Dari generasi ke generasi keluargaku menjadi tangan kanan pemilik Medicine Hospital, rumah sakit terbesar di Indonesia. Sekarang tugas itu diemban oleh Ayahku. Berkat pekerjaan itulah Ayahku dapat membiayaiku untuk meraih cita-cita berkuliah di Harvard University. Aku yang notabennya memiliki otak cerdas dapat menyelesaikan studyku lebih cepat. Kebahagiaanku bertambah tatkala Jonathan, Pria yang sangat ku cintai melamarku tepat setelah hari kelulusanku.
Aku pulang ke tanah air untuk menyampaikan kabar ini kepada Ayah sekaligus menghadiri acara pernikahan pewaris Medicine Hospital yaitu Alexander Wilmark. Tapi setibanya Aku dirumah, Aku lebih dulu dikejutkan dengan kabar mengenai Pernikahanku dan Kak Alex. Aku dijadikan pengantin pengganti, menggantikan tunangan Kak Alex yang tiba-tiba kabur.
Aku tidak menerima keputusan itu. Walau bagaimanapun dulu Aku mencintai Kak Alex namun sekarang dihatiku hanyalah Jo. Tapi, tanpa sepengetahuan Kakek Max dan Ayah. Kak Alex menawarkan kontrak pernikahan padaku. Kontrak yang mengikat Kami selama 365 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misskey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dingin
Tindakan lebih penuh arti dibandingkan seribu kata.
(365 Days of Wedding Agreement)
Mia meninggalkan Alex yang masih terpaku sendirian. Alex memang menyebalkan, tapi bahkan bagi Mia, hari ini pria itu jauh lebih menyebalkan dari biasanya. Menyebalkan, baik itu karena Desi ataupun karena kata – katanya di kolam renang barusan.
Alex harus bersyukur karena Mia hanya menggigit bibirnya saja, bukan mematahkan kedua kakinya.
Mia lalu mengganti pakaian renangnya dengan dress santai selutut. Mia lalu berjalan sambil mengumpat, karena terlalu kesal tanpa sadar Ia menabrak seseorang.
“Brukkk… ah, maaf.” Ucap Mia.
“Tidak, apa – a …, Hei Mia.” Ucap wanita itu.
"Jessy." Ucap Mia tak kalah terkejut.
“Sedang apa, Kau di sini?” Tanya Jessy.
“Aku tidak mungkin kan berkata sedang bulan madu di sini.” Batin Mia.
“Jessy, sedang apa Kau di sini?” Mia malah balik bertanya.
“Ah, Aku sedang Business Trip di sini. Bagaimana kalau Kita menghabiskan waktu bersama? Sayang sekali kan kalau Kita langsung berpisah mengingat Kita sudah lama tak bertemu?” Ucap Jessy.
Jessy adalah teman satu jurusan Mia, saat bersekolah dulu. Mereka lumayan akrab dulu, mereka putus kontak karena Mia memutuskan untuk kuliah diluar negeri. Dan sekarang malah tanpa disengaja mereka dipertemukan kembali, dunia memang sesempit itu.
“Apakah Kamu ada waktu?” Tanya Jessy.
“Aku bisa main sepuasnya.” Ucap Mia.
“Ah, itu bagus. Ayo Kita minum wine sepuasnya untuk merayakan pertemuan Kita.” Ucap Jessy dengan semangat.
Sementara itu Alex yang kembali ke kamar hotel dan tidak menemukan Mia, menjadi gelisah. Pasalnya Mia lebih dulu kembali dari kolam renang dari pada dirinya.
“Sebenarnya kemana Dia pergi. Kenapa hari ini Ia sering menghilang dengan tiba – tiba.” Gumam Alex.
***
Hari sudah larut, Alex mencoba untuk tidur tapi matanya tidak bisa terpejam. Ia berkali – kali memandang ke arah pintu berharap Mia pulang.
Mia masuk ke dalam kamar hotel yang sudah nampak gelap, tubuhnya sangat berat sekarang. Entah berapa banyak alcohol yang Ia minum sehingga tubuhnya limbung. Alex yang melihat kedatangan Mia lalu berpura – pura tidur.
“Suamiku.” Panggil Mia.
“Apakah Kamu sudah tidur?” Tanya Mia seraya memandang wajah Alex.
“Bau Alkohol, sebenarnya berapa banyak yang Dia minum.” Batin Alex.
“Alex, kenapa Kau sangat Jahat !!” Teriak Mia.
“Walaupun Kau jahat, tapi kenapa Kau masih saja sangat tampan. Gara - gara wajah ini, Aku jadi tidak bisa membencimu.” Gumam Mia lalu tertidur.
Alex yang tak mendengar lagi racauan Mia, lalu membuka matanya.
Alex lalu bangun dari tidurnya dan membenarkan poisis tidur Mia dan kembali tidur membelakangi Mia.
Tapi belum sempat Alex terlelap, Mia malah berulah dengan menjatuhkan tangannya ke atas kepala Alex dan menendang selimut yang Ia kenakan.
“Hei, yang benar dong kalau tidur.” Kata Alex kesal seraya bangun dari tidurnya.
Alex melihat posisi tidur Mia, roknya sedikit tersingkap ke atas memamerkan pahanya.
“Huh … Kau bahkan menendang selimutmu. Kalau Kau masuk angin nanti bagaimana? Aku yang akan repot nanti.” Ucap Alex seraya menyelimuti Mia.
Tapi tiba – tiba Mia memeluk leher Alex, Alex yang dipeluk dengan tiba – tiba pun lalu jatuh menindih tubuh Mia.
“Alex .. Aku … suka.” Gumam Mia ditelinga Alex dan kembali tertidur.
Jantung Alex tiba – tiba berdetak dengan cepat. Ia lalu melihat wajah Mia yang sudah sangat dekat dengan dirinya. Alex tanpa sadar mencium bibir Mia.
“Kalau begini terus bisa bahaya.” Batin Alex.
Alex lalu segera menyadarkan dirinya. Ia segera bangkit dari sana dan keluar dari kamar itu.
“Fyuh… Hampir saja. Sebenarnya sejak kapan Aku melihat gadis itu sebagai seorang wanita?” Tanya Alex pada dirinya sendiri.
“Sepertinya Aku harus menjaga jarak darinya. Itu yang terbaik untuk Kami berdua.” Batin Alex.
***
Saat ini Mia dan Alex sudah tiba di Bandara Internasional.
“Tiba – tiba bulan madunya sudah selesai saja.” Batin Mia.
Mia lalu memandang Alex yang berjalan mendahuluinya.
“Entah kenapa Dia terlihat lebih dingin dari biasanya, apa Aku melakukan kesalahan yang besar?” Tanya Mia pada dirinya sendiri.
“Aku tidak ingat apapun karena semalam Aku mabuk, huh.. alcohol memang menakutkan.” Ucap Mia.
“Rega akan mengantarmu menuju ke rumah.” Ucap Alex.
“Kakak mau kemana?” Tanya Mia.
“Aku ada urusan.” Jawab Alex.
“Dia sangat dingin hari ini, sepertinya memang benar semalam Aku membuat kesalahan yang sangat besar.” Batin Mia.
Sudah ada dua mobil yang menunggu mereka.
“Aku akan pulang sebelum makan malam.” Ucap Alex seraya masuk ke dalam mobil.
“Ah, iya. Hati – hati di jalan.” Ucap Mia seraya tersenyum ke arah Alex tapi pria itu sama sekali tak melihatnya hingga mobil yang Ia kendarai berlalu dari hadapan Mia.
“Nona, silahkan ke arah sini.” Ucap Rega.
“Ah, iya.” Jawab Mia seraya mengikuti Rega masuk ke dalam mobil.
“Kenapa rasanya aneh, hatiku rasanya sesak.” Batin Mia.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Kak Alex sebenarnya kenapa? Ada apa?” Banyak hal yang terjadi setelah Kita menikah, Ku pikir Kita akan menjadi lebih dekat tapi sepertinya hanya Aku yang menganggapnya seperti itu.” Batin Mia.
Mia dan Rega sudah sampai dirumah dan ada seorang perempuan yang sudah menunggunya.
“Tuan Sekretaris, apakah Kau tau Dia siapa?” Tanya Mia.
“Bukankah Anda akan pergi ke mansion nanti? Ibu Rose menyuruhnya datang khusus untuk merias Anda.” Jawab Rega yang hanya diangguki oleh Mia.
Sementara itu, Rega yang baru saja mengantarkan Mia kini sudah tiba di ruangan Alex.
“Apakah Dia sudah sampai rumah?” Tanya Alex.
“Ya, Nona sudah sampai dengan selamat.” Jawab Rega.
“Syukurlah.” Batin Alex.
"Kalau begitu Kamu boleh kembali keruanganmu." Ucap Alex yang diangguki oleh Rega.
Tring … ponsel Alex bergetar, menandakan ada pesan masuk.
“Aku sudah sampai rumah, jangan lupa nanti kau harus datang ke mansion untuk makan malam walaupun hanya sebentar.” Mia.
“Bukan hanya sebentar, sepertinya Kau harus datang lebih awal. Kau harus bekerjasama denganku supaya keluarga Kita tidak curiga, Aku tidak mau mengecewakan Mereka dan menawab pertanyaan Mereka sendirian.” Tambah Mia.
“Aku akan datang.” Balas Alex.
Alex lalu membayangkan kejadian tadi, saat di Bandara.
“Bagaimana Aku bisa menjauh darimu, jika Kamu memasang wajah yang menyedihkan.” Batin Alex.
Hari ini Mia menggunakan dress selutut berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya, rambutnya dibiarkan
tergerai Indah.
“Aku sudah berada dijalan, 20 menit lagi Aku sampai.” Itu adalah pesan yang Alex kirim kepada Mia 20 menit yang lalu.
“Bahkan Dia tidak membacanya.” Gumam Alex.
Alex lalu masuk ke dalam mansion, tampak semua keluarganya sudah berada disana. Mia yang duduk membelakangi Alex lalu berbalik dan tersenyum ke arahnya, membuat Alex terpaku untuk sesaat.
“Suamiku.” Ucap Mia seraya mengampiri Alex dan memeluk pria itu.
“Hei, bekerjasamalah. Sedang ada keluarga yang melihat Kita.” Bisik Mia.
Lalu Alex tiba – tiba mencium kening Mia.
“ Bu .. bukan berarti Kau juga boleh menciumku.” Ucap Mia terbata dengan pipi yang merona.
“Tindakan lebih penuh arti dibandingkan seribu kata.” Ucap Alex sombong.
***
Maaf author sempat menghilang beberapa hari ini, karena beberapa hal. Jadi, untuk itu hari ini author akan update dua episode, ditunggu updatean yang keduanya nanti malam yah. Selamat membaca, semoga suka dengan episode terbaru ini. Terimakasih.
jgn sampai terlalu lama ya jgn sampai nunggu 2 tahun lagi nih🤭🤭
Jangan lupa mampir juga ya.
menang banyak neeeeh Rega 😁😁😁
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
penasaran kelanjutan Rega eve yang disini eve masih berprasangka dengan masalalu Rega