Cinta bisa datang dan juga pergi, tetapi cinta sejati akan datang pada waktunya...!!!
Siapa yang tak memiliki masa lalu....?
Semua orang tentunya memiliki masa lalu bukan....?
Dan akan ada orang-orang dari masa lalu itu yang tidak pernah dan tidak mungkin kita lupakan .....
Kadang kenangan atau memori yang masih begitu lekatlah....
Yang menjadi faktor utama, mengapa orang-orang dari masa lalu itu begitu sulit kita lupakan.
📖📖📖
Pagi ini terasa sangat berbeda bagi seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih dan mata biru bening, sudah hampir sejam dia terus mondar-mandir di dalam kamarnya
" Apa yang harus kulakukan sekarang.... " Tanyanya pada dirinya sendiri
" Apa aku harus meninggalkan ibu dan juga ayah...? Hik... hik... jika kalian tidak meninggalkan kami semua tidak akan seperti ini.... " Ucapnya lagi sejenak dia menghentikan langkah kakinya dan memandang foto seseorang yang begitu di rindukannya
" Kau apa kabar sekarang...? Apakah kau sudah bahagia di sana...? " Ucapnya seraya menatap sendu ke arah foto di hadapannya itu
" Kau bilang tak akan meninggalkanku, kau bilang kau akan kembali... hik... hik... kau bohong, kau pembohong, aku sangat merindukanmu jadi kembalilah... " Kini wanita cantik itu semakin menangis piluh seraya mengelus perutnya yang makin hari makin membuncit
Ya kini wanita cantik ini tengah menggandung dan usia kandungnya sudah memasuki minggu ke 36
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur inayah safariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.18
" Hei apa kau tidak punya jam di rumahmu hingga menggagu orang lain di jam seperti ini " Teriak Wily meninggikan suaranya
" Sayang " Kata orang tersebut
Seketika Wily langsung memelotkan matanya ketika mengetahui siapa yang menelfonnya itu dan segera mematikan henphonenya secara sepihak serta langsung memblokir nomor tersebut
Sementara itu seorang wanita di sebrang sana sudah terlihat begitu kesal akan ulah dari Wily
" Aarrgh... kurang ajar, bisa-bisanya dia mematikan telponku secara sepihak setelah susah payah aku menghubunginya " Maki Yura kesal
Sementara itu setelah menyelesaikan pekerjaannya Wily segera bergegas ke kamarnya dan bermaksud untuk tidur, namun ketika sudah berbaring dan berniat memejamkan matanya seketika pikirannya teringat akan gadis yang di lihatnya di cafe
" Gadis ane " Gumang Wily tampah di sadarinya iya mala tersenyum dan taklama terlelap menuju ke alam mimpinya
***
3 bulan kemudian
" Yuna... " Panggil seorang lelaki paru baya kepada cucunya itu
Seketika Ayumi langsung menengadakan kepalanya ke arah sumber suara
" Opaah..." Jawab Ayumi seraya tersenyum
Kini Ayumi sudah lebih bisa menerima kondisinya saat ini walau pada kenyataannya iya tak jarang meratapi nasibnya
" Iya nak, owh iya Opah punya kejutan untukmu " Jawab tuan Antaraksa seraya mengelus pucuk kepala cucunya itu
" Kejutan. ?" Jawab Ayumi dengan begitu antusias, akan tetapi seketika dia menjadi murung kembali
" Looh... nak kenapa kau sedih kau tidak suka ya Opah memberikanmu kejutan...? " Tutur tuan Antaraksa yang melihat perubahan ekspresi wajah cucunya itu
Seketika Ayumi hanya menggelengkan kepalanya dan berkata
" Yuna rasa percuma opah memberikan Yuna kejutan, Yuna juga tidak dapat melihatnya " Jawab Ayumi sendu
" Nak... " Panggil seseorang yang begitu familiar di telinga Ayumi
" Ayah...? " Panggil Ayumi seraya berbinar, pasalnya sudah dua minggu ini ayahnya pergi keluarga negeri untuk perjalanan bisnis
Seketika Andres langsung tersenyum dan memeluk sayang putrinya itu, sedangkan tuan Antaraksa hanya tersenyum haru melihat cucunya yang kembali tersenyum
" Opah... apakah ini kejutannya..? " Tanya Ayumi girang
" Iya nak... tapi ada satu lagi " Jawab tuan Antaraksa seraya tersenyum
Seketika Ayumi langsung melepaskan pelukannya dengan ayahnya dan menunggu opahnya melanjutkan kata-katanya
" Hai... " Kata seorang wanita yang seumuran dengan Ayumi
Sedangkan Ayumi masih mematung dan kebingungan akan suara yang di dengarnya barusan
" Kau pasti tidak mengingatku jadi aku akan memperkenalkan diriku untuk kedua kalinya " Lanjut gadis bermata sipit tersebut
" Aah... maafkan aku, aku benar-benar tidak ingat " Jawab Ayumi merasa bersalah
" Tak perlu meminta maaf Yuna, aku Meimei sahabat mu sejak SMP " Jawab Meimei seraya memegang kedua tangan sahabatnya itu
" Hai Meimei senang bisa bertemu denganmu " Jawab Ayumi seraya tersenyum
Merekapun menghabiskan waktu mereka mengobrol banyak hal hingga pada akhirnya Meimei segera pamit dari situ dan segera pulang
***
" Maaf tuan saya menemukan ini ketika membereskan ruang kerja andah " Kata seorang pelayan pria yang menginjak usia kepala empat, serayah memberikan selembaran pipi yang di pegangnya
" Berikan padaku... " Jawab Dev dengan suara beratnya
" Gadis ini...?" Jawab Dev kaget
" Kenapa foto gadis ini bisa ada di sini..." Batin Dev keheranan
" Dion..." Panggil Dev kepada asisten pribadinya
" Iya tuan.. " Jawab Dion cepat
" Cari tahu tentang gadis ini " Jawab Dev seketika
" Baik tuan " Jawab Dion seraya menunduk hormat dan berlalu pergi dari tempat tersebut
" Siapa dia sebenarnya " Batin Dev dengan terus memerhatikan selembaran foto yang di pengangnya
***
" Dimana aku menyimpannya kenapa tidak ada...? " Kata seorang pria paru baya memgacak-acak dokumen-dokumen yang tersusun rapi di atas meja
" Aarrgh.... SIAL...." Teriaknya frustrasi
" PENGAWAL..... " Teriaknya lantang
" Iya tuan " Jawab seorang pengawal yang baru saja datang dengan tergesa-gesa
" Cepat cari wanita itu... " Katanya dengan suara meninggi
Sementara pengawal tersebut menjadi kebingugan dengan siapa wanita yang di maksud tuannya
" Apa kau tidak mendengar perintaku cepat cari dia " Teriak tuan Jek marah
" Maa...maaf tuan aa... apaa ka... wanita yang tuan maksud adalah nona Mora...? " Tanya pengawal itu hati-hati dan agak terbata
Seketika tuan Jek langsung tersadar
"Maksudku cari foto kekasih " Jawabnya seketi
" Ha..? bukan ka... tuan jek memiliki banyak foto dengan nona mora, kenapa harus menjadi setengang ini " Batin pengawal tersebut keheranan
" Cari wanitaku dia bukam Mora " Lanjut tuan Jek semakin membuat pengawal tersebut kebingungan
***
" Tuan... " Kata seorang pria yang baru saja masuk
"Katakan... " Jawab Dev singkat
" Saya sudah menemukan informasi tentang wanita itu, menurut informasi yang saya dapat wanita itu adalah wanita yang sangat di cintai oleh tuan Jek... " Kata Dion terhenti
Sedangkan Dev yang mendengar semua itu seketika mengepal kuat tangannya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat marah
" Lanjutkan " Jawab Dev dengan suara beratnya
" Dan wanita itulah yang membuat tuan Jek menjadi seperti sekarang ini " Lanjut Dion lagi
Sedangkan Dev sudah dipenuhi emosi
" Cari wanita itu di manapun dia berada " Tutur Dev menahan amarahnya
Kini yang ada di fikiran Dev gadis Yang ada di dalam foto itu adalah gadis yang sama dengan yang pernah di liatnya di bandara dulu, dan Dev juga menganggap bahwa gadis itu adalah seorang wanita murahan yang sama saja seperti Mora dulu
Jika tuan Jek di kenal dengan pria yang suka bermain wanita, lain halnya dengan Dev yang sangat membenci wanita terkecuali ibunya, apalagi seorang wanita cantik, bagi Dev seorang wanita cantik hanya memanfaatkan kecantikan mereka untuk mendapatkan uang dengan cara-cara kotor itulah sebabnya meski memiliki wajah yang tampan tapi Dev tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
" Lihat saja apa yang akan kulakukan " Batin Dev dengan tatapan yang begitu tajam
" Baik tuan " Jawab Dion seraya menunduk hormat dan berlalu pergi dari ruangan itu
***
" Sayang ayo kita harus bersiap-siap " Kata Amel kepada putrinya yang masih terlelap di balik selimutnya
" Maaa.... ini itu masi sangat pagi kenapa harus mengganggu tidurku si " Protes Ranti kepala ibunya
" Heii... masi sangat pagi kau bilang, Ranti ini itu sudah jam 9 pagi kau tidak lupa bukan dengan rencana kita semalam..? " Jawab Amel mulai kesal kepada putrinya itu
" Owh... ya ampun aku baru inggat ma, ok ok aku akan segera bersiap-siap " Jawab Ranti seketika dan berlari ke arah kamar mandi
Flash back
" Kau kenapa cemberut seperti itu si... " Kata Amel kepada putrinya
" Aku sedang kesal " Jawab Ranti ketus
" Kau kesal kenapa memangnya " Tanya Amel seketika
" Aku itu kesal melihat Yuna yang selalu saja di manjakan oleh semua orang, lihatlah di keadaannya yang seperti ini saja dia malah semakin di manjakan, menyebalkan " Tutur Ranti panjang lebar
Seketika Amel terdiam sejenak dan menunjukkan seyum liciknya
" Kau tenang saja sayang mama punya rencana untuk ini " Kata Amel tersenyum licik
Seketika Ranti langsung menatap berbinar ke arah ibunya itu
" Benarkah...? Apa yang mama rencanakan kali ini.. ?" Tanya Ranti antusias
" Kau lihat saja besok " Lanjut Amel
Flash off
salam dari my Kids My Hero
Salam dari"Cium aku atau bunuh aku"
mampir juga di karyaku terbaru ku
kisah Aluna