NovelToon NovelToon
The Girl Who Likes Me

The Girl Who Likes Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:245.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elkuna

Sebuah tragedi berhasil merenggangkan hubungan persahabatan di antara Juni dan Risa, sehingga membuat keduanya harus berpisah untuk sementara.

Setelah sama-sama melalui tahun yang berat, Juni dan Risa mengalami perubahan drastis.

Juni yang dulunya gendut dan ceria berubah menjadi tampan dan pendiam. Dia hanya baik kepada satu gadis bernama Amelia.

Pada semester kedua di tahun pertama Juni kuliah, dia dikejutkan dengan kedatangan Risa sebagai mahasiswi baru. Bagaimana tidak? gadis itu menjadi lebih agresif dan tomboy dari biasanya. Risa bilang dia datang kembali untuk mendapatkan cinta dari sahabatnya.

"Aku mencintai Amelia, titik!"- Juni.

"Aku akan melakukan segalanya untuk membuat Juni jatuh cinta kepadaku."- Risa.

Visual ada di Bab 35 ya!

Harap maklumi kalau dari segi cerita dan penulisan masih banyak kekurangan. Karena ini novel pertama saya. Semoga kalian suka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elkuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Tragedi Di Malam Prom

"Ri-ri-ris, apa maksudnya..." tanya Juni sembari memegangi area pipinya.

"Bu-bukan apa-apa, aku cuman gemas aja..." sahut Risa menatap datar ke depan. Dia tidak sanggup memandang wajah Juni.

"Itu bukannya Agus sama Irfan ya?" Risa mengamati dengan seksama dua lelaki yang sedang berdiri di depan. Gadis itu sengaja mengalihkan pembicaraan.

"Iya, kayaknya mereka!" ucap Juni seraya turun dari truck kecil Risa. Dia langsung melangkahkan kaki menuju Agus dan Irfan. Sontak Risa pun ikut menyusul.

"Kalian ngapain? nggak ke acara prom?" tanya Juni.

"Lah! seharusnya kita yang tanya itu ke kalian! iyakan Fan!" imbuh Agus, yang membuat Irfan menganggukkan kepala seketika.

"Kalian jadian ya?" goda Irfan menatap Juni dan Risa dengan wajah yang cengengesan.

"Hah? nggak..." Juni tergagap, bola matanya meliar kemana-mana.

"Loh, kenapa tadi ciuman?" tukas Irfan sembari menyilangkan tangan di dada. Alhasil Juni dan Risa langsung menampakkan pipi merah mudanya di wajah mereka masing-masing.

"Hiyaaak... sahabat jadi cinta kah?" goda Agus, yang di setujui Irfan dengan tawa gelinya.

Plak!

"Ini nggak seperti yang kalian pikirkan!" geram Risa seraya melayangkan cap lima jarinya ke pipi Agus.

"Perasaan aku mulu yang terus kena siksaanmu Ris!" kritik Agus menatap tajam ke arah gadis yang telah menamparnya.

"Ya sudah kita ngobrol di rumah aku aja yuk!" Juni berjalan menuju rumahnya. Risa, Agus, dan Irfan pun mengekorinya dari belakang.

***

"Gimana acara prom-nya Gus? bukannya kamu panitia? kok nggak di sana sampai acara selesai?" tanya Risa yang sudah duduk nyaman di sofa Juni.

"Acara payah! males aku lihat muka kakak-kakak kelas perundung itu. Biarin cepat-cepat lulus lah mereka!" sahut Agus. Sedari tadi lelaki itu menyenderkan tubuhnya ke sofa. Matanya menatap ke arah langit-langit pelafon rumah Juni.

"Nggak seru sih, kalau jomblo!" imbuh Risa dengan sedikit kekehnya.

"Idih! bukannya kau jomblo juga ya?... oh kayaknya udah enggak ya!" Irfan menyenggol Agus dengan sikunya.

"Iya, kalian ngaku aja deh!" tukas Agus sembari mengangkat kedua alisnya.

"Apaan sih kalian!" Juni mengernyitkan dahinya.

"Tau... bilang aja iri!" geram Risa dengan seringainya.

"Ya udah kita ngalah aja deh Gus! nanti kalau mereka emang jadian pasti ketahuan kok! ckckck..." Irfan dan Agus saling cengengesan. Kedua lelaki tersebut tampak puas menggoda Juni dan Risa.

Plak! Plak!

Juni melayangkan pukulan pelan ke kepala Agus dan Irfan.

"Bagus Jun!" cetus Risa, tangannya reflek menepuk pelan pundak Juni.

"Hiyaaak... ciee..." ejekan Agus dan Irfan semakin menjadi-jadi. Alhasil warna merah muda kembali menghiasi pipi Juni dan Risa. Keduanya saling menundukkan kepala.

"Ngomong-ngomong keluargamu mana Jun? kok nggak ada kelihatan?" tanya Risa yang perlahan mendongakkan kepalanya. Lagi-lagi dia berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

"Bokapku lagi lembur, terus nyokap sama Sofi lagi di rumah nenek!" jawab Juni.

"Sayang banget, padahal aku mau godain adikmu yang imut itu..." celetuk Agus.

"Ngapain, bocah ingusan mau digoda juga! pacaran pun belum pernah!" kritik Juni, seakan melakukan pembalasan pada Agus.

"Idih! Jun, harusnya kamu hati-hati sama dia, takutnya adikmu beneran di embat!" Risa ikut masuk ke dalam pembicaraan.

"Tenang Ris! Sofi nggak bakalan mau sama cecunguk kayak dia!" sahut Juni, yang dilanjutkan dengan gelak tawa dari Risa dan Irfan. Kala itu Agus hanya bisa mengatup mulutnya rapat-rapat.

"Jun! pinjam kaosmu dong! nggak nyaman banget pakai baju kayak gini!" Risa menampakkan ringisnya.

"Kenapa mau ganti? nanti nggak ada yang enak di pandang lagi dong!" Agus memanyunkan bibirnya.

"Jangan didengerin Ris! dia otak mesum!" ujar Irfan sembari menarik helaian rambut Agus.

"Nggak perlu dibilang pun aku tahu!" tukas Risa.

"Nih! pakai ini aja!" Juni menyodorkan setelan pakaian untuk Risa. Sekarang gadis itu kembali dengan tampilan tomboy-nya.

Detik terus berjalan, ke-empat insan tersebut hanya mengisi waktu mereka dengan menonton televisi.

Tring... Tring...

Telepon rumah tiba-tiba berdering. Alhasil Juni pun segera berdiri untuk mengangkat panggilan telepon itu.

Setelah melakukan pembicaraan singkat di telepon, raut wajah Juni terlihat berubah. Tubuhnya mematung di tempat. Seakan dirinya telah menerima kabar yang begitu mengejutkan.

"Jun, kamu kenapa? kesambet setan?" tegur Irfan.

"Jun?!" panggil Risa, dahinya tampak berkerut.

"Ris! cepat anterin aku ke rumah sakit!" Juni tiba-tiba menarik tangan Risa. Matanya terlihat mulai berkaca-kaca.

"Jun, ada apa?"

"Juni apa yang terjadi?" Irfan dan Agus sontak ikut khawatir.

"Oke Jun! kamu tenang dulu..." Risa mencoba menenangkan Juni dengan menggenggam erat jari-jemari lelaki itu.

Tanpa pikir panjang mereka ber-empat pun pergi ke rumah sakit dengan mengendarai truck kecil Risa. Kala itu baik Risa, Irfan maupun Agus sama sekali belum mengetahui apa yang telah terjadi. Tetapi yang jelas ekspresi Juni menunjukkan betapa serius masalahnya.

Dalam perjalanan mereka terdiam seribu bahasa. Juni terlihat tak henti meneteskan air matanya. Risa yang melihat keadaan sang sahabat ikut dirundung perasaan khawatir.

Tidak lama kemudian, sampailah mereka di tujuan. Juni segera berlari memasuki rumah sakit. Sontak membuat Risa dan yang lain ikut berlari mengikuti Juni.

Tak! Tak! Tak!

"Kakak!" Juni berhenti berlari, ketika mendengar suara panggilan Sofi. Adik perempuannya itu langsung berlari kepelukan sang kakak. Air matanya tampak mengalir deras di pipi.

Risa yang melihat keadaan tersebut mematung di tempat. Dia mulai merasakan firasat buruk. Parahnya lagi, Rahma ibunya Juni tampak terbaring lemah dengan wajah sembabnya. Di sekitar area itu juga terdapat polisi yang berjaga. Alhasil Risa pun segera menghampiri salah satu polisi di sana.

"Permisi Pak, apa yang terjadi ya?" tanya Risa pelan, yang di ikuti oleh Agus dan Irfan dari belakang.

"Temannya anak itu ya Dik?" polisi itu berbalik tanya seraya mengarahkan jari telunjuknya pada Juni. Risa meresponnya dengan mengangguk pelan.

"Oh... ayahnya meninggal karena kecelakaan, dia juga merupakan atasan saya Dik..."

Deg!

Jantung Risa serasa di sambar petir. Matanya bahkan mulai berembun, perlahan gadis itu tidak bisa membendung air matanya. Dia berlari menjauh dari keramaian. Tangisnya pecah seketika. Risa menepuk-nepuk bagian dadanya, karena berusaha menghilangkan rasa sesak yang mengganjal.

Di sisi lain, Juni menangis sejadi-jadinya kala melihat jasad sang ayah dengan mata dan kepalanya sendiri. Hatinya semakin sakit ketika melihat jasad ayahnya berlumuran dengan cairan kental berwarna merah. Kakinya langsung lemas, Juni pun terduduk di lantai. Salah seorang perawat dan juga rekan sang ayah mencoba menenangkannya.

"Ayah!... tidak! ini nggak mungkin!... hiks... hiks... hiks..." Juni menangis dengan sesegukan. Bahkan dia beberapa kali mencoba menggoyangkan tubuh ayahnya, berharap keajaiban akan terjadi. Namun sayang, sang ayah sudah berhenti bernafas, jantungnya pun tidak berdetak lagi.

1
💜LAVENDER💜
Aku hadir Thor ☝😁
💜LAVENDER💜: Iya Kak, sama2😁
total 2 replies
re
Salah satu cerita favorit yg tak terlupakan ngak bosan baca lg, antara senang dan sedih pas tamat
Elkuna: wah kak makasih ya😍, aku terharu banget🤧, ternyata ada org yg mau bc ulang novel ini. padahal menurutku ceritanya jauh dari sempurna 😅
total 1 replies
Hayaku Gaya
Wihhh!!! Honey Moon! Lukisan Risa selalu best dah.! Maknanya sampe ke sini.. 😘
Huff, ending deh.. aku bakal kangen kamu Jun.. eh, sama kamu juga kok Ris.. tapi dikit wkkw canda ris ✌️😆
Hayaku Gaya: Waduh bener juga. Bisa kena santet onlinenya Risa waduh Ris pis pis ✌️😆
total 2 replies
Hayaku Gaya
Wih abis wisuda nikah deh... wuhu! Dede bayi aku menunggumu haha. 😆
Hayaku Gaya
Kejar restu ayah Jun.. ayo!!!
Hayaku Gaya
Waduh waduh.. Tom relain aja ya... berat nih...
Hayaku Gaya
Nah kan nyesel deh dah buang .. waduh
Nguhuhu, aku ikutan nangis..
Tom.. bersiap kecewa 🤐
Sin Cera 😉
Masih kurang thor 😗 kurang hbs nikah, punya anak 😗😗 cerita anaknya klo mau d tambah juga boleh thor 😂
Elkuna: jgn macam2 kau patkay 😒😒😒
total 1 replies
Sin Cera 😉
duh dah tamat aja thor. cerita setelah pernikahannya mana?? belum juga punyaa anak😗sekalian cerita anaknya yaa thor buat bonus 😂
Sin Cera 😉
uwuwu risaa ama juni. tom gimana thor kasian amat deh nasib dia 😂🤣 tapi dia gak penting lah yaw jadi abaikan aja komen netijen ini 😂🤣🤣
Sin Cera 😉
astoge udin tom sama aku aja 😂🤣
K.A
Tapi Thor ceritamu yg judul nya psychopat meets indigo gak bisa ku baca dong🤧aku baru 15 thor😭 tapi gpp tetap aja nanti ku baca🤣🤣
Elkuna: wkwk, dasar kamu, baca aja asal jgn ditiru 😂
total 1 replies
K.A
End end end, bangga thor aku ingikut cerita mu dari awal sampe akhir😆
Elkuna: uwuw, makasih bnyk ya lili, dah meluangkn wktu buat komen terus. lope lope buat kmu
total 1 replies
re
Bisa ditambah pas hamil dan ngidam mungkin hehe kan penasaran hebohnya mereka
Elkuna: btw mkasih ya kak, udah mau nyempetin baca dan komen. lope lope deh 🤣
total 2 replies
re
Ya sah juga
re
Semoga semua rencana tercapai
re
Lanjut
re
Ya risa sih terlalu emosi akhirnya tanpa pikir panjang terimaTom, semoga nanti tdk trjd lg
K.A
End dong besok, end dong...
Ada seaseon dua gak thor?
Elkuna: untuk season 2 nya mau othor pikirin dulu yaw 😆
total 1 replies
Noer Row_ling
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!