Diantha dan Althaf saling mengenal dan menjadi sahabat di bangku SMA..
di sekolah, mereka benar benar tidak terpisahkan, bahkan satu sekolah mengira mereka pacaran.
sebenarnya mereka sama sama memiliki perasaan cinta, hanya saja , mereka sepakat untuk selalu menjadi sahabat dan tidak akan pernah pacaran, agar persahabatan mereka langgeng..
Sayangnya Diantha tidak sanggup untuk menahan perasaannya lagi hingga membuat jarak di antara meraka..
bagaimana kisah Diantha dan Althaf dalam cinta yang rumit dan persahabatan yang ingin di jaga..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sari dan pertanyaannya
Pov Author
Diantha dan Sari berjalan beriringan menuju kantin.
Dalam perjalanannya, Sari bertanya tentang banyak hal termasuk tentang Kak Reyhan..
" Tha' , kamu tau kak Reyhan kan ? " Tanya Sari yang tiba-tiba saja mengubah topik pertanyaannya
" Tau tapi nggak kenal, kenapa emang?" Diantha bertanya balik, ia sedikit heran kenapa tiba-tiba Sari bertanya seperti itu..
"Ooh, Kak Reyhan tuh suka sama kamu Tha'.." ucap jujur Sari, membuat Diantha kaget mendengarnya..
kenapa Sari bisa bilang seperti itu? Apa mungkin dia dekat sama Kak Reyhan..
batin Diantha
"kok kamu ngomong kayak gitu Sar ? jangan ngaco deh, mana mungkin Kak Reyhan suka sama aku, kan kita murid baru disini, baru juga dua hari, ya kali ada kakak kelas yang langsung naksir" Sanggah Diantha yang tidak percaya omongan Sari..
"Ya ada lah, buktinya Kak Reyhan suka tuh sama kamu, dia sendiri yang ngomong sama aku, dia malah minta aku buat deketin kamu supaya bisa cari informasi lebih jauh tentang kamu, tentang makanan kesukaan kamu, alamat kamu, apa saja yang kamu suka dan nggak suk... Uuups" Sari berhenti berbicara..
Sari langsung membekap mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangan. Matanya membelalak, sadar kalau mulutnya baru saja 'bocor' melampaui batas aman..
Diantha menggeleng-gelengkan kepala sambil mengibaskan tangan, menatap sahabatnya itu dengan ekspresi antara ingin tertawa dan heran.
"Tuh, kan! Kamu mah ngarangnya makin menjadi-jadi, Sar. Jangan halu deh. Mana ada sih cerita FTV begitu di dunia nyata? Paling Kak Reyhan cuma iseng" tutur Diantha santai, benar-benar cuek dan tidak berminat membahas kakak kelas bernama Reyhan itu lebih jauh..
"Ih, Diantha! Aku seriusan, demi apa pun enggak ngarang!" seru Sari setengah berbisik, berusaha membela diri meski wajahnya sudah merona karena ketahuan rahasia..
Namun Diantha sudah melangkah lebih dulu, mengabaikan gerutu Sari. "Terserah deh, Sar. Yang penting sekarang perutku lapar. Yuk, ke kantin!"
Aroma soto ayam dan gorengan hangat langsung menyambut mereka begitu menginjakkan kaki di kantin sekolah yang ramai. Bau gurih itu sukses mengalihkan perhatian Sari dari rasa bersalahnya. Mereka berdua memesan makanan dan segera mencari meja kosong di pojokan.
Saat Sari sibuk mengunyah batagornya sambil sesekali masih mengerucutkan bibir, pandangan Diantha justru terlempar ke luar jendela kantin.
Di sudut lorong belakang dekat area pembuangan sampah kering, ia melihat ada celah kecil di antara rimbunnya pohon bambu decorative dan pagar beton sekolah. Sepertinya ada jalan kecil yang tersembunyi di sana..
"Sar, lihat deh ke arah lorong itu," potong Diantha, mengalihkan pembicaraan sebelum Sari sempat membahas Kak Reyhan lagi. "Kaya ada jalanan kecil ya ke belakang kantin?"
Sari menoleh, ikut mengamati arah tunjuk Diantha. "Eh? Iya ya... Kok kayak ada celah terbuka gitu di balik semak-semak?"
Rasa penasaran Diantha membuncah. Tanpa pikir panjang, ia menghabiskan es teh manisnya. "Yuk, cek! Mumpung masih ada sisa waktu istirahat."
"Hah? Diantha, ntar kalau ada hantu atau tempat terlarang gimana?" bisik Sari panik, tapi kakinya tetap saja mengekor di belakang Diantha.
Mereka menyelinap perlahan melewati lorong sempit di samping bangunan kantin, membelah rimbunnya dedaunan yang menutupi pandangan. Begitu melangkah melewati celah pagar yang sedikit terbuka, suasana bising kantin mendadak teredam..