbuh jadi anak yang pintar dan cantik. Sampai dia terjerumus ke dunia hitam, dia belum juga menemukan apa yang dia cari. Akankah Agni akan tahu siapa ayah biologisnya?

Ikuti kisahnya dalam cerita "Zora's Scandal" - Skandal Zora. Skandal itu melahirkan banyak rahasia di dalam rumah tangga Zora dan Aditya. Mohon jangan galau setelah baca novel ini.

NB: Visual ada di episode 73 Pembuktian!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jono Merasa Bersalah

Matahari sudah berada di atas kepala para pejalan kaki di luar hotel di mana Jono masih tertidur sangat pulas. Saat itu Amelia sudah terbangun, dia sedang terkagum-kagum dengan apa yang baru saja dialaminya, kini matanya memandang tubuh Jono yang sempurna. Menurutnya Jono sangat menggemaskan saat dia tertidur pulas, dia menikmati setiap lekuk tubuh Jono dari atas sampai ke bawah, setelah itu dia bangkit dengan senyuman puas dan pergi ke kamar mandi dan berendam di bathtub.

Saat Amelia mandi di dalam bathtub, Jono terbangun dari tidurnya, dia hendak membuang ari kecil, mabuk di kepalanya belum hilang.

Jono melihat ke sekelilingnya, bukan kamar kosnya, tempat ini terasa dingin, ada AC-nya, kemudian dia mengingat-ingat lagi bahwa dia mabuk dan dipapah masuk ke kamar ini, dan dia mengingat bahwa dia bermimpi, mimpinya persis sama seperti hari yang lalu, Zora datang ke pelukannya.

Dengan kepala yang masih pusing, dia melihat pintu di dalam kamar itu dan dia menebak jika itu adalah kamar mandi. Dia buka kamar mandi dan dia sangat terkejut, dia melihat Amelia sedang mandi di sana, dia langsung berpaling dan menutup *********** pakai kedua tangannya dia berlari menuju tempat tidur dan langsung memakaikan pakaiannya cepat-cepat.

Amelia keluar dari bathtub, dia meraih kimono yang tergantung di dinding dekatnya dan keluar dari kamar mandi. “Pagi Jon! Sudah bangun ya?” Amelia menyapa Jono yang sedang kesusahan memakai jeans-nya yang sempit.

“Eh, pagi!” Jono gugup setengah mati, sambil memakaikan jeansya, dia menoleh ke belakang, ke arah Amelia. Amelia semakin dekat, Jono semakin gugup.

Tangan Jono masih berusaha mengancingkan celana jeansnya saat Amelia meraih celana dalam Jono dan menunjukkannya pada Jono. “Jangan lupa pakai ini Jon, kasihan kalau dia kejepit.” Amelia menggoda Jono yang semakin gugup, dia baru sadar dia belum memakaikan celana dalamnya.

“Jon, tadi mau ke toilet kan? Mandi dulu gih!” Amelia mengingatkan Jono. Amelia tahu kalau Jono sudah menahan kencingnya dari tadi.

“Maaf Amelia, aku kira tadi kamu…!” Jono tidak menyelesaikan kalimatnya. Dia takut membawa-bawa nama Zora di sini.

Amelia tidak menangkap maksud Jono yang sebenarnya. “Nggak apa-apa Jon, biasa tuh, orang kebelet suka gegabah.” Amelia memaklumi Jono yang tiba-tiba muncul saat dia mandi tadi. Dia duduk di hadapan Jono sekarang. Dia tersenyum melihat wajah gugup Jono. Jono langsung berbalik lagi ketika Amelia menjatuhkan pantatnya di pinggir springbed.

“Sudah sana, mandi dulu!” Amelia memukul pantat Jono dan menyuruhnya mandi di kamar mandi. “Jangan tahan-tahan kencing, Jon, gak baik buat kesehatan.” Amelia terkekeh dan Jono berusaha meraih celana dalamnya dari tangan Amelia tanpa sedikitpun melihat wajah Amelia.

Amelia mengerti maksud Jono, dia memberikan ****** ke tangan Jono. Kini Jono sudah ada di dalam kamar mandi. Dia mulai berpikir keras, apa yang sudah terjadi tadi malam. Jangan-jangan mimpi itu bukan mimpi, saya melakukannya dengan Amelia bukan Zora. ‘Oh, Jono, kok bisa?” Dia memaki-maki dirinya sendiri.

Dia mengguyur seluruh tubuhnya menggunakan shower. Dia biarkan shower itu mengguyur tubuhnya yang telanjang bulat. Dia berpikir keras dan masih menyesali mengapa semua ini harus dialaminya. Dia menyesali apa yang sudah dilakukannya. Dia mengutuk dirinya yang sudah melangkah jauh dari nilai-nilai moral yang dipegangnya teguh dari kampung.

Jono merasa kotor sekarang. Dua perempuan digaulinya atau dia digauli perempuan tanpa adanya status yang jelas. Dia memang menikmati mimpi itu, eh bukan, semua itu kenyataan bukan mimpi. Sejujurnya dia menikmati semua itu sekaligus dia menganggap dirinya sebagai korban, korban dari keinginan perempuan. Zora menginginkan anak dan Amelia, tiba-tiba dia memiliki nomor ponsel dan mengajak minum minuman yang memabukkan dan Jono yakin Amelia sudah merencanakan semua itu. ‘Jono, kau ****** sekali.’ Jono memaki dirinya sendiri.

"Tapi pantaskah aku merasa sebagai korban? Bukankah aku memiliki pilihan untuk menolak?" Jono lagi-lagi mengutuk dirinya. Jono seperti tidak mengenal dirinya sendiri, dia heran dengan apa yang sudah dilakukannya. Dia berada di persimpangan jalan sekarang. Dia harus memutuskan untuk menikmati saja apa yang sudah terjadi atau harus merasa berdosa dengan pilihannya itu. Dia belum bisa menyimpulkan.

Ketika Jono masih berpikir keras dengan apa yang terjadi pada dirinya, Amelia masuk ke dalam kamar mandi. Jono tidak sanggup lagi untuk bereaksi, dia tidak tahu harus bereaksi apa lebih tepatnya. Dia masih bingung dengan semua yang terjadi.

Amelia membuka kimononya dan menghampiri Jono yang seolah tertegun dengan kehadirannya. Saat Amelia semakin dekat, Jono masih berada dalam pikirannya sendiri, namun matanya tertuju pada tubuh langsing Amelia.

Amelia memeluk tubuh atletis Jono dari belakang. Dengan penuh kesadaran sekarang Jono dan Amelia saling bercumbu mesra. Tidak ada satu katapun terucap dari mulut keduanya. Pengaruh alkohol pelan-pelan sudah hilang dari kepala mereka, sekarang keduanya benar-benar dimabuk asmara, dimabuk nafsu. Nafsu telah merajai keduanya.

“Terima kasih, Jon atas semuanya.” Sambil menyetir mobil, Amelia melirik ke arah Jono. Jono masih tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukannya. Dia merasa sudah mengkhianati cintanya kepada Zora. Dia bingung mengapa dia harus merasa bersalah terhadap Zora. Jono tidak menjawab Amelia dan matanya masih saja menatap ke depan, ke jalan yang mereka lalui.

“Jon…!?” Amelia memanggil lagi nama Jono karena merasa tidak ditanggapi.

“Eh, iya..” Jono segera keluar dari bayangan Zora yang mendominasi. “Iya, sama-sama!” Jono tidak memiliki kalimat lain selain itu.

“Setelah ini, belok kiri atau kanan Jon?” Amelia bertanya jalan mana yang harus diambil karena Jono yang tahu kosannya di mana.

“Ke kiri!” Jono menyuruh Amelia mengambil jalan sebelah kiri. Amelia memandang wajah Jono yang tampan sekali lagi, diam-diam dia mengagumi wajah tampanya itu. Dibanding dengan Aditya, sebelas dua belas lah. "Aditya menang putih saja." Amelia berbicara kepada dirinya sendiri. Dia juga bingung apakah dia harus mencintai Aditya atau Jono. Aditya yang belum bisa ditaklukkannya tentu saja mendapat poin plus. Hal itu yang membuat Amelia selalu penasaran. Keteguhan dan kesetiaan Aditya kepada Zora yang membuatnya setengah mati ingin memiliki Aditya seutuhnya.

Jika harus dibandingkan dengan Jono, tentu Jono lebih menggairahkan, lebih berotot walau kulitnya lebih gelap. Tapi Jono terlalu gampang ditaklukkan. Amelia tidak tertantang dibuatnya.

Amelia menghentikan mobilnya persis di depan kosan Jono. “Terima kasih ya, Jon sudah nemenin saya. Jangan kapok ya!” Amelia mengedipkan matanya ke arah Jono.

Jono yang diperlakukan seperti itu merasa sedikit tersinggung. Tapi dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak cepat-cepat tersinggung, untuk tidak terlalu memasukkan semua hal ke dalam hatinya. “Sama-sama, Mel. Maafkan aku yang terlalu lancang.” Jono menyalahkan dirinya sendiri. Sedangkan Amelia yang mendengar ini tidak heran, Jono masih terlalu polos.

“Ah, tidak kok, kita kan sudah sama-sama dewasa, kita bebas menentukan apa yang harus kita lakukan, jangan pernah merasa bersalah, Jon!” Amelia seperti guru SD, mengajari Jon bagaimana orang dewasa harus bersikap.

“Baik kalau begitu, terima kasih tumpangannya ya!” Jono balik berterima kasih kepada Amelia.

“Sama-sama, Jon. Ok, bye Jon. Aku pergi dulu ya!” Amelia meninggalkan Jono yang masih berdiri seperti patung melihat mobil Amelia meninggalkannya.

Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, Jono melangkah ke arah kamar kosannya. Dia tidak mau berpikir keras lagi antara harus mengutuk dirinya sendiri atau menyalahkan orang lain. Dia merebahkan badannya di kasur menutup matanya dengan kedua telapak tangannya dan mengusap wajahnya agak bertenaga. Dihembuskannya nafas dalam yang sedari tadi ditahannya.

 

Bersambung

Sampai di sini, jangan lupa vote, love, favorite dan komentarnya ya, kasih rating 5 bintang juga ya, hehehe. Bang Otom love you all! 💛💛💛

1
Tomson Silalahi
keren
Ama
bagus
ariasa sinta
368
Qiana
Salam Pagi 🙏🙏
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌹🌹🌹💐💐💐
Qiana
Tingkatkan mutu
Ukir karya
Raih segala asa
Sukses selalu buat Author
👍👍👍👏👏👏
Qiana
Like Zora 👍👍👍👍👍
Qiana
menebar cinta untuk Zora ♥️♥️♥️♥️♥️
Qiana
Bintang datang untuk Zora
⭐⭐⭐⭐⭐
Dania
Salam 🙏🙏
Era Berdarah Manusia
I Firmo
⭐⭐⭐⭐⭐
Dania
Semangat Zora
🌹🌹🌹🌹🌹
Dania
Jempol buat Zora 👍👍👍👍👍
Dania
Zora mendapat Love ♥️♥️♥️♥️♥️
Dania
Lanjut, nambah dukungan buat Zora
⭐⭐⭐⭐⭐
KIA Qirana
Zora
nambah dukungan ya
🌹🌹🌹🌹🌹🌹💐💐💐💐💐💐
Dhina ♑
Semangat ya 👏👏👏👏⭐⭐⭐⭐
Dhina ♑
Zora, selamat malam 🙏🙏 baru awal sudah kontroversi
bikin ngeri 😂😂😂
Siera Arisanty
sampe tamat gak nyambung cerita ttg Agni,,beda sinopsis dgn isi cerita ,,janji buta othor🤬
Bang Otom: Aku buat cerita khusus Agni di Cinta Tak Bertuan kak, silakan kak🙏
total 1 replies
Becky D'lafonte
waduh jgn2 zora hamil anak jono
Becky D'lafonte
aku mampir thor, like n favorite
Miss haluu🌹
Im come back ..😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!