Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Dewi Benar
Malam itu,gundah gelisah yang dirasakan Dewi yang sedang menunggu suaminya pulang dari tempat kerjanya.Dari kejauhan suara motornya terdengar,Dewi pun menghadang suaminya di balik pintu.Dari depan suara motor suaminya telah berhenti.
Kreeekkkkkk...
"Loh kenapa kamu berdiri di balik pintu seperti itu wi"ujar pak Rama dengan gelisah.
"jujur saja kamu mas.gak usah pura-pura tidak tau,gosip tentang kamu dan mbak Sari sudah terdengar ke seluruh warga desa"ucap Dewi dengan lantang.
Pak Rama hanya terdiam,dia mengabaikan pertanyaan Dewi."sudahlah,suami baru pulang bukan nya di suruh makan malah di omelin"gerutu pak Rama sambil berjalan masuk ke kamar mandi.
"kalau kamu tidak selingkuh,mengapa kamu takut ,kalau kamu tidak mau menjawab,biar aku yang cari tau sendiri"ujarnya dengan sangat marah.
.
Paginya Dewi meminta bantuan ibu Neneng dan ibu Sutirah untuk bekerja sama mengungkap perselingkuhan suaminya dengan kakak nya.Benar sekali suaminya pergi setelah subuh lagi.Bu Sutirah dan Bu Neneng sehabis sholat subuh di surau mereka sudah bersiap di rumah Bu Sutirah yang dekat dengan rumah Dewi.
"Nah itu motor pak Rama kan Bu"ujar Bu Sutirah kepada Dewi.
"jadi kecurigaan ku selama ini benar,dasar suami dan kakak biadab "Dewi sangat marah .
"tunggu dulu,biarkan dia masuk.Nanti kita grebek kalau sudah 15 menitan."ujar Bu Neneng.
Setelah 15 menit menunggu dengan muka merah nya.Dewi,Bu Sutirah dan Bu Neneng segera masuk ke rumah mbak Sari. Alangkah terkejutnya Dewi melihat suami dan kakak nya melakukan adegan ranjang di rumah itu.Disaksikan juga oleh Bu Sutirah dan Bu Neneng.
"Wi aku bisa jelasin wi"Pak Rama mencoba menenangkan Dewi.
"ini nggak seperti yang kamu lihat wi,suami mu yang telah menggoda ku duluan"Mbak Sari tidak mau disalahkan.
"aku sudah lihat semuanya.Kalian gak usah munafik gak usah jelasin apa-apa.Malam ini kamu gak usah pulang mas.Biar semua harta aku yang urus.Gak Sudi aku hartaku dinikmati oleh suami biadab seperti kamu "Ujar Dewi dengan marah-marah.
Dewi,Bu Neneng dan Bu Sutirah meninggalkan rumah mbak Sari.Mereka berdua sangat malu karena aksinya kepergok oleh Dewi sendiri.
Dengan berlinang air mata Dewi kembali ke rumahnya.Gosip pun semakin menyebar luas dari mulut ke mulut.Sehingga mbak Sari malu tidak berani muncul di hadapan semua orang.Begitu juga pak Rama berusaha pulang meyakinkan istrinya namun istrinya tidak peduli lagi dengan nya.
Seperti terkena santet,mereka merasakan gatal yang luar biasa pada kemaluan nya.Ya mbak Sari dan pak Rama terkena imbas dari perbuatan nya itu,kemaluan mereka mengeluarkan bau tak sedap hingga mengeluarkan nanah.
"ah kenapa bisa seperti ini mas"ucap Sari kepada Pak Rama.
"aku juga sama wi,apa Dewi pergi ke dukun untuk balas dendam pada kita berdua"ujar Rama dengan menggaruk-garuk kemaluan nya.
Padahal sama sekali bukan Dewi pelakunya.Akan tetapi Arwah kakek Dewi yang tidak terima kalau cucunya merasa sakit hati imbas dari perbuatan suaminya.
Mbak Sari dan Pak Rama menggedor-gedor rumah Dewi.Begitu Dewi keluar, hidungnya mendengar bau menyengat.Bau nya sangat menjijikan hampir saja Dewi muntah di buat nya.Rupanya di depan rumah sudah ramai orang menyaksikan Sari dan Rama seperti terkena kutukan.Sekujur tubuhnya di penuhi dengan nanah.
"Wi tolongin kita wi,kita mau di usir warga kampung"rintih Sari dan Rama.
"pergi kalian dari desa ini, malu-maluin saja"suara sorak Sorai orang-orang.
Dewi pun merasa kasian terhadap suaminya,namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.Hatinya sudah hancur berkeping-keping dibuat nya.Hari itu Dewi menyaksikan sendiri suaminya di usir oleh warga kampung tanpa ia bisa mencegah.