salsa adalah seorang anak yatim piatu yang kehilangan sang ibu semenjak berumur 8 tahun, kini dia harus menghadapi kenyataan pahit lagi karena harus kehilangan sang ayah di umur 18 belas tahun. tak cukup sampai di situ salsa juga harus hidup dengan sang ibu tiri yang kejam dan selalu memperlakukan seperti seorang pembantu, nasib salsa juga bertambah buruk karena kk tirinya yang memperlakukan tak kalah kejam dengan ibu tirinya, sampai sebuah pertemuan dengan seseorang dan berakhir pernikahan mengubah hidup nya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pujakesuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 persiapan
Karena kesulitan kalau harus bersiap-siap sendiri salsa dibantu oleh pelayan yang tadi membawanya ke kamar ini, untuk melepas semua aksesoris dan juga gaun panjang yang menempel di badannya. setelah itu semua terlepas salsa bernafas lega akhirnya dia lepas dari semua beban berat itu, kini tubuhnya gerah dan dia ingin segera mandi.
Salsa agak saat pelayan terus berada di sana, padahal dia kan mau mandi saat salsa mencoba mengusir pelayan itu dengan cara halus. tapi pelayan itu menolak dengan alasan dia harus melayani salsa sampai-sampai harus membantunya juga mandi, dibantu oleh orang lain mandi hal itu tidak pernah ada di pikiran salsa sampai saat ini.
Walaupun salsa sudah mencoba menolak dengan halus tapi pelayan itu tetap memaksa untuk membantunya mandi, salsa yang tidak terbiasa dengan hal itu hanya menyuruh pelayan menunggunya mandi di luar lalu berlari buru-buru masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam. Selamat, salsa bernapas lega pelayan yang dari tadi memaksa untuk membantunya mandi akhirnya tinggal di luar.
Salsa mengisi bathtub dengan air hangat sampai air memenuhi bathtub tersebut, setelah itu salsa juga menaburkan busa untuk mandinya lalu pelan-pelan masuk ke dalam air hangat itu. rasanya sangat nyaman dan begitu menyenangkan, otot-ototnya yang tadinya tegang kini terasa rileks direndam dengan air hangat sangkin lelahnya sampai salsa merasa mengantuk.
Saat berendam di dalam bathtub, tapi belum sempat salsa memenjamkan mata suara ketukan dari luar langsung mengisi suasana kamar mandi yang tadinya sepi. itu adalah suara pelayan yang memanggil-manggil nama salsa, karena sudah lebih setengah jam salsa berada di dalam kamar mandi, dan dari tadi sudah tidak ada suara air lagi.
Pelayan itu takut terjadi sesuatu hal yang buruk kepada salsa, kalau sampai hal itu terjadi bisa-bisa dia yang disalahkan karena dia yang bertugas untuk melayani salsa malam ini. melayani semua kebutuhan salsa segala hal yang dia perlukan sampai-sampai mandi pun begitu, tapi salsa sangat pintar menghindar jadi pelayan itu tidak bisa ikut ke kamar mandi untuk membantunya.
Dari tadi menunggu di luar, pelayan itu mulai khawatir saat suara gemercik air sudah tidak terdengar lagi, untung beberapa panggilan saja salsa sudah menjawab jadi pelayan itu bernafas lega. tidak lama dari situ salsa pun keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk, melihat ada orang lain yang berada di kamar ini apalagi sekarang posisinya salsa sedang menggunakan handuk dia menjadi sedikit tidak nyaman.
Karena tidak terbiasa ada orang asing di sekitarnya, walaupun mereka berdua sama-sama perempuan tetap saja rasanya begitu janggal dan tidak nyaman. salsa melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh pelayan tadi di atas tempat tidur dan menyuruh salsa untuk menggunakannya, salsa awalnya menolak tapi mendengar bahwa ini perintah dari nyonya Bram salsa menjadi ciut.
Mengikuti saya untuk menggunakan pakaian itu, bukan apa-apa saja tidak mau menggunakan pakaian yang disiapkan oleh pelayan itu. tapi lebih tepatnya pakaian itu tidak bisa disebut sebagai pakaian karena sangat seksi, tipis sampai-sampai menerawang, ditambah lagi warna baju itu adalah warna merah marun.
Ini sama saja salsa tidak memakai baju, tidak sampai di situ saja pelayan itu juga membantu salsa untuk menggunakan riasan tipis di wajahnya. menambah sentuhan lipstik merah dan juga parfum yang disemprotkan ke sekujur tubuh salsa, boleh selesai akui bahwa parfum itu sangat wangi dan menyegarkan tapi salsa tidak tahu apa maksudnya semua ini.
Setelah rangkaian persiapan itu, pelayan itu pamit karena katanya tugasnya sudah selesai meninggalkan salsa sendirian di dalam kamar. yang akhirnya bernafas surga setelah ditinggal sendirian di dalam kamar, salsa yang tidak mau terus-menerus menggunakan pakaian seperti ini apalagi nanti ada kemungkinan laki-laki asing masuk ke dalam kamarnya.
Laki-laki asing yang dimaksud adalah pria yang tadi pagi mengucapkan ijab kabul atas namanya sekaligus mempersuntingnya menjadi istri, siapa tahu dia tiba-tiba muncul salsa berpakaian hidup ini betapa memalukannya. pasti nanti laki-laki itu akan berpikir salsa mencoba untuk menggodanya, salsa langsung membuka lemari satu persatu.
Yang di sediakan di kamar hotel ini untuk menyimpan pakaian, tapi dia tidak menemukan pakaian yang waras ada beberapa style baju di dalam lemari itu. tapi semua baju itu tidak jauh berbeda dengan baju yang dia pakai hari ini, semuanya berisi lingerie di seksi dan menggoda dengan warna-warna gonjreng.
Tidak putus asa sampai di situ salsa juga mencari di sekitarnya, untuk mencari keberadaan kopernya untuk mengambil dan memakai bajunya sendiri. walaupun semua bajunya itu tidak ada yang mewah tapi itu semua jauh lebih nyaman digunakan daripada baju yang sekarang dia pakai, tapi nihil salsa sama sekali tidak menemukan kopernya.
Sial..., salsa sampai lupa kalau dia meninggalkan covernya di kamar hotel tempat dia tadi malam menginap, dan ini yang dia tempati sekarang adalah kamar yang berbeda. entah bagaimana nasib kopernya itu tidak ada pilihan lain salsa bisa pasrah menggunakan baju ini malam ini, entah siapa yang punya ide seperti ini dan mempersiapkan ini semua.
Syukur pria itu tidak datang sama sekali jadi salsa bisa bernapas lega, karena malam yang semakin larut matanya pun mulai mengantuk dia sudah beberapa kali menguap tapi mencoba menahan matanya agar tidak tertidur. dengan keadaan yang seperti ini tapi laki-laki yang dari tadi duduk di pelaminan bersamanya sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.
Jadi salsa mematikan lampu kamarnya, mengintip ke arah luar kamar memastikan tidak ada orang yang akan datang lagi setelah dirasa benar-benar aman. barulah salsa membungkus dengan handuk yang tadi dia pakai mandi tak sampai di situ dia juga membungkus tubuhnya menggunakan selimut setelah dirasa aman barulah sel-sel meminjamkan matanya dengan perasaan tenang.
Karena hari ini adalah hari yang sibuk dan juga melelahkan bagi salsa, tidak perlu waktu lama untuknya tertidur nyenyak dan jatuh ke alam mimpi.
" cklek...,"suara pintu yang dibuka dengan hati-hati dari luar, bersamaan dengan itu muncullah sesosok pria dengan wajah dingin dan datarnya. dia sebenarnya tidak ingin tidur di kamar ini bersama dengan wanita asing yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya.
Kalau tidak takut dengan ancaman sang ibu, pria itu akan lebih memilih membooking kamar lain dan tidur di sana daripada harus tidur dengan orang asing. tapi lagi-lagi pria dingin ini sama sekali tidak berdaya kalau di depan ibunya, jadi dengan terpaksa dia harus datang ke sini.
Pria itu menjalankan kursi rodanya dengan hati-hati, melihat sesosok wanita yang tidur di atas tempat tidur pria itu tidak ingin menimbulkan suara yang akan membandingkan orang yang tidur di atas tempat tidur itu dengan terbalik selimut tebal. dan tidur sangat nyenyak.
Dia lebih memilih tidur lebih sopan panjang tersedia di sana, dengan pelan dan penuh kehati-hatian dia berpindah dari kursi rodanya menuju sofa. walaupun sedikit kesulitan tapi akhirnya dengan usaha keras pria itu berhasil berpindah tempat, keruntuhan India alami sekarang benar-benar merepotkannya dia jadi tidak bisa bergerak bebas seperti dulu.