NovelToon NovelToon
Artefak User

Artefak User

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem / Matabatin / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Setelah kehancuran dunia, munculah Cubex, pintu dimensi antar planet berikut kemunculan Artefak User yang dapat membuat manusia berubah menjadi Mutan berevolusi. Semua datang bukanlah sebuah kebetulan atau bencana alam semata namun ada rahasia dibalik semuanya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Kisah 6 Bulan lalu, yang ketiga

Setelah menerima seluruh informasi dari Artefak barunya, JK—yang kini bernama Joke—melangkah keluar dari mulut gua.

Ia berdiri sejenak, menatap sekeliling dengan perasaan asing. Dunia di hadapannya masih sama: pegunungan lembap, udara amis, dan langit Cubex yang terasa menekan. Namun bagi dirinya, semuanya telah berubah. Ia bukan lagi JKThrow. Artefak lamanya telah hancur. Teman-temannya telah mati. Dan tubuh yang kini ia pakai bukan lagi tubuh lama yang pernah ia kenal sepenuhnya.

Hal pertama yang ingin ia lakukan hanyalah satu:

mencari mayat rekan-rekannya.

Namun setelah menelusuri area sekitar, tak satu pun ia temukan.

Di lapangan bekas pertarungannya dengan Gargoyle, hanya ada seorang wanita berdiri seorang diri.

Joke menatapnya dari kejauhan.

Apakah dia orang yang menolongku?

Namun sesaat kemudian ia menggeleng dalam hati.

Bukan.

Gadis itu berambut keriting kemerahan. Sementara penyelamat misterius yang muncul dalam ingatannya memiliki rambut lurus hitam kebiruan. Sosok mereka jelas berbeda.

Wanita berambut merah itu pun ikut menatapnya.

Untuk beberapa detik, mereka hanya saling memandang. Ada banyak pertanyaan yang seolah menggantung di antara keduanya.

Siapa kau?

Di mana kelompokmu?

Mengapa kau sendirian di tempat seberbahaya ini?

Namun tak satu pun terucap.

Joke sendiri sedang terlalu lelah dan terlalu sedih untuk membuka percakapan. Kehilangan seluruh anggota timnya masih menjadi beban yang belum sempat ia cerna.

Ini wilayah berbahaya. Bagaimana bisa ada orang lain masuk ke sini? pikirnya. Meskipun warna Cubex sudah kembali putih, tempat ini tetap bukan tempat aman.

Ia sadar betul bahwa setelah mengganti artefak, kekuatannya jatuh ke dasar. Kini ia hanya seorang Pra-Bintang dengan kekuatan yang bahkan belum stabil. Artinya, menghadapi monster tingkat rendah sekalipun bisa membuatnya tewas.

Tanpa mengatakan apa-apa, Joke membalikkan badan dan meninggalkan gadis berambut merah itu sendirian.

Saat itu, ia sama sekali belum tahu bahwa gadis itu adalah Tremors.

Tremors sendiri hanya memandangi pemuda yang keluar dari gua itu dengan rasa heran. Dalam pikirannya, orang itu mungkin hanya seorang User biasa yang tadi bersembunyi atau buang air di dalam goa, lalu sekarang hendak kembali ke kelompoknya.

Ia tak terlalu memikirkannya.

Saat itu Tremors sendiri masih berada di tingkat Pra-Bintang sudut ketujuh, tinggal selangkah lagi menuju Bintang Satu. Ia sedang menyisir area sekitar sambil membawa beberapa alat dan sebuah ransel kecil, meneliti lingkungan Cubex seperti yang biasa ia lakukan.

Sekitar sepuluh menit berlalu.

Lalu terdengar raungan keras seekor Bonobopan Apes dari arah tujuan Joke pergi.

Tremors langsung mengangkat kepala.

Rasa cemas muncul tanpa diminta.

Apakah pemuda tadi sempat berkumpul dengan kelompoknya?

Sementara itu, Joke berdiri di atas sebuah bukit kecil.

Di bawah sana, seekor kera raksasa sedang membelakangi dirinya. Tubuhnya besar, bulunya kasar, dan salah satu tangannya memegang batu sebesar mobil kecil. Tepat di depannya, ada seorang pria terluka yang terduduk tak berdaya di tanah. Kakinya tampak cedera parah. Dari posisi kera itu, jelas batu besar tersebut akan dijatuhkan ke kepalanya dalam hitungan detik.

Tak jauh dari sisi tebing, empat orang tampak menuruni lereng sambil berlari panik.

Mereka tidak datang menolong.

Mereka lari meninggalkan rekannya sendiri.

Joke menghela napas pelan.

Awalnya ia tak punya niat untuk ikut campur. Namun situasi itu memberinya gagasan lain. Ini kesempatan bagus untuk menguji artefak barunya. Tujuannya bukan membunuh kera itu—belum. Ia hanya ingin membuka jalan agar pria yang terluka itu bisa kabur, lalu ia sendiri akan ikut melarikan diri menggunakan kecepatan dari Magic Card.

Tiga kartu muncul di sela-sela jemarinya.

7♦, 7♠, dan 7♣.

Dalam sekejap, ketiganya terbakar menjadi cahaya.

[7♦ Diamond — Defense +70%]

[7♠ Spade — Agility +70%]

[7♣ Club — Strength +70%]

Tubuh Joke langsung terasa berubah.

Lebih cepat. Lebih ringan. Lebih kuat.

Tetapi ia juga sadar akan kenyataan yang pahit: dasar kekuatannya saat ini terlalu rendah. Meski buff sebesar tujuh puluh persen terdengar tinggi, itu tetap dibangun di atas tubuh Pra-Bintang yang baru saja lahir kembali.

Itulah sebabnya ia langsung memilih kartu besar.

Kalau hanya memakai kartu kecil, peningkatannya tak akan cukup.

Meski begitu, Joe tak merasa dirinya sepenuhnya lemah. Sebelum semua ini terjadi, ia telah melatih tubuhnya seperti orang gila. Seribu push-up sehari. Latihan kecepatan. Daya tahan. Dan pertempuran nyata melawan makhluk laut saat masih berada di dasar laut. Di kepalanya, satu pikiran muncul dengan keras:

Aku sudah push-up seribu kali sehari. Aku pernah membunuh seratus ikan besar dalam beberapa menit tanpa kartu. Masa sekarang, dengan kekuatan tambahan, aku masih tak bisa menumbangkan seekor kera?

Tangan Joke bergerak.

Empat kartu Raja yang tak memiliki efek sihir melesat dari sela jari-jarinya seperti pisau terbang.

Pengalaman JKThrow masih tersisa dalam tubuhnya. Meski artefaknya berubah, insting lemparnya tidak ikut hilang.

Empat kartu itu menghantam sasaran.

Satu menancap di belakang leher kera.

Satu di punggung.

Dua lainnya di kaki.

Namun kartu-kartu itu hanya masuk setengah.

Joke mengernyit.

Buff tujuh puluh persen masih belum cukup untuk menembus dalam, pikirnya. Kulit kera ini tebal sekali.

Bonobopan Apes itu langsung berbalik.

Raungannya mengguncang udara. Mata merahnya membelalak penuh amarah, lalu dalam satu gerakan kera itu melempar batu raksasa ke arah Joke.

Dengan kecepatan dari 7♠, Joe menghindar dengan mudah.

Ia tidak mundur.

Sebaliknya, ia justru berlari lurus ke arah kera itu.

Bonobopan Apes mengayunkan tangan besarnya ke bawah, mencoba menghancurkan tubuh kecil lawannya dalam sekali pukul. Namun Joke merendah dan merosot di bawah serangan itu, lalu menggores kaki kera dengan kartu di tangannya seperti sedang mengayunkan pisau.

Begitu lolos dari bawah pukulan, tubuhnya sudah berada di sisi belakang kera.

Jaraknya kini lebih dekat ke pria yang terluka.

“Cepat pergi dari sini!” teriak Joke. “Aku tidak bisa menahannya lama-lama!”

Namun bagaimana mungkin pria itu lari, kalau satu kakinya sudah rusak?

Joke tak sempat memikirkan itu lebih jauh.

Kera itu meraung lagi. Kali ini sebuah batu baru muncul di tangannya—bukan batu yang diambil dari tanah, melainkan batu yang diciptakan langsung oleh sihirnya sendiri. Bongkahan itu membesar dalam hitungan detik.

Joe sudah mendapat informasi sebelumnya tentang makhluk ini.

Bonobopan Apes memiliki kulit tebal dan kemampuan menciptakan batu.

Maka ia pun kembali memakai pola yang sama.

Menghindar. Mendekat. Menggores.

Menghindar lagi. Mendekat lagi. Menyerang dari sisi lain.

Semua itu terasa anehnya mudah.

Kera itu memang besar dan kuat, tetapi gerakannya lamban. Selama kecepatan Joe berada di atas kecepatan reaksinya, pertarungan ini hanya akan menjadi soal waktu.

Luka demi luka mulai terbuka di tubuh kera. Kakinya digores. Punggungnya diiris. Lengannya dibelah sedikit demi sedikit. Semakin lama, gerakannya makin melambat.

Sampai akhirnya Joe menemukan celah di leher.

Dengan satu gerakan cepat, ia menyayat bagian itu cukup dalam.

Bonobopan Apes terhuyung.

Lalu tumbang.

Pertarungan itu hanya memakan waktu sekitar lima belas menit.

Saat tubuh raksasa itu roboh, rasa bangga menjalari seluruh tubuh Joe.

Ia baru saja mengalahkan Bonobopan Apes seorang diri.

Namun kebanggaan itu tak bertahan lama.

Ketika ia mengangkat kepala, ia mendapati gadis berambut merah itu—Tremors—sedang merekam dirinya dari kejauhan.

Barulah Joe sadar bahwa ia telah ditonton.

Bukan hanya oleh satu orang.

Di atas bukit lain, tampak dua kelompok lain juga menyaksikan dari jauh. Salah satunya adalah kelompok Ketua, Arman, dan Jasmin, bersama dua anggota lain. Kelompok satunya lagi entah siapa, tetapi mereka juga tampak membawa alat perekam.

Joe langsung merasa tak nyaman.

Berapa lama aku pingsan di dalam goa? pikirnya. Mengapa sudah banyak orang luar di Cubex ini? Di mana pihak keamanan? Seharusnya pemerintah sudah menutup area ini.

Karena merasa canggung, ia segera bersiap pergi.

Namun sebelum lari, ia sempat menghampiri pria terluka yang tadi nyaris dibunuh kera.

“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Joe. “Rekan-rekanmu meninggalkanmu?”

Pria itu mengangguk lemah. “Benar. Karena aku terluka, mereka meninggalkanku. Mereka bilang aku hanya akan menghambat pelarian.”

“Maaf,” kata Joke jujur. “Aku tidak bisa merawatmu.”

Ia sudah bersiap pergi karena di belakang, si rambut merah makin mendekat.

Pria itu rupanya cukup peka membaca situasi.

“Aku baik-baik saja, Tuan. Pergilah.”

Ia melihat apa yang Joe lihat: seorang pemuda yang baru saja membunuh Bonobopan Apes sendirian, sedang dikejar seseorang yang jelas ingin merekam atau menanyainya. Berita tentang itu pasti akan jadi besar.

Joe sendiri baru sadar sesuatu yang lebih aneh lagi:

meski kini hanya berada di Pra-Bintang sudut satu, dirinya justru terasa lebih kuat daripada saat masih menjadi JKThrow di Bintang Satu.

Padahal dulu ia memakai Common Artefact.

Sedangkan sekarang, artefak yang ditanam di tubuhnya hanyalah Low Artefact.

Tanpa banyak bicara lagi, Joke berlari.

Tremors mencoba mengejarnya, tetapi Joe masih berada dalam efek buff besar. Dalam beberapa detik saja, jarak di antara mereka melebar drastis.

Di tengah pelariannya, satu kesimpulan perlahan mengendap di dalam benaknya.

Bertarung sendirian ternyata jauh lebih menyenangkan.

Tak ada rekan yang bisa berkhianat. Tak ada teman yang harus disesali kematiannya. Tak ada beban menjadi pemimpin seperti saat ia masih memimpin party lama yang berakhir hancur.

Sejak saat itu, Joke mulai berhati-hati.

Setiap kali bertemu monster lain, ia akan lebih dulu memeriksa sekeliling, memastikan tak ada “penonton gratisan” yang mengawasi dari kejauhan.

Sebelum keluar dari Cubex hari itu, ia sempat menumbangkan dua monster lain lagi.

Untuk keduanya, ia bahkan memakai kartu 9 dan 10.

Saat akhirnya menembus dinding Cubex dan kembali ke luar, semua kartu besar miliknya sudah habis terpakai.

Barulah ketika ia kembali ke kantor, Joe mengetahui kebenaran yang lebih mengejutkan:

dirinya telah menghilang selama sebulan penuh.

Saat pertama membuka mata setelah diselamatkan, ia yakin dirinya tidak berada di dalam goa, melainkan di tempat terbuka. Bahkan ketika wanita misterius itu berbicara tentang artefak pinjaman, jelas mereka belum berada di goa. Namun ketika ia benar-benar pulih, baru ia sadar dirinya sudah terbaring di dalam gua.

Satu bulan kosong.

Pada waktu itulah Joe mengetahui, lewat berita, bahwa perubahan warna Cubex tempo hari telah menggemparkan banyak negara. Berbagai guild, pasukan keamanan User internasional, dan keamanan lokal datang ke lokasi. Ketika mereka tiba, warna Cubex sudah kembali menjadi putih.

Banyak tim menyisir area kejadian.

Namun mereka tetap tidak menemukan mayat JKThrow.

Empat anggota timnya ditemukan tewas.

Gargoyle-nya sendiri juga tidak ditemukan.

Di dalam sakunya, Joe menemukan sebuah kotak kecil.

Di dalamnya terdapat artefak bergambar zirah ksatria berwarna abu-abu pucat—atau putih yang telah memudar dimakan waktu. Joe tahu benda itu bukan miliknya. Itu pasti artefak milik Gargoyle. Artinya, penyelamat misteriusnya hampir pasti telah membunuh monster itu setelah menyelamatkannya.

Joe lalu mendatangi ahli artefak untuk memeriksa benda tersebut.

Namanya Artefact Statue.

Tingkatnya diduga Low Artefact.

Menurut si ahli, warna artefak itu tampak pudar seperti artefak lama yang telah kehilangan kualitasnya. Joe tahu pendapat itu salah—artefak itu baru saja keluar dari tubuh Gargoyle—tetapi ia memilih diam.

Setelah itu ia mendatangi Departemen User untuk memeriksa artefak di dalam tubuhnya sendiri.

Dan hasilnya justru lebih aneh lagi.

Artefak Magic Card di dalam tubuhnya dinyatakan sebagai Low Artefact.

Anehnya, artefak “rendah” itu terasa jauh lebih kuat daripada Hand of Monkey, Common Artefact milik JKThrow dulu.

Dari situlah Joe mulai memahami satu kemungkinan:

bukan semua artefak kelas rendah benar-benar lemah.

Dan mungkin, artefak yang ditanamkan wanita misterius itu adalah sesuatu yang jauh lebih istimewa daripada yang diperkirakan siapa pun.

1
@dadan_kusuma89
Ternyata segala sesuatu nggak ada yang gratis ya. Tremor perlu mengetahui keuntungan baginya jika hendak dimintai bantuan.
🌺Bunga_Ros⁹⁷
kacau benar negara ini😩
🌺Bunga_Ros⁹⁷
kekurangan banget apa menggatal juga nih si Jasmin? 🤭
Melisa Satya
penasaran dengan lanjutannya
Melisa Satya
ya udah berhenti
Shin Himawari
tidak heran dia jadi ketua artefak user. dia pandai memanfaatkan peluang 💪
Shin Himawari
semua orang memang punya masalah dan kesulitan tapi karena itulah bisa bertahan jadi semangaat✨️
-Thiea-
keadaan bisa saja berbalik, joe.
Rezqhi Amalia
imajinasi lo keren bnget Thor 😭😭, penasaran juga bacanya. suka banget cerita yang kek gini
Rezqhi Amalia
100 tahun kemudian, aku kayaknya udah metonh disitu deh
Rezqhi Amalia
ngeri banget kalau beneran terjadi. sepertiga dunia behh🤧
Athena
jika tk seimbang jgn di ambil taruhannya, jgn2 itu udh di setting pula spy user gk akan menang
Mira
Wehh apakah kita para pembaca juga diajakkk ?
ginevra
selama ini dibayanganku artefak kek batu kristal gitu ternyata salah....heheheh
ginevra
otak otak pebisnis ya gini... kalau ada celah uang mengalir bakal diambil
ginevra
waduhhh ... dah berjuang sedemikian rupa malah berakhir jadi simpanan
👑Chaotic Devil Queen👑
Deja Vu itu biasanya perasaan kayak merasakan hal yang udah pernah dirasain, padahal bisa aja cuma perasaan 🗿
👑Chaotic Devil Queen👑
Iya, biasanya healer itu terkenalnya cuma sebagai support. Tapi ya... selalu ada anomali support yang jadi DPS 😭🤣
dilafnp
kayaknya keren, tapi aku takut laut.. 🤧 naik kapal aja mabokk 😭😭
Ff Gilgamesh
kartu As sama Joker belum bisa digunakan. tunggu naik level dulu baru bisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!