Katanya kisah cinta masa SMA itu paling sulit dilupakan, apakah mitos itu berlaku untuk Raina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NRH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum saatnya berpisah...
Waktu istirahat tiba....
Aku mencoba menenangkan diri dan sebisa mungkin tidak membuka pembicaraan terlebih dahulu dengan Lian. Lian harus jadi orang pertama yang menjelaskan semuanya padaku. Aku tidak bisa jual murah dengan menanyakan hal-hal yang sebenarnya terjadi dengan Lian. "Kalau hari ini, kamu gak ngomong apapun ke aku...aku jamin aku gak akan pernah mau temenan sama kamu lagi" batinku.
Hampir kebanyakan dari teman-teman dikelasku keluar kelas untuk menyaksikan acara kunjungan brand "minuman isotonik" dengan mengadakan banyak sekali games, bagi-bagi hadiah dan merchandise yang sedari tadi sudah terdengar check soundnya. Hari itu karena aku kurang enak badan dan pusing, aku memutuskan untuk tidur. Ketika aku hendak menyandarkan kepalaku ke meja, terdengar suara langkah sepatu yang mendekati mejaku. "Na..." katanya. Aku menengadahkan kepalaku melihat arah suara itu. "Lian..."
Lian : Raina.... Kita harus ngomong...
Raina : Duduk aja jelasin.. (Aku sengaja nyuruh Lian duduk sebelahku karena aku pingin tahu apa yang sebenernya terjadi)
Lian : Kamu gak kehilangan aku? Dari keadaan kamu kayanya kamu baik-baik aja...
Belum juga menjawab pertanyaan Lian, kepalaku sudah pusing dan pandanganku nanar. Akhir-akhir ini kondisinya bahkan lebih parah, aku sulit menyesuaikan pola tidur dan pola makan serta tekanan darahku yang tak kunjung normal dan selalu saja rendah.
Raina : Aku pusing yan, bisa tolong mintain obat dulu gak ke uks? Bilang aja aku pusing
Sekelebat kilat, Lian langsung lari ke UKS. Tak lama Lian datang membawakan obat dan air mineral dalam botol. Ekspresi wajah Lian saat itu terlihat khawatir sekaligus penasaran. Aku lalu segera meminumnya.
Raina : Aku agak pusing mungkin karena gak tidur semalem...
Lian : Kenapa bisa ga tidur? Kenapa bisa pusing terus akhir-akhir ini? Kamu kayanya harus pulang dan ke dokter deh na...
Raina : Iya gatau nih akhir-akhir ini selalu cemen gini (Aku kemudian mengubah mimik wajahku menjadi jutek dan agak galak karena aku mau Lian menjelaskan hal-hal yang belum sempat Lian ceritakan tadi)
Raina : Tadi kamu mau jelasin apa?
Lian : Gini.... Sebenernya malem itu pas Lian kerumah kamu, Lian mau cerita sama kamu kalo orangtua Lian pindah tugas ke kalimantan dan Lian disuruh ikut kesana. Tapi....karena ini udah mau masuk akhir semester satu jadi Lian gak bisa pindah... Akhirnya, Lian cuma bisa nganter mereka sampe sana terus malemnya Lian terbang lagi ke Bandung... Lian beneran gak ada niat gak ngabarin kamu, karena Lian cuma iseng jailin yang lain dan Lian ngga nyangka kalau mereka percaya Lian pindah beneran. Emangnya Busis ga cerita ya? Kalau Lian gak bisa pindah di semester tanggung kaya gini? Lagian kan bentar lagi juga kelas 12 mana bisa Lian pindah.
Mendengar penjelasan panjang lebar dari Lian, aku bersyukur karena Lian mendapat halangan dalam proses kepindahannya. "Ahhhh ya allah makasih....kalau bukan karena gak diizinin sekolah pasti dia udah beneran pindah ke kalimantan" batinku.
Raina : Kamu nggak ngasih tau aku karena kamu emang beneran gak bisa pindah? Jadi kamu ngerasa gak harus cerita apa-apa ke aku? Gitu?
Lian : Iya naaa gitu bener... Lagian kalo Lian cerita juga paling kamu malah bingung karena situasinya rumit.. Awalnya Lian udah fix harus pindah karena Lian juga gak mungkin di Bandung sendiri, tapi pas orangtua Lian konsultasi sama Bu Sista ternyata susah dan gak memungkinkan juga pindah apalagi ke luar kota.
Raina : Hmmmm.... Aku sih gak kenapa-kenapa kamu pindah juga aku gak masalah cuma aku bete karena kamu gak nganggap aku sebagai temen dan malah pergi gitu aja... (Aku jual mahal sedikitlah ya...)
Lian : Oh kamu gapapa ya? Yakin? Terus semalem kamu ngga mau ngomong sama aku ditelpon itu kenapaaa??? Padahal aku kan mau cerita sama kamu kalau aku udah di Bandung lagi...
Seketika saja wajahku memerah menahan malu, aku benar-benar melakukan kebodohan malam itu. Coba saja aku mau denger penjelasan Lian....
Raina : Yaaah padahal kalau aku tau kamu di rumah mungkin aku bakal minta tolong kamu semalem....
Lian : Minta tolong apa? Emang semalem kamu kenapa?
"Ah hampir aja aku keceplosan cerita kalau semalem aku dijegat geng Warsgen dijalanan menuju rumah Reksa, kalau aku cerita malah makin panjang ceritanya" pikirku.
Raina : Aku gak papa sih cuma kemaren Reksa ulang tahun, jadi aku agak bingung pas beli kado semalem hehe...(ngeles karena panik)
Lian : Hmmmm.....
Bel masuk pun berbunyi... Kami melanjutkan pelajaran....
Apa yang bisa dikatakan bulan pagi ini?
Bintang yang biasanya menemani dirinya setiap malam kini tak terlihat lagi...
Bintang kehilangan cahayanya dan lenyap...
Bulanpun bahkan tak bisa bersahabat dengan matahari...
Jelas keduanya menghuni dunia yang berbeda.
Dunia pagi dan dunia malam...
Lantas bagaimana bulan akan meminta bintang datang lagi?
"Tenang saja bulan, bintang itu sudah ditakdirkan menjadi teman setiamu dan dia pasti akan kembali" kata Matahari.
"Kalau begitu kapan?" tanya Bulan.
"Tunggu hingga malam tiba dan langit sedikit cerah" jawab Matahari lagi.
"Terimakasih matahari... Semoga kamu memiliki teman setiamu sepertiku" sahutku.
"Tenanglah kawan, kesendirianku adalah kekuatanku" sahutnya lagi.
-Karya Raina,
Bulan Bintang dan Matahari....
lanjuutttt
ditunggu feedbacknya 😍
ditunggu kunjungannya di :
CAHAYA YANG HILANG
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU