Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#18 Setara? Aku akan membuat hubungan ini Setara
Xiarui dan A Yan tidur berpelukan di bawah selimut yang hangat. Tidur panjang setelah lelah menjalani aktivitas yang dilakukannya dari siang sampai sore tadi. Merupakan bukti kerinduan yang saling membutuhkan cinta satu sama lain.
Tringgg... tringg [dering ponsel milik A Yan berbunyi ]
Dengan mata yang masih terpejam, lengannya mencoba meraih ponsel yang berada di meja samping.
"hm.. siapa? " dengan mata yang masih terpejam dia tak melihat nama yang tertera di ponsel nya.
" pulang bodoh, kau lihat sudah jam berapa sekarang? Aku sudah menunggumu lebih dari 4 jam! "
Ternyata telepon dari sang kakak. karena malas mendengar ocehan dari chenghao,, A Yan menutup telepon sepihak .
Cuppp.. [Dan mengecup pelan puncak kepala Xiarui ]
" Sayang, bangun yuk. " Bisik A Yan dengan suara berat nya. Membuat Xiarui menggeliat dalam tidurnya.
" Jam berapa, A Yan? " Tanya Xiarui dengan mata yang masih terpejam.
" Jam 7 malam! " Tegasnya
Xiarui langsung melotot dengan sempurna, permainan bersama A Yan berapa jam? Ia bertanya dengan kesal, sampai teringat sang adik yang masih di villa.
" Xiawei... " Xiarui beranjak gelisah sampai lupa kini dirinya masih telanjang bulat.
" Sayang, Lihat perutmu! " A Yan meledeknya karena berjalan ngawur tanpa pakaian.
Sontak Xiarui langsung menutupi bagian dada dan bawahnya dengan kedua tangan nya.
" Mandilah dulu, aku ambilkan pakaian baru sebentar. " Ucapnya dengan nada gemas pada Xiarui.
Tak lama A Yan memakai boxer pendeknya dan kaos oblong nya untuk mengambil baju yang sudah dia pesan melalui Qiao feng. A Yan menghampiri nya di depan pintu hotel.
" Pulanglah, aku akan memberimu libur sampai seminggu ini," ujar A Yan pada Qiao feng.
Qiaofeng mengangguk paham dan langsung pergi dari hotel.
Tak lama, Xiarui selesai mandi dengan balutan handuk dari dada sampai atas paha. Kulit putih mulus nya terekspos dengan sempurna membuat A Yan tak bergeming, hanya menelan kasar saliva nya.
A Yan mendekat dan langsung mencium bibir pink milik Xiarui.
" Sangat wangi sayang, " A Yan mengendus bau tubuh Xiarui seperti anjing yang mengendus tulang.
" A Yan stop yaa, udah tadi berapa kali kamu tidak capek memangnya? " A Yan cemberut kena marah oleh Xiarui.
" Ya sudah , aku mandi dulu. " A Yan beranjak ke kamar mandi dengan wajah masam dan tak lupa menyerahkan paperbag berisi baju pada Xiarui.
Selesai bersiap-siap mereka segera turun ke area parkir untuk menemukan mobil mereka. Segera, setelah itu mereka berdua berangkat ke Rumah Besar Kediaman Liu.
" Anak itu benar-benar mengerjai kita untuk menunggu! , " Tn. besar Liu geram sambil menggertak an gigi nya.
Ny. Liu yang berada di sampingnya itu hanya berusaha menenangkan emosi sang suami yang tak kunjung reda.
Tak selang lama , mereka berdua sampai di kediaman Liu dengan bergandengan tangan erat.
Semua orang di ruang tamu melihat ke arah mereka berdua, ada perasaan takut di hati Xiarui saat melihat ke arah mereka semua yang mana, tatapan mereka seperti tidak menyambut baik mereka.
" Akhirnya kau sampai juga Yan! " Geram Tn. besar Liu .
" Tenangkan dirimu jangan bicara macam-macam pada putramu. " nyonya Liu berbisik agar menenangkan sang suami yang sedang di puncak emosi, namun usaha nya gagal.
Tn. besar Liu maju ke arah A Yan dan langsung menarik kerah baju nya.
Brughhhh! Hantaman keras mendarat di wajah tampan A Yan, semua orang di ruang tamu memalingkan wajah dengan ketakutan.
Tn. besar adalah orang yang sangat tegas, dan wajar saja semua orang tidak ada yang berani melawannya.
Xiarui memegang perutnya dengan perasaan takut melihat pria yang dia cintai di pukul keras tepat di depan matanya.
Pukulan keras itu menimbulkan darah segar mengalir di ujung bibir A Yan .
" Ayah tidak mengajari mu menjadi orang yang melawan peraturan keluarga. Sudah ayah bilang cari perempuan yang setara dalam hal segala nya. " Tatapan marah itu menatap A Yan dengan tajam.
Tak ada ketakutan di wajah A Yan hanya meringis kesakitan, dan masih menggenggam erat tangan wanita yang dia cintai.
" Ayah setuju atau tidak aku akan tetap menjadikan dia istriku, Ibu dari anak anakku! " A Yan menjawab dengan penuh penekanan dalam kata-katanya.
" Ini bukan salah A Yan, jangan pukul dia lagi tuan, " Xiarui yang tak kuasa menahan air matanya pun akhirnya pecah, dan memohon agar pria paruh baya di depannya tidak memukul pria nya lagi.
" Kau diam saja! Jangan ikut campur urusan keluarga kami! " Bentak Tn. Besar Liu
Tuan besar melepaskan genggaman mereka dengan kasar lalu hendak memukul putra keduanya lagi.
" Cukup, Ayah! " Chenghao menghentikan perkelahian diantara keduanya. Chenghao maju ke hadapan Ayahnya.
" Siapapun yang Chengyan cintai biarlah, dia wanita baik-baik dan lihat perutnya sudah sebesar itu bahkan lebih besar kandungannya dari pada istriku.! " Chenghao menasehati Ayahnya yang sedang marah.
" Bagaimanapun anak itu adalah keturunan kita, Ayah jangan sampai gegabah mengambil keputusan! " Sambung Chenghao kembali.
A Yan merapihkan kerah bajunya.
" Ayah, bukan kah kau juga sama saja sepertiku. Waktu ibu mengandung kakak kalian belum menikah kan? " A Yan yang tak mau kalah pun membuka kesalahan Ayahnya di masa lalu.
Dimana saat ibunya mengandung Chenghao mereka belum menikah, persis seperti yang dialami A Yan dan Xiarui.
"Dasar anak kurang ajar!, " Tn. Liu hendak memukulnya kembali, tapi di hentikan langsung oleh Chenghao.
A Yan tertawa miris, " Sebelum mengkritik ku atas kesalahan ku, lihat kesalahan mu sendiri. Setara atau tidak kami yang menentukan, kami saling mencintai bahkan kami akan punya anak dan hidup bersama. " A Yan membela Xiarui untuk hal ini.
" Bahkan aku sangat senang ketika mengetahui aku akan jadi seorang ayah, jika keluarga ini hanya mementingkan status sosial maka aku akan menyetarakan status kami. " Ucap kembali A Yan penuh tekad. Membuat semua orang benar-benar tegang di buatnya.
" Jika menurut ayah Xiarui bukan wanita yang cocok dan setara untuk ku maka, aku Chengyan bukan merupakan anggota keluarga Kalian lagi.! "
Duarrrrrr!! Bagai petirnya di sing bolong menghantam keluarga Liu . Ibu nya A Yan yang tak Terima langsung memukul suaminya.
" Apa yang kau lakukan! kau benar-benar iblis! " Ny. Liu benar-benar menangis di hadapan semua orang.
" Jangan gila A Yan! " Chenghao menatapnya dengan nanar.
Xiarui yang mendengar itu tak kuasa menahan diri untuk menangis.
" Kau jangan bodoh meninggalkan keluargamu demi aku! " Xiarui memukul mukul A Yan , lalu A Yan hanya memeluknya dan menenangkan tangisannya.
" Kita akan hidup bersama bagaimana pun caranya, itu janjiku padamu dan anak kita. " Ucapan A Yan yang penuh dengan tekad membuat Ayahnya mematung.
" Ini kan yang ayah mau, ayah tidak bisa menginjak-injak harga diri Xiarui karena status ku sudah sama dengan nya. Dan untuk terakhir kali jangan mengganggu kehidupan kami lagi! " A Yan dengan tatapan membunuh menatap ayahnya yang masih mematung.
" Katakan sesuatu Gaofeng! Kau sudah mengusir Anakku dan menantuku! " Ibu nya A Yan menangis dan marah pada Tn. Besar.
" A Yan jangan gegabah nak, jangan dengarkan ayahmu! " Ibu nya terus memohon agar A Yan menarik kata-kata nya itu. Tapi tatapan tajamnya masih tak padam sambil memeluk Xiarui yang masih menangis di pelukannya.
" Xiawei, Bawa kakakmu ke dalam mobil. ! " A Yan memerintah Adik iparnya untuk membawa Xiarui masuk ke mobil.
" Tidak A Yan! jangan buat keputusan saat sedang marah! " Huajin ikut menengahi, tapi sia-sia.
" Cepat Xiawei, bawa kakakmu! " Xiawei mengangguk cepat dan menarik Xiarui dan menuntunnya ke dalam mobil.
Huajin dan Ibu benar-benar sudah menangis , Sedangkan Chenghao hanya kesal dan kacau . Lalu Ayah? Dia masih menatap kosong dan mematung.
" Jika ayah ingin jadi keluarga terhormat , ingatlah untuk menghormati status yang lebih rendah seperti aku dan istriku! " Itulah kata-kata terkahir yang A Yan ucapkan untuk keluarga yang ditinggalkan nya. Lalu dengan langkah penuh tekad dia keluar dari kediaman keluarganya itu.
" Kau sudah melakukan kesalahan besar suamiku! , lihatlah kesombongan mu tentang status sosial kita sudah membuat kita kehilangan A Yan. Kau benar-benar iblis! " Ibu yang sangat marah pun meninggalkan Sang ayah di ruang tamu.
" Aku kecewa dengan ayah. " Dengan nada lemah Chenghao pun mengucapkan kata-kata pedih itu kepada ayahnya, lalu pergi dengan huajin ke kamar.
Tinggalah sang ayah yang masih tak bisa mengatakan sepatah kata. Pria yang dikenal dengan kekejaman nya itu pun masih kalah dengan kekejaman seorang Anak yang sedang membela istri dan calon anaknya yang tengah mengalami ketidakadilan!
BERSAMBUNG