NovelToon NovelToon
ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Istri Cadangan Sang Mafia

Di hari pernikahan, Selena Kustiono menghilang.
Demi menyelamatkan keluarganya, Serina Kustiono dipaksa menggantikan sang kakak menikahi Vincent Timothy, bos mafia paling berkuasa sekaligus ayah tunggal dari Viren, putra genius yang menolak kehadiran ibu baru.
Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan.
Tak ada cinta.Tak ada pilihan.

Namun saat Viren mulai memanggil Serina "Mama", Vincent menyadari satu hal—musuhnya kini tak lagi mengincar kekuasaannya, melainkan keluarganya.

Mampukah seorang istri cadangan bertahan di sisi pria yang seluruh hidupnya dipenuhi darah, pengkhianatan, dan rahasia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Lampu-lampu kota berkilauan di balik dinding kaca apartemen mewah itu.

Adrian Barent berdiri di balkon sambil memegang segelas anggur. Angin malam berembus pelan, tetapi pikirannya jauh lebih sibuk daripada biasanya.

Ponselnya bergetar. Satu pesan masuk.

Tuan Adrian, saya menemukan titik lemah Vincent Timoty.

Perempuan bernama Serina sekarang menjadi istrinya. Saya mengenalnya secara pribadi.

Tatapan Adrian langsung berubah. Ia membaca ulang pesan itu, lalu tersenyum tipis.

"Serina..." Nama itu tidak asing baginya.

Adrian masih mengingat jelas hari ketika Selena batal menikah dengan Vincent. Demi menyelamatkan harga diri kedua keluarga, Serina, adik Selena, akhirnya menggantikan posisi sang kakak di pelaminan.

Saat itu Adrian mengira Vincent hanya menerima keadaan. Rupanya tidak. Kalau sampai orangnya di lapangan menyebut Serina sebagai titik lemah, berarti Vincent benar-benar menjaga perempuan itu.

Suara langkah kaki terdengar dari dalam apartemen. "Apa yang membuatmu tersenyum sendiri?" Selena berjalan mendekat dengan mengenakan pakaian santai. Rambutnya masih sedikit basah setelah mandi. Tanpa ragu, ia melingkarkan kedua tangannya di lengan Adrian.

Adrian mematikan layar ponselnya sebelum Selena sempat melihat isinya. "Tidak ada."

Selena mengerutkan kening. "Kalau tidak ada, kenapa ekspresimu seperti baru menemukan sesuatu yang menarik?"

Adrian menoleh, lalu mengusap lembut pipi kekasihnya. "Aku hanya mendapat kabar tentang Vincent."

Nama itu membuat senyum Selena memudar.

"Masih saja membahas dia?"

"Bukan membahas." Adrian tersenyum tipis. "Aku baru sadar... Vincent akhirnya punya kelemahan."

Selena menatap Adrian beberapa detik sebelum berkata pelan, "Serina?"

Adrian tidak menjawab, tetapi senyum di wajahnya sudah menjadi jawaban.

Selena mengembuskan napas. "Jangan libatkan adikku."

"Takut?"

"Aku hanya tidak ingin Serina terseret urusan kita."

Adrian mengalihkan pandangannya ke gemerlap lampu kota. "Tenang saja. Selama Vincent tidak membuat langkah bodoh. Serina akan tetap aman." Namun jauh di dalam pikirannya, Adrian sudah menyusun rencana lain.

Ia tidak berniat menyentuh Serina lebih dulu. Ia ingin mengawasi. Mencari tahu, seberapa jauh Vincent Timoty bersedia mempertaruhkan segalanya demi perempuan yang kini menyandang nama belakangnya.

Di sudut lain ballroom, suasana tetap hangat dipenuhi obrolan para tamu.

Vincent berdiri di samping Serina sambil memperkenalkannya kepada beberapa kolega bisnis.

Di sisi lain ballroom, Diego memandangi punggung Vincent dan Serina.

"Masih dipikirkan?" Suara Desy membuat Diego menoleh. Wanita itu menyilangkan kedua tangan di dada. "Aku tidak menyangka mantanmu ternyata istri Vincent Timoty."

Diego tersenyum tipis. "Aku juga baru tahu malam ini."

Desy mendengus pelan. "Beruntung sekali dia."

Diego tidak menjawab. "Tapi..." Desy menatap ke arah Serina. "Aku tetap tidak suka melihatnya."

"Sudahlah. Tadi masalahnya juga sudah selesai."

"Aku tahu." Desy merapikan ujung gaunnya. "Hanya saja aku tidak suka perempuan yang masih berbicara dengan mantannya."

Diego mengangguk singkat, berusaha mengakhiri pembicaraan. "Sudah, jangan dipikirkan lagi."

Desy akhirnya menghela napas. "Ayo, kita cari makanan. Dari tadi belum sempat makan."

"Kamu duluan saja."

"Kamu?"

"Aku menyusul. Ada beberapa rekan kantor yang ingin kutemui."

Desy tidak menaruh curiga. "Oh, ya sudah. Jangan lama-lama."

Setelah Desy berjalan menuju meja prasmanan, tatapan Diego kembali tertuju kepada Serina. Dari balik keramaian, ia memperhatikan setiap gerak-geriknya dengan tenang. Bukan karena rasa lama yang belum selesai. Melainkan karena sebuah perintah. Perintah dari Adrian Barent. Dan mulai malam itu, Serina resmi menjadi orang yang harus dia awasi.

Acara jamuan resmi berakhir.

Para tamu mulai meninggalkan ballroom hotel satu per satu. Suara percakapan yang semula memenuhi ruangan perlahan mereda, berganti dengan langkah kaki para undangan yang berpamitan kepada tuan rumah.

Vincent menyelesaikan percakapan singkat dengan salah seorang kolega sebelum berjalan menghampiri Serina.

"Ayo." Hanya satu kata. Serina mengangguk pelan, lalu mengikutinya.

Mereka berhenti sejenak di depan tuan rumah untuk menyampaikan salam perpisahan. Setelah itu, Vincent melangkah menuju pintu keluar ballroom tanpa berkata apa-apa lagi. Serina berjalan setengah langkah di belakangnya.

Di sisi lain ruangan, Diego memperhatikan keduanya hingga menghilang di balik pintu.

Mobil melaju meninggalkan hotel. Keheningan memenuhi kabin. Vincent memandang lurus ke depan.

"Diego."

Serina menoleh.

"Mantan pacarmu?"

Serina terdiam beberapa saat sebelum mengangguk pelan. "Iya."

"Kenapa putus?"

"Dia berselingkuh."

Vincent tidak bertanya lagi. Baginya, jawaban itu sudah cukup. Tatapannya kembali ke jalan. Wajahnya tetap datar, tetapi di dalam pikirannya, nama Diego telah tersimpan. Ia tidak suka ada orang dari masa lalu Serina yang berani membuat keributan di hadapan istrinya.

Beberapa menit kemudian, sedan hitam itu memasuki halaman mansion.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama. Sopir segera turun lebih dulu untuk membukakan pintu. Vincent keluar tanpa berkata apa-apa. Serina menyusul di belakangnya.

Pintu utama terbuka. Vincent melangkah masuk lebih dulu, disusul Serina yang melepas sepatu haknya.

Rumah sudah sunyi. Namun baru beberapa langkah, terdengar suara langkah kaki kecil dari arah tangga.

"Ayah..." Viren berdiri di anak tangga terakhir sambil mengucek mata. Rambutnya sedikit berantakan, jelas baru terbangun.

Vincent menghentikan langkahnya. "Kenapa bangun?"

"Aku dengar suara mobil."

Vincent menatap jam di pergelangan tangannya.

"Sudah larut."

"Iya..."

Serina segera menghampiri Viren, lalu berjongkok di depannya. "Masih mengantuk, kan?" tanyanya lembut.

Viren mengangguk pelan. "Ayo, Tante antar kembali ke kamar."

Viren justru menoleh kepada Vincent, seolah menunggu persetujuan. Vincent mengangguk singkat. "Pergi."

Baru setelah itu Viren mengulurkan tangan kepada Serina.

Serina menggenggam tangan kecilnya. "Mau minum susu hangat dulu?"

Viren berpikir sejenak, lalu mengangguk. "Mau."

Serina tersenyum tipis. "Kalau begitu kita buat susu dulu, setelah itu langsung tidur." Keduanya berjalan menuju dapur.

Vincent tetap berdiri di tempatnya beberapa detik, memperhatikan punggung mereka.

Tatapannya berhenti pada tangan kecil Viren yang menggenggam jemari Serina dengan begitu akrab.

Tanpa mengatakan apa pun, Vincent berbalik menuju ruang kerjanya. Di balik wajahnya yang tetap datar, ia menyadari satu hal. Sejak kehadiran Serina di rumah itu, Viren tak lagi merasa sendirian saat malam tiba.

Setelah segelas susu hangat habis diminum, Serina mengambil gelas kosong dari tangan Viren. "Sudah?"

Viren mengangguk kecil. "Terima kasih."

"Sama-sama." Serina tersenyum tipis. "Sekarang kita kembali ke kamar."

Viren turun dari kursi, lalu menggenggam tangan Serina. Keduanya berjalan menyusuri lorong mansion yang sudah lengang.

Sesampainya di kamar, Serina membantu Viren naik ke tempat tidur. Ia menarik selimut hingga menutupi tubuh kecil anak itu.

"Selamat tidur."

"Selamat tidur, Tante."

Serina sempat mengangkat tangan, berniat merapikan rambut Viren yang berantakan. Namun, jemarinya berhenti ditengah jalan. Ia mematikan lampu dan hanya menyisakan lampu tidur yang memancarkan cahaya redup, lalu menutup pintu kamar dengan hati-hati.

Ia teringat sikap Viren selama ini. Anak itu belum pernah memanggilnya ibu. Dan tak seorang pun bisa menggantikan posisi itu.

Begitu keluar, suasana mansion kembali sunyi.

Serina hendak menuju kamarnya ketika langkahnya terhenti.

Cahaya dari bawah pintu ruang kerja Vincent masih menyala. Pria itu rupanya belum beristirahat. Serina hanya memandang sesaat, lalu melanjutkan langkahnya.

Di saat yang sama... Di balik pintu ruang kerja, Vincent duduk seorang diri di depan meja.

Ponsel di tangannya telah tersambung dengan seseorang. "Selidiki satu orang."

Suara di seberang langsung menjawab, "Siapa, Tuan?"

"Diego Prastiyo."

Vincent terdiam sesaat, matanya menatap gelapnya halaman mansion di balik jendela. "Aku ingin seluruh riwayatnya."

"Baik, Tuan."

Sambungan terputus. Vincent meletakkan ponselnya perlahan. Tak ada seorang pun yang berani membuat keributan di depan istrinya tanpa ia ketahui latar belakangnya.

Sementara itu, di tempat lain, Adrian Barent juga mulai menggerakkan bidaknya.

Tanpa mereka sadari... Nama Diego Prastiyo kini berada di tengah permainan dua pria paling berbahaya.

1
Kayla Rane
Vincent kayak gak suka Ibunya. apa jangan² ada sesuatu dibalik itu
Kam1la
ibu tirinya Vincent...kak
Kayla Rane
neneknya viren kah? orangtuanya ibunya viren🤭
Kayla Rane
serina mah tipe cewek yang gak kegatelan mandiri juga. mungkin itu yg di sukai vincent🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Anonim
Heeemmm😍😍
Anonim
Semakin menarik 🤭🤭🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Kayla Rane
kereen
Anonim
Lanjut 🤭🤭🤭
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Iya, iya, yuk.
Tio Buki
Iya lengkaplah, kan udah tersedia
Tio Buki
Iya sama sama.
Tio Buki
Jangan tanya aku, aku juga tidak tau
Tio Buki
Minumlah
Tio Buki
Itu cuma secara kebetulan saja
Tio Buki
Itu kamar namanya, kalau rumah, ada diluarnya🤣🤣
Tio Buki
Biarkanlah
Tio Buki
Oh begitu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!