NovelToon NovelToon
ELEANOR "The Sin Of Love"

ELEANOR "The Sin Of Love"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: SabdaAhessa

Ketika dosa, ego & cinta saling ingin unjuk diri di waktu yg sama, maka takdirlah yg akan menjadi hakimnya!!

Elleanor berkisah seorang gadis muda yang sudah mulai memasuki usia matang untuk sebuah pernikahan. Ayahnya mulai mencarikan jodoh untuk dirinya.

Namun, begitulah darah muda. Tak mau di atur, tak mau di kekang. Elleanor menolak & memilih seorang pria yg dia kenal di lapangan golf.

Tetapi, pilihannya salah, dia malah terjebak menjadi orang ketiga saat dia mengetahui jodoh pilihan ayahnya sudah kembali dari luar negeri.

Entah siapa yg akan Elleanor pilih kali ini. Terus terjebak dalam hubungan toxic yg menjanjikan kenikmatan tetapi di todong rasa bersalah atau memulai hubungan baru dengan si pria misterius yg nampak tak kenal kata ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Kedua Part 2

Ruangan ini juga asing baginya. Dia tak pernah masuk ke ruangan ini sebelumnya. Lampunya yang berwarna merah membuat mata Ellea sedikit sakit.

Damian membuka jas dan kemejanya, membuangnya ke sembarang arah. Lalu membuka lemari itu selebar mungkin. Membuat Ellea bergidik ngeri. Benda-benda yang tak pernah Ellea sangka berada di dalam sana. Cambuk. Bola-bola. Borgol. Dan.. d*ldo dari berbagai ukuran dan warna. Ellea menelan ludahnya. Berusaha menenangkan diri.

Damian mengambil dua buah borgol disana. Berjalan mendekati Ellea dan menarik paksa tangan istrinya itu, memborgol Ellea ke tiang ranjang.

"Damian.. Kenapa seperti ini?" Tanya Ellea panik. "Aku tidak mau!"

"Bukankah kau bilang mau melakukan apa saja?" Ucap Damian menarik tangan kiri Ellea dan memborgolnya.

Kini, Ellea terlentang dengan kedua tangan yang terborgol. Membuatnya tidak bisa melawan ataupun berkutik.

"Lepaskan!" Ucap Ellea pada Damian yang mulai naik ke atas ranjang.

Mendengar itu, Damian kembali turun dan mencari sesuatu di sana. Dan, ya, dapat! Dia mengambil sebuah bola yang terhubung dengan dua tali di kedua sisinya dan dia juga mengambil sebuah d*ldo bercabang yang menurut perkiraan Ellea, d*ldo itu lebih besar daripada milik Damian.

Pria itu kembali naik ke atas ranjang. Menindih tubuh Ellea yang sudah bisa dia kuasi. Dalam satu tarikan, Damian sukses merobek pakaian Ellea. Membuat istrinya itu telanj*ng bulat adalah hobi barunya.

"Uuhh.. Kau memang sangat menggoda, sayang!" Ucap Damian meremas pelan dan memelintir p*tingnya.

"Hmm.. Tolong jangan seperti ini, Damian!" Pinta Ellea sekali lagi. Karena bukan begini maksud Ellea. Dia hanya ingin berhubungan sewajarnya saja, tidak seperti ini.

"Kau cerewet sekali!" Damian memasukkan bola seukuran bola tenis itu ke dalam mulut Ellea, mengikat talinya dengan erat sehingga tak bisa membuat Ellea berbicara lagi.

"Hmm.. Hmm.." Pekik Ellea sudah terbungkam bola.

Damian tersenyum miring melihat itu. Seakan dia sudah menang sekarang. Pria itu kembali beraksi, dia mengambil d*ldo itu dan menyalakannya. D*ldo itu bergetar dan perlahan Damian menggesekkannya ke milik Ellea.

Ellea jijik melihat itu, dia berusaha menggeleng untuk memberikan isyarat tidak mau, namun percuma saja. Damian tak mungkin mau berhenti.

Perlahan, Damian mulai memasukkannya ke dalam milik Ellea yang sudah basah karena terprovokasi. D*ldo yang bergetar itu membuat Ellea menggeliat, antara sakit dan nikmat. Nyeri dari perbuatan tadi pagi di ruang makan belum sepenuhnya sembuh, tetapi Damian sudah menghukumnya lagi.

Damian memasukkan d*ldo itu hingga ke pangkal dan menempelkan cabang kecilnya di biji kacang Ellea. Wanita itu nampak tak tahan, dia kembali menangis meratapi nasibnya yang jatuh ke tangan monster birahi.

D*ldo itu bergetar di dalam milik Ellea, di dalam hatinya Ellea memang menolak, namun tubuhnya sekali lagi tak dapat berbohong. Ellea hampir mencapai pelepasannya, satu.. dua.. tig.. Tetapi Damian menarik d*ldo itu dengan cepat seakan tau kondisinya.

Sungguh, ini menyiksa batin Ellea. Apa mau pria ini? Dia membuat Ellea naik tetapi tak membiarkan Ellea mencapai pelepasannya.

"Jangan keluar dulu, sayang!" Suara Damian terdengar menggoda.

Dia melepas celana panjang dan c*lana dalamnya. Memperlihatkan barang pusaka yang sudah mengoyak milik Ellea tadi pagi. Besar, panjang dan berurat. Ahh.. mantap!

Dia mengangkat kedua kaki Ellea ke atas bahunya. Milik Damian sudah berdiri tegak siap menerjang. Dia memasukkan miliknya ke dalam milik Ellea.

"Hmm.. Argajmvc.." Ucap Ellea tak jelas karena mulutnya terbungkam bola.

Damian mempercepat gerakannya, maju mundur dengan cepat seakan dia ingin segera mencapai pelepasannya. Sedangkan Ellea menangis kesakitan di bawah serangan kenikmatan ini. Perih dan pedas bercampur aduk menjadi satu.

Namun, sudah beberapa menit Damian di kegiatannya tetapi tak ada tanda-tanda pria itu akan mencapai pelepasannya. Ellea semakin frustasi, mengapa pria ini kuat sekali.

Setelah puas dengan posisi ini. Damian berhenti dan menurunkan kedua kaki Ellea. Namun dia langsung membentangkan kedua kaki itu lebar-lebar dan menjilati seluruh cairan yang keluar dari sana. Seakan ini adalah makanan favoritnya.

Kedua jari yang kekar itu kembali masuk, mengoyak milik Ellea hingga Ellea merasa miliknya mulai iritasi. Pasti karena permainan Damian yang kasar. Berkali-kali pula, Ellea berusaha meminta ampun dan maaf pada Damian. Tetapi sia-sia. Hukuman tetap hukuman. Itulah yang Damian ketahui.

Damian melepaskan satu borgol. Mendorong tubuh Ellea agar men*ngging dan dalam hentakan Damian memasukkan miliknya lagi. Sesekali dia juga memukul pant*t Ellea yang sintal.

Nampaknya sudah satu jam berlalu, tetapi Damian masih seru dengan permainannya. Sedangkan Ellea sudah berada di ambang kesadaran. Di siksa dengan kenikmatan membuatnya tak mampu membedakan mana sakit, mana nikmat. Keduanya tak ada yang bisa di nikmati sekarang.

Sedikit demi sedikit kesadarannya mulai hilang. Barulah Danian menghentikan gerakannya saat menyadari Ellea pingsan.

"Ellea!" Panggil Damian berusaha menyadarkan Ellea.

Namun tak ada jawaban dari Ellea, wanita itu sudah benar-benar tak sadarkan diri. Damian segera melepas borgol di tangan Ellea. Lalu dia segera memakai pakaiannya. Menyelimuti tubuh Ellea yang telanj*ng dengan selimut dan menggendongnya keluar dari ruangan itu.

Sekilas, Alan melihat kejadian itu. Dia makin membenci Damian, selama ini Alan selalu menahan hasratnya kepada Ellea. Meski di akhir pertemuan mereka dia sudah tak tahan lagi. Tetapi, melihat kejadian itu membuat hati Alan mencetos. Hancur berkeping-keping tak tersisa.

"Panggil dokter!" Titah Damian pada Hendry yang berdiri di depan pintu kamar pribadi Damian.

"Siap, tuan." Jawabnya.

Alan sangat khawatir pada Ellea, jika di ijinkan, dia ingin menemui wanita itu sekarang dan merawatnya.

"Ada apa, sayang?" Diana mengejutkannya.

Alan terkejut hingga terperanjat. "Ya ampun.. Kau mengejutkan ku!"

"Maaf.."

"Kakak mu berulah lagi! Aku jadi kasihan pada istrinya." Ucap Alan sudah tak kuat lagi menutupi perasaannya.

Diana memperhatikan objek yang di perhatikan Alan sedari tadi, terlihat Damian sudah memasuki kamarnya dengan menggendong Ellea.

"Tapi bagaimana lagi.. Wataknya keras seperti mendiang ayah, mungkin itu karena dia didik begitu keras sejak kecil." Jelas Diana.

"Tapi itu bukan alasan untuk menyiksa orang lain, Diana!" Alan masih tak terima.

"Aku tau.. Biar nanti aku coba bicara lagi dengannya." Ucap Diana menggandeng tangan suaminya itu. "Andrew mencari mu!" Tambahnya.

Andrew adalah nama anak pertama mereka. Anak laki-laki yang masih berumur dua tahun itu nampak sangat mirip dengan Alan. Dia juga selalu menempel ke ayahnya di bandingkan ke Diana.

"Baiklah. Dimana anak-anak sekarang?" Tanya Alan.

"Ada di kamar mereka." Jawab Diana.

Mereka berdua pun segera pergi dari sana. Karena Diana tau, jika dia memaksa masuk sekarang, itu hanya akan memperburuk keadaan.

Bersambung..

.

1
Olivia
Dari 3 novel autor nih ya, ini yg paling aku suka sih, karena enjoy to reading,santai to momentumnya dapet gt loh, karakter kuat dan jelas..
good luck authorrr
nanikpur
sippppp pinter
luluk
mind glowing sii
Mila Senna
omggggg🔥
luluk
keren sih ini, mantap, ceritanya seru dan bikin penasaran
Priaty
gengsi bgt dah🤣
Anna Queen
woiiii
Lucy Cinta
gila si Damian nih
Mila Senna
hadehhh Damian damiannnn
nanikpur
ceritanya bagus, alur juga jelas, aku suka ceritanya pas bgt di bawa sambil santai santai di rumah
luluk
wwwoooooo🔥🔥🔥
nimas
hamil kayaknya dh
Iwan nur
kasian Diana..
ahmadbputra
curiga nih gw hhh
Nadita
nantapp
nimas
lanjutttt
Ariii
wooo
nanikpur
merinding coy
lilapin
next
luluk
lanjotttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!