NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Alana tidak menyangka pernikahannya dengan Rendi harus berahir di tengah derasnya air sungai,Rendi dan Lisa selingkuhannya,dengan teganya membuang Alana kesungai untuk menghabisinya dan menguasai harta peninggalan orang tua Alana .Untung saja ada Arka yang menolongnya,dengan di bantu Arka,Alana kembali bangkit membalas penghianatan Suaminya dan mengambil hartanya yang sudah dirampas Rendi dan Lisa
Bagaimana selanjutnya kehidupan Alana Dan Arka ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana untuk kehancuran Randy

Elena menatap layar laptop di meja kerja penthouse Arka, cahaya biru memantul di wajahnya yang tegang. Malam semakin larut, tapi adrenalin membuat keduanya tak mengantuk. Arka berdiri di sampingnya, tangannya bertumpu pada bahu Elena, memberikan kekuatan diam-diam.

“Audit besar itu akan dimulai besok pagi, Arka,” kata Elena, suaranya rendah tapi penuh tekad. “Baskoro,orang yang kamu ajukan yang akan memimpin tim auditor independen. Dia orang yang tak bisa disuap, reputasinya bersih seperti kaca. Itu kelemahan terbesar Randy.”

Arka tersenyum tipis, matanya menyipit penuh perhitungan. “Baskoro sudah kubiarkan timku di Singapura memberi sinyal. Dia akan menggali lebih dalam dari yang Randy bayangkan. Kita tidak hanya bicara laporan keuangan biasa, Elena. Seluruh Adiguna Group akan dibongkar,dari aset properti di Jakarta hingga rekening offshore di Singapura dan Hong Kong.”

Elena mengangguk, jari-jarinya mengepal di atas meja. “Randi ... pria itu yang memerintahkan orang-orangnya melemparku ke Sungai. Dia pikir aku sudah mati, tenggelam bersama rahasia perusahaan yang kutahu. Sekarang aku kembali, dan aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya. Keluarganya, kekuasaannya, bahkan nama baik yang dibangunnya dengan darah orang lain.”

“Baskoro akan fokus pada transaksi mencurigakan tiga tahun terakhir,” lanjut Arka sambil menunjuk diagram alur dana di layar. “Kita sudah menyuntikkan data awal secara anonim ke sistem mereka. Transfer fiktif ke perusahaan boneka milik Randi di Batam, pembelian tanah di Bali yang tak tercatat, hingga dana CSR yang mengalir ke rekening pribadi keluarganya. Baskoro bukan orang sembarangan; dia mantan investigator OJK. Begitu dia menemukan pola itu, audit akan berubah menjadi penyidikan pidana.”

Elena menarik napas dalam, matanya berkilat penuh dendam. “Aku ingin Randy melihat wajahku saat semuanya runtuh. Bayangkan dia di ruang rapat, keringat dingin membasahi kemeja mahalnya, saat Baskoro membacakan temuan: ratusan miliar rupiah yang hilang. Istri dan anak-anaknya yang sombong itu akan menjauh darinya. Saham Adiguna Group akan anjlok dalam hitungan jam. Bursa akan gempar.”

Arka meraih tangan Elena, meremasnya lembut. “Kau tahu risikonya. Randi masih punya pengaruh di kalangan pejabat tinggi. Tapi dengan Baskoro memimpin audit, kita punya tameng hukum yang kuat. Tim forensikku sudah siap memantau setiap pergerakan dana. Begitu Randi panik dan mencoba memindahkan aset, jejak digital itu akan jadi bom waktu.”

“Dan aku akan jadi saksi kunci,” tambah Elena, suaranya semakin tegas. “Bukti yang kutahan selama ini,email, rekaman suara, dokumen internal,akan kuberikan pada Tim audit saat waktunya tepat. Randi harus membayar atas apa yang dia lakukan padaku, pada keluargaku yang hancur, pada semua karyawan yang dia tipu.”

Mereka berdua diam sejenak, menatap kota Jakarta yang berkilau di bawah malam. Arka tersenyum. “Besok pagi pukul sembilan, audit dimulai. Baskoro akan membuka pintu neraka bagi Randy Pratama. Kau siap melihatnya hancur?”

Elena tersenyum licik, senyum yang sama seperti malam-malam sebelumnya. “Lebih dari siap, Arka. Ini bukan hanya balas dendam. Ini keadilan yang lama kutunggu.”

Elena menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman tipis yang sarat akan kelicikan. "Biarkan mereka bekerja keras malam ini, Arka. Semakin banyak mereka memindahkan dana tersebut, semakin banyak jejak digital yang mereka tinggalkan untuk tim forensik keuanganmu."

"Timku di Singapura sudah bersiap, Elena," kata Arka, matanya menatap Elena dengan intensitas yang dalam. "Begitu sistem perbankan mereka dibuka besok pagi untuk proses audit awal, seluruh riwayat transaksi Adiguna Group dalam lima tahun terakhir akan tersedot ke pelayan data kita. Kita akan tahu ke mana saja uang hasil keringatmu dialirkan oleh pria itu."

Elena menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendurkan otot-otot tubuhnya yang menegang. Kehadiran Arka di sampingnya selalu memberikan rasa aman yang aneh. Pria ini adalah teka-teki terbesar dalam hidup barunya; seorang taipan keuangan yang memiliki kekuasaan untuk menghancurkan bursa saham dalam semalam, namun memilih untuk mengalokasikan sumber dayanya demi membantu sebuah rencana balas dendam milik seorang wanita yang hampir mati di sungai.

"Mengapa kau melakukan ini sejauh ini, Arka?" tanya Elena tiba-tiba, menyuarakan pertanyaan yang selama berminggu-minggu ini tertahan di tenggorokannya.

Ia menoleh, menatap langsung ke dalam manik mata hitam pria itu. "Kau memberikan identitas baru, kantor mewah, tim hukum, bahkan meretas sistem demi diriku. Ini bukan sekadar investasi bisnis yang menguntungkan untuk Van Doren Group. Apa motif aslimu?"

Arka tidak langsung menjawab. Ia menatap Elena selama beberapa detik, ekspresi wajahnya tetap datar seperti pahatan batu marmer, sulit untuk dibaca. Pria itu kemudian menegakkan tubuhnya, berjalan menuju jendela kaca besar, memandangi kerlip lampu kota yang berada jauh di bawah mereka.

"Aku benci parasit, Elena," jawab Arka akhirnya, suaranya terdengar berat dan bergema pelan di dalam ruangan. "Rendy Pratama adalah perwujudan dari jenis manusia yang paling aku benci di dunia ini. Pria yang merasa dirinya menjadi Tuhan hanya karena memiliki sedikit kekuasaan dan uang, pria yang membangun kerajaannya di atas darah dan air mata orang lain, lalu dengan angkuh membuang orang yang membantunya setelah merasa dirinya cukup kuat."

Arka membalikkan badannya, menatap Elena dengan tatapan yang seolah bisa menembus langsung ke dalam jiwanya. "Dan di atas semua itu ... aku melihat diriku yang dulu ada di dalam dirimu. Bedanya, saat aku dikhianati dan dijatuhkan dari puncak kekuasaan bertahun-tahun lalu oleh keluargaku sendiri, tidak ada satu pun orang yang mengulurkan tangan untuk membantuku bangkit. Aku harus merangkak dari lumpur sendirian, memotong setiap tangan yang menahan kakiku, hingga aku bisa berdiri di posisi sekarang."

Arka melangkah perlahan mendekati Elena, berhenti tepat di hadapan wanita itu. "Aku hanya memberikan alatnya padamu, Elena. Paspor, identitas, uang, dan panggung ini ... semuanya hanyalah alat. Kaulah yang memegang pisau eksekusinya. Aku ingin melihat seberapa jauh singa betina yang bangkit dari kematian ini bisa menyeret mangsanya ke dalam penderitaan."

Elena terpaku mendengar penjelasan Arka. Untuk pertama kalinya, ia melihat ada retakan kemanusiaan di balik topeng dingin seorang Arka. Ada luka masa lalu yang sama dalamnya dengan luka yang ia miliki. Rasa keterikatan yang tak kasat mata mendadak tercipta di antara mereka berdua,dua jiwa yang sama-sama telah mati di masa lalu dan kini bangkit kembali hanya untuk menuntut keadilan dengan cara mereka sendiri.

Elena bangkit dari duduknya, berdiri sejajar dengan Arka. Ia melepaskan sarung tangan renda hitamnya, memperlihatkan jemarinya yang kini tampak halus namun kokoh.

"Aku tidak akan mengecewakan investasimu, Tuan Arka," ucap Elena, nada suaranya kembali dipenuhi oleh ketegasan yang mematikan. "Besok pagi, saat tim audit masuk ke kantor Rendy, retakan antara dia dan Lisa akan melebar menjadi jurang pemisah. Dan aku sendiri yang akan memastikan mereka saling mendorong ke dalam jurang itu, sama seperti yang mereka lakukan padaku malam itu."

Arka mengangguk kecil, kepuasan tersirat jelas dari sorot matanya. "Permainan sesungguhnya dimulai besok pagi, Elena. Istirahatlah. Kau membutuhkan seluruh energimu untuk menyapa mantan suamimu besok dengan senyuman terbaikmu."

Elena tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menjadi tanda bahwa Alana yang lemah telah terkunci rapat di dasar garis waktu, dan yang tersisa kini hanyalah Elena Van Doren,sang malaikat pencabut nyawa yang mengenakan pakaian kemewahan.

1
sunaryati jarum
Emak ingin tahu hasilnya
MayAyunda: ditunggu 😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah dah dig dug Rendy.Kau sebenarnya belum pandai berbisnis dan memimpin perusahaan,tapi sifat tamakmu membawamu sampai tahap ini Kamu belum menikmati harta yang kau rampas, sudah masuk penjara.
MayAyunda: He he
total 1 replies
MayAyunda
siap kak ,ditunggu kak 😍🙏
sunaryati jarum
Ayo lekas beraksi ,Elena
MayAyunda: ok siap beraksi kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Kutunggu langkah pembalasan kamu,Elena
MayAyunda
terimkasih kak
sunaryati jarum
Nah jangan nangis bangkit dan atur strategi untuk membalas mereka serta merebut kembali semua harta milikmu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!